
Hello! Im an artic!
Jantung Su Yan berdebar kencang, wajahnya kembali memerah. Dia memejamkan mata dan semakin memasukkan tubunya ke air, berharap buih sabun itu benar-benar bisa menutupi seluruh tubuhnya, saat ini, dia merasa bahwa dia seperti sedang membohongi dirinya sendiri, tetapi dia tidak punya cara lain selain masuk ke dalam air seperti ini.
“Dasar tukang ngintip, keluar dari sini!” Melihat Feng Baiyi yang tidak berniat pergi dan terus bersandar di pintu untuk melihatnya, dia pun berteriak dengan kencang.
Hello! Im an artic!
Dia bahkan malah berjalan masuk.
“Hei! Hei!” Su Yan berteriak gugup, “Ah… cabul!”
Dia langsung masuk ke bak mandi dan dalam sekejap, air di bak meluap keluar.
“Ah…” Su Yan tidak menyangka dia akan masuk. “Feng Baiyi, dasar kamu bajingan, aku tidak ingin mandi denganmu, cepat keluar!”
Hello! Im an artic!
Dia mengabaikan apa yang Su Yan katakan dan langsung memeluknya.
Su Yan marah dan panik, dia ketakutan dan memukuli Feng Baiyi dengan keras, “Jika kamu tidak melepaskanku, aku akan menggigitmu!”
Namun, dia malah memutar tubuh Su Yan, memeriksa punggungnya dan menghela nafas lega ketika dia sudah yakin bahwa semua luka di punggung Su Yan telah sembuh, hanya tersisa bekas luka yang sedang mengelupas.
Kedua lengan yang kuat itu memeluknya…
Dia indah, dia murni, dia mempesona, hanya dengan berbaring di sana, dia bisa membuat pria ini tergila-gila padanya.
Sebenarnya dia dari dunia mana? Kenapa dia memiliki sihir yang hebat seperti ini? Membuat pria ini menjadi gila dan semakin gila lagi…
Feng Baiyi mendekatinya dan berkata dengan jelas di telinganya: “Jangan tinggalkan aku.”
…
Waktu meloncat dari jam delapan malam menjadi jam dua tengah malam, dan Feng Baiyi melepaskannya.
Su Yan tidak bisa bergerak, tubuhnya terasa kaku dan remuk. Feng Baiyi memeluknya dan tertidur dengan cepat.
Dia tidak tidur selama dua malam berturut-turut, dia sangat kelelahan. Sambil memeluk Su Yan, dia berbaring dan tertidur.
Pagi-pagi sekali, saat Su Yan bangun, matanya menatap ke wajah yang ada di hadapannya, wajah itu masih memejamkan matanya rapat-rapat, bulu matanya yang panjang menutupi kelopak matanya, membentuk bayangan berbentuk kipas, sangat indah, tapi sayang sekali tumbuhnya pada pria yang busuk ini.
Su Yan menggerakkan tubuhnya, dia baru menyadari bahwa lengan Feng Baiyi bertumpu pada pinggangnya, dia pun bergumam di dalam hati, “Sialan Feng Baiyi, kamu ternyata, ternyata…”
Su Yan mengumpulkan tenaga, mencoba turun dari tempat tidur, sangat menginjak lantai, kakinya terasa lemas seperti mie.
Badannya pegal, dia menggigit bibirnya dan kedua kakinya mencoba untuk berdiri dengan sekuat tenaga.
__ADS_1
“Feng Baiyi, dasar kamu bajingan!” Gawat, dia tidak akan punya bayi, kan?
Su Yan tertegun sejenak, tidak, dia tidak menginginkan bayi, sama sekali tidak mau, dia hanya menginginkan bayi Kak Chi, Kak Chi sudah tidak mungkin lagi, tetapi itu tidak berarti dia menginginkan bayi pria lain.
Feng Baiyi belum juga bangun.
Dia benar-benar tidur seperti orang mati, dasar pria busuk, hatinya dipenuhi kebencian! Pagi-pagi seperti ini, dia masih tidur seperti babi mati. Dia telah menjaga tubuhnya untuk Kak Chi, tapi ternyata sekarang dia malah memberinya kepada babi mati ini.
Tiba-tiba bola matanya berputar, dia akan membunuhnya, oh! Tidak, membunuh itu melanggar hukum!
Dia ingin membuatnya menjadi kasim?
Uh! Tidak, mungkin Anda harus masuk penjara!
Kalau begitu dia…
Su Yan berdiri dengan kesal, memakai pakaiannya terlebih dahulu, lalu bangun dan pergi keluar untuk mencari gunting. Pertama-tama, dia memotong bajunya, dipotong menjadi banyak potongan kain, lalu memotong celananya, menjadi banyak potongan kain juga. Setelah puas memotong, dia berlari ke samping tempat tidur, melihatnya masih tertidur.
Sebenarnya, Feng Baiyi sudah bangun sejak pagi-pagi sekali, dia mengira bahwa dia akan mendengar Su Yan berteriak ketika dia bangun, tetapi tidak ada suara sama sekali, dia merasa aneh, tidak tahu apa yang akan dilakukan gadis kecil itu.
Su Yan naik ke tempat tidur dan membalikkan badan Feng Baiyi. Fenh Baiyi pun sangat kooperatif, menunggu untuk mengetahui apa yang akan dilakukan gadis ini. Su Yan dengan hati-hati mengikat tangannya dengan potongan kain. Feng Baiyi terkejut, tapi dia tetap tidak bergerak.
Kemudian dia merasa kakinya juga diikat, kedua kaki dan kedua tangannya diikat.
Su Yan memeriksa sekali lagi dengan hati-hati, menatapnya, tiba-tiba dia tersipu malu dan melempar sepotong pakaian untuk menutupinya.
“Feng Baiyi sialan, aku ingin balas dendam!” Memikirkan bahwa dia terus ditindas olehnya, dia merasa sedih dan air matanya jatuh lagi.
Feng Baiyi membuka mata, melihat bahwa dia sedang menangis, secercah rasa penyesalan muncul di matanya. “Kenapa kamu menangis? Aku bahkan telah menurut dan rela diikat seperti ini olehmu, apakah ini masih belum cukup?”
Nada suaranya sedikit tidak berdaya, kenapa dengan gadis ini?
“Ah!” Su Yan menyeka air matanya, “Kamu, kamu sudah bangun?! Heng, bagus kalau begitu!”
Su Yan meraih kamera dan berjalan ke samping tempat tidur, melihat otot-ototnya yang kuat, rambut hitammya yang panjang, kulitnya yang berwarna gandum, bahunya yang lebar, pinggang yang ramping…
Su Yan menarik napas dalam-dalam, “Huh! Apa hebatnya punya tubuh bagus!”
Lagi pula, bukannya dia belum pernah melihat.
Su Yan mencoba untuk menahan wajahnya yang memerah, mengertakkan gigi, tersiksa dan sedih, mengambil kamera, lalu mengarahkannya pada pria itu.
“Sayang, kamu bukan memfotoku untuk dilihat diam-diam kan?” Feng Baiyi tidak menyangka Su Yan akan mengambil foto tubuhnya, foto tubuh telanjangnya.
“Huh, Feng Baiyi, aku ingin memasang foto telanjangmu di internet agar nama baikmu hancur! Siapa suruh kamu menindasku, aku ingin balas dendam, aku beritahu padamu, aku bukan orang yang bisa ditindas dengan mudah!”
Feng Baiyi tertegun, dia tidak menyangka gadis kecil itu bermaksud seperti itu. Dia tidak keberatan gadis kecil itu mengambil fotonya dan menikmatinya secara pribadi, tetapi dia jelas tidak mengijinkan jika fotonya di pasang di internet. “Sayang, lepaskan aku!”
__ADS_1
“Huh! Tidak akan!” Teriak Su Yan sambil mengambil beberapa lembar foto, sekitar lusinan foto diambil dari berbagai posisi dalam satu tarikan napas, dia menekan tombol foto dengan cepat. Bahkan, dia tidak tahu bagaimana hasil fotonya. Setelah memfoto beberapa saat, dia baru merasa puas. “Huh, kamu pasti tidak menyangka, kan?”
Feng Baiyi menjulidkan matanya, “Apakah menurutmu ini bisa menjebakku?”
Su Yan berlari keluar, menyembunyikan kamera, lalu masuk lagi dengan membawa gunting. “Tentu saja itu tidak akan cukup! Aku juga ingin menjadikanmu seorang kasim, Feng Baiyi!”
Sebenarnya, dia hanya ingin menakutinya, dia tidak berani benar-benar melukainya, dia takut masuk penjara.
Feng Baiyi mengangkat alisnya dan menggerakkan-gerakkan tubuhnya dengan malas, “Sayang, ini adalah kebahagiaan selama sisa hidupmu, kamu tidak menginginkannya?”
“Diam!” Su Yan mengatupkan mulutnya, matanya menajam dan menatap mata Feng Baiyi. Gunting itu terlihat sangat tajam, tetapi Feng Baiyi sama sekali tidak terlihat takut, dia hanya terus menatap Su Yan.
“Apakah kamu rela?” Dia bertanya dengan suara rendah dan nada yang mesrah.
“Diam, apa kamu tidak mendengarku menyuruhmu diam?” Dia galak seperti singa betina. Gunting itu berayun beberapa kali di depannya, “Aku akan membuatmu menjadi seorang kasim, sehingga dalam sisa hidupmu, kamu tidak akan bisa menjadi pria maupun wanita!” Siapa suruh kamu menyakitiku, dasar pria brengsek!”
Wajah tampan Feng Baiyi tidak berubah sama sekali, menatapnya dengan malas, setengah menyipitkan matanya, “Potong saja, hati-hati, jangan melukai dirimu sendiri!”
“Diam kamu!” Sial, dia bahkan tidak takut, Su Yan pun menjadi semakin marah! Duduk di tempat tidur sambil memegang gunting, matanya takut untuk benar-benar menghadapi penjahat yang sebenarnya ini, dia bahkan tidak meminta ampun, “Feng Baiyi, bajingan kamu, aku benar-benar akan melakukannya, aku ingin kamu menjadi seorang kasim!”
“Sayang, jika aku bilang tidak, apakah kamu mau melepaskanku?” Feng Baiyi mengedipkan mata. Sialan, dalam situasi seperti ini, dia masih bisa genit.
“Dasar kamu cabul!” Dia menjadi semakin marah ketika dia melihat Feng Baiyi terlihat datar.
Sambil berbicara, dia benar-benar membuka gunting, jika dilihat, dia benar-benar akan melakukannya. “Kamu yang memaksaku melakukannya, aku tidak peduli lagi jika harus masuk penjara!”
“Sayang…” Melihat keadaan yang tidak terlalu baik, Feng Baiyi segera menggerakkan tangannya. Ketika dia mengeluarkan tenaga, potongan kain yang awalnya memang diikat Su Yan tidak terlalu kencang, ditambah lagi kekuatannya yang lebih kuat dari orang biasa, potongan kain di tangannya pun berhasil dia sobek. Dia pun berbalik dan turun dari tempat tidur.
Su Yan gagal, Feng Baiyi menangkap tangan kecilnya dengan cepat, gunting yang awalnya ada di tanganya pun berpindah ke tangan Feng Baiyi. “Sayang, kamu berani membunuh suamimu sendiri, bagaimana kamu bisa melakukan hal semacam ini!”
“Ah…” teriak Su Yan. “Bagaimana kamu bisa melepaskan diri, aku sudah mengikatnya dengan sangat erat!”
Dia berjuang untuk merebut gunting di tangan pria itu. Feng Baiyi menahan tangannya dan melempar gunting ke pinggir. Sialan, lain kali dia akan membuang semua senjata tajam yang ada di rumah.
Kakinya masih terikat, jadi dia hanya bisa menggunakan tangan untuk menahan gadil itu. “Sayang, pagi-pagi begini kamu sudah bangun, apakah kamu kurang lelah?”
Dia mulai menciumnya. Ketika Feng Baiyi telah melepaskannya dengan tidak rela, kulit Su Yan sudah merah, begitu lemas dan hampir mati karena tidak bisa bernapas.
Feng Baiyi juga sedikit terengah-engah. Dia memandang Su Yan dan berbisik kepadanya: “Sayang, aku ingin kamu menjadi wanitaku selama-lamanya! Aku tidak hanya menginginkan dirimu, aku juga menginginkan ini…”
Dia mengulurkan jari rampingnya dan menggambar lingkaran di dada Su Yan, “Hatimu… aku juga menginginkannya…”
“Dasar bajingan!” Dia menggeram.
Dia menginginkan hatinya, tidakkah dia terlalu rakus?
Meskipun dia tidak bisa menjaga tubuhnya, tapi dia masih ingin menjaga sebuah ruang di hatinya untuk Kak Chi. Ketika dia teringat pada Kak Chi, hatinya hancur lagi.
__ADS_1
“Hatiku tidak akan kuberikan padamu, aku hanya akan memberikannya pada Kak Chi, hanya Kak Chi, bukan untukmu, bukan untukmu!” Dia berteriak sambil menutup matanya, menginginkan hatinya, tidak akan pernah bisa.