
Hello! Im an artic!
Su Yan menelan ludahnya dengan penuh perjuangan, menatap mata Feng Baiyi yang berapi-api itu, rasanya Su Yan ingin lari. Sayangnya, senyumnya sedikit terpaksa, dia harus menahan keinginannya untuk muntah, lalu dia berjalan mendekat, meraih lengan Feng Baiyi dan berkata dengan penuh kasih sayang: “Sayangku, akulah yang salah, jangan marah lagi, ya?”
Feng Baiyi menatapnya lagi selama beberapa detik, tidak ada niat untuk mengeluarkan uang dan matanya tidak pernah meninggalkan wajah kecil Su Yan, bahkan dia mulai berpikir dengan cerdik.
Hello! Im an artic!
Su Yan menelan ludah lagi. “Kakak Xiaobai, ayolah bayar tagihannya, aku benar-benar tidak punya uang!”
Menghadapi pria seperti ini, sebenarnya berapa peluang Su Yan untuk bertahan hidup? Detik berikutnya, pipi Feng Baiyi menampakkan senyuman yang dalam, “Jika kamu sudah tahu kalau kamu yang salah, kamu pasti sudah tahu apa yang harus kamu lakukan, kan?”
Setelah selesai bicara, dia mengangkat dagunya, artinya sudah jelas, dia ingin Su Yan menciumnya.
Su Yan tertegun, mukanya merah, mengutuk dalam hati, pria busuk sialan, malah mencari kesempatan untuk mengambil keuntungan.
Hello! Im an artic!
Tapi Su Yan akhirnya menjinjitkan kakinya dan dengan cepat mencium dagunya, tapi detik berikutnya, reaksi Feng Baiyi malah membuat semua orang kaget.
Tiba-tiba, dia memegang dagu Su Yan dan mencium bibir manisnya tanpa ragu-ragu. Tangan yang satunya lagi memegangi kepala Su Yan agar dia tidak melawan. Saat Su Yan masih dalam situasi terkejut, lidah yang cekatan itu dengan mudah membuka gigi Su Yan dan masuk ke dalam mulutnya.
Sebuah ciuman yang panas, di sebuah restoran Italia, di depan mata para pelayan dan pengunjung, terjadi begitu saja.
Kemudian, Feng Baiyi melepaskannya, seolah-olah tidak terjadi apa-apa, mengeluarkan kartu dan menyerahkannya kepada pelayan.
Semua ini terjadi begitu cepat sehingga Su Yan mengira dia sedang bermimpi. Tetapi ketika dia mendengar suara nafas di sekitarnya, dia baru sadar bahwa dia ternyata dicium oleh Feng Baiyi di depan umum.
“Dasar mesum!” Su Yan menginjak kakinya dan mendorongnya. Jelas terlihat ketakutan yang luar biasa di wajahnya Su Yan. Itu tadi adalah ciuman lidah, ciuman lidah terkutuk, dia seperti merasakan bau kopi yang kuat dari mulut Feng Baiyi dan bau sialan itu bahkan terasa enak. Su Yan menyeka mulutnya dengan tangannya, tersipu malu dan berlari keluar dengan cepat.
Feng Baiyi mengangkat matanya dan langsung ada seorang pria berbaju hitam yang pergi ke kasir untuk mengantarkan kartu itu, sedangkan dia keluar untuk mengejar Su Yan.
“Astaga! Bukankah itu Feng Baiyi?”
“Iya, aku melihatnya dengan jelas, itu Feng Baiyi, itu benar-benar Presiden Feng, dia ternyata bukan Gay, ternyata apa yang ditulis di koran itu benar, gadis itu adalah wanitanya, ya Tuhan, harusnya tadi aku merekamnya!”
“…”
Sambil berlari, Su Yan sambil mengutuk Feng Baiyi, “Sialan, mesum, mesum, mesum! Mu Siyuan sialan, Feng Baiyi sialan! Aku tidak akan pernah pergi makan bersama pria lagi, sialan, sialan! ”
Feng Baiyi melangkah keluar dan mengejarnya, dia mendengar Su Yan mengutuknya, dia pun menarik Su Yan.
“Ah…” Su Yan berteriak ketakutan. “Lepaskan aku!”
Namun, Feng Baiyi memeluknya dengan penuh kasih sayang, juga dengan kekuatan yang kuat, membuatnya sulit untuk membebaskan diri. “Istriku, ayo pulang!”
“Siapa istrimu?” Su Yan tertegun.
Sudah ada orang-orang dari restoran yang keluar membawa ponsel untuk mengambil foto.
Dia mendekati telinga Su Yan dan berkata dengan suara yang hanya bisa didengar oleh dua orang, “Tutup mulutmu dan menurutlah jika kamu tidak ingin aku menciummu!”
Ancamannya ternyata berhasil. Keduanya masuk ke dalam mobil, Su Yan masih kesal dan berapi-api, sedangkan perutnya kembung karena makan terlalu banyak, duduk pun jadi tidak nyaman.
Feng Baiyi tiba-tiba mencondongkan tubuhnya dan membuat Su Yan berteriak. “Apa yang sedang kamu lakukan?”
__ADS_1
Feng Baiyi hanya membungkung di atas Su Yan, menarik sabuk pengaman dan memasangkannya.
Dia menghela napas lega, tidak bisa menyembunyikan detak jantungnya.
Feng Baiyi menatapnya dengan tatapan bercanda dan tidak mengatakan apa-apa. Su Yan mati kutu karena ditatap oleh pria itu, dia pun meliriknya dengan hati-hati, tidak berani menatap matanya secara langsung, dia takut dengan mata elang Feng Baiyi yang menakutkan itu.
Su Yan sangat gugup. Feng Baiyi telah pergi melakukan perjalanan bisnis selama seminggu. Selama seminggu ini Su Yan hidup dengan bebas, tapi sekarang dia tiba-tiba kembali dan sepertinya ingin menariknya pulang ke rumah? Uh! Sial, itu adalah apartemen, bagaimana mungkin itu adalah rumah, dia sudah lama tidak punya rumah!
Tiba-tiba, dia merasa sedikit kesal, sedikit kecewa, seperti anak yatim piatu yang tidak punya rumah, menoleh dan melihat ke luar jendela mobil, mobil perlahan-lahan melaju dan Feng Baiyi tidak berbicara.
Namun, mobil itu tidak melaju ke apartemen, melainkan ke studio foto.
Su Yan tertegun sejenak, sedikit bingung, “Untuk apa kemari?”
“Foto!” Dia mengatakan kata itu dengan suara yang dalam.
“Foto apa?” Su Yan menatapnya dengan mata lebar. Melihat mata elang itu menatap wajahnya, tanpa sadar dia menggigit bibirnya, bulu matanya juga mengarah ke bawah, tidak berani menatapnya, tetapi dia juga tidak ikhlas. “‘Kalau begitu aku akan turun dan naik bus sendirian!”
Dia bersiap untuk pergi, Feng Baiyi menahan tangannya, matanya menatap ke bawah, ke arah bibir Su Yan yang merah dan lembut. Bibir ini indah dan menggoda, tadi dia belum puas mencicipinya di restoran.
Darah seperti sedang berputar di otak Feng Baiyi, dia sudah tidak melihat Su Yan selama seminggu, Dia sangat merindukan gadis kecil ini, sehingga dia tidak bisa menahan diri untuk tidak mencium bibir lembut itu.
Mata Su Yan melotot, napas di mulutnya tidak bisa ditahan untuk tidak keluar, tetapi Feng Baiyi menutup jalan keluar untuk napasnya, dadanya pun terasa sesak.
Dadanya seperti akan meledak. Dia tidak tahan lagi…
Rasanya hatinya akan melompat keluar.
Dia sangat ingin membuka mulutnya untuk bernapas, tapi itu akan memberi kesempatan kepada Feng Baiyi untuk menyerbu masuk dengan mudah, ujung lidah Feng Baiyi yang lembut menyapu mulutnya, sehingga dia bingung harus menaruh lidahnya dimana.
Feng Baiyi pun menyedot lidah Su Yan, membantu Su Yan meletakkan lidahnya ke dalam mulut Feng Baiyi…
Feng Baiyi mengisap bibirnya dengan lembut, mencium dengan lembut, dengan rasa rindu yang tak terlupakan. Dia tidak bertemu Su Yan selama seminggu, dia sadar bahwa dia sangat merindukan Su Yan. Bibir lembut Su Yan, seperti kelopak bunga yang sedang mekar, mengikuti ciuman Feng Baiyi, mengambang dengan lembut.
Akhirnya, dia melepaskan bibir Su Yan. Su Yan pun menatapnya dengan kedua mata besarnya, dengan hati yang berdebar-debar, wajah yang sebentar pucat, sebentar merah, yang terlihat olehnya hanyalah sepasang mata Feng Baiyi yang dalam.
“Kamu, kamu…” Su Yan tersadar, tetapi dia tidak tahu bagaimana dia harus menyalahkan Feng Baiyi. Dia hanya bisa mengusutkan wajah kecilnya, merasa sedikit teraniaya. Bagaimana dia bisa lupa untuk melawan?
Su Yan mengepalkan tinjunya dengan kesal, sesaat, hatinya langsung di penuhi dengan rasa sedih dan teraniaya, hidungnya terasa perih dan air mata mengalir di matanya.
“Sayang…” Feng Baiyi sedikit tertegun. Dia mengerutkan keningnya saat melihat air mata yang tiba-tiba keluar dari mata Su Yan, “Kenapa kamu menangis?”
Dia membantu Su Yan menghapus air mata dengan Jari-jarinya, tetapi orang yang baru saja menangis itu malah mulai menangis dengan keras.
“Siapa yang mengijinkanmu untuk menciumku, aku tidak ingin kamu mencium, aku membencimu!” Su Yan merengek, menutupi matanya dengan kedua tangannya, menangis dengan tersedu-sedu.
“Kalau kamu menangis lagi, aku akan menciummu!” Ancamnya dengan marah.
“Feng Baiyi, aku membencimu, dasar kamu mesum!” Memarahinya sambil mengangkat wajah kecilnya, berkata dengan terisak-isak dan air matanya semakin deras.
Feng Baiyi hanya menghela nafas dan keluar dari mobil. Berputar ke pintu mobil Su Yan dan membukakan pintu, lalu langsung menariknya keluar.
“Apa yang ingin kamu lakukan?” Sepertinya dia sering bertanya seperti ini setiap bertemu dengan Feng Baiyi.
“Berfoto!” Dia menyeret Su Yan ke studio foto dan kemudian berkata kepada staf karyawan di dalam: “Kami mau foto bersama!”
__ADS_1
“Aku tidak mau foto!” Su Yan tidak tahu apa yang Feng Baiyi inginkan, kenapa dia mau berfoto.
Tapi Feng Baiyi mengancamnya. “Jika kamu tidak mau foto, aku tidak bisa menjamin apa yang akan aku lakukan!”
Jadi Su Yan terpaksa menurut pada Feng Baiyi dan berfoto dengannya.
“Nona, tersenyumlah, ayo sedikit tersenyumlah!” Fotografer itu membujuk.
“Senyum!” Feng Baiyi memegang erat pinggangnya, dengan terpaksa, Su Yan menarik sudut mulutnya, setidaknya dia sudah tersenyum.
Fotografer itu sangat kooperatif dan mendapatkan gambar pada momen ini. Posisi keduanya sangat berdekatan, menghasilkan foto bersama yang cukup bagus.
Beberapa menit kemudian, fotografer mencetak sepuluh lembar foto sesuai dengan instruksi Feng Baiyi. Su Yan melihat foto di tangannya, masih ada bekas air mata di wajahnya yang sedang tersenyum itu, sedangkan Feng Baiyi, wajahnya tampak sulit ditebak, dia juga sedikit tersenyum, dasar pria busuk sialan, ternyata dia sangat tampan.
“Untuk apa kita foto seperti ini?” Su Yan bertanya lagi.
“Foto pernikahan!” Dia melontarkan dua kata, membuat Su Yan hampir pingsan karena terkejut yang berlebihan.
Su Yan kesal, dia benar-benar kesal.
Begitu pulang ke apartemen, Su Yan mengunci dirinya di kamar mandi, dia duduk di toilet, dia mendengar Feng Baiyi sedang menelepon seseorang dan sepertinya dia menyuruh orang itu untuk datang mengambil foto. Su Yan tidak tahu harus berbuat apa, tetapi saat di beritahu bahwa foto itu adalah foto pernikahan, dia merasa sangat tidak senang.
Dia seperti api yang sedang meledak. Feng Baiyi memiliki kunci kamarnya, jadi dia tidak ingin kembali ke kamar, tidak aman di sana, lebih baik dia mengunci diri di kamar mandi.
“Sayang, keluarlah!” Setengah jam kemudian, Feng Baiyi mengetuk pintu.
“Aku bukan sayangmu!” Teriak Su Yan, “Feng Baiyi, tidak usah merayuku!”
Feng Baiyi memanggilnya “sayang”, membuatnya merasa sangat ambigu, seolah ada begitu banyak cinta diantara mereka.
“Sayang! Ayo keluar!” Suaranya menjadi semakin rendah.
“Aku bukan sayangmu!” Dia berteriak dan membantah. “Feng Baiyi, aku membencimu!”
“Aku ingin menggunakan kamar mandi!”
“Aku tidak peduli!” Dia meraung. “Kamu pulang saja ke rumahmu, sewakan tempat ini padaku, cepat pergi sana!”
Feng Baiyi menghela napas di depan pintu. “Kunci saja dirimu di dalam!”
Setelah mengatakan itu, Su Yan mendengar bantingan pintu di luar, pintu pun tertutup.
Su Yan membuka pintu dengan hati-hati, membuat celah kecil, melihat keluar, tidak ada siapa-siapa, kemudian melihat sekali lagi, masih tidak ada, Feng Baiyi sudah pergi!
Dia mengedipkan matanya dengan heran, sepertinya memang sudah pergi!
Yes, orang jahat itu akhirnya pergi! “Dia langsung melompat, saat melompat, perutnya terasa sangat tidak nyaman,”Dosaku makan terlalu banyak! ”
Mandi saja, katanya mandi itu menghabiskan energi. Mengisi air untuk mandi, melepas pakaian, pergi ke bak mandi dan berendam dengan nyaman di air yang cukup hangat. Su Yan menghela napas dengan nyaman. “Oh! Nyamannya!”
Tapi ketika dia sedang mandi, gagang pintu kamar mandi diputar, Su Yan berteriak ketakutan, “Ah… cabul…”
Dia sangat terkejut sehingga dia memasukkan dirinya ke dalam air. Di depan pintu, dia melihat Feng Baiyi yang basah kuyup, dengan air yang masih menetes dari rambutnya, handuk putih melingkar di pinggangnya, bersandar di depan pintu dengan tubuh yang begitu besar, tatapan matanya sebentar terang sebentar gelap, dan dia melihat Su Yan yang berada di bak mandi dengan tatapan yang dalam.
“Kamu, kamu…” Su Yan gagap. Kenapa dia kembali lagi, bahkan dengan penampilan seperti ini, sangat jelas bahwa dia baru saja selesai mandi, tapi hanya ada satu kamar mandi di apartemen ini, lalu dimana dia mandi? Mungkinkah di rumah tetangga?
__ADS_1
Dia hanya berdiri di depan pintu kamar mandi, hanya terus menatap Su Yan, pandangan matanya tertuju pada tubuh yang tertutup oleh air itu.
Ketika dia berbaring di air, dia melihat Feng Baiyi memakai sepasang sandal, otot dan tulang kakinya terlihat jelas, besar dan kuat. Sedikit menatap keatas, terlihat kaki panjang yang sedikit berbulu, handuk putih yang menutupi pinggang itu membuat orang berpikir yang tidak-tidak, sedangkan dadanya…