AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 117 Gagal Hamil


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Kenapa? Aku bantu kamu mengelap wajah!” Qin Yinuo menghela nafas.


“Tidak mau, aku sudah menangis……Nuo tidak suka wanita yang menangis……” Dia berkata pelan, tak berdaya seperti anak kecil. “Sstt, jangan biarkan dia melihatnya!”


Hello! Im an artic!


Hati Qin Yinuo sakit sekali! Dia hampir menangis, kapan Tuhan baru akan menyembuhkannya?


Dua orang bersama demi bahagia, berpisah demi mengurangi rasa sakit, kamu tidak bisa bahagia karenaku, aku juga hanya bisa pergi, aku juga sakit hati saat pergi, tapi, kamu pasti lebih terluka daripada aku, karena aku yang lebih dulu mengucapkan selamat tinggal, akulah yang lebih dulu mengejar kebahagiaan!——


Mu Xue tidak menyangka akan bertemu Du Jing, dan merasa canggung saat koleha kerjanya melihat dirinya menangis hebat begini.


Matanya merah dan bengkak karena terlalu lama menangis, rasa mual dalam tenggorokannya semakin terasa, dia merasa pusing saat berdiri.


Hello! Im an artic!


Du Jing menopangnya dan tidak bertanya kenapa dia menangis, hanya berkata pelan: “Kamu mau kemana? Aku antar kamu pulang!”


“Aku……” Mu Xue pusing, dia ingin berdiri stabil tapi tidak disangka rasa pusingnya semakin hebat.


“Kamu baik-baik saja?” Du Jing melihat wajahnya pucat dan menangis sampai begini dan langsung menggendongnya tanpa bicara lagi. “Ayo, aku antar kamu ke rumah sakit!”


Mu Xue ingin berontak tapi tidak bertenaga, dia tidak sarapan, semalam juga tidak makan, dia juga menangis hebat lama sekali, sebulan lebih ini dia juga kekurangan gizi, maka semakin lemah.


Tapi digendong Du Jing menarik perhatian orang yang lalu lalang, Mu Xue panik dan juga takut, “Du Jing, turunkan aku!”


“Turunkan kamu dan melihat kamu pusing lagi?” Du Jing memelankan suaranya dan terdengar khawatir. “Sudahlah, mobil ada didepan! Aku antar kamu periksa ke rumah sakit, apa kamu kekurangan darah?”


Du Jing langsung menggendongnya ke mobil yang ada di dekat kafe, tidak perduli Mu Xue berkata apa.


Saat mereka berjalan sampai ke samping mobil, ada 3 orang yang keluar dari dalam kafe, ada orang tua ditengah memakai jas hitam, terlihat tegas dan dingin, dia terkejut saat melihat Mu Xue dan Du Jing lalu tersenyum sinis.


“Nona Mu, aku heran kenapa kamu tidak setuju, rupanya masih ada pilihan!” Ucapan Qin Maoxiang yang dalam dan menusuk itu membuat hati Mu Xue seperti disayat pisau.


Du Jing mengacuhkan Qin Maoxiang dan membuka pintu untuk mendudukkan Mu Xue di kursi sebelah pengemudi, dia membantunya memasang sabuk pengaman lalu menutup pintu mobil.


Mu Xue dapat melihat Qin Maoxiang yang terlihat marah melalui kaca mobil, hatinya ikut bergetar, lalu dia tiba-tiba membuka pintu mobil, “Paman, tolong kembalikan putraku Cheng Cheng!”


Du Jing hanya melihat Qin Maoxiang sekilas dan berkata pada Mu Xue: “Kita akan pergi menjemput Cheng Cheng setelah selesai periksa ke dokter!”


Mu Xue kembali ke dalam mobil, wajah Qin Maoxiang terlihat semakin buruk.


Awalnya Du Jing ke kafe untuk membantu ayah tirinya mengambil teh, tapi tidak disangka bertemu dengan Mu Xue, dia tidak mengambil teh, menyalakan mobil dan menghilang dari hadapan Qin Maoxiang dan asistennya.


“Xiao Li, telepon tuan muda, ada pria lain yang menyukai wanitanya! Sekarang sedang pergi check-in hotel!” Qin Maoxiang mengatakan ini dengan marah, sampai dirinya bisa mengucapkan kata “Check-in hotel” dengan sangat kejam!


“Kakek?” Xiao Li sedikit kesulitan, masih tidak tahu apakah hal ini benar atau tidak, kakek terlalu berlebihan! Tapi Xiao Li masih menelepon Qin Yinuo juga.


“Halo! Tuan muda, nona Lin pergi check-in hotel dengan seorang pria tinggi besar yang dingin!” Xiao Li hampir menjatuhkan ponselnya setelah mengucapkan ini karena takut. “Tuan muda, sudah ya, kakek memanggilku!”


Dia langsung menutup teleponnya tanpa menunggu Qin Yinuo bicara.


Qin Yinuo langsung bodoh begitu menerima telepon yang tiba-tiba begini! Dia segera mencari nomor telepon Mu Xue dan meneleponnya dengan tangan gemetar, tapi tidak ada yang menerimanya.


Mu Xue diantar ke rumah sakit, Du Jing berkeras ingin dokter melakukan pemeriksaan menyeluruh.


“Du Jing, aku tidak apa-apa, aku sungguh baik-baik saja!” Sebenarnya dia tahu apa yang terjadi, dia hanya tidak ingin ada yang tahu kalau dia mungkin hamil.

__ADS_1


Dokter malah tersenyum, “Nona, pacarrmua khawatir padamu, lebih baik lakukan pemeriksaan menyeluruh saja, kamu kelihatan lemah!”


“Dokterr, bukan……Dia bukan pacarku!” Mu Xue menjelaskan.


Mata Du Jing berbinar sebentar lalu memutarkan kepalanya kesana dan masih berkata dengan dingin sekali dan berani: “Dokter, lakukan pemeriksaan menyeluruh saja!”


“Eh! Maaf, aku tidak tahu……”


Dokter memberikan kertas yang berisi berbagai pemeriksaan, tapi Mu Xue hanya berkata: “Dokter, bantu aku periksa kadar HCG saja, aku rasa masalahku ada disini!”


Dokter terkejut dan bengong sebentar, “Nona, kamu mengerti banyak! Kamu bahkan tahu kata khusus medis! Kamu sudah telat haid berapa hari?”


Mu Xue terpaku dan menoleh melihat Du Jing sekilas, masih merasa canggung karena keberadaannya lalu berkata padanya: “Du Jing, bolehkah kamu keluar dulu?”


Du Jing tidak mengerti tapi tidak ingin keluar.


“Aku mohon!” Mu Xue berkata lagi.


“Baiklah! Panggil aku kalau ada sesuatu!”


Mu Xue langsung berkata begitu dia pergi: “Sudah telat 2 minggu, aku juga baru teringat, aku rasa mungkin aku hamil!”


“Ya, kalau memang hamil, gejalanya akan muncul tepat di hari ke-40! Sekarang bayinya masih terlalu kecil dan tidak cocok melakukan USG, begini saja, kamu tes dulu dengan test-pack, kalau memang positif, kita akan lakukan pemeriksaan darah!” Dokter segera memberikan kertas untuk mengambil test-pack.


Mu Xue pergi membayar di loket dan mengambil test-pack, tapi Du Jing malah ikut dengannya ke toilet, Mu Xue sungguh terpaku saat hasilnya keluar!


Positif!


Dia melakukan pemeriksaan darah dan kadar HCG nya cocok, kehamilannya didalam rahim.


Saat Mu Xue terpaku melihat hasilnya, Du Jing melirik sekilas hasil pemeriksaannya. Tertulis, umur kehamilan sekitar 6 minggu. (Biasanya hamil 6 minggu itu dihitung dari tanggal hari pertama haid terakhir, biasanya akan muncul gejala hamil seperti mual dan muntah di minggu ke 6 sampai ke 8!)


“”Kamu hamil?” Du Jing terkejut!


Mu Xue terbengong sambil memegang hasil cek darah dan ingin sekali menangis, mungkin akan merasa baikan kalau menangis, tapi dia tidak bisa menangis, rasa ingin menangis itu membuatnya menderita sekali……


Sepertinya, belakangan ini dia terlalu sering menangis, dia kembali mengandung anak Qin Yinuo!


Ini anak kedua yang dihadiahkan Tuhan padanya, dia menyukai anak-anak, tapi, anak ini datang tidak pada waktunya! Tapi dia mau melahirkan anak ini! Ini cinta yang murni, dia menginginkannya.


Du Jing melihat ekspresinya yang berubah dan merasa bingung, “Xiao Xue?”


“Du Jing, terima kasih sudah mengantarku kesini, bisakah membantuku rahasiakan kehamilanku?” Dia berkata dan sudah berencana meninggalkan kota ini dalam waktu dekat.


“Ya!”Du Jing orang yang menepati janji, juga tidak banyak bicaar, maka dia disukai oleh Pei Lingfeng dan diangkat menjadi anak. “Aku tidak akan mengatakannya! Kamu sudah hamil, harus banyak istirahat, sekarang kamu terlalu lemah, aku tanya pada dokter dulu ibu hamil perlu menambah asupan gizi apa, kamu duduk dulu disini dan tunggu aku!”


Qin Yinuo terus menelepon Mu Xue tapi tidak ada yang menjawab, ada apa sebenarnya? Apakah sungguh check-in hotel? Hatinya kacau sekali!


Du Jing membantunya bertanya pada dokter, dia baru teringat ponselnya disetel mode diam, dia melihat ada nomor yang sedang menyala saat mengeluarkannya, itu nomor telepon yang tidak bisa dihapus dari ingatannya.


Hatinya bergetar dan tanpa sadar mengelus perutnya. “Sayang, ini ayahmu, tapi mama tidak bisa membiarkan dia mengetahui keberadaanmu, sekarang dia sedang kacau balau! Kita jangan menambah kekacauan lagi ya?”


Walaupun sekarang bayinya hanya sebesar kacang, tapi Mu Xue masih berharap, ini harapannya yang lain!


Tidak perduli bagaimanapun, akan ada tujuan dalam hidupnya begitu punya anak, dia perlu menjadi lebih kuat, menjadi ibu yang baik dari anak ini, mendidik mereka jadi orang hebat!


Layar ponselnya masih menyala, lampu perlahan padam setelah dia melihat nomor telepon itu.


Ada 15 panggilan tak terjawab di layar, itu semua telepon dari Qin Yinuo!

__ADS_1


Dia tidak mengangkatnya.


Yang di sana lebih panik lagi, dia melihat wanita yang gemetar di sofa, Qin Yinuo serba salah, dia harus bagaimana?


“Kamu ada urusan?” Mo Yihui bertanya.


Pandangan Qin Yinuo berbinar sebentar, “Tidak, tidak ada apa-apa!”


“Nuo……” Saat ini, Mo Yilan tiba-tiba bicara.


Qin Yinuo baru membantunya mengelap wajahnya, dia kelihatan lebih stabil sedikit.


“Lan Er, ada apa?” Dia bertanya lembut sambil menelepon.


Mu Xue akhirnya mengangkat telepon Qin Yinuo yang ke-16, tapi terdengar suara Qin Yinuo yang lembut pada orang lain, bukan dirinya!


“Lan Er, jangan menangis, aku ada disini, aku tidak akan kemana-mana, jangan menangis……”


Hati Mu Xue sakit. Tiba-tiba air mata memenuhi matanya, mata itu masih begitu hitam dan cerah.


Qin Yinuo, kamu meneleponku agar aku mendengar ucapanmu yang lembut pada wanita lain?


Mu Xue tersenyum pedih dan menutup telepon.


Dan kebetulan Qin Yinuo melihat ponsel sekilas, menyadari ada sebuah panggilan dijawab.


Ah! Dia menjawab!


Sialan, dia pasti mendengar percakapannya dengan Yilan barusan!


Qin Yinuo tiba-tiba merasa takut.


Seiringnya, Mu Xue menelepon kemari, Yinuo melihat nomornya muncul di layar dan hatinya tertahan, dia segera berlari ke kamar tidur, menutup pintu dan mengabaikan semua diluar sambil memanggil dengan panik: “Xiao Xue, apa ini kamu? Ini kamu?”


Mu Xue tersenyum manis dan berkata lembut: “Tuan, maaf, anda sudah salah sambung, nanti tolong jangan menelepon nomor ini lagi!”


“Xiao Xue!” Qin Yinuo memanggil panik. “Tidak! Jangan tutup teleponnya! Aku hanya ingin tahu kamu ada dimana?”


Mu Xue kembali menahan senyumnya. “Tuan, tolong jangan telepon lagi, kalau tidak, aku akan menuntut anda mengangguku!”


“Tidak! Xiao Xue, jangan begini!” Qin Yinuo semakin sedih. “Aku mohon padamu!”


Tenggorokan Mu Xue seperti ditusuk duri ikan yang tidak bisa dikeluarkan dan tidak bisa ditelan, perasaan itu tidak nyaman dan sakit sampai membuatnya sesak nafas, sampai ada rasa sakit saat bernafas. “Tuan, anda sungguh salah sambung!”


Air matanya mengalir deras seperti hujan saat bicara!


Sialan! Kenapa masih ada air mata?


Kenapa masih bisa menangis?


Mu Xue, kenapa kamu tidak berguna begini?


Apa kamu menangis hanya dengan mendengar suaranya?


Qin Yinuo bergumam tidak jelas: “Xiao Xue, aku hanya ingin tahu apa kamu sedang bersama pria lain?”


Saat ini, Du Jing kebetulan mengambil resep asupan gizi yang diberikan dokter padanya dan keluar dari ruang praktek dokter sambil berteriak dari jauh. “Xiao Xue, kita akan pergi belanja setelah menjemput Cheng Cheng, hari ini aku masak sup bergizi untukmu……”


Bicara sampai setengah, dia baru melihatnya duduk di kursi sambil menangis hebat, tangannya masih memegang ponsel. “Xiao Xue, kamu kenapa?”

__ADS_1


Hati Qin Yinuo tertahan saat mendengar suara pria itu, “Xiao Xue, kamu sungguh bersama pria lain? Apakah pria semalam itu?”


Hatinya langsung hancur.


__ADS_2