
Hello! Im an artic!
“Lan ,maaf! Jangan pedulikan aku lagi, pergi dan temuilah Song Yin! Maaf….” Mu Xue tahu bahwa Yu Jinglan tidak dapat menolongnya, semua hanya harapan kosong dirinya sendiri, tetapi siapapun tidak dapat menolongnya.
“Xue!” Yu Jinglan paham kondisinya saat ini, seperti yang dikatakan Gongben , ia bukanlah tandingan mereka.
Hello! Im an artic!
Mu Xue menggelengkan kepalanya dan menatapnya untuk menenangkannya, setelahitu Gongben langsung membawanya pergi.
Mu Xue lalu dipaksa dan dibawa pergi ke sebuah villa yang terpencil namun mewah, bangunan yang sangat besar itu seperti sebuah istana, lampu kristal yang bergantungan mengeluarkan suatu cahaya cantik yang gemerlap dan terang, namun sangat kontras jika dibandingkan demgan warna gelap dari villa tersebut.
” Ah—” Dengan tidak disangka-sangka, perempuan iti dicampakkan ke lantai, ia tak kuasa untuk tidak mengerang lemah, lututnya perih, sepertinya kulitnya tergores.
Segera setalah itu, Gongben , melepaskan dasinya sendiri, berjalan ke arah sofa dan duduk di atasnya, seluruh tubuhnya mengeluarkan aura yang mencekam dan dingin, seperti ingin memasang jerat maut untuk seseorang.
Hello! Im an artic!
Postur tubuhnya yang tegap dengan malas bersandar di sofa,tubuh tingginya itu dibalut dalam kemeja berwarna gelap, kerahnya samar-samar terbuka lebar, ototnya yang kuat itu menunjukkan tubuhnya yang kekar, sisi-sisi wajahnya tajam bak dipahat, terlihat sangat tampan, namun juga terlihat angkuh, ia pun melihat ke arah Mu Xue.
Tidak dapat dipungkiri, laki-laki sungguh amat tampat, sangat keji, hanya saja sifatnya terlalu mengerikan, terlalu kejam, ia sungguh takut kepadanya, amat takut!
Bahkan sudah beberapa tahun berlalu, Niannian sudah berusia 5 tahun, dalam 5 tahun ini, ia tidak pernah melarikan diri dari gengamannya tangannya, baru saja berlalu beberapa waktu, ia sudah ditangkapnya, atau demi anaknya ia masuk ke dalam genggaman tangannya.
Bermarga Suo, Gongben tidak perlu merebut anaknya, anaknya terus berada di sisi She LiLing.Jika dalam kehidupan ini, ia ditakdirkan untuk terus terlilit seperti ini, Mu Xue benar-benar tidak tahu apa yang harus ia perbuat! Apakah hanya dengan kematian baru ia dapat lepas dari iblis ini?
Melihat tatapan dingin Gongben Yinan yang menatapnya itu, ia secara tidak sadar, merasa dirinya gemetar.
“Kau takut?” bibir tipis Gongben Yinanterangkat sedikit, suara rendahnya memikat bagai raja neraka, tetapi tetap dengan dingin memaksa.
“Tidak” Mu Xue berdiri dengan resah, meskipun dalam hatinya ia sangat gemetar, namun ia tetap menggeleng-gelengkan kepalanya, air mata mulai menggenang di pelupuk matanya.
Gongben memandangnya sekilas dengan tatapan yang merendahkan, sekujur tubuhnya mengeluarkan aura yang berbahaya dan menakutkan, dengan dingin berkata,”Kalau begitu, Xue, sejak kau telah berani mengatakannya sendiri kepadaku, bahwa kau tidak mencintaiku, dan mencintai lelaki lain, keberanianmu ini berarti kau sudah siap untuk menanggung kemarahanku kan? Jika demikian, kau memang seharusnya tidak takut?!”
Wajah Mu Xue menjadi kaku, ia tidak ingin berbelit-belit lagi dengannya, ia langsung berkata,”Gongben Yinan,kau membawaku kesini sebenarnya untuk apa?”
“Menghangatkan ranjangku!” Ia memincingkan bola mata tajamnya yang hitam itu, seperti seorang setan di dunia gelap, ia mendekatinya selangkah demi selangkah. ” Selain menyuruhmu untuk menghangatkan ranjangku, lantas, apa lagi?”
Hati Mu Xue menjadi berat, tanpa ia sadari, suaranya bergetar,”Tidak, aku tidak mencintaimu, aku bukan pelacur!”
__ADS_1
“Hal-hal yang dulu pernah kukatakan kepadamu, apakah kau masih mengingatnya?” Jemarinya yang kasar itu dengan berani meraih dagu perempuan itu, tubuhnya yang tinggi itu menahannya, tubuh pria itu dingin seperti air, suaranya seperti setan yang haus darah, sungguh dingin dan sama sekali tidak berperasaan.
“Jika kau berani mengkhianatiku, aku akan memenjarakanmu disisiku, aku akan menjadikanmu selamanya milikku, sudah lupakah kau?”
Setiap kata, setiap kalimat yang ia ucapkan, ia ucapkan sambil menggertakan giginya, ujung bibirnya terangkat membentuk senyum yang dingin, Mu Xue menjadi sangat ketakutan, seluruh saraf tubuhnya seperti tenggelam, dalam sekejap nafasnya tercekat.
“Tidak —” akhirnya ia sudah tidak tahan lagi dan dengan sekuat tenaga mendorongnya. Dalam tangisnya yang hebat, ia berkata,”Tolong lepaskan aku!” Terlihat seringai yang mencemooh di matanya, ia sangat puas melihat sosok ketakutan wanita itu, semakin ia ketakutan, ia merasakan kesenangan yang tidak dapat dijelaskan.
“Mulai hari ini, kau tidak bisa dan tidak boleh pergi dari sisiku!”
Sekali lagi, pria itu memaksanya mendekat, ia mengenggam tangannya dengan erat, matanya menjadi merar seperti darah, senyum jahatnya yang seakan ingin menghancurkan dunia , membuat Mu Xue bergidik ketakutan, ia gemetar dengan ketakutan.
“Gongben Yinan, kau tidak berhak untuk membatasi kebebasanku!” Mu Xue dengan gusar menatap sengit matanya, suara seraknya bergetar karena amarah.
“Apakah aku dulu terlalu baik kepadamu? Terlalu lembut? Sehingga kau tidak menyangka aku akan melakukan ini?”
Laki-laki itu menahannya, seulas senyum yang dingin timbul di wajahnya yang tampan.
Lembut?! Mu Xue seketika menjadi tertegun, setiap kali ia turun dari ranjang, tubuhnya penuh dengan luka, jika hal seperti itu ia anggap sebagai kelembutannya, maka ia ingin berkata bahwa laki-laki itu sungguh abnormal.
Mu Xue tidak ingin laki-laki itu menyentuhnya, ia menggeliatkan tubuhnya dan melawan, namun di hadapan laki-laki yang kuat itu, perlawanannya sungguh terlihat lemah, pada akhirnya ia hanya bisa membiarkan laki-laki itu menahannya, seperti setiap saat dulu, setiap kali ia dipaksa untuk menerimanya dan rasa sakit itu mengikutinya selama 6 tahun.
“Kau…. Jangan… ” dalam ketakutan dan kebingungannya, Mu Xue menatap wajah laki-laki tampan namun kejam dan haus darah di hadapannya, ketakutan dalam hatinya semakin lama semakin besar, tanpa ia sadari, tubuhnya bergetar.
“Ah, kau sudah tahu apa itu ketakutan?” Gongben membentangkan senyumnya yang dingin dan kejam di ujing mulutnya. Ia menggertakkan giginya dan menatap senyum dan mata sinisnya. Wanita itu mundur selangkah, namun lelaki itu pun maju selangkah, sampai ia tidak dapat mundur lagi.
Dong! Bagian belakang pinggangnya menyentuh pinggir ranjang, pada tubuhnya menyentuh tempat tidur yang lembut dan halus itu, suaranya yang sayu itu tidak dapat ditahannya. Perempuan itu segera melonjak bangun, ranjang adalah mimpi buruknya, ia ingin menjauhinya!
Hanya saja, pada saat ia hendak bangun, kedua pundaknya malah ditahan oleh Gongben , ia memanfaatkan ini dan menahan perempuan itu. Laki-laki itu melingkarkan lengannya yang kuat itu pada pinggangnya yang ramping itu. Ia kembali memanfaatkan tubuhnya yang tinggi besar itu untuk menahan perempuan itu,Mu Xue benar-benar tidak memiliki ruang untuk melawannya.
Tidak ada kehangatan sama sekali dalam dekapannya itu, yang ada hanya dingin yamg membuat bergidik, matanya yang tajam itu menatapnya lekat-lekat, bola matanya yang seperti es berusia ribuan tahun itu hampir membuatnya beku dalam seketika.
“Kau… Lepaskan aku…” Mu Xue dengan gugup menelan air liurnya, matanya tidak berani menatap langsung mata pria yang tajam dan kejam itu.
Gongben Yinan dengan dingin dan kejam mendekatinya, ia menahan pinggangnya erat-erat, dengan satu tangan, ia menahan sisi tubuh perempuan itu, dari atas ia melihat wajah mungil pucat pasi milik Mu Xue, ia dengan dingin menikmati ketakutannya itu. Dengan ayunan tangannya yang kuat, bajunya terobek menjadi potongan kecil.
Sepasang tangan Mu Xue dengan ketakutan melindungi dadanya, ia menutupi dadanya sendiri, dan tidak membiarkan pria itu melihat, bekas luka-luka akibat siksaan laki-laki itu belum lama yang lalu bahkan belum sembuh, yang lama belum sebuh, malah sekarang akan ada luka yang baru. Tatapan dingin Gongben Yinan menatapnya melindungi bagian dadanya dengan ketakutan, ujung bibirnya terangkat membentuk suatu senyuman yang sinis, tangannya yang kuat menariknya dengan tenaganya, tangan perempuan itu akhirnya tertahan diatas kepalanya.
Lekuk tubuhnya yang indah dan elok itu terlihat di matanya, kulitnya yang putih bersih dan lembut itu terekspos, dadanya yang memikat itu naik dan turun seirama dengan nafasnya yang gugup, seperti memikat laki-laki untuk menghampirinya tanpa ragu, dan juga bekas ciuman yang sebelumnya diberikannya di Jepang juga masih ada.
__ADS_1
Ia hanya dapat melihat Gongben Yinan tertawa kecil, satu tangannya menahan lengan Mu Xue dan menempatkannya ke atas kepalanya, tangannya yang lain langsung mengelus kulitnya, melihat perempuan itu yang secara reflek gemetaran, tawanya menjadi semakin menjijikkan.
Mu Xue memaki psikopat ini dalam hatinya.
Ia bahkan mencubit tubuhnya yang tereskpos dan lunglai itu dengan kejam, ia dengan cepat dan kejam mengusap dan mencubitnya, ia menikmati tangannya ketika menggegam erat dan mencubit kulit wanita itu hingga seakan-seakan kulit tubuhnya dapat berubah bentuk, pembalasan dendam ini membuat suatu kepuasan mengalir dalam dirinya .
“Ah… Sakit sekali!” Mu Xue melengking, sungguh amat sakit hingga sekujur tubuhnya tidak berhenti berkeringat dingin, namun Gongben Yinan tidak melepaskannya, malahan ia semakin menjadi-jadi.
“Sakit sekali!” Rona wajah Mu Xue sangat sangat pucat, ia terus-menerus menepis dengan sekuat tenaganya, ia menggunakan seluruh kekuatannya untuk menampik serangan laki-laki itu yang seperti binatang liar. Namun apa daya, perbedaan kekuatan laki-laki dan perempuan sangat besar, ia tidak dapat mendorongnya sama sekali.
Sebaliknya bibirnya, tanganya tetap berada di atas tubuhnya,ia tidak berhenti menghancurkannya, dengan kejam dan kasar ia menjarahnya.
Akhirnya, wanita itu tidak tahan lagi dan mulai terisak, matanya dibanjiri oleh air mata ketakutan, ia mulai berteriak dalam ketakutan, air matanya mengaliri kedua pipinya.
“Tidak.. Kumohon.. Jangan seperti ini!” Wajah mungil Mu Xue memucat, kedua tangan dan kakinya secara bersamaan menampik Gongben .
Namun usaha dan permohonannya tidak dapat menyadarkan Gongben Yinan,suara isakan tangisnya ini malah menjadi seperti ramuan cinta yang semakin menggairahkannya untuk semakin menghancurkannya, mencabik-cabik nya dan memporak-porandakannya.
“Tidak —” ia dalam ketakutannya berseru rendah, suaranya serak dan bergetar, namun ia tidak dapat menghentikan pergerakan lelaki itu,tanpa awalan apapun, tanpa kata-kata cinta, ia dengan kejam memasuki perempuan itu.
Kesakitan perlahan-lahan menjalari tubuhnya, bulu-bulu halus di sekujur tubuhnya bergidik.
“Tidak, tidak mau…” ia masih tetap menangis, menggeliat, melawan namun perlawanan seperti apapun tidak berguna.
Hanya saja sungguh sakit, benar-benar sakit, sungguh suatu rasa sakit yang memilukan hati, seiring dengan pergerakan laki-laki itu yang kasar dan kejam, tubuhnya terasa seperti diremukkan.
Tetapi apa yang lebih sakit lagi adalah hatinya!
Air matanya berurai, tubuhnya gemetar dengan sangat, tetapi, Gongben Yinan malah tidak memperhatikan permohonan dan tangisannya, ia hampir seperti binatang buas yang menerkam dan memangsa.
“Sakit? Masih ada yang lebih sakit!” Suaranya yang dingin itu seperti datang dari neraka tingkap terbawah, dapat membuat orang bergidik dengan tidak disangka-sangka, Mu Xue bahkan tidak berani menghela nafasnya dalam-dalam, ia hanya dapat merasakan dengan jelas lelaki itu melampiaskan nafsunya, dan terus mendobrak masuk.
Wajahnya yang kesakitan itu seperti hampir terpilin, “Sakit…” ia memekik tajam, ia kesakitan sampai-sampai tubuhnya terus mengeluarkan keringat dingin, air matanya itu bercampur dengan keringatnya, ia sudah tidak dapat lagi membedakan apakah itu kesakitan atau kebencian, hanya ada rasa sakit yang jelas, yang semakin lama semakin terasa.
Laki-laki yang menekan tubuhnya itu, sama sekali tidak berbelas kasih, sama sekali tidak ada perhatian. Hanya demi memuaskan nafsunya, ia melampiaskan nafsu binatangnya.
“Sakit… Sakit sekali… Sungguh amat sakit..” ia menggertakkan giginya rapat-rapat, ia hanya dapat mencengkram otot di punggung laki-laki itu dengan kuat.
Akal sehat Gongben Yinan akhirnya kembali, ia menundukkan kepalanya kebawah, ia mengecup ruang di antara alis Mu Xue terus-menerus, namun pergerakkan tubuh bagian bawahnya tetap kasar dan semena-mena, kecupannya yang lembut dan hantamannya yang kasar, sungguh membuat suatu kontras yang jelas.
__ADS_1