
Hello! Im an artic!
“Kenapa kamu bisa berpikir seperti ini?” Song Yin bingung, menggelengkan kepala. “Aku bukan bermaksud seperti ini, aku tidak bermaksud seperti itu.”
Tiba-tiba Yu Jinglan menimpanya, seluruh tubuhnya menekan Song Yin. Song Yin terkejut, bertanya dengan gugup : “Kamu, kamu kenapa?”
Hello! Im an artic!
Tiba-tiba Yu Jinglan memeluknya, berkata dengan kejam di telinganya : “Sebaiknya kamu berliburan dengan baik bersamaku, jika tidak aku akan membuang kamu keluar!”
Intonasi sesuka hati, dengan ancaman yang manis, membuat sudut bibir Song Yin menajam. Yu Jinglan menumpu dagunya di bahu Song Yin, merentangkan tangannya memeluk pinggang ramping Song Yin, nafasnya sangat dekat, membuat Song Yin merasa geli.
Song Yin mencium wangi yang unik ditubuhnya dan juga wangi sabun yang ia gunakan, bercampur dengan bau rokok pada dirinya, hatinya terasa manis, terasa seperti dirinya menjadi sangat dekat dengannya.
“Sudahlah, jalankan mobil!” Song Yin mendorongnya pelan, sedikit canggung, wajahnya memerah dan berkata : “Jika terus begini kapan baru akan tiba!”
Hello! Im an artic!
Hidung Yu Jinglan mengusap lehernya, dan bibirnya menyentuh kulitnya, bergumam : “Tidak boleh mengatakan kata-kata yang merusak suasana lagi!”
Song Yin tersenyum. “Iya, aku tidak mengatakan perkataan seperti itu lagi, oke?”
“Sebaiknya begitu!” Kemudian Yu Jinglan duduk rapi dan menjalankan mobil.
Tidak tertahan Song Yin tersenyum, wajah lembutnya sedikit malu, begitu indah, membuat jantung Yu Jinglan berdebar kencang, ia tersenyum : “Kamu tidak mau pergi denganku karena takut aku memakanmu?”
“Kakak Yu… ” Song Yin berteriak pelan, menoleh melihat kearah luar jendela.
“Wanita bodoh!” Tiba-tiba terdengar suara tawaan, senyuman diwajah Yu Jinglan berangsur-angsur meningkat.
Kota R.
Hotel Hong Jing.
Yu Jinglan membawa mobilnya ke Hong Jing lebih dulu, berencana membawa Song Yin makan malam dulu, setelah itu baru pergi mall di kota R, ada peternakan penggununan disini, sangat ekologis dan merupakan tempat yang baik untuk berkemah santai.
Baru saja turun mobil, mau masuk ke lobi Hong Jing, ada beberapa orang yang keluar dari lift.
Seorang wanita yang cantik, sepasang mata yang sangat cantik dan menawan dan dia bahkan sangat mempesona.
Perhatian Song Yin ditarik oleh wanita itu, sedikit familiar, ohh! Benar sekali, dia adalah model cantik yang terkenal di Kota R, Jiang Lan, ia adalah pembawa acara hiburan yang terkenal di kota R, kesukaan publik yang baru, dan penggemar masyarakat kelas atas, Song Yin pernah melihatnya di TV.
Terkejut dirinya bisa melihat pembawa acara cantik itu didunia nyata, tiba-tiba wanita cantik itu berteriak. “A! Lan! Kamu datang ke kota R?”
Yu Jinglan terkejut, masih belum sempat bereaksi, Jiang Lan berjalan kemari, langsung merangkul leher Yu Jinglan , berteriak dengan sangat bersemangat : “Lama tidak berjumpa, Lan, aku sangat merindukanmu!”
Song Yin melihat Jiang Lan berjalan kembali, langsung memeluk Yu Jinglan , ia terdiam,tiba-tiba muncul rasa cemburu dalam hatinya, rasanya sangat tidak nyaman.
Seketika, Yu Jinglan memuramkan wajahnya, tatapannya bagai kabut, dia menghindar, tersenyum ringan, namun tidak ada senyuman di matanya. “Oh, Jiang Lan, kebetulan sekali, bertemu disini!”
“Lan!” Dihindari oleh Yu Jinglan , Jiang Lan sedikit canggung, namun juga tidak marah, menepuknya, kemudian berkata : “Iya, kami habis makan di lantai 23, kamu datang memantau pekerjaan?”
Karena menunduk, jadi Song Yin tidak melihat tindakan Yu Jinglan yang menghindar, wajah kecilnya berubah, hatinya seperti ditusuk, sakit namun tidak dapat teriak.
Song Yin memundurkan langkahnya, ingin menarik jarak antara dirinya dengan Yu Jinglan , tidak terpikir Yu Jinglan memiliki mata dibelakang, langsung menariknya, menariknya ke sisinya, tangan besarnya merangkul pinggang ramping Song Yin, memperlihatkan postur mesranya.
Song Yin bingung, menaikkan tatapannya, malah melihat Yu Jinglan tidak melihat dirinya, namun sedang berbicara dengan Jiang Lan : “Bukan, datang liburan!”
* * *
Melihat sikap posesifnya, Jiang Lan menjatuhkan tatapan pada wajah Song Yin, tatapan cemburu melintas di matanya, namun tersenyum dan berkata : “Oh! Ternyata datang liburan? Sejak kapan begitu santai? Namun memang seharusnya beristirahat sejenak.”
Jiang Lan juga tak berbicara dengan Song Yin, langsung menoleh menatap Yu Jinglan , mengedipkan matanya, berkata : “Lan, jika ada waktu malam nanti, ingat datang mencariku, aku masih tinggal apartemen yang dulu, kamu tau yang mana, pintuku selalu terbuka untukmu!”
Jiang Lan sengaja mengatakan kalimat ini, kemudian tersenyum dan membalikkan badan pergi.
__ADS_1
Yu Jinglan mengerutkan alisnya, wanita brengsek, dia sengaja!
Song Yin mendengar kalimat terakhir, hatinya cemburu, namun berkata dengan suara rendah : “Kakak Yu! lepaskan aku!”
Dan mulai menjauhinya.
Yu Jinglan mengerutkan alisnya, merangkul pinggangnya dan berjalan kearah lift. “Cemburu?”
Wajah Song Yin memerah. “Mana ada?”
“Bohong! Apa mengaku cemburu bisa mati?” Yu Jinglan meneriakinya dengan tidak segan.
Song Yin dengan cepat menundukkan kepalanya, tidak membiarkan orang melihat ekspresinya, sedikit frustasi dan malu karena ketahuan.
Langsung masuk ke lift VIP, menekan lantai 20, menunggu lift naik.
Didalam lift hanya ada 2 orang, Song Yin sedikit berhati-hati, melepaskan tangan besarnya dari pinggangnya. Terdengar suara berat yang rendah : “Dia sengaja, tidak seperti yang kamu pikirkan!”
“Kenapa?” Song Yin bingung, ia tidak bereaksi untuk sesaat.
Yu Jinglan mengerutkan alisnya, melihat matanya begitu berat membuat orang sedih, rambut hitamnya menutupi matanya, tatapannya bersinar. Song Yin tertegun, hatinya bertahan, dan tiba-tiba seperti mengerti sesuatu. “Oh, kamu bilang dia sengaja bilang kepadamu untuk mencarinya nanti malam?”
Yu Jinglan meliriknya, sedikit canggung, menolehkan kepalanya, melihat indikator lift terus berubah. “Sepertinya kamu tidak memercayaiku!”
Yu Jinglan teringat tadi dia berpikir untuk menghindar, dan berpikir menghindar tanpa jejak, seperti ingin menarik jarak dengan dirinya, sarafnya menjadi suram.
Song Yin menghela nafasnya, wajahnya tersenyum, sedikit canggung, “Tapi tiba-tiba datang seorang wanita, begitu bersemangat, berbicara dengan begitu mesra, dan begitu mesra denganmu, siapapun bisa asal berpikir! Lagipula kamu begitu disukai oleh wanita, dan kamu juga kelihatannya begitu pemain, sering ada rumor dengan wanita lain, siapa yang tau itu asli atau palsu. . . . ”
Tiba-tiba Song Yin membesarkan matanya, melihatnya mengerucutkan bibirnya, Yu Jinglan tersenyum : “Haha… ”
Apa yang dia lakukan, sangat cepat ekspresi wajahnya berubah, tadinya masih begitu mendung, seketika kembali cerah, “Aku sangat banyak disukai wanita?”
Song Yin terbengong, seketika tidak tau mau berkata apa?
Ternyata tertawa karena ini, sungguh sangat percaya diri, melototinya, malah melihat dia sedang melihat dirinya sendiri, tatapannya seperti mau meledak, mengatup bibirnya, dengan suara kecil ia berkata : “Iya, jika tidak percaya, coba kamu berdiri di tengah jalan dan berteriak, tanyakan apakah ada orang yang bersedia menikah denganmu, jika kamu membuka suara, semua wanita di kota R ini akan berlari ke kamu dan berebutan mau menikah denganmu!”
“Aku, aku karena video!” Song Yin sedikit panik, menghindari tatapannya.
Tubuh tinggi Yu Jinglan bergerak, membungkukkan tubuhnya dan menatap Song Yin, Song Yin tidak sempat bersembunyi, dia terkejut. “Ya! Apain kamu?”
“Aku mau melihat apakah kamu berbohong!” Sudut bibir Yu Jinglan menajam, susah ditebak maknanya.
“Aku, kenapa aku harus berbohong?” Song Yin membesarkan matanya, berusaha menegaskan tatapannya, tidak melihat kearah lain, jika tidak akan ketahuan jika ia berbohong.
Yu Jinglan berdiri tegak, menatapnya lama, kemudian tersenyum lagi.
Walaupun dia memang sangat tampan ketika tersenyum, tapi juga tidak perlu terus tersenyum bukan? Sengaja memperlihatkan ketampanannya kepada orang.
Lift tiba di lantai 20, Song Yin berjalan mengikutinya, menyadari ia berjalan kearah ruang Presiden, “Bukankah kamu mau makan? Kenapa datang ke ruang ini? Kita bisa makan di restoran!”
“Apa tidak bisa jika makan di ruangan?” Yu Jinglan mengangkat alisnya, jelas tidak ingin mengatakannya, “Aku suka makan di ruangan, jika kamu bersedia menjadi wayang monyet, kamu bisa makan di restoran saja, membiarkan orang-orang menontonmu!”
“Oh!” Ternyata begini, Song Yin mengira…
Oh! Ternyata Song Yin yang berpikir banyak, wajah mungilnya memerah.
Keduanya makan di ruangan Presiden, Song Yin khawatir apakah dia kelelahan setelah menyetir selama berjam-jam, ingin menyuruhnya istirahat, namun Yun Jinglan malah bersikeras ingin membawanya pergi belanja, jadi mereka berdua pergi ke mall, dan ini adalah kali pertama keduanya berjalan bersama mengelilingi mall.
Jas Yu Jinglan yang dibuat khusus, sama hitamnya dengan warna rambutnya, dipadu dengan kemeja yang sedikit keabuan, tampak bersinar. Jam 3 sore, Yu Jinglan membawa Song Yin ke mall paling bagus, mungkin pada jam segini sangat banyak orang yang berbelanja, Yu Jinglan mengerutkan alisnya, kelihatannya tidak suka berbelanja.
Song Yin dengan sendirinya melihat perubahan ekspresinya. “Bagaimana jika kita tidak berbelanja saja!”
“Kenapa tidak?” Yu Jinglan mengerutkan alis. “Orang lain bisa kenapa kita tidak?”
“Kamu kelihatannya kelelahan!” Kata Song Yin.
__ADS_1
“Nanti malam baru istirahat, kita pergi beli tenda dulu! Malam ini mau tidur di penggunungan!” Kata Yu Jinglan .
“Apa ada serigala?” Song Yin bertanya dengan suara kecil, meski penasaran dengan camping, namun apakah tidak terlalu berani tidur di penggunungan?”
Yu Jinglan mengedipkan matanya, sedikit terkagum dengan pemikiran Song Yin. “Apa kamu begitu percaya dengan ekologi? Hewan seperti serigala, hanya ada di kebun binatang, dan di hutan pendalaman, walaupun ekologi di kota R sangat bagus, namun juga masih belum ada serigala!”
Wajahnya memerah lagi, Song Yin sedikit canggung, keduanya berjalan ke arah lift. Saat ini, ada beberapa orang yang juga berjalan kemari, melihat mereka hampir menyentuh tubuh Song Yin, tentu saja mereka juga tidak sengaja, namun Yu Jinglan malah menariknya, melindunginya, mengerutkan alisnya dan berkata dengan suara berat di telinganya : “Kamu tidak bisa menghindar ya? Jelas terlihat sekali pria seperti ini memang suka mencabuli kalian para wanita!”
Song Yin bingung, sebenarnya siapa yang mencabulinya?
Keduanya bergandengan mengelilingi mall, seketika, Song Yin sangat tidak terbiasa, merasa seolah-olah kaki dan tangan bukan lagi miliknya sendiri, jika bukan karena tangannya digandeng oleh Yu Jinglan , mungkin ia merasa dirinya sudah pingsan, namun digandeng olehnya, malah semakin pusing.
Keduanya naik lift umum, naik ke lantai 4, tempat menjual peralatan olahraga.
Tidak ramai setelah naik ke lantai 4, Song Yin mengikutinya, juga tak berani berbicara banyak, hatinya terasa lembut, rasanya jernih seperti air terjun mengalir, ternyata tidak berantem rasanya begitu baik, dan dia juga ada bercanda.
Menatap pria di sampingnya sampai sedikit terbengong, Yu Jinglan sedang mencari sesuatu, tampak lengkungan yang yang tampan dan dingin dari samping, alisnya mengerut, seperti sedang mencari sesuatu yang ia mau, menarik tangan Song Yin dan berjalan kesana.
Hari ini Yu Jinglan menampilkan kelembutan yang belum pernah ia lihat sebelumnya, tidak terburu-buru, juga tidak marah, namun tenang seperti air, walaupun terkadang masih bersikap sedikit sesuka hati, namun itu hanya untuk membuatnya tidak melawan, dan itu megejutkan, Song Yin benar tidak tau dia kenapa, seperti mengganti orang tiba-tiba, sangat baik padanya!
Namun, kelembutan ini dapat bertahan berapa lama? Apakah hanya sekejap mata? Song Yin benar-benar tidak tau.
Ketika tiba di toko tenda, pelayan melihat Yu Jinglan , terlihat sangat bersemangat, Song Yin menghela nafas, melihat tatapan pelayan itu bersinar menatap Yu Jinglan .
Iya juga, pria yang begitu tampan, berdiri disini, pesonanya sangat kuat dan menarik semua perhatian disini, ia benar-benar sangat tampan.
“Tuan, selamat datang, dengan senang hati melayani anda!” Kata para pelayan wanita.
Song Yin tertegun, kenapa tidak ada yang menyapanya? Dia juga salah satu pembelinya, dan juga dia datang bersama Yu Jinglan , pelayanan seperti ini benar sangat jelek, ada seorang pelayan sudah berjalan dengan menyanjung, tatapannya hanya menatap Yu Jinglan , mengabaikan Song Yin. “Tuan, mau beli tenda?”
“Hm!” Menjawab dengan dingin, dengan tatapan tajam menatap langkah kaki pelayan itu, dan Yu Jinglan menghindar ke samping, ia tidak suka ada wanita yang terlalu dekat dengannya.
Yu Jinglan meliriknya, melihat ada tenda untuk berdua yang bewarna abu perak sangat cantik, Yu Jinglan menyukai tenda ini, warnanya sederhana, ringan, modelnya bagus, dan tidak mencolok.
“Bagaimana dengan ini?” Dia bertanya pada Song Yin.
Song Yin juga sangat menyukai ini, diantara tenda bewarna-warni, hanya ini paling tidak mencolok, Song Yin tidak menduga ia akan menanyakan pendapatnya, Song Yin bergegas berkata : “Aku juga suka ini! Kelihatannya sangat sederhana, tidak mencolok!”
“Oke, ini saja, ambil yang baru!” Yu Jinglan berkata pada pelayan. “Cepat!”
Dia tidak berdiam lama, setelah memilih langsung mau mengambil barangnya, Yu Jinglan melemparkan kartunya pada pelayan.
Tatapan pelayan itu menyapu Yu Jinglan , Song Yin melihatnya dengan jelas, menghela nafas dalam hati, dia sangat tampan, sangat mencolok, Kakak Yu seperti tenda yang paling cantik itu, betapa Song Yin berharap dia adalah tenda yang paling sederhana itu.
Setelah Yu Jinglan menerima notanya, ia kembali menarik tangan Song Yin, satu tangan mengambil tenda, menariknya ke toko pakaian olahraga, terdengar suara teriakan dari belakang.
“Wah! Pria idaman, beli tenda untuk kencan?”
“Iya, aku juga ingin kencan dengan pria seperti itu, walaupun dimakan hingga tak bersisa juga tak masalah!”
“Wanita murahan!”
“Kalian tidak murahan? Emangnya kalian tidak mau?”
“Hahahahaha… ”
“… ”
Song Yin mengangkat bahunya, melirik Yu Jinglan , melihat dia mengerutkan alisnya, sepertinya juga mendengar apa yang dikatakan wanita itu.
Membawanya ke toko pakaian olahraga, “Nona, model set baju olahraga ini, mau satu set, yang model ini juga satu set, kira-kira dengan tinggi kami saja!”
“Baik! Tunggu sebentar tuan!”
Dia bilang mau beli dua pasang baju olahraga set pasangan, wajah Song Yin memerah, dia membeli baju olahraga model pasangan dengan dirinya.
__ADS_1
Tiba-tiba jantung Song Yin berdebar kencang. Namun ketika dia melihat melihat harga pada label bajunya, dia langsung menggelengkan kepala, menarik baju Yu Jinglan , berkata dengan pelan : “Kakak Yu, disini sangat mahal!”