
Hello! Im an artic!
“Bukan urusanmu!” Song Si Tong meninggalkan Chen Xing Huai, pergi seorang diri meninggalkan tempat itu.
“Kakak!” Song Yin mengejarnya.
Hello! Im an artic!
Di belakangnya, Yu jing lan merasa tidak berdaya, lagipulaSong Si Tong pernah menjadi teman wanitanya, bagaimanapun juga, ia tidak berharap Song Si Tong tidak melangkah semakin jauh, ia membalikkan badan dan menghadapi Chen Xing Huai.
“Presiden Yu, rupanya istri anda dan Tong Tong bersaudara?!” Chen Xing Huai tertawa menyanjung: “Kelak kita adalah satu keluarga!”
“Siapa yang satu keluarga denganmu?! Jauhi dia!” Kata Yu jing lan , mata hitamnya menatap tajam kepada Chen Xing Huai: “Chen Xing Huai, aku nasihati kau jauhi dia, kau harus tahu dia adalah putri Song Qing Quan. Teman wanita? Menurutmu apakah Song Qing Quan akan merestui menantu yang umurnya hampir sama dengannya?!
“Ha! Presiden Yu bercanda, jika Mayor Song membiarkan putrinya menjual diri, itu artinya dia tidak peduli dengan putrinya itu, aku, Chen Xing Huai bersedia menganggapnya teman wanita, itu sudah sangat bagus buatnya!”
Hello! Im an artic!
“Jauhi dia!” Yu jing lan menatapnya dengan tatapan tajam dan mengancam, kata-katanya seperti perintah yang tidak terbantahkan, membuat Chen Xing Huai membeku.
Yu jing lan meninggalkannya, untuk mengejar Song Yin.
Song Si Tong berlari begitu cepat, Song Yin mengejarnya di belakang. “Kakak, walaupun kau tidak mau pulang, namun kau tidak boleh bersama pria tua itu, kau sedang merusak dirimu sendiri!”
“Song Yin, kau jangan berpura-pura! Aku bisa seperti ini, itu semua karena Yu jing lan yang menyebabkannya! Kau juga bukan orang baik-baik!” Ia menatap tajam kepada Song Yin, “Aku beritahu kau, kalian lah yang menyebabkan aku seperti ini!”
“Kakak, kau jangan menyalahkan orang lain!” Pertama kalinya Song Yin berbicara seperti ini kepada Song Si Tong. “Jika kau tidak melakukan kesalahan, maka yang menikah dengan Kakak Yu adalah kau, bukan aku! Sampai mempunyai video seperti itu, bagaimana mungkin Yu jing lan dapat menerimanya?” “Ck,ck__” Song Si Tong tertawa ringan. “Ku beritahu kau, pada dasarnya video itu di rekam pada saat aku dalam kondisi tidak sadar, ada orang yang mengerjai minumanku, kau tahu? Yu jing lan , Yu jing lan menyuruh Jian Yi, kau tahu siapa Jian Yi? Jian Yi adalah asisten ibunya! Mereka memang bermaksud menghancurkanku!” “Ini__” Song Yin menggigit bibir, terkejut. “Tidak mungkin!”
“Pria di video itu adalah Jian Yi! Aku menyangka dia mencintaiku! Ha ha… ternyata tidak…semuanya adalah kebohongan! Song Yin, kau juga tidak akan bahagia! Karena aku tidak bahagia, maka kau jangan berharap akan bahagia! “Maksudmu Kakak Yu dan ibunya sengaja menyuruh Jian Yi membuatmu mabuk dan merekam video itu?” Song Yin tidak berani percaya akan kenyataan itu.
“Itu adalah urusanku, aku yang lagi sial, sekarang aku senang melewati hari seperti ini, ku beritahu kau, aku ingin mempermainkan semua pria! Mencobai semua pria!”
“Beritahu aku, benarkah ini semuakobohongan dari Yu jing lan ?”
“Benar!” Song Si Tong mengangguk dengan yakin, kemudian melepaskan tangan Song Yin, melangkah pergi. “Jangan urus urusanku!”
Yu jing lan mendekat, Song Yin tertegun, jika semua ini adalah kebohongan__
Maka Yu jing lan sangat menakutkan!
“Yin Yin, kau tidak akan berhasil menasihatinya!” Kata Yu jing lan yang telah berhasil menyusulnya.
“Kakak Yu, katakan, apakah kau, apakah kau menyuruh orang membuat kakakku mabuk, dan merekam video itu?” Song Yin membelalakkan matanya kepada Yu jing lan .
Yu jing lan agak terkejut mendengarnya, matanya yang tajam menyipit. “Apakah itu yang dikatakan Song Si Tong?”
“Katakan padaku, benarkah?” Song Yin menatap lurus ke matanya.
__ADS_1
“Menurutmu?” Balas Yu jing lan .
“Aku tidak peduli, jawab aku!” Kata Song Yin Menggigit bibirnya, ia berharap Yu jing lan berkata bukan perbuatannya, ia tidak selicik itu.
Tetapi, Yu jing lan dengan suara rendah menjawabnya: “Yin Yin, kau tidak pernah mempercayaiku, bukan?”
“Aku hanya ingin jawaban yang pasti!” Kata Song Yin keras kepala.
Yu jing lan tersenyum tipis, sudut bibirnya menyiratkan kesepian dan luka. “Dalam hatimu sudah mempercayai kata-kata Song Si Tong, apakah kau masih mau mempercayaiku?”
“Mengapa kau tidak mengakuinya?” Song Yin merasa itu benar perbuatannya.
Yu jing lan memandangnya, tatapannya dingin dan terasa jauh, beberapa detik kemudia, ia berkata: “Aku tidak dapat berkata-kata lagi.”
Song Yin tertegun, ia tidak berani mempercayai pendengarannya, apakah ia telah mengakuinya? Kelihatannya tidak! Tetapi hatinya sudah terlanjur tenggelam.
Yu jing lan melepaskan tatapannya terhadap Song Yin, memandang ke arah luar lobi, langit tiba-tiba menjadi mendung, padahal cuaca tadinya sangat bagus, sekejap saja sudah menjadi gelap dan akan turun hujan.
Ia menunduk melihat wajag Song Yin yang hatinya sedang terluka,matanya menegang, tidak melihat gerakan apapun dari Song Yin. Wajahnya yang dingin tidak menunjukkan emosi apapun, ia juga tidak berkata apa-apa, hanya menunduk saja.
Saat ini, ia berpikir, mungkin masih membutuhkan waktu yang lama bagi mereka untuk saling percaya! Song Yin tidak mempercayainya! Jika tidak percaya, apa gunanya memberi penjelasan! Song yin lebih memilih mempercayai perkataan Song Si Tong daripada mempercayai kata-katanya.
Song Yin menggigit kuat bibirnya, bibir yang merah sewarna bunga mawar dengan cepat menjadi pucat.
“Ayo pulang!” kata Yu jing lan , ada kelelahan dalam nada bicaranya.
Song Yin mengernyitkan alisnya putus asa, dengan pelan ia berkata: “Aku ingin menenangkan diri! Bolehkah?”
“Aku tidak tahu!” Kata Song Yin datar, menunduk.
Yu jing lan mengulurkan tangannya hendak memegang tangan Song Yin, tetapi ia mengelakkannya!
Tangan besarnya hanya menjangkau angin, Yu jing lan mengepalkan tangannya, kemudian melepaskannya lagi. “Baik! Aku akan keluar!”
Ia tidak memaksa dan berjalan keluar melewati Song Yin, Song Yin tidak sempat merespon, bayangannya berangsur-angsur menjauh dari Song Yin, suasana ini tidak asing lagi baginya, Song Yin merasa sakit yang tidak dapat dijelaskan, merasa ingin berbalik dan memanggilnya, tetapi ketika ia membuka mulutnya, tidak ada suara yang terdengar.
Keluar dari bangunan itu, Yu jing lan tidak benar-benar pergi dari sana, ia mengeluarkan sebatang rokok dan menyalakannya, mengisapnya perlahan.
Song Yin juga telah berjalan keluar, ia tetap menunduk sehingga tidak melihat Yu jing lan yang berada di sampingnya, sambil melamun ia berjalan sampai ke jalan raya, mendung di langit begitu menakutkan, tidak tahu ini perasaan apa, ia sendiri pun tidak bisa mengatakannya. Jelas-jelas tadinya ia sangat bahagia, tetapi sekarang hanya tinggal kekosongan belaka. Sepanjang hari ini mereka sangat bahagia, tetapi setelah bertemu kakaknya dan mendengar apa yang dikatakannya, kebahagiaan dalam hatinya seperti tersapu ombak besar.
Ia berjalan di sepanjang jalan, di belakangnya sebuah mobil Bugatti putih pelan-pelan mengikutinya.
Hujan pun turun!
Song Yin merasa titik-titik air hujan jatuh ke tubuhnya, ia melihat ke langit, kemudian berlari ke bawah papan jalanan untuk berteduh.
Sampai di bawah sebuah papan iklan, hujan pun turun dengan deras.
__ADS_1
Titik-titik air hujan yang besar-besar itu mengenai kaca mobilnya, karena cemas Yu jing lan menyalakan rokoknya, menepikan mobilnya. Pandangan yang penuh kekhawatiran mencari-cari dan akhirnya melihat bayangan mungil yang berada di bawah papan iklan.
Ia tahu mengapa Song Yin begitu sabar menghadapi Song Si Tong, dan juga tahu mengapa Song Yin begitu peduli kepada Song Si Tong, seperti yang pernah ia katakan, Song Yin rela mengalah kepada Song Si Tong karena ia adalah kakaknya, dan juga karena Song Yin berhutang budi kepada ibu Song Si Tong.
Tetapi melihat Song Yin bersedih, ia merasa menyesal telah membawanya keluar dan bertemu dengan Song yi tong, seharusnya ia tidak perlu ke mana pun dan hanya perlu menjadi gadisnya saja.
Asap rokok mengepul, membuat matanya menjadi kabur, Yu jing lan menyipitkan matanya, melihat bayangan yang berlari di bawah langit hujan yang gelap, sial!
Song Yin ternyata berlari dalam guyuran hujan, tubuhnya baru sembuh, belum sepenuhnya sembuh, ia membuang rokoknya ke luar jendela, menyalakan mobilnya dan menyusulnya, ia berhenti tidak jauh dari Song Yin, turun dari mobil, secepat angin ia berlari dalam hujan ke arah Song Yin.
“Yin Yin, jangan kena hujan, kau belum sembuh!” Tubuhnya yang tinggi berlari secepatnya menjangkau tubuh mungil Song Yin yang telah basah karena hujan dan menggendongnya, melihat wajahnya dengan penuh kecemasan, tidak bisa membedakan basah di wajahnya adalah karena hujan atau karena air mata.
“Kakak Yu.” Song Yin mengangkat kepalanya, melihat wajah Yu jing lan yang ia kenal, kemudian menundukkan kepalanya ke pelukan Yu jing lan , dalam sekejap kelihatannya ia telah kehilangan keberaniaannya, ia yang berlari sekuat tenaga dalam hujan ingin mendapatkan sebuah jawaban, sekarang merasa telah kehilangan keberaniaannya.
Ia takut jawaban itu membuat hatinya hancur, takut bahwa dirinya hanya seorang wanita yang boleh ada boleh tidak bagi Yu jing lan , takut ia seperti ibunya yang telah merendahkan dirinya demi cintanya pada seorang pria, takut kalau Yu jing lan hanya menganggapnya sebuah pion saja.
“Jangan katakan apapun juga, kita pulang!” Kata Yu jing lan sambil menggendongnya menuju ke mobil, ia hanya seorang gadis kecil, seorang gadis kecil yang membutuhkan sandaran dan kekuatan, tidak tergesa-gesa, Yu jing lan akan memberinya waktu!
Song Yin merasa sangat sedih, ia berharap video kakaknya itu sebuah kebohongan, ia berharap masalah itu tidak berhubungan dengan Yu jing lan .
Mobil melaju dengan cepat.
Sepuluh menit kemudian.
Yu jing lan membawa Song Yin masuk ke rumah, menggendongnya langsung menuju ke lantai atas,
“Bibi Zhang, rebus air jahe! Yang pekat!”
“Baik, Tuan!” Bibi Zhang segera menuju ke dapur dan menyiapkan segalanya.
“Tetap berbaring di ranjang. Aku akan menyiapkan air panas untukmu.” Ia memakai selimut membungkus Song Yin dengan rapat, baru akan berdiri hendak menyiapkan air mandi, tersadar bahwa bajunya sedang ditarik oleh Song Yin, penampilannya sangat memprihatinkan seperti boneka yang ditelantarkan, menimbulkan rasa kasihan bagi yang melihatnya.
“Gadis baik, kita bicarakan nanti.” Yu jing lan menghela napas, dengan pelan mendaratkan sebuah kecupan di kening Song Yin, melepaskan tangannya dan pergi menuju ke kamar mandi.
Dalam diam Song Yin melihat Yu jing lan yang sibuk ke sana kemari, tiba-tiba merasa Yu jing lan telah memberinya kesan yang salah, sekarang Yu jing lan sangat peduli kepadanya, tidak mungkin menganggapnya sebuah pion, ia tidak mengakui itu sebuah kebohongan, jadi bagaimana mungkin apa yang dikatakan oleh kakaknya adalah benar?
Tetapi, bagaimana jika perkataan kakaknya benar? Ia takut hatinya akan hancur dalam sekejap, hancur lebur, ia takut terjatuh lagi ke jurang gelap yang dalam.
Sepuluh menit kemudian, Yu jing lan kembali ke sisinya, tersenyum kepada Song Yin yang memandang kosong, tangan besarnya membelai wajahnya yang dingin, dengan suara pelan berkata:
“Yin Yin, cepat mandi, kalau tidak kau akan sakit.”
“Kau juga basah.” Pandangan yang kosong itu pelan-pelan terfokus lagi, Song Yin melihat baju Yu jing lan yang basah dan membuka suaranya pelan.
“Aku tidak apa-apa, tapi kau baru sembuh, cepat pergi mandi.” Senyum Yu jing lan semakin merekah, dengan suara yang lebih lembut lagi berkata. Pandangan yang telah terfokus itu kembali suram, Song yin terdiam, bernapas dengan berat, jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya, perlahan berkata: “Kakak Yu, katakan padaku, itu bukan perbuatanmu?”
Sekejap, kamar itu menjadi sunyi, yang terdengan hanyalah titik-titik hujan di luar sana.
__ADS_1
Yu jing lan terdiam semenit, matanya memandang Song Yin tanpa berkedip.
Saat ini, tidak peduli jawaban semenit kemudian adalah mengiyakan atau penolakan, semuanya tidak akan berarti lagi.