AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 15 Teriakan Yang Begitu Menakutkan


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Uuh!” Tidak canggung sama sekali, wajah Ceng Li yang seperti model itu terlihat bersenyum, “Iya! Sekretaris Mu, kerjaan kamu yang belum selesai itu akan menyebabkan kerugian bagi perusahaan, bagaimana itu?”


“Maaf! Aku segera…..” Mu Xue menundukkan kepalanya. “Aku baru mendapatkan dokumennya 15 menit yang lalu.”


Hello! Im an artic!


“Aku ingin dokumen yang sudah diterjemahkan, bukan alasan kamu!” Terdengar suara lantang yang memotong ucapan Mu Xue, kemudian matanya juga menjadi tajam.


“Iya!” Mu Xue terkejut, kedua tangannya menggenggam erat nampannya.


“Dokumen, aku ingin dokumennya!” Qin Yinuo tiba-tiba berdiri, jas dan celana yang rapi itu menampilkan badan kekarnya, tatapan yang dingin itu menambah kesombongan wajahnya, kekejaman dan keseriusannya membuat orang semakin takut. “10 menit, kalau kamu tidak bisa menerjemahkannya, segera pergi dari sini!”


“Aku……” Mu Xue menelan kembali katanya, dan menggigit giginya dan berkata: “Iya!”


Hello! Im an artic!


“Nuo, ini pasti ada orang yang sengaja mencelakainya!” Setelah Mu Xue keluar, Ceng Li berkata dengan santai. “Dokumen yang baru didapatkan 15 menit lalu, kamu bisa menerjemahkan semuanya?”


“Aku ingin seorang sekretaris yang lulus, kalau tidak bisa menguatkan kedua kakinya di kantor ini, berarti tidak lulus!” Qin Yinuo berkata dengan dingin. “Perusahaan ini bukan badan amal!”


“Kopi dan teh buatan sekretaris Mu sangat enak, kalau begitu, apakah aku boleh mengambilnya?” Ceng Li menatap ke arah Qin Yinuo, kedua matanya terlihat bersinar.


“Apa yang ingin kamu katakan?”


“Biarkan dia melayani aku!”Ceng Li mengangkat alisnya, “Dokumennya tidak mungkin selesai dalam 10 menit!”


“Dia tidak boleh.” Qin Yinuo berkata. “Meeting!”

__ADS_1


Sambil berkata, Qin Yinuo dengan tatapan suram berjalan keluar.


Di depan pintu, dia tiba-tiba bertemu Mu Xue.


“CEO, dokumen yang anda mau!” Mu Xue memberikan dokumen yang baru diprint dan memberikannya kepada Qin Yinuo.


Ceng Li yang tercengang hampir saja tersedak tehnya, “Nona Mu, kamu, kamu berhasil menerjemahkannya?”


Mu Xue mengangguk, tatapannya sangat tenang.


Ceng Li melihat wanita di depannya ini, dia tidak bisa mengerti pikiran wanita ini.


Mata Qin Yinuo juga mengecil, dia tidak berbicara, hanya menerima dokumennya, dan melihatnya sekilas, kemudian berjalan ke arah ruang meeting.


“Nona Mu, dewa ya?” Ceng Li mengacungkan jempolnya.


“Mu Xue, sejak kapan kamu menerjemahkannya?” He Jing yang suka gosip mendekat ke arahnya.


“Dulu, tidak disangka masih aku simpan!”


“Wah! An Qian pasti bengong tuh!”


Dia kemudian duduk, dan melihat An Qian keluar dengan wajah membiru, “Mu Xue, kalau kamu sudah selesai dari awal, kenapa nggak bilang? Emang enak mempermaikan aku?”


“Nona An, maaf, aku tidak tahu dokumen itu pernah aku terjemahkan!”Mu Xue berkata dengan tenang.


Dia melihatnya sekilas, kemudian sudut bibirnya terlihat ekspresi menyindir, An Qian lalu berkata, “CEO menyuruh kamu pergi ke ruang meeting!”


“Iya!” Mu Xue berdiri dan berjalan ke arah ruang meeting.

__ADS_1


“CEO!” dia berdiri di samping Qin Yinuo dan bertanya: “Anda mencari saya?”


“Duduk!” Qin Yinuo tidak mengangkat kepalanya.


“Ini nggak cocok?” Mu Xue mana ada hak untuk mengikuti meeting kerjasama perusahaan mereka dengan perusahaan lain.


“Suruh duduk ya duduk!” Qin Yinuo memberikan kode untuk duduk di sampingnya.


“Duduk saja nona Mu!” Ceng Li membantunya menggeser kursi


“Terima kasih!”


“Jangan sungkan, nona Mu, aku suka orang yang ada persiapan!” Ceng Li berkata, tadi itu, bahkan Yinuo sendiri juga tercengang, hanya saja orang itu selalu tidak berekspresi, kali ini terkejut, membuat Ceng Li ingin tertawa.


“Uuh!” Mu Xue menundukkan kepalanya, dan duduk di samping Qin Yinuo.


Kemudian, An Qian mempersilahkan dua orang dari perusahaan lain untuk masuk ke dalam, ketika melihat Mu Xue, tatapannya terlihat ada sedikit dengki.


“Jangan senang hanya karena ada persiapan!” Tiab-tiba terdengar sebuah suara yang dingin, Mu Xue tercengang, tidak tahu apa yang dikatakan oleh CEOnya.


“Nuo! Kalau tidak ada persiapan, bukannya lebih celaka lagi? Jadi, kehidupan ini harus selalu ada persiapan, Xiao Xue, ooiya, aku boleh memanggil kamu Xiao Xue?” Ceng Li berkata dengan wajah penuh berharap.


“Manajer Ceng silahkan saja!” Dia bisa bilang apa, orang ini manajer, pangkat yang tinggi.


“Xiao Xue, mulai sekarang aku akan memanggil kamu begitu, aku kasih tahu, di dunia karir ini selangkah demi selangkah harus kamu lewati dengan penuh darah, banyak sekali perperangan, kamu harus hati-hati!”


“Kamu sudah selesai belum?” Qin Yinuo berkata, tatapannya setajam pisau.


Mu Xue menarik nafas dalam-dalam, dan hanya mengangguk.

__ADS_1


__ADS_2