AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 180 Kabut Telah Pergi


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Apaan, semakin lama kau semakin suka sembarangan!” Ia bergetar, dan setelah bergetar sesaat, Mu Xue berkata sambil menggertakkan giginya, “Jangan-jangan kau tak khawatir sedikit pun pada cinta pertamamu?”


Qin YInuo menatapinya, senyumnya lembut, namun berkata dengan bossy, “Aku hanya mengkhawatirkanmu!”


Hello! Im an artic!


Ia langsung ditarik ke dalam pelukan. Dan ketika dirinya masih kebingungan, Qin Yinuo langsung menahan tubuhnya dengan kedua lengannya erat-erat. Samar-samar ia bisa mencium bau sabun, tidak ada bau rokok. Ini adalah wangi yang dirindukannya, pelukan hangat yang membuat orang rindu.


Memikirkan tadi Mo Yilan sempat memeluknya, Mu Xue cemberut. Maka ia menggeliat di atas badannya, bagai seekor kucin, “Sudah! Makanlah, bukannya besok kau mau ke Amerika?”


“Ya! Salah, kita! Kau juga ikut denganku!”


“Tak mau! Aku harus menjaga anak-anak di rumah!” Mu Xue menengadahkan kepalanya, “Masalah beberapa hari ini sudah membuat anak-anak khawatir. Untuk sementara aku akan menemani mereka, aku sudah seharusnya menemani mereka baik-baik!”


Hello! Im an artic!


“Tak boleh! Kau ikut ke New York denganku. Kita pulang tiga hari kemudian!” Ia mengumumkan dengan bossy.


“Tidak mau!” Ia menggeleng, “Jadi orangtua tak boleh terlalu egois! Aku harus membagi waktu untuk mereka juga!”


“Tunggu libur baru temani mereka, sudah hampir libur!” Qin Yinuo berkata.


“Tak mau! Kau pergilah sendiri, setelah pulang baru kita menikah!” Memikirkan sudah lama dirinya tidak bersama anak-anak, sehingga hatinya juga merasa bersalah.


“Apa?” Qin Yinuo tertegun, fokusnya tersedot semua. Ia hampir tidak memercayai telinganya, sepertinya ia bilang menikah, “Kau bilang…”


Mu Xue tersenyum tipis, menatapinya dengan tenang sekali, “Bukannya kau mau menikah denganku?”


“Kau sudah setuju untuk menikah denganku?” Ia menatapnya dengan terkejut.


“Ya!” Ia mengangguk serius, “Ayo menikah, Qin Yinuo!”


Qin Yinuo membungkukkan badannya dengan semangat untuk menggendongnya.


“Istriku, masalah lamaran itu urusanku, tapi malah dilakukan olehmu.” Suara seraknya terdengar, langsung menyentuh hati.


Mata Mu Xue agak basah. Mencintai seseorang, bentuknya tak terbatas. Saat ini, ia tak ingin lepas tangan lagi!


Qin Yinuo menunduk untuk mengecup wajahnya, dengan penuh kasih, lalu meletakkan kepalanya di bahunya, menciumi wangi badannya. Ia berkata dengan agak kekanak-kanakan namun bossy, “Tapi aku suka kau bilang kau hendak menikah denganku!”


Mu Xue tertawa. Mo Yilan sudah hampir sembuh, dan mereka sudah tidak perlu khawatir lagi!–


Pagi pukul sembilan, Qin Yinuo bangun dengan segar, rasanya ada sesuatu yang lembut menindih dirinya. Qin Yinuo tertegun sejenak, ternyata Xiao Xue menimpa tubuhnya. Posisinya ini membuat dirinya kaget ketika terbangun di pagi hari.


Rambut hitam wanita itu menutpi lehernya, dan wajahnya menempel di dadanya.


Meski hanya tidur beberapa jam, tapi Qin Yinuo masih merasa segar. Akhirnya mereka sudah berbaikan, akhirnya segala kabut itu telah menghilang!


Sudut bibirnya terangkat membentuk senyum tipis, hatinya jadi melembut.


Ia mengulurkan tangan untuk memeluk tubuh Mu Xue yang telanjang, kulitnya yang lembut dan otot-ototnya yang halus membangkitkan imajinasinya. Akhirnya ia tak bisa menahan diri, mengangkat dagunya dan menciumi bibir kecilnya.


Bahkan Mu Xue yang masih di alam mimpi pun bermimpi indah. Ketika dirinya masih kaget, tubuhnya sudah dipenuhi. Sedikit perasaan sakit dan menyenangkan menyebar, membuatnya yang masih belum tersadar akhirnya terengah sesaat.


Qin Yinuo tersenyum menatapnya, lalu memegang pantatnya dengan lembut, dan perlahan membenamkan bagian tubuhnya yang keras ke dalam tubuhnya dengan gerakan berirama. Tak disangka wanita kecilnya sungguh pandai tidur.


Mu Xue menggerakan tubuhnya, merasa seluruh tubuhnya sakit, tak bisa menahan diri untuk terengah-engah. Dalam otaknya penuh dengan adegan dirinya dengan Qin Yinuo yang menggila semalam. Begitu ia membuka matanya, ia melihat wajahnya yang ganteng itu.

__ADS_1


“Ah–” Ia kaget, lalu langsung terbangun. Ia hendak pergi, tapi Qin Yinuo langsung memeluk pinggangnya, membiarkannya terus berada di atas tubuhnya. Sementara rubuhnya terus bergetar, dan ia menghela nafas sesaat, berteriak rendah, “Qin Yinuo, kau psikopat!”


“Istriku! Kau yang menindihku! Kau yang mau seperti ini!” Qin Yinuo mempermainkannya, tapi tidak membiarkannya bergerak sedikit pun.


“Kau–kau sembarangan ngomong!” Mu Xue malunya sampai menutup matanya, “Kau tidak melalui persetujuanku…”


Qin Yinuo merasa lucu, lalu tertawa licik, “Istriku, padahal kau suka sekali!”


“Lepaskan aku!” Ia melawan, membangkitkan gairahnya yang menggila.


Qin Yinuo menarik kepalanya untuk turun, “Tidak mau–”


Setelah semuanya berlalu, Mu Xue menutupi dirinya dengan selimut. Ia malunya sampai tak berani melihat Qin Yinuo, mengingatkan, “Kenapa kau belum pergi juga? Nanti kau hanya bisa naik pesawat yang agak larut!”


“Larut ya larut!” Ia menatapinya dengan merasa lucu. Entah sudah keberapa kali, tapi ia masih tetap malu. “Sudahlah, cepat keluar. Terlalu pengap di dalam!”


Selesai berkata ia masuk ke dalam kamar mandi. Begitu Mu Xue mendengar suara air yang mengalir deras, barulah ia keluar diam-diam dari selimut, lalu memungut pakaiannya sehelai demi sehelai dan memakainya serta bersiap turun tangga. Tiba-tiba sepasang lengah kuat memeluknya dari belakang.


“Ah– Cepatlah, jangan berlama-lama lagi!” Mu Xue melihat jam, sudah pukul 11 lewat.


“Takkan kulepaskan! Telat ya biarkan saja!” Ia memeluk tubuhnya, memutarnya menghadap dirinya sendiri, “Ikut pergi denganku!”


“Tak mau! Aku mau menemani anak-anak di rumah, dan lagi aku harus pergi mencari Mi Ling! Aku tak bisa kehilangan teman seperti Mi Ling!” Ia berkata.


Ketika tengah mengatakannya, tiba-tiba telepon berdering!


**


Qin Yinuo sudah dinas ke New York. Sebelum pergi ia sudah berpesan banyak sekali pada Mu Xue agar ia menjaga dirinya baik-baik. Mu Xue tidak mengantarnya ke bandara, karena ia mendapat telepon dari Mi Ling. Untuk sesaat dirinya senang sekali, maka ia hanya meminta maaf pada Qin Yinuo. Untung saja Qin Yinuo juga pengertian sekali, tidak memintanya untuk mengantar.


Di dalam cafe.


Begitu melihat Mi Ling, Mu Xue jadi semakin menyalahkan dirinya sendiri, “Maaf Mi Ling!”


Mi Ling meliriknya sekilas, tidak berbicara, sehingga membuat Mu Xue semakin khawatir. “Kau masih marah ya? Aku bukannya benar-benar ingin menyembunyikannya darimu. AKu hanya tak tahu harus bagaimana mengatakannya padamu!”


Mi Ling tetap tak berbicara, hanya menatapinya.


Mu Xue menatapi Mi Ling dengan was-was. Tatapannya selalu berpindah, tidak berani langsung bertatapan dengannya. Ya, ia merasa tidak enakan. Ia takut kehilangan Mi lIng, dan semakin Mi Ling tak berbicara, dirinya semakin tidak enakan.


Setelah lama sekali, akhirnya Mi Ling tak bisa menahan tawa!


“Mi Ling!” Mu Xue berteriak rendah.


Mi LIng menepuk pundaknya selama sesaat, “Kau kira aku ini tukang marah? Masa segitu suka marahnya. Awalnya aku benar-benar marah, tapi sekarang tidak lagi! Pertemanan selama ini, kalau benar-benar lepas denganmu memang agak sayang. Yang terpenting aku ini tak merelakan kedua anak angkatku itu.”


“Benar?” Mu Xue tertegun, “Kau benar-benar tidak marah?”


“Memangnya di hatimu aku itu orang segalak itu?” Mi Ling mengangkat alisnya.


“Ah! Mi Ling, aku tahu kau takkan seperti itu!” Mu Xue berteriak sambil memeluknya, “Ah! Bagus sekali! Kalau kau tidak marah akhirnya aku bisa tenang!”


Ia rasa akhirnya hatinya tenang.


Mi Ling juga memeluknya dengan erat. Teriakan kedua wanita ini membuat orang lain dalam cafe melirik ke arah mereka, “Hah, orang-orang tengah menatapi kita!”


Mu Xue langsung terdiam dan melirik ke sekitar. Ia mendapati banyak sekali orang yang tengah melihat mereka. Maka wajahnya langsung memerah, “Cepat duduk!”


Keduanya duduk.

__ADS_1


Mu Xue menjelaskan dengan terburu-buru, “Mi Ling, ketika aku tahu masalah itu aku juga kaget sekali. Aku ingin memberitahu kau, tapi entah harus bagaimana memberitahumu, terima kasih kau mau memaafkanku!”


Mi Ling menggeleng, “Xiao Xue, aku sudah memikirkannya. Kakakku yang tak berjodoh dengan Wu Jingxuan. Cinta butuh jodoh, kalau tidak berjodoh mana bisa bersama?”


Mu Xue juga terdiam.


Benar, kadang kalau hanya ada dua hati yang ingin bersama pun tak berjodoh. Siapapun tak bisa menjelaskannya!


“Ibuku bilang beberapa hari ini kakakku terus pergi ke kediaman Gong. Tapi Gong Tianer malah tak mengindahkan kakakku!”


“Eh!” Mu Xue teringat kalau Gong Tianer hamil. Kalau ia tak memberitahu Mi Ling, entah apa dia akan marah atau tidak, tapi kalau memberitahu Mi Ling, ia takut akan kehilangan kepercayaan oleh Gong Tianer. Maka ia semakin bingung.


“Apa ada hal yang kau sembunyikan dariku?” Tatapan Mi Ling jatuh pada wajah Mu Xue yang tidak enakan. Ia memahami Mu Xue, maka Mu Xue sama sekali tak bisa berbohong padanya.


“Aku…” Mu Xue ragu sesaat, menggertakkan gigi, “Mi LIng. Memang ada hal yang kusembunyikan darimu. Tapi aku sudah berjanji padanya untuk memberitahu siapapun!”


“Ada hubungannya dengan kakakku, kan?”


“Bagaimana kau bisa tahu?”


“Begitu kusebut kakakku kau langsung gelisah. Apa masalah dirinya dengan Gong Tianer!”


Mu Xue menghela nafas, “Mi Ling, aku tak bisa mengatakannya…tapi…sekarang aku benar-benar berharap Kakak Mi bisa bersama dengan Gong Tianer. Tianer itu gadis yang lumayan! Tak peduli bagaimanapun biarkanlah mereka bersama! Kita bantulah mereka!”


“Ya! Aku juga berpikir demikan. Orangtuaku suka padanya. Belakangan kakakku juga sering kesana, di rumahnya ada masalah sebesar ini… ”


Menyebut masalah Mei Xiyun dan Gong Peixin, wajah Mu Xue memucat dan agak muram.


“Xiao Xue, maafkanlah ibumu. Beberapa tahun ini hidupnya tidak baik. Dari luar dia kelihatannya tidak ada cacat sedikit pun, tapi dibelakang ia disiksa. Kehidupan seperti ini membuatnya trauma!”


“Sebenarnya sedari awal aku sudah tak menyalahkannya!” Ia menghela nafas, “Dia itu orang yang bernasib buruk!”


“Ya, sekarang keluarga Gong hanya sisa Tianer seorang. Kalau dipikir-pikir memang kasihan. Dia itu seorang gadis kaya, perlu menanggung bisnis besar keluarganya.”


Mu Xue teringat lagi kalau Gong Tianer hamil. Ia mengatur perusahaannya seorang seorang diri, dan masih hamil pula. Teringat akan dirinya yang hamil ketika itu, seorang diri dan tak berdaya, ia hanya memiliki Mi Ling seorang. Maka ia jadi agak sedih, menggertakkan giginya dan bertanya tiba-tiba, “Mi Ling, belakangan Kakak Mi benar-benar pergi mencari Tianer kah?”


“Ya!” Mi Ling mengangguk-angguk, “Mungkin dia bukannya tidak memiliki perasaan sedikit pun pada Tianer. Belakangan dirinya seperti kebingungan, mungkin karena dirinya tak bisa menerima Tianer yang tak mengindahkannya! Kami sekeluarga benar-benar berharap mereka bisa memulai lagi dari awal!”


“Kalau begitu suruh Kakak Mi cepat melamar!” Mu Xue berkata. Kalau terlambat, perut Tianer akan membesar. Dan tidak akan cantik kalau memakai gaun pernikahan.


Mi Ling tersenyum, “Kalau ini aku tak bisa memutuskannya. Ini kan masalah kakak, siapa yang tahu!”–


Sementara di sisi lain.


Mi Lei datang lagi ke kediaman Gong.


Sang pengurus rumah melihatnya dan langsung berkata, “Tuan muda Mi, nona kami sudah pergi ke perusahaan!”


“Eh! Bukannya ia tidak terlalu sehat kah?” Mi Lei tak bisa menutupi perhatiannya, “Kenapa pergi kerja lagi!”


Pengurus rumah melirik Mi Lei sekilas, berkata, “Kalau tidak pergi mau bagaimana? Rapat umum para pemegang saham akan segera dimulai. Kalau nona tidak pergi tak ada yang akan mengurus situasi tersebut. Kasihan sekali nona kami yang masih sekecil ini sudah harus mengurusi rumah ini!”


Hati Mi Lei berdenyut sakit, “Tubuhnya sudah baikan?”


“Masih sama. Belakangan lambungnya tak terlalu baik, sering muntah!” Pengurus rumah berkata.


“Ah! Aku pergi mencarinya di perusahaan!” Mi Leii berkata dengan gugup.


Belakangan Tianer terus tidak ingin menemuinya. Setiap kali ia datang kalau Tianer bukannya tidur maka tubuhnya sedang tidak sehat. Ia sudah menerobos masuk beberapa kali dan Tianer sudah ketiduran. Tidurnya pulas pula, maka Mi Lei berpikir pasti Tianer sudah kelelahan, sehingga ia terus tidur. Ia tidak memikirkan hal lain.

__ADS_1


__ADS_2