AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 597 Cinta Dan Posesif


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Yanyan, kembalilah bersamanya. Jika ada kesalahpahaman, katakan saja!” Nada suara Rong Hanchi penuh dengan kelembutan dan sedikit rasa kesepian yang tidak mudah dirasakan. “Ketika kalian sudah berdamai, kalau kamu masih ingin kembali dan menginap disini aku tidak akan melarangnya. Kakak Chi tidak suka melihatmu yang tidak bahagia!”


“Kakak Chi ––” Su Yan merasa sangat pedih di hatinya, air mata mengalir dari matanya.


Hello! Im an artic!


Kakak Chi mengerti akan dirinya. Dia mengetahui bahwa dia tidak bahagia, dia tahu apa yang sebenarnya dia inginkan!


Setelah menutup telepon, dia menoleh ke luar jendela, menutup erat bibirnya dan menangis.


Entah sejak kapan, Su Yan yang selalu bahagia dan bebas dari kekhawatiran berubah menjadi seorang hantu yang suka menangis?


Feng Baiyi merasakan pedih yang amat dalam di hatinya, dan tidak berbicara. Dia hanya mengulurkan satu tangannya, menggenggam tangan kecilnya, mencoba untuk mendapatkan pengampunannya.


Hello! Im an artic!


Tetapi Su Yan malah menepis tangannya, seperti anak kecil yang sedang merajuk. Dia sedang memegang ponselnya di tangannya. Ponsel baru yang diberikan oleh Rong Hanchi. Feng Baiyi sekilas melihatnya. “Kemana ponsel mu yang lama?”


Su Yan tidak berbicara.


“Rusak?” Tanyanya.


“Di toilet umum, silahkan kamu tanya sendiri ke klosetnya!” Dia akhirnya menjawab dengan kesal, tetapi kesal karena dia telah menjawab pertanyaannya lagi, jadi dia tidak mengatakan apa-apa lagi.


Dia mengalihkan pandangannya keluar jendela lagi, memikirkan kesedihan hari itu. pandangannya kehilangan fokus dan menjadi kosong. Setelah melamun untuk waktu yang lama, matanya berkedip-kedip, seolah-olah berkedip oleh sesuatu dan matanya pun menjadi lebih jernih dan lebih menyilaukan.


“Jatuh ke kloset?” Feng Baiyi akhirnya mengerti, tidak heran bagaimana pun dia mencoba meneleponnya, mencoba menguping keberadaannya tetapi tidak dapat mendengar sesuatu. Ternyata karena ponselnya jatuh di toilet.


Keduanya kembali ke apartemen, dan Feng Baiyi segera melepas pakaian Su Yan begitu dia masuk.


“Hei! Apa yang kamu lakukan?” Su Yan terkejut, “Feng Baiyi, dasar cabul! Bajingan!”


Namun, Feng Baiyi hanya melepas pakaiannya saja, dan melihat purpura yang masih tersisa di punggungnya karena racun tersebut. Kemudian dia merasakan pedih heti yang tidak terkendalikan. “Bonekaku, apakah kamu masih tidak nyaman?”


Ternyata, dia hanya memeriksa titik pendarahannya!


Dengan tangannya yang besar, dia menyentuh punggungnya dan purpura yang ada di dadanya. Su Yan mendapatkan kembali akal sehatnya, lalu tiba-tiba menurunkan tangannya, “Aku tidak butuh perhatian darimu!”


Dia melepaskan diri darinya, tidak mempedulikan dirinya yang hanya mengenakan pakaian dalam di depannya, lalu berjalan ke kamar mandi begitu saja.


“Aku bantu kamu mandi!” Feng Baiyi melangkah mengikuti, dan langsung membuka pintu yang terlambat ditutup oleh Su Yan. Setelah masuk ke dalam, dia pun menyiapkan air mandi untuknya.


Su Yan dengan wajahnya yang tanpa ekspresi, tidak melihat ke arahnya.


Feng Baiyi menoleh dan menatapnya dengan kasihan. “Bonekaku, katakan padaku apakah kamu masih merasa tidak nyaman?”


“Sebaiknya kamu pergi ke rumah sakit saja dan merawat kakak Chen! Aku tidak membutuhkan kelembutanmu, Chen Huilun yang membutuhkannya!” Su Yan menatap tajam wajah tampannya, dan berkata tanpa ampun: “Dia yang membutuhkan perhatian darimu, aku tidak butuh!”


“Bonekaku, aku tahu kamu menyalahkanku!” Feng Baiyi meraih tangannya erat, dan menatapnya. “Anak baik, jangan nakal! Mandi!”


Su Yan gemetar, dia dapat merasakan rasa hangat dari telapak tangannya yang sedang menggenggamnya. Matanya menjadi lebih jernih, dan ketika dia menatapnya, dia merasa sedikit kebingungan.


“Aku akan mandi sendiri!”


“Aku bantu kamu!” Dia tetap bersikeras ……


(Tidak dapat dideskripsikan)


“Tidak bisakah kamu untuk tidak begitu tidak tahu malu?” Wajah Su Yan menjadi merah seperti udang kering, dan berkata dengan ketus: “Feng Baiyi, tahukah kamu bahwa kamu yang seperti ini sungguh tidak tahu malu? Pergi dan bantu memandikan Chen Huilun, aku tidak butuh bantuanmu!”

__ADS_1


“Kenapa kamu berkata seperti itu?” Feng Baiyi mengangkat alisnya. “Ternyata kamu juga cemburu?”


“Keluar kamu! Aku merasa lebih tidak nyaman ketika kamu berada di sini. Keluar, dengar tidak. Aku sudah sangat lelah. Feng Baiyi, tahukah kamu bahwa kamu sedang menyakitiku? Aku baru saja keracunan, baru saja sembuh sedikit tetapi kamu sudah melukaiku lagi, bajingan!”


“Tidak nyaman?” Feng Baiyi berseru. “Bagian mana yang kamu merasa tidak nyaman, haruskah kita pergi ke rumah sakit?”


“Keluar!” Teriak Su Yan malu-malu, dia mengulurkan tangan dan mendorongnya, “Cepat, segera keluar!”


“Baiklah baiklah! Aku akan keluar!” Tak berdaya dan khawatir. “Mandi yang bersih, aku akan mengambilkan pakaian untukmu!”


Pada akhirnya, dia keluar juga!


Setelah menutup pintu, Su Yan menutupi wajahnya dengan tangannya dan mengumpat dengan suara yang pelan.


Apakah dia akan dengan mudah berkompromi dengannya? Apa-apaan ini? Hari itu dia melihatnya sedang berduaan di bawah payung dengan Zuo Shaofeng, dia melihatnya yang sedang mengenakan pakaian Zuo Shaofeng, tetapi, apa penyebab dari ini semua? Bukankah ini semua karena dia yang tidak pulang malam itu, membuatnya tidak bisa tidur, dan merasa kesepian! Selain itu, bukankah itu adalah hal yang normal? Dia juga tidak melakukan macam-macam.


***


Uh! Pada akhirnya, aku terlalu kesepian! Ataukah karena mereka tidak cukup mencintai satu sama lain dan kurang percaya? Apakah ini yang disebut dengan cinta? Su Yan menggelengkan kepalanya dan menertawakan dirinya sendiri. Jika memang cinta tidak dapat membuatnya saling mempercayai satu sama lain, apakah cinta semacam ini diperlukan? Apakah dia percaya pada Feng Baiyi lagi?


Tetapi sekarang, mengetahui bahwa pria itu mungkin cemburu kepadanya. Dia masih merasa tidak bahagia, karena semua ini berawal dari sebuah kecemburuan yang tidak dapat dijelaskan. Ada beberapa hal yang dapat dilupakan begitu saja hanya dengan meminta maaf! Misalnya, dia bisa memberi makan Chen Huilun dengan sangat lembut dan hangat seperti itu, tetapi dia tidak boleh berbagi payung dengan pria lain!


Apakah itu cinta atau posesif di antara mereka? Untuk sementara waktu dia tidak dapat membedakannya.


Berpikir dan berpikir, Su Yan tertidur di kamar mandi!


Feng Baiyi menunggunya lama sekali, tidak ada yang keluar. Lalu dia membuka pintu dengan pelan hanya untuk menemukan bahwa dia tertidur!


Sial, tidur seperti ini bisa menyebabkanmu masuk angin! Dia berjalan mendekat dan menunduk. Air di bak masih terasa hangat.


Namun, melihat tubuh yang lembut di dalam bak air. Bentuk bundar yang montor tersebut membuatnya berhenti bernafas, buah ceri merah yang berdiri tinggi, seperti sebuah buah-buahan yang lezat dan segar dan menggoda orang. Feng Baiyi dengan kuat menekan keinginannya, lalu ia membungkuk dan menggendongnya. Ia membungkusnya dengan handuk mandi, lalu mengangkatnya keluar dari bak mandi.


Su Yan tiba-tiba terbangun dan ketika dia menemukan bahwa dia sedang digendong masuk ke kamar tidur oleh pria itu. “Turunkan aku!”


Dia sudah memasuki kamar dan membaringkannya di tempat tidur. Su Yan membungkus dirinya dengan handuk mandi. Pria itu mengambil handuk untuk menyeka tetesan air yang masih ada pada tubuhnya, kemudian mengambil pengering rambut dan berusaha sebisa mungkin untuk tidak melihat tubuhnya. “Aku akan membantumu untuk mengeringkan rambutmu!”


“Aku akan melakukannya sendiri!” Ucapnya masih marah.


Feng Baiyi menatap Su Yan, berjalan mendekat, berdiri di belakangnya, mengambil rambutnya yang masih basah, lalu mulai membantu mengeringkan rambutnya.


Su Yan duduk dengan linglung, tidak berani bergerak. Ternyata dia benar-benar ingin membantunya untuk mengeringkan rambutnya? Ini pertama kalinya. Tetapi dia masih berkata kepadanya dengan nada bicara yang buruk: “Mengapa kamu tidak pergi ke rumah sakit untuk merawat kakak Chen? Aku tidak butuh penjagaanmu, aku bisa sendiri!”


Bukankah dia bisa hidup tanpa dirinya?


Feng Baiyi tidak berbicara. Dia menyalakan pengering rambut, lalu menggerakkan tangannya dengan lembut, dan mengeringkan rambut halusnya dengan serius.


Suara gemuruh bergema mengisi seisi ruangan itu, dan tak satu pun dari mereka berbicara. Tangannya bergerak-gerak di atas rambutnya secara alami, merasakan helaian rambut yang tipis dengan lembut meluncur melalui tangannya. Rasanya sama seperti sedang membelai kulit halusnya, dia menyukainya.


Setelah beberapa saat, Feng Baiyi merasa sudah cukup, lalu dia menyentuh rambut Su Yan yang lembut, mematikan pengering rambut, dan meletakkannya di dalam laci. Kemudian dia berdiri di belakang Su Yan dan mulai menekan-nekan bahu Su Yan.


Pipinya sedikit memerah oleh hembusan angin panas tersebut, lembut bagaikan buah persih. Feng Baiyi menggerakkan tangannya dan dengan perlahan mengelus lehernya. Dia ingin menciumnya lagi.


Namun, dia tetap menahan hasratnya, “Beristirahatlah lebih awal, kesehatanmu masih kurang baik! Kamu harus tidur lebih banyak.”


Setelah berbicara, dia mengambil selimut dari lemari. “Aku akan tidur di sofa!”


Dia tahu bahwa kondisinya sedang tidak baik, dan dia takut apabila dirinya tidak bisa menahan dirinya sendiri. Jika dia kembali melakukan sesuatu untuk menyakitinya, dia pasti akan menyesalinya sampai mati.


Su Yan terkejut. Dia tidur di sofa?


Dia tidak mengatakan apa-apa, lalu Feng Baiyi keluar begitu saja.

__ADS_1


Entah kenapa, Su Yan kembali merasa sedikit sedih. Dia mengangkat selimut, mengenakan pakaian tidurnya dan pergi tidur, tetapi dia tidak bisa tidur.


Feng Baiyi yang berada di luar ruangan juga tidak bisa tidur.


1 … 2 … 3 … 4 … 99 … 900 … 999 … Su Yan menghitung di dalam hatinya, dia menghitung sudah hampir mencapai angka seribu, dan masih tidak bisa tidur. Mengapa dia tidak bsia tidur?


Biasanya dia langsung ketiduran begitu menyentuh tempat tidur. Kenapa dia sudah berbaring begitu lama, dan dengan kondisi badan yang masih belum membaik, tetapi tetap tidak bisa tidur? Bukankah dia baru saja tertidur di kamar mandi? Mengapa dia tidak bisa tidur di tempat tidur?


Su Yan gelisah di tempat tidur, dia ingin berubah ke posisi yang nyaman, dia harus bisa tidur dengan nyenyak.


Antara gerakan dan keheningan. Dia berjuang. Berbaring, duduk, lalu berbaring lagi!


Di ruang tamu di luar, tiba-tiba bunyi suara telepon berdering. Su Yan terkejut, dan dia mendengar suara Feng Baiyi yang sengaja menurunkan volume suaranya, “Huilun?”


Itu adalah panggilan dari Chen Huilun. Hatinya sekilas menegang, mulutnya cemberut, dan telinganya tanpa sadar menjadi tegak, dia mendengarkan Feng Baiyi yang sedang berbicara. “Jika ada masalah segera cari dokter. Ya, aku ada di rumah, bonekaku sedang tidak enak badan. Aku harus merawatnya!”


“Ya! Aku tidak akan pergi ke rumah sakit beberapa hari ini. Ada perawat khusus, kama jaga dirimu baik-baik! Aku ingin menemani istriku!”


“Ya! Huilun, maafkan aku. Aku memang memanfaatkanmu dua hari yang lalu! Perasaanmu benar!”


Su Yan mengernyitkan dahinya.


Apa yang dikatakan oleh Feng Baiyi?


Dia memanfaatkan Chen Huilun? Apa maksudnya?


“Jaga dirimu baik-baik, aku akan menutup telepon!” Feng Baiyi menutup teleponnya.


Dia khawatir akan membangunkan Su Yan, oleh karena itu dia datang ke kamar tidur dengan perlahan. Su Yan pun segera menahan nafas.


Feng Baiyi hanya di depan pintu membuka pintu, berhenti sejenak, lalu menutup pintu dengan lembut.


Su Yan terus memikirkannya. Apa yang dikatakan olehnya beberapa saat yang lalu, apa yang dimaksud dengan memanfaatkan Chen Huilun dua hari yang lalu? Tidak bisa, dia ingin tahu. Kalau tidak tahu, dia tidak akan bisa tidur!


“Feng Baiyi!” Dia berteriak dengan buru-buru ketika pintu hendak ditutup.


“Kamu belum tidur?” Feng Baiyi sedikit terkejut, pintu terbuka, dan lampu menyala.


Su Yan duduk dan menyisir rambutnya yang berantakan. “Kamu bilang, dua hari yang lalu kamu memanfaatkan Chen Huilun. Apa maksudmu?”


Dia sedikit terkejut dan mengangkat alisnya. “Kamu mendengarnya?”


Su Yan menjawabnya dengan sebal. “Ya, aku mendengarnya!”


“Kenapa kamu tidak tidur? Jawabannya tidak sesuai dengan pertanyaannya. Ia lalu masuk ke dalam dan duduk di tepi tempat tidur.


“Jangan ubah topik pembicaraan!” Dia ingin tahu apa maksudnya. “Kamu sangat menghargai Chen Huilun, mengapa kamu bisa memanfaatkannya? Feng Baiyi, aku khawatir apakah kamu juga sedang memanfaatkan diriku!”


Feng Baiyi mengulurkan tangannya dan menariknya masuk ke dalam pelukan. “Jika kamu tidak bisa tidur, maka kerjakan sesuatu.”


Dia mengeluarkan senyum tipis di wajahnya yang tampan, sudah lama menunggunya. Dia juga tidak bisa tidur, dan dia juga tidak menyangka bahwa dia juga tidak bisa tidur. Apakah itu berarti dia bisa melakukan hal lain?


Begitu Su Yan lengah, dan baru saja bersiap untuk menolaknya. Bibir pria itu segera menyegel dan menjeratnya dengan akurat.


Ya …… Panas pada tubuh Su Yan segera melonjak, tetapi rasa panas ini seperti rasa haus yang kering. Sebaliknya, dia merasa terobati oleh bibirnya yang lembab. Ciumannya tersebut membuat kekeringan di dalam dirinya perlahan lenyap.


Feng Baiyi membelai tangannya dan perlahan mengelus punggung langsingnya.


“Beritahu aku, kenapa?”


“Kalau sudah ku beritahu, apakah boleh melakukan hal yang lain?” Dia bertanya denga jahat, tatapannya terkunci pada keningnya.

__ADS_1


“Uh! Beritahu aku!”


__ADS_2