
Hello! Im an artic!
“Eh?” Qin Maoxiang mengerutkan alis dengan bingung. “Kasihan apanya?”
“Pria tua, bagaimana mereka bisa tahan dengan sikapmu yang aneh ini?” Cheng Cheng cemberut dan terlihat tidak takut mati, dia segera berkata saat melihat Qin Maoxiang mau marah: “Lihatlah, masih tidak diterima dikritik, jujur saja, bukan anak pintar kalau tidak mengakui kesalahan sendiri!”
Hello! Im an artic!
“Eh!” Merasa dia menganggap pria tua seperti dirinya ini sebagai anak kecil?
“Pria tua, kamu masih belum beritahu padaku apakah kamu merubah keputusanmu?” Cheng Cheng bicara sambil meluncur turun dari sofa, mendekati Qin Maoxiang dan berrdiri dihadapannya.
Mata Qin Maoxiang berbinar dan melihat mata Cheng Cheng dengan sedikit bingung. “Untuk apa kamu berdiri begitu dekat? Tidak takut aku marah?”
“Aku juga bisa marah! Kakek marah saja kalau tidak ada kerjaan, aku temani kamu dan jamin tidak akan melawan, aku akan bicara lagi setelah kamu selesai marah, bagaimana?” Cheng Cheng mencoba berdiskusi dan sedikitpun tidak takut pada kakek ini.
Hello! Im an artic!
Apakah dirinya bisa marah kalau dia sudah berkata begini?
Tante Zhang dan beberapa pelayan sampai bengong, berdiri di samping kakek sambil melihat anak itu, selama ini tidak ada orang yang berani mendekati kakek. Anak ini sungguh berani, keberaniannya lebih besar berkali-kali lipat dari Tian Yu.
“Kakek, tidak boleh bohong ya!” Cheng Cheng tersenyum padanya. “Bukankah kamu ingin mami menikah dengan paman Qin?”
Qin Maoxiang terkejut dan terpaku, apakah anak ini sungguh baru berumur 5 tahun?” Dari mana kamu bisa tahu aku ingin berbuat begitu?”
“Kakek, barusan saat kita melewati toko baju pengantin, untuk apa kamu melihat ke gaun di toko itu, kalau bukan ingin paman Qin menikah? Dan juga, untuk apa kamu memanggilku kemari kalau bukan mau menikahkan dia dengan mami? Dan juga, kakek, lidahmu akan rusak kalau berbohong! Kakek CEO di kantor mami yang berkata begitu padaku malam ini!” Cheng Cheng menggurui dengan sabar sekali. “Kakek, apakah kamu sungguh ingin paman Qin menikah dengan mami?”
Qin Maoxing mengerutkan alis. “Apa begitu kelihatan?”
“Berarti benar!” Cheng Cheng tertawa.
Saat ini, kenapa Qin Maoxiang merasa tawa anak ini seperti seekor serigala kecil? Mirip seperti Pei Lingfeng si muka serigala yang tersenyum!
“Harusnya mami kamu sangat senang kan? Aku memintanya menikah ke keluarga kami, kamu juga ikut!”
“Kakek, sepertinya mami sudah lama tidak bertemu dengan paman Qin, apa kamu tidak merasa aneh?”
“Benarkah?” Qin Maoxiang mengerutkan alis.
“Kakek, kamu bodoh sekali sampai tidak tahu hal ini! Aku naik ke atas dan bilang pada Tian Yu akan kesana, dia pasti senang sekali!” Cheng Cheng memutuskan memberitahukan hal baik ini pada Tianyu, tapi juga khawatir dalam waktu bersamaan.
“Kakek, apa kamu akan menindas mami?” Dia membalikkan badan dan bertanya saat naik tangga.
“Dia punya putra sehebat kamu, apa aku berani?” Qin Maoxiang berdiri dan merasa malu, apa dia begitu menakutkan?
***
Cheng Cheng sedang didalam kamar Tian Yu, kedua anak itu bermain bersama.
“Cheng Cheng, menurutmu mami sungguh bisa menikah dengan ayah? Kakek sungguh menyetujuinya?” Tian Yu sulit percaya pada berita ini, dia selalu khawatir!
“Benar, sepertinya dia setuju, tapi aku juga tidak tahu kenapa!”
“Aku kira mami tidak menginginkanku lagi!” Tian Yu berkata dengan sedih. “Kakek tidak mengizinkan aku bertemu mami, Cheng Cheng, apa mami baik-baik saja?”
“Tidak baik!” Cheng Cheng berkata. “Kamu ada bertemu ayahmu?”
__ADS_1
“Tidak, aku sudah lama tidak bertemu dengannya!”
“Kenapa?” Cheng Cheng bingung, belakangan ini mami sangat tidak senang, tante Mi Ling selalu menghela nafas saat melihat mami, dia sungguh tidak tahu apa yang terjadi.
Pokoknya, pasti ada sesuatu diantara paman Qin dan mami!
“Tian Yu, ada masalah!” Cheng Cheng tiba-tiba memanggil.
“Hm? Ada apa?” Tian Yu tidak mengerti——
Apartemen kediaman Minghao.
Mo Yihui duduk di sofa dan melihat Zeng Li dihadapannya dengan tenang.
“Hei! Untuk apa kamu melihatku begini?” Zeng Li hanya merasa merinding, punggungnya ikut berkeringat dingin.
“Zeng Li, kamu sudah lama sekali menghindariku!” Mo Yihui menyipitkan mata indahnya sambil tersenyum bercanda. “Kamu takut padaku!”
Zeng Li memiringkan kepalanya sambil mengerutkan alis dan menelan ludah, “Kenapa aku bisa takut padamu? Bukankah kita ini teman! Mana ada yang takut pada teman?”
“Kamu takut sendirian bersamaku!” Mo Yihui tersenyum dingin, berdiri, wajahnya yang putih terlihat dingin dan langsung berjalan kearah Zeng Li.
“Hei! Kamu sedang apa?” Zeng Li masih sungguh takut padanya.
Yihui ini hebat di segala bidang, dingin terhadap siapapun, tapi suka menganggunya. Dia sungguh menghindar darinya, tidak bisa kalau tidak menghindar darinya!
“Aku pergi melihat Yilan apakah dia sudah tidur atau belum!” Zeng Li tiba-tiba bersiri saat dia berjalan masuk.
Mo Yihuo menarik dasinya, Zeng Li langsung tidak bisa bergerak. “Hei! Yihui, aku akan mati tercekik kalau ditarik begini! Kamu tidak mungkin sekejam ini kan?”
Mo Yihui malah berjalan kedepan dan langsung duduk diatas kakinya sambil merangkul lehernya, wajahnya masih dingin. “Zeng Li, kalau kamu tidak menghindar, mungkin aku akan tertarik padamu, tapi aku malah tertarik padamu karena kamu menghindar begini!”
“Yihui, kamu jangan begini!” Zeng Li terkekeh. “Cepat turun!”
Mo Yihui malah mendekatinya, bibir merahnya mengecup wajahnya.
“Ah——Yihui!” Zeng Li berteriak.
Mo Yihui terlihat bercanda, terbersit maksud yang dalam, tapi hanya memberi sebuah kecupan dan melepaskannya, melihat bekas ciuman merah di wajahnya dengan puas dan menyipitkan matanya. “Kamu membiarkan Qin Yinuo keluar karena mau bertemu wanita lain kan?”
“Bagaimana mungkin! Aku menyuruh Yinuo pulang istirahat! Dia sudah menjaga Yilan selama ini, juga harusnya istirahat!” Zeng Li canggung sekali dan mendorongnya dengan pintar.
Kalau dari awal tahu akan menakutkan begini saat sendirian bersama Yihui, hampir kehilangan keperjakaannya, lebih baik tidak baik hati membiarkan Yinuo keluar! Tapi syukurlah dia punya jurus pemungkas.
Saat ini, kebetulan bel pintu berbunyi.
Mo Yihui mengerutkan alisnya, tidak tahu siapa yang datang!
Zeng Li segera berdiri. “Aku pergi membuka pintu!”
Ada panggilan seiring pintu dibuka. “Kak——”
Lalu muncul wajah Zeng Yangyang yang imut di depan pintu, lalu, pandangannya yang awalnya berbinar tiba-tiba menjadi suram, karena dia melihat ada bekas kecupan merah di wajah Zeng Li.
“Siapa?” Mo Yihui berjalan kemari dan tertawa pelan begitu melihat Zeng Yangyang, tidak bicara, dan membalikkan badan berjalan masuk, pergi ke kamar tidur lainnya.
“Yangyang, kenapa kamu baru datang?” Zeng Li terdengar protes, sama sekali tidak menyadari ada bekas kecupan merah di wajahnya sendiri.
__ADS_1
Zeng Yangyang melihat bekas kecupan di wajah Zeng Li dengan pandangan aneh, lalu berjalan masuk dengan sedih.
Walaupun dia terlihat sedih sekali, tapi sulit menyembunyikan emosi di matanya, dia yang cemberut itu melihat kamar yang dimasuki Mo Yihui itu, pandangannya tajam seperti ingin merobek bada wanita itu menjadi serpihan.
“Yangyang, ada apa?” Zeng Li tersenyum dan masih tidak tahu ekspresinya yang berbeda.
“Kak, kemarilah!” Zeng Yangyang menjulingkan mata dan menarik tangannya menuju ke kamar mandi. Lalu setelah masuk, dia menunjuk cermin dan berkata: “Kak, kamu lihatlah!”
“Apa?” Zeng Li mengerutkan alis dan tanpa sadar melihat kearah cermin, saat dia melihat wajah tampannya di cermin, wajahnya langsung memerah. “Eh! Ini perbuatan Yihui, sialan!”
Dia segerra membuka keran air dan membersihkan bekas di wajahnya dengan sabun, membersihkan dengan sangat teliti.
Zeng Yangyang terus memperhatikan gerakannya, wajahnya yang suram perlahan menjadi tenang, kelihatannya Kakak Li nya tidak suka pada Mo Yihui, dia menjadi tenang.
Lalu Yangyang tersenyum saat dia selesai membersihkannya, melihatnya dengan senyum yang cerah.
Wajah Zeng Li lebih memanas sewaktu melihatnya tersenyum saat menoleh, lalu menjelaskan dengan terbata-bata: “Yihui bercanda……”
“Kak!” Zeng Yangyang memotong perkataannya dan tersenyum sambil berkata: “Sudah tidak apa-apa, Kakak, aku tahu wanita itu sedang menggodamu, dia sudah mengejarmu selama bertahun-tahun!”
“Hm?” Zeng Li mengelus rambut Yangyang dengan lembut lalu menghela nafas: “Kamu mengetahui segalanya! Sstt, jangan keras-keras, nanti kedengaran olehnya!”
“Tentu saja, aku sudah tahu dari awal, siluman serigala itu begitu mengganggumu, sampai dia juga begitu. Kakak, kamu sungguh tidak menyukainya?” Zeng Yangyang memamerkan kepintarannya dan tersenyum lebar, pria ini akan dari awal menyukai Mo Yihui kalau memang benar begit, hari ini Kakak Li menelepon dan memanggilnya kemari, agar dia menemaninya karena tidak ingin berdua bersama Mo Yihui.
“Pintar.” Zeng Li mengelus rambut Yangyang dengan manja saat melihat ekspresinya, “Sudahlah, kita keluar saja!”
“Kak Li!” Zeng Yangyang tiba-tiba memanggil.
“Hm?”
Saat ini, Yangyang tiba-tiba berjinjit dan mengecup wajah Zeng Li dengan cepat, di tempat bekas ciuman Mo Yihui barusan, seperti ingin menutupi bekas ciumannya saja, dia mencium wajahnya dengan gemas.
Sentuhan bibir yang lembut itu membuat Zeng Li merasa tangan dan kakinya seperti tersengat listrik, dia tiba-tiba terpaku. “Kamu……”
Walaupun rasanya lumayan, tapi dia ini Kakaknya! Perasaan ini tidak benar.
“Kak Li, aku sudah berumur 23 tahun.” Zeng Yangyang mengingatkan Zeng Li saat melihatnya terkejut. Dia bukan lagi Zeng Yangyang yang berumur 17 tahun itu.
“Tapi kamu ini adikku!” Zeng Li bergumam.
“Juga bukan saudara kandung!” Yangyang bergumam pelan, dia menarik badan Zeng Li ke bawah dan menggigit bibirnya yang tipis itu, baru berkata dengan senang: “Huh, pokoknya aku menyukaimu, dari kecil sampai dewasa juga menyukaimu, tidak masalah kalau kamu tidak menyukaiku, pokoknya aku menyukaimu!”
“Gadis bodoh.” Zeng Li mengelus bibirnya saat melihat dia tersenyum puas, sedikit sakit, kelihatannya gigitannya kuatm tapi hatinya malah tergerak……
“Kak, sedikit bengkak nih.” Zeng Yangyang melihat bibir Zeng Li yang sedikit bengkak seperti senang diatas penderitaan orang lain, dengan begini dia tidak takut ada orang yang ingin mengincar Kakak Li nya lagi, terutama wanita di kamar sebelah itu!
Zeng Li menjilat bibirnya, keindahan tadi terasa familiar, seperti yang pernah dialaminya suatu malam……Rasa yang indah itu……
Zeng Li melihat Yangyang dengan bingung, dia segera mengingat, “Yangyang, kamu……”
Zeng Li ingin bertanya apakah dia yang menciumnya dulu, tapi merasa ucapan ini tidak benar dan tidak harusnya ditanyakan, tapi kenapa dia merasa begitu familiar? Sampai hatinya tertahan.
“Kamu juga menyukai ciumanku ya?” Yangyang tiba-tiba tersenyum jahil pada Zeng Li. “Kak Li?”
Sebenarnya hatinya tiba-tiba berdebar, karena dia galau lama sekali di rumah baru berani berbuat begini, dia harus mendapatkan Kakak Li, kalau tidak, seumur hidup ini dia akan menyesal!
Kemudian, dia mendekati Zeng Li dan melihatnya, keduanya saling bertatapan, Zeng Li dapat melihat pantulan dirinya yang terkejut dari dalam matanya.
__ADS_1