AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 542 Langsung Merasa Aneh


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Ketika pria itu masuk, hati Su Yan panik, langsung menundukkan kepalanya dan ingin berjalan melewati pria itu.


Tapi saat Su Yan melewatinya, tangan pria itu dengan cepat meraih tangannya.


Hello! Im an artic!


Su Yan gugup dan menghentikan langkahnya.


Song Yan pun sedikit bingung. Dia memandang keduanya dengan curiga, dia merasakan ada sesuatu hal diantara mereka.


“Ada apa dengan kepalamu?” Suara rendah Rong Hanchi dipenuhi dengan rasa dingin, matanya menyipit, tetapi ada kekhawatiran dan rasa kasihan yang mendalam di matanya, “Ikut denganku!”


“Kak Chi!” Hati Su Yan bergetar dan matanya seperti diselimuti kabut. Dia hampir menangis ketika melihat Rong Hanchi, tetapi dia berusaha menahan air matanya dan berbisik, “Masih ada pekerjaan yang harus aku selesaikan!”


Hello! Im an artic!


Ketika Song Yan melihat situasi ini, dia tahu bahwa hubungan mereka berdua bukanlah hubungan biasa.


Saat bertemu kembali, Rong Hanchi tidak tahu apakah dia bisa menahan perasaan bahwa Su Yan menjauhinya dan tidakpeduli padanya lagi, dia merasa hatinya sakit dan semakin sakit lagi.


“Yanyan, ikutlah aku!” Kalimat yang sama, namun terdengar semakin sulit untuk ditolak.


“Aku masih ada pekerjaan!” Ini adalah pertama kalinya dia menolak Rong Hanchi dengan penuh tekad dan juga menjaga jarak.


Rong Hanchi berhenti berbicara, lalu langsung meraih tangan Su Yan dan menariknya berjalan ke mobil.


“Su Yan, ini…” Song Yan sedikit bingung, tapi tidak tahu harus berbuat apa.


“Kak Song, tolong kakak antarkan cek itu sendiri, aku ada urusan yang harus diselesaikan!” Su Yan dibawa ke mobil oleh Rong Hanchi, jadi dia dengan buru-buru berkata pada Song Yan.


Song Yan melihat mobil itu menyala dan pergi menjauh.


Ferrari merah melaju langsung ke pinggiran kota, melewati jalan berliku yang sama seperti sebelumnya dan mobil akhirnya berhenti di pinggir jalan yang sepi.


Su Yan diam tanpa kata, tapi tangan kecilnya di genggam dengan kuat, memperlihatkan isi hatinya. Dia sangat gugup dan sedih. Dia belum pernah melihat Kak Chi yang begitu semena-semana seperti saat ini.


“Yanyan, apakah kamu benar-benar menyukai Feng Baiyi?” Wajah Rong Hanchi pucat, matanya juga terlihat lelah. Belakangan ini, dia hampir tidak tidur. Tapi, siapa yang mengetahui semua rasa sakitnya?


Wajah suram itu seperti tertutup kabut, kebencian yang tertahankan pun berkumpul dan bersatu di dalam dadanya, “Bukankah kamu hanya mencintaiku? Mengapa kamu malah bersamanya…”


“Kak Chi!” Teriak Su Yan dengan penuh rasa sakit. “Aku hanya mencintaimu, aku telah menyukaimu sejak aku masih kecil dan sampai detik ini pun aku tahu bahwa aku mencintaimu, tetapi apakah cinta saja sudah cukup? Bagaimana kamu bisa menanyakan pertanyaan seperti itu setelah kamu membuangku. Kak Chi, tidakkah menurutmu kamu terlalu kejam?”


Rong Hanchi terdiam sambil memandang Su Yan yang sedikit acuh tak acuh. Dia pun tiba-tiba memeluk Su Yan dan berkata dengan suara yang dalam, “Apa yang tertulis di koran itu tidak benar, kan? Apa yang aku lihat di kamar mandi malam itu juga tidak benar, ya kan? Yanyan, asalkan kamu mengatakan bahwa itu semua tidak benar, Kak Chi tidak akan pernah meninggalkanmu lagi, tidak akan pernah lagi!”


“Kak Chi, itu semua benar!” Aura Rong Hanchi terlalu kuat, Su Yan berusaha keras untuk bicara sambil mendorong tubuh pria itu dengan kedua tangannya.

__ADS_1


“Yanyan, kamu tidak boleh menolakku!” Melihat Su Yan yang semakin menjauh darinya, Rong Hanchi meraung dan tiba-tiba mencondongkan tubuhnya lagi untuk memeluk Su Yan, sebuah ciuman kasar pun terjadi di saat yang bersamaan.


Hatinya sangat sakit, tidak peduli lagi, tidak usah peduli pada apapun lagi, oke? Jika harus ke neraka, ya sudahlah. Dia menginginkan Su Yan, dia selalu menginginkan Su Yan!


“Lepaskan aku!” Su Yan dengan cepat mengangkat tangannya untuk menahan kebrutalan Rong Hanchi, alis Su Yan mengerut dan terlihat ada perasaan yang bercampur aduk di hatinya.


“Yanyan, jangan tolak aku!” Suara Rong Hanchi terdengar rapuh. Dia tidak melepaskan Su Yan. Wajah seputih salju, bentuk wajah yang cantik dan halus itu menyihir pikirannya. Dia memegang tangan Su Yan dengan kuat. Ciuman yang tadinya brutal dan memaksa itu akhirnya berubah, seperti tetesan air hujan yang menetes begitu saja, “Biarkan semuanya pergi ke neraka, Kak Chi menginginkanmu, hanya kamu!”


Kursi mobil tiba-tiba diturunkan oleh Rong Hanchi, Su Yan pun ditekan di kursi olehnya dan ciumannya terus menyerang Su Yan.


“Tidak…” Su Yan menggelengkan kepalanya dengan kuat sambil menghindar, “Jangan seperti ini, Kak Chi, kamu tidak bisa mengecewakan Feng Ling’er!”


Dan dia juga tidak mau menjadi orang ketiga, dia tidak akan pernah menjadi orang ketiga, tidak akan pernah!


“Yanyan, biarkan aku mencintaimu dengan baik!” Penolakan Su Yan tidak membuat Rong Hanchi berpikir dengan baik, tapi malah membuatnya semakin menginginkan Su Yan.


Su Yan sekejab menjadi linglung. Dulu, dia ingin sekali menjadi wanita satunya-satunya milik Kak Chi, dia juga bermimpi menjadi pasangan pengantin Kak Chi, tetapi Kak Chi tidak pernah mewujudkan mimpinya. Dan sekarang, dia malah begitu brutal dan semena-mena, sehingga membuat Su Yan benar-benar tidak berdaya, seolah-olah dia tidak mengenali pria ini, tapi ciumannya itu sangat panas.


Ini ciuman yang berbeda dari Feng Baiyi, ini adalah nafas Kak Chi. Tetapi Su Yan tidak mengerti mengapa saat mimpi yang semula ia impikan benar-benar akan terwujud saat ini, dia malah merasa sedih.


Mencium tubuh lembut di pelukannya, Rong Hanchi hanya merasakan dirinya dipenuhi gairah, meletakkan tangan besarnya di punggung Su Yan sambil memeluk tubuhnya dengan tangan yang bersiap untuk membuka pakaian Su Yan. Ketika melihat perut putihnya dan dadanya yang dibalut dalam bra, Rong Hanchi hanya merasa bahwa seluruh pikirannya diselimuti oleh hasrat, “Yanyan, serahkan dirimu padaku.”


Rasa sakit di punggungnya juga terasa sampai ke dalam hatinya, menyebabkan Su Yan mengerutkan kening. Hati yang dianggap sudah mati sekarang malah terasa sakit, KaKak Chi-nya! KaKak Chi tercintanya!


“Yanyan!” Menekan tubuh Su Yan, Rong Hanchi menciumnya sekali lagi, tapi sayangnya Su Yan menoleh dan membuat ciuman itu jatuh di pipinya.


“Yanyan!” Karena tidak merasakan respon Su Yan, ciuman itu berhenti tiba-tiba, Rong Hanchi memeluk erat dirinya dengan sedih, membuat punggungnya terasa semakin sakit.


Dia bahkan merasa luka di punggungnya seperti robek kembali, sangat sakit, tetapi dia tidak mengatakan apa-apa.


“Maafkan aku, Yanyan!” Rong Hanchi segera duduk tegap dan dengan cepat membenarkan pakaian Su Yan dengan satu tangan, matanya dipenuhi dengan rasa bersalah, “Yanyan, maafkan aku, aku seharusnya bisa mengendalikan diriku!”


Melihat wajah pucat Su Yan yang dipenuhi ekspresi pasrah, Rong Hanchi semakin merasa bahwa dia terlalu emosional, bagaimana dia bisa bertingkah seperti binatang buas yang menyerang Yanyan-nya?


Menyerahnya Rong Hanchi membuat Su Yan langsung merasa lega.


Melihat wajah pucat dan pasrah Su Yan, Rong Hanchi kembali ke tempat duduknya dengan kesal dan melemparkan tinjunya ke setir. Rasa sakit di persendiannya mengingatkannya pada apa yang baru saja dia lakukan.


“Yanyan, aku…” Rong Hanchi menunjukkan wajah menyesal dan bingung.


Namun, dia malah berkata dengan pelan, “Kak Chi, kamu menginginkan tubuhku, bukan? Tubuhku sudah tidak bersih lagi, aku bukan lagi Yanyan yang sempurna. Jika kamu mau, ambil saja!”


Ketika dia mengatakan hal ini, hatinya terasa seperti sedang dihukum mati, ada rasa cinta, tapi terlewatkan begitu saja dan tidak bisa kembali lagi.


Kak Chi bukan lagi Kak Chi-nya dan dia juga bukan lagi Yanyan-nya Rong Hanchi. Su Yan tahu bahwa jika dia mengatakan hal itu, Rong Hanchi pasti akan melepaskannya dan dia juga tahu bahwa hatinya sendiri akan terasa sakit jika mengatakan hal itu, tetapi dia tetap saja mengatakanbnnya.


Seperti ada banyak suara di benak Rong Hanchi, wajahnya pun memucat.

__ADS_1


Sedangkan di sisi lain, ketika Feng Baiyi menyalakan alat penyadap dan mendengarkan kata-kata itu, wajah tampannya terlihat sangat bingung. Su Yan menyerahkan tubuhnya kepada Rong Hanchi. Ternyata dia sangat mencintai Rong Hanchi, bahkan telah mencintainya sejak awal.


Memikirkan hal ini, tatapannya di penuhi rasa sakit yang mendalam, dia mematikan tombol alat penyadap itu, dia tidak bisa mendengarkannya lagi, mungkin sebenarnya dia tidak memiliki keberanian untuk mendengarkannya lagi, dia sekarang hanya merasa bahwa bernapas pun terasa sakit.


Setelah menenangkan diri beberapa saat, dia menyalakan rokok dengan tangannya yang gemetar dan langsung menghisap rokoknya.


“Yanyan, ini semua salah Kak Chi!” Rong Hanchi merasakan kesedihan yang mendalam, tapi dia juga tidak bisa menyalahkan Su Yan.


Malam itu, dia melihat Su Yan dan Feng Baiyi di toilet dengan mata kepalanya sendiri, dia juga mendengar suara bahwa Yanyan dikuasai oleh Feng Baiyi. Tapi dia tidak menghentikan hal itu, jadi bagaimana dia bisa berharap tidak ada yang terjadi?


“Yanyan, ayo kita kembali ke Amerika saja!”


“Kak Chi, aku tidak pernah bertanya mengapa kamu menikah dengan Feng Ling’er. Aku tidak akan bertanya baik sekarang maupun suatu saat nanti, tetapi Kak Chi, tolong jangan sakiti Feng Ling’er. Dia adalah istrimu. Kak Chi yang aku kenal adalah seorang pria yang bertanggung jawab dan baik, aku tidak ingin menjadi orang ketiga yang jahat.” Dia berkata dengan pelan, wajahnya yang santai membuat Rong Hanchi terlihat kesal untuk sesaat.


“Kamu tidak mau pergi ke Amerika denganku?” Tanyanya lagi.


“Kak Chi, bukankah kamu mengatakan bahwa kamu tidak akan peduli padaku lagi?”


Tatapan Rong Hanchi tertuju pada tubuh kurus di hadapannya dan di benaknya muncul gambaran malam itu, dimana Su Yan sedang berada di dalam pelukan Feng Baiyi, “Kamu tidak ingin meninggalkan Feng Baiyi?”


“Kak Chi, antarkan aku kembali!” Ada sedikit rasa perih di matanya, tetapi dia tidak bisa meneteskan setetes pun air mata, Su Yan berkata kepada Rong Hanchi yang ada di sampingnya, “Aku masih punya pekerjaan yang harus diselesaikan.”


“Yanyan.” Rong Hanchi tidak ingin menyerah. Dia telah mencoba, tetapi dia tidak sanggup menyerah. Dia benar-benar tidak bisa menyerah. Dia tiba-tiba memegang tangan Su Yan dan menyadari bahwa tangannya sangat dingin, rasa dingin itu seperti menembus telapak tangannya dan membekukan pintu hatinya.


“Yanyan?” Rong Hanchi memandangnya dengan cemas, tatapannya dipenuhi rasa sakit, sekarang dia baru menyadari bahwa dahi Su Yan dipenuhi dengan keringat dingin. “Ada apa denganmu? Kenapa tanganmu dingin sekali dan dipenuhi banyak keringat?”


“Aku baik-baik saja!” Dia menarik tangannya, tetapi cengkeraman Rong Hanchi sangat erat, tidak memberinya ruang untuk melepaskan diri.


“Ada apa?” ​​Dia menarik Su Yan, mencoba menghangatkannya, tapi dengan tarikan itu, punggungnya terasa sakit lagi. Su Yan mendorongnya dengan panik, Su Yan tidak ingin pria itu melihatnya kesakitan.


Dia menyadari bahwa ada sesuatu yang janggal, dia pun menaikkan kursi, tubuh Su Yan pun terpental, Baru kemudian dia menemukan ada noda darah di bagian belakang kursi dan punggung Su Yan berlumuran darah.


“Punggungmu?” Tubuhnya bergetar dan jari-jarinya yang hangat mengangkat baju Su Yan. Noda darah yang mencolok dan perban yang tertempel di punggung Su Yan membuat mata Rong Hanchi menegang. “Sial, apa yang terjadi?”


“Tidak apa-apa, Kak Chi, aku baik-baik saja!” Su Yan tiba-tiba tersenyum, “Punggungku tidak sengaja tergores, ini hanya luka kecil!”


“Aku akan membawamu ke rumah sakit! Sial, apakah kamu memanjat jendela lagi?” Suaranya gemetar dan wajah tampannya dipenuhi rasa cemas. “Bukankah kamu sudah berjanji padaku untuk tidak akan melakukan hal-hal berbahaya lagi? Yanyan, kembalilah ke Swiss, ikutlah bersama guru agar aku bisa merasa sedikit tenang, oke?”


“Tidak!” Su Yan menggelengkan kepalanya. “Aku akan kembali suatu saat nanti!”


Dia akan kembali setelah Chen Huilun pulih.


Dia pun dibawa ke rumah sakit. Setelah perawat mengganti perbannya, Su Yan keluar dari ruang gawat darurat dengan wajah pucat. “Kak Chi, pulanglah! Aku akan pergi menemui Nona MudaChen!”


Setelah berbicara, dia langsung pergi tanpa menunggu Rong Hanchi mengatakan apapun.


“Yanyan!” Rong Hanchi menahan tangannya lagi.

__ADS_1


__ADS_2