
“Aiya! Ini sudah bagus!”
Hello! Im an artic!
“Mi Lin, kamu bantu aku tutup dulu, aku tidak boleh terlalu terbuka! Betul kata Cheng Cheng.” Mu Xue mulai merasa panik, dia seorang wanita dan punya anak, mana boleh memakai baju yang terlalu terbuka.
Pada akhirnya, Mi Lin menyerah.
Hello! Im an artic!
Gaun berwarna putih walaupun cocok untuk pesta, sangat disayangkan karena blus ekstra, itu menyembunyikan tubuh indah yang dibungkus di bawah gaun itu, malah terlihat agak norak.
“Astaga, Xiao Xue, kamu beneran menyiksa baju aku ini!” Melihat Xiao Xue, Mi Lin hanya bisa menggelengkan kepalanya.
“Lebih bagus kalau begini.” Mu Xue tersenyum, “Mi Lin, tolong jaga Cheng Cheng ya.”
“Mami, kamu harus cepat pulang ya!” Cheng Cheng memeluk lengan Mu Xue dengan khawatir, “Kamu harus hati-hati dengan paman-paman jahat, alkoholo yang dikasih jangan diminum juga! Di dalamnya pasti ada obat bius, mami, dengar nggak!”
Hello! Im an artic!
“Hehe, astaga naga!” Mi Lin berteriak, “Cheng Cheng belajar dari mana semua ini? Menakutkan sekali!”
“Di tv, tante Mi Lin, di tv ada beritanya!” Cheng Cheng berkata dengan serius.
__ADS_1
“Tenang saja anakku, mami akan berhati-hati, kamu harus baik-baik yah di rumah!”
“Iya!”
“Terus buka hp kamu yah, kalau ada yang mengganggu kamu, aku akan segera pergi menyelamatkan kamu!”
“Dasar bocah kamu!” Mi Lin menggelengkan kepalanya, “Sudahlah, kalian jangan terus bermesraan begitu, cepat pergi, kalau ada apa-apa telepon ya!”
Setelah Mu Xue pergi, Cheng Cheng bertanya dengan serius: “Tante Mi Lin, menurut kamu mami aku sudah seharusnya mencari seorang pria kah?”
Hotel Jinya
Setelan Mancini berwarna hitam besi itu menunjukkan postur tubuh Qin Yinuo yang sempurna itu, dan wanita yang menemaninya itu memakai gaun berwarna ungu, gaun yang dikerjakan dengan begitu detail, tubuh yang seksi itu terlihat begitu menggoda
Mu Xue berdiri di pojokan, dia terlihat sangat tidak cocok dengan suasana seperti ini. Semuanya orang tampan dan cantik, sangat menyilaukan mata.
Kemunculan Qin Yinuo dan wanita pendampingnya membuat seluruh ruangan menjadi ramai, dan Ceng Li yang muncul di belakang mereka juga memicu keramaian, hanya saja dia tidak membawa wanita pendamping, tersenyum sendirian, memakai jas yang rapi, sangat tampan.
Hanya saja, mereka bukan tipe yang sama, Ceng Li terlihat sangat lembut wajahnya, dan Qin Yinuo, adalah pria sejati yang tangguh dan keren .
Suara piano terdengar di penjuru ruangan, semua tamu undangan juga sudah datang, melihat Qin Yinuo dan wanita pendampingnya yang asing itu, semua tamu sempat bengong sejenak.
Dan direktur utama Qin Maoxiang yang melihat kemunculan wanita itu, ekspresinya langsung menjadi suram, sepertinya, dia tidak suka dengan wanita di samping Qin Yinuo itu.
__ADS_1
Ceng Li langsung melihat ke penjuru ruangan, dia mengerutkan keningnya, sama saja, setiap tahun selalu saja wanita ini, tidak ada yang baru! Tiba-tiba, dia melihat ada sesosok bayangan yang bersembunyi di pojokan, sepertinya Mu Xue.
Di bandingkan semua orang tampan dan cantik ini, dia terlihat sangat biasa, bukan tentang wajahnya, tapi auranya tidak cocok untuk berada di sini.
Dia berjalan ke arahnya, “Hai! Xiao Xue, sayang, kenapa kamu sendirian di sini?”
Mu Xue melihat wajah Ceng Li yang bercanda itu, dia berkata: “Manajer Ceng!”
Dia beneran suka bercanda, siapapun dipanggil sayang, tapi dia juga tidak terlihat ada niat buruk, hanya tidak tahu kenapa terasa akrab saja.
“Halo.” Dia berkata dengan pelan dan menundukkan wajahnya, Mu Xue terus menatap ujung sepatunya, pesta seperti ini beneran tidak cocok untuknya, apakah dia bisa ijin dan pergi dari sini!
“Kenapa? Ingin pergi?” Ceng Li terus menatapnya, dan tahu kalau dia tidak betah.
Dia mengangkat kepalanya dengan ekspresi kaget, “Kok tahu?”
“Xiao Xue, kamu beneran spesial sekali, semua wanita pasti ingin datang ke pesta seperti ini, kamu malah ingin pergi!” Ceng Li melihat sekilas gaunnya, memang lebih bagus dari baju kerjanya, tapi sayang masih saja norak. “Kalau nggak gini saja, kakak bawa kamu pergi gimana?”
“Uuh!” Mu Xue tercengang.
“Haha! Terkejut ya?” Ceng Li tersenyum dan berkata. “Kelihatan kamu masih anak kecil, polos sekali, kakak beneran tidak tega menghancurkan bunga murni seperti kamu ini!”
Apa dengan apa coba? Mu Xue terdiam, apakah dia begitu akrab dengan manajer Ceng sampai bisa bercanda tentang **** ?
__ADS_1