AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 616 Tekadku Sudah Bulat


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Tidak tahu apa yang dikatakan di telepon, Feng Baiyi menutup teleponnya lalu menatapnya.


Wajah Su Yan tersipu malu, “Tolong pakaikan baju untukku!”


Hello! Im an artic!


Dia pergi ke dapur untuk mengambil dasternya lalu memakaikannya kemudian dia tertawa dan memberitahunya, “Rong Hanchi dan Feng Linger sudah menikah lagi!”


Su Yan kaget lalu berkata sambil tertawa, “Akhirnya Kakak Chi punya pasangan!”


“Dia mendirikan sebuah perusahaan baru di Amerika yang sepenuhnya mengakuisisi saham Grup Rong!” Feng Baiyi berkata.


“Apa maksudnya?”


Hello! Im an artic!


“Dia mau menghancurkan Grup Rong!”


“Hah…..” Su Yan kaget.


“Semua ini dilakukan karena dirimu!” Feng Baiyi menghela napas, “Tidak tahu Feng Linger menikah kembali dengannya benar atau salah!”


Feng Baiyi berjalan ke sofa dan merokok setelah Feng Baiyi memakaikan baju tidurnya.


Sepertinya Su Yan mengerti sesuatu sehingga ekspresinya terlihat suram. Rong Hanchi tidak bisa menerima kenyataan Song Baikuan membohongi mereka, dia pergi mengaduk adonannya dengan diam. Hatinya merasa agak sedih, Kakak Chi menyerah saja karena semuanya benar-benar tidak bisa kembali lagi, apakah tidak bisa melewati hari dengan bahagia?


Kuenya segera matang.


Su Yan mengambil dua potong dan memberikan sepotong untuk Feng Baiyi.


Dia baru mau makan tapi ponselnya berbunyi. Ini adalah ponsel yang baru Feng Baiyi belikan untuknya, ponselnya selalu bermasalah akhir-akhir ini sehingga sudah tidak tahu sudah berapa kali dia mengganti ponsel.


Su Yan mengambil ponselnya dan melihat layarnya dan itu adalah nomor tidak dikenal, dia mendengar suara Song Baikuan setelah mengangkatnya, “Kamu?”


Mengapa dia tiba-tiba meneleponnya? Su Yan merasa sangat aneh.


Su Yan bernapas lega sejak dia tahu jika dirinya bukan anaknya, tidak tahu kenapa dia tidak pernah suka dengan Song Baikuan, dia selalu menolaknya.


“Ada apa?”


“Yanyan, paman minta maaf, paman ingin minta maaf langsung kepadamu!” Terdengar suara serak Song Baikuan dari sana.


“Tidak perlu karena aku tidak ingin bertemu denganmu!” Su Yan berkata dengan tajam, “Aku tidak ingin bertemu orang yang penuh muslihat, maaf jangan membuat nafsu makanku hilang!”


Su Yan berkata lalu menutup teleponnya.


“Song Baikuan?” Feng Baiyi mengerutkan keningnya.


“Ya!” Su Yan mengerutkan keningnya dan nafsu makannya telah hilang, dia berkata setelah beberapa saat, “Apakah aku boleh pergi bertemu dengan Kakak Chi?”


Feng Baiyi mengerutkan keningnya, “Kamu ingin menghentikannya?”


“Tidak tahu tapi aku merasa tidak bisa tenang!” Su Yan berkata dengan jujur.


“Baik! Aku akan mengantarmu setelah makan!”


Feng Baiyi membawa Su Yan ke Grup Rong.

__ADS_1


Dia tidak turun tapi menunggunya di dalam mobil.


Su Yan berjalan masuk ke Grup Rong dan tiba-tiba terdengar sebuah suara di belakangnya, “Yanyan?”


Su Yan segera menghentikan langkahnya dan melihat Rong Hanchi berjalan ke arahnya.


“Kakak Chi!” Dia sudah beberapa hari tidak bertemu dengannya dan Rong Hanchi terlihat lebih kurus, matanya merah dengan lingkaran mata yang gelap dengan baju yang kusut, wajahnya yang tirus terlihat berkumis tapi yang membuat orang merasa sedih adalah tatapan matanya yang kosong yang seolah-olah telah kehilangan warna untuk selamanya.


“Kakak Chi.” Su Yan segera menghampirinya dan merasa sedih melihatnya.


Rong Hanchi tersenyum untuk menenangkannya, “Yanyan, aku baik-baik saja.”


Su Yan tahu jika Rong Hanchi sedang bersedih tapi semua kata-kata saat ini tidak akan berguna, dia hanya bisa menghela napas dan berharap waktu bisa menyembuhkan lukanya.


“Mengapa kamu datang?” Dia tersenyum datar dan Rong Hanchi tiba-tiba memegang badan Su Yan dengan erat dan membenamkan wajahnya di pundaknya, dalam keheningan sosok yang tinggi itu mengendus dan Su Yan merasakan air mata yang panas menembus bajunya.


“Kakak Chi!” Dia memeluk badan Rong Hanchi dengan erat sampai emosinya stabil, dia baru berkata, “Aku datang menjengukmu! Bisakah kita pergi ke kantormu?”


“Baik.” Dia mengendalikan emosinya dan wajahnya yang dingin kembali lagi tapi matanya yang penuh garis merah masih terlihat kosong, Rong Hanchi merangkul Su Yan.


Di matanya terlihat ada sinar yang rumit karena dia tidak menyangka dia akan datang dan dia sepertinya tahu maksud kedatangannya, dia tetap berkata, “Ayo, kita ke kantorku!”


Setelah hari itu, seolah-olah tidak terjadi apa-apa ketika mereka pertama kali bertemu, Su Yan tersenyum ceria dan dia menangis ketika melihatnya lagi!


“Baik!” Su Yan mengangguk.


Mereka berdua masuk ke dalam lift.


Rong Hanchi berkata kepada sekretarisnya, “Bawakan segelas jus dan segelas kopi!”


Dia tidak lupa jika Su Yan suka minum jus.


Jusnya segera tiba dan sekretarisnya berjalan keluar.


“Kakak Chi…..”


Mereka berdua berkata hampir pada saat bersamaan.


Lalu mereka berdua terdiam dan tertawa.


“Kakak Chi!” Su Yan masih belum berkata tapi matanya sudah merah.


Mereka pernah saling mencintai dulu! Pada saat ini hanya bisa saling bertatapan seperti ini dan sudah tidak ada cinta di dalam matanya! Hanya ada perhatian yang sangat dalam. Cinta selama sepuluh tahun telah merasuk ke dalam tulang dan dia selamanya adalah kakak yang dia cintai!


Mata Su Yan memerah sebelum bicara melihat tampangnya yang rapuh.


“Yanyan, aku baik-baik saja.” Suara serak terdengar dan Rong Hanchi menatap Su Yan dengan diam dan penuh kasih sayang, “Janji padaku, kamu harus bahagia!”


“Kamu juga!” Su Yan mencoba berkata, “Maafkan dia, kamu juga tidak bisa bahagia jika menghancurkan Grup Rong!”


“Kamu sudah tahu?” Dia tidak terlalu kaget karena Rong Hanchi tahu jika masalah akuisisi Grup Rong sudah tersebar dan dia sudah beraksi lumayan banyak dalam beberapa hari yang singkat ini, selama bekerja keras sedikit lagi maka tidak sampai seminggu Grup Rong akan bangkrut dan selamanya tidak ada Grup Rong lagi karena dia telah memindahkan banyak uang, mungkin Song Baikuan juga akan segera tahu!


“Ya! Aku sudah tahu!” Su Yan mengangguk, “Aku harap Kakak Chi bisa bahagia, bagaimanapun juga kamu tetap keluarga Rong! Dia berbuat seperti itu juga demi keluarga Rong, aku tahu sulit jika harus memaafkan dia tapi semuanya sudah tidak bisa kembali lagi, buat apa kita mempermasalahkan hal yang telah terjadi sehingga membuat diri kita sendiri tidak bahagia?”


“Dia menghancurkan kebahagiaanku!” Rong Hanchi seolah-olah dia telah kehilangan sesuatu yang membuat dadanya sesak, cintanya kepada Su Yan dan dia benci dengan dirinya sendiri, jika dia mencurigainya sejak awal maka mungkin dia tidak akan kehilangan Su Yan sehingga cintanya yang dalam tidak bisa membuat orang lain masuk ke dalam hati Su Yan.


Yang dia sukai adalah obsesi ini!


Dia menatap wanita ini dengan bengong, dia adalah dewi yang selalu dia jaga sejak kecil tapi pada akhirnya…..

__ADS_1


Jika dia bukan ayahnya maka mungkin dia akan membunuhnya! Dia hanya merasa dirinya sangat sedih, dia adalah orang yang paling menyedihkan di dunia ini! Semuanya tidak bisa kembali lagi!


“Kakak Chi!” Su Yan berkata dengan sedih, dia melihat wajah yang sangat dicintainya dulu, mereka telah kehilangan masing-masing! Hatinya tetap merasa sedih ketika melihatnya sedih pada saat ini, “Aku harap kamu bahagia, kehidupan manusia adalah sebuah perjalanan yang selalu akan menemui pemandangan yang berbeda, bagaimana kita bisa tahu pemandangan indah di depan jika kita tidak melangkah maju? Kita hanya bisa melepaskan pemandangan indah yang sudah lewat dan menikmati pemandangan indah di depan, Kakak Chi, apakah kamu mengerti?”


“Aku mengerti!” Rong Hanchi tertawa tapi dia tidak bisa melakukannya, wajahnya dingin dengan mata yang hampa dan kehilangan mata tajamnya yang dulu juga kehilangan warna. Matanya terlihat kesepian dan wajahnya terlihat sangat menderita, “Tapi aku tidak bisa melakukannya! Yanyan, kamu jangan membujukku lagi, aku tahu apa yang sedang aku lakukan!”


“Tapi….. ini semua adalah hasil jerih payahnya, biar bagaimanapun Grup Rong adalah hasil susah payahnya, aku rasa dia berbuat seperti itu hanya untuk membuat Grup Rong bisa lebih bersinar lagi!”


“Hancurkan saja! Dia tidak bisa menyakiti orang lain lagi jika menghancurkannya!” Rong Hanchi berkata dengan penuh kepastian, “Tekadku sudah bulat, Yanyan, jangan membujukku lagi!”


“Aku hanya takut Kakak Chi akan menyesal dan sedih suatu hari nanti!”


“Pulanglah, kamu hanya perlu membiarkan kakak tahu jika kamu bahagia!” Dia melihat Su Yan yang sedang mengkhawatirkannya, Rong Hanchi tiba-tiba merasa hatinya sakit karena dia tidak bisa memeluknya lagi ketika ingin memeluknya, tidak bisa lagi! “Aku akan membawa Feng Linger pergi seminggu kemudian!”


Su Yan masih ingin bicara tapi ponselnya berbunyi.


Suara ponsel menghentikan percakapan mereka berdua.


“Turunlah, dia pasti sedang mencarimu!” Dia berkata.


Su Yan melihat ponselnya dan memang benar jika itu adalah telepon dari Feng Baiyi. Dia tidak mengangkatnya dan mematikannya. Dia melihatnya, “Kakak Chi, bisakah kamu memikirkannya lagi?”


“Jangan membujukku lagi! Aku sudah memutuskannya!” Dia tetap mengatakan kata yang sama.


Dia telah memutuskan maka tidak akan menundanya lagi!


“Baiklah! Aku pergi dulu!” Su Yan menghela napas lalu dia bangun dan mau pergi.


“Yanyan!” Dia tiba-tiba memanggilnya.


“Ya?” Dia menoleh.


Dia mengambil sebuah kotak dari dalam laci, “Selamat ulang tahun!”


Su Yan kaget dan dia merasa hidungnya merasa gatal karena dia masih mengingat hari ulang tahunnya meskipun kondisinya sudah seperti ini, Su Yan merasa bersalah kepada Rong Hanchi, dia mengambilnya dan berkata, “Terima kasih Kakak Chi!”


“Pergilah!”


Su Yan mengambil hadiahnya lalu berbalik dengan mata merah dan segera berjalan pergi!


Rong Hanchi melihat sosok Su Yan sampai pintunya tertutup, dia jatuh di kursi dan merasa sangat sedih! Dia merasa luka di hatinya terasa sangat sakit, bagus juga jika seperti ini karena ada Feng Baiyi yang akan menyayangi dan menjaganya, dia bisa melewati harinya dengan baik kelak sehingga dia tidak perlu mengkhawatirkannya lagi!


Su Yan meninggalkan Grup Rong sambil membawa hadiah yang diberikan oleh Rong Hanchi, hatinya tetap merasa khawatir karena dia tidak bisa membujuknya untuk melupakan masalah menghancurkan Grup Rong karena dia takut Rong Hanchi akan menyesal dan sedih suatu hari nanti.


Feng Baiyi tahu jika dia tidak berhasil melihatnya keluar seperti ini.


Dia melihat kotak yang dia bawa maka dia mengambilnya dan meletakkannya di kursi belakang.


Mobil meninggalkan Grup Rong dan Su Yan bersandar di jendela depan, anginnya terasa agak dingin tapi menyadarkannya, dia bersandar di jendela sambil memikirkan semua tentang Rong Hanchi.


“Jangan dipikirkan lagi! Dia tidak akan berubah!” Feng Baiyi meliriknya, “Aku juga akan melakukan itu jika itu aku!”


“Hah…..” Su Yan kaget, “Kamu juga akan melakukannya?”


“Semua pria tidak bisa menerima dipisahkan seperti ini apalagi Rong Hanchi adalah orang yang sangat setia!” Feng Baiyi berkata dengan tenang, “Grup Rong bisa seperti ini semua karena perbuatan Song Baikuan!”


Su Yan mencerna kata-kata Feng Baiyi dengan diam dan hatinya merasa semakin tidak tenang.


Feng Baiyi membawa Su Yan ke Grup Feng.

__ADS_1


Tidak diduga di depan kantor presiden terlihat Chen Huilun yang memakai pakaian kerja, Su Yan kaget lalu dia mendengar Chen Huilun berkata, “Presiden, kamu sudah kembali?”


“Huilun? Feng Baiyi tertegun, “Apakah kamu sudah sembuh? Sudah bisa kerja?”


__ADS_2