
Hello! Im an artic!
Tatapan Mu Xue penuh dengan ketakutan, karena yang dilihatnya selain topeng adalah mulut para pria yang serakah itu. Ia hendak melawan, tapi tangan dan kakinya diikat, sehingga kalau ia melawan juga akan sia-sia.
“Jangan…”
Hello! Im an artic!
“Cewek cantik, tubuhmu masih belum merasakannya kah?” Seorang pria berjalan mendekat sambil tersenyum.
“Jangan…” Ia berteriak tanpa suara.
“Jangan berteriak lagi, kau sudah diberikan obat oleh kami. Kau takkan bisa berteriak! Tunggu abang-abang disini semuanya sudah puas, kami langsung membiarkanmu keluar, hahaha… Biar Qin Yinuo tahu, wanita miliknya sudah dicicipi oleh banyak pria…ya…”
“Jangan…Qin Yinuo, cepat tolong aku…” Air mata ketakutannya mengalir, dirinya tak bisa membayangkan bagaimana jika dirinya dipermalukan oleh segerombol pria ini, dirinya pasti tak punya keberanian untuk terus hidup. Qin Yinuo, kau dimana? Cepat tolong aku…
Hello! Im an artic!
Saat ini, seorang wanita berjalan masuk dari pintu. Ia juga sama mengenakan topeng. Begitu masuk pintu dan melihat pemandangan di depan, ia mendengus dingin, “Kenapa belum mulai, cepat!”
“Obatnya masih belum bereaksi. Tenang saja, nanti dia pasti akan memohon pada kami untuk terus melakukannya!” Pria yang memimpin menjelaskan.
Sepertinya wanita itu tidak puas, ia mendengus dingin, “Cepat sedikit!”
“Teman-teman, suntik sekali lagi!”
Mu Xue disuntik sekali lagi, dan saat ini ia bisa merasakan sebuah rasa panas menyeruak dari bagian perut bawahnya. Rasanya seluruh tubuhnya juga ikut memanas. Sebuah keinginan yang dalam muncul dari perutnya.
Tidak–
Mu Xue mengalirkan matanya dengan sengsara. Dirinya tak mau diperkosa oleh orang-orang ini! Qin Yinuo, cepat tolong aku…
Wanita bertopeng itu berjalan keluar, “Cepat sedikit. Setelah selesai, buang dia keluar. Dan kalian segera menghilang!”
“Ya!” Kelima pria itu langsung mendekat, dan tangan besar mereka diletakkan pada tubuh Mu Xue…
Kotor! Kotor sekali! Ia merasakan tubuhnya kotor sekali. Jangan sentuh aku, jangan!
“Srrt–” Baju di tubuhnya robek. Beberapa tangan besar itu merobek baju wolnya, lalu meraba badannya.
Tidak mau! Dirinya hendak berteriak, tapi tak ada suara yang keluar. Dirinya belum pernah setakberdaya ini. Saking tak berdayanya dirinya ingin mati rasanya. Beberapa tangan di atas tubuhnya terus mengganggunya, dan keteguhan hatinya terus dicabut. Ia tak mau kehilangan kendali diri, tak mau! Tapi seberapa besar pun kendali dirinya, tubuhnya sudah dikontrol oleh obat. Ia menggigit bibirnya dalam-dalam, berusaha menggunakan rasa sakit untuk mengontrol diri.
Dalam keputusasaannya, Mu Xue menggigit bibirnya sampai robek. Meski dirinya diikat oleh mereka, tapi ia tak henti-hentinya melawan. Tali mengikat dirinya meninggalkan jejak darah yang dalam.
“Lepaskanlah dia!” Entah siapa yang berteriak, “Kalau bermain seperti ini tak ada artinya!”
Obat dalam tubuh Mu Xue mulai mengeluarkan efeknya. Panas, panas luar biasa…
Ia menggerakkan tubuhnya. Di bawah sentuhan beberapa tangan besar itu, ia tahu dirinya tak boleh kehilangan akal sehat. Tak boleh, tapi ia pada akhirnya ia masih tak bisa mengontrol dirinya untuk mendesah.
“Lihat saja! Semua wanita itu sama saja, suka bermain-main!”
“Nanti dia akan melepaskan semua pakaiannya dan meminta kita untuk menidurinya!”
“…”
Mu Xue berteriak tanpa suara. Tubuhnya panas sekali. Lautan rasa panas menyiksa dirinya setengah mati. Tidak, lebih baik dirinya mati dibanding disentuh oleh orang-orang ini.
Qin Yinuo, cepat tolong aku…
__ADS_1
Dirinya lebih baik mati dibanding disentuh oleh mereka.
“Srrt–” Sekali demi sekali, baju wolnya dirobek. Tubuhnya yang putih hanya tertutup pakaian dalam, Mu Xue mulai putus asa! Ia mengulurkan tangan untuk menutupi tubuhnya, tapi tangannya langsung ditarik orang.
Ia menggunakan akal sehat terakhirnya untuk melawan, dan menabrakkan kepalanya ke arah tiang ranjang.
“Ah–wanita sialan, mau mati!”
Tapi, Mu Xue sudah berhasil menabrakkan kepalanya. Dahinya mengucurkan darah segar, dan tatapannya langsung gelap. Kemudian ia pingsan.
Saat ini pintu juga ditendang terbuka!
Sebuah sosok tubuh besar yang memegang pistol muncul di gudang. Ia melihat pemandangan di atas ranjang, pakaian Xiao Xue sudah dirobek dan terbaring di atas ranjang, sementara kelima pria itu juga tengah melepas pakaian mereka.
Qin Yinuo langsung menggila, rasanya ia ingin menembak mati kelima orang itu! Tapi, tubuh Xiao Xue!
Qin Yinuo berlari mendekat, melepas jasnya untuk menutupi tubuh Xiao Xue. Melihat dirinya yang penuh dengan luka, wajahnya yang penuh dengan darah, rasanya hatinya mencelos. “Xiao Xue, Xiao Xue, sadar!”
Setelah memastikan kalau ia hanya terluka dan bukannya mati, barulah Qin Yinuo lega. Hampir sedikit saja, kalau ia terlambat sedikit saja, takutnya…
Begitu beberapa pria di belakang melihatnya, mereka langsung bengong. Kemudian mereka melihat Zeng Li muncul di depan pintu sambil mengerahkan pistol. Saat ini, datang lagi seorang pria bertubuh tinggi dan sedingin setan, maka mereka berkata, “Bukan masalah kami. Ada orang yang membayar kami untuk mempermainkan wanita ini!”
Qin Yinuo membungkus tubuh Xiao Xue dengan jasnya, tidak membiarkan siapapun untuk melihat tubuh Xiao Xue. Saat ini wajahnya langsung sekeras besi. Ia marahnya bukan main. Sialan, mereka hendak mencelakai wanita miliknya! Qin Yinuo mengarahkan pistolnya dan hendak menembak.
“Nuo! Tak boleh, orang-orang ayahku ada diluar, tak boleh membunuh! Mereka bisa memenjarakanmu.” Zeng Li segera menghentikan Qin Yinuo, “Balas dendam banyak caranya! Kita bisa memukuli mereka setengah mati, tapi tak boleh membunuh mereka!”
“Serahkan saja pada polisi!” Feng Baiyi berkata di depan pintu, lalu melirik sekilas pada Mu Xue, “Sepertinya tidak diapa-apakan?”
Qin Yinuo mana punya suasana hati untuk bercanda bersama Feng Baiyi.
Tatapannya dingin.
Ia bahkan tak bisa membayangkan seberapa tak berdaya dan terlukanya wanita ini. Ia pasti tak berdaya sama sekalil, sehingga barulah ia menabrakkan kepalanya!
Tatapannya penuh dengan sakit hati dan kasih, seolah bisa merasakan perlawanan wanita itu tadi. Hatinya tergoyang. Ia mengeluarkan sapu tangannya untuk mengikat luka di dahi Xiao Xue.
Bahkan nafas wanita ini terburu-buru. Ketika pingsan pun ia masihi melawan, bagai terjebak dalam mimpi buruk.
Rasanya hati Qin Yinuo sakit sekali, dan seketika ia langsung kehilangan akal sehatnya. Ia membungkuk, dan ketika beberapa orang itu belum sempat bereaksi, Qin Yinuo mengepalkan tinjunya ke arah salah satu dari mereka. Tinju itu terulur dan langsung jatuh pada orang itu.
“Ah–” Terdengar saura ratapan.
Zeng Li juga ikut turun tangan, “Sialan,sekelompok preman. Kupukul kalian sampai mati!”
Feng Baiyi hanya berdiri di pintu, tidak bergerak. Begitu salah satu preman itu melihat pria di depan pintu itu tak turun tangan, ia langsung berlari ke arah sana dan hendak kabur. Tapi siapa sangka ketika ia mendekat, Feng Baiyi menendangkan kakinya dan membuat pria itu terjungkal di tanah. Dan tak ada yang sadar apa yang telah terjadi. Saking cepat gerakannya membuat orang tak bisa berkata-kata.
Qin Yinuo memukuli keras-keras, rasanya ia ingin membunuh mereka semua! Ia langsung memukuli tiga orang, semuanya dipukuli sampai terbaring di tanah. Tapi ia belum puas, maka ia menendang mereka bertiga sampai darah mereka mengalir keluar!
Zeng Li juga memukuli dua orang lain sampai berdarah-darah.
Tak lama kemudian, kelima pria bertopeng semuanya terpelungkup di tanah, dan topengnya dibuka.
“Kami tak melakukan apapun! Kami belum sempat melakukannya!” Salah satunya berteriak. Bagaimana mungkin mereka berani melawan, ketiga pria itu semuanya berpistol, entah siapa mereka!
Kemudian datang banyak sekali polisi di depan pintu gudang. Zeng Li juga mengambil pistol dari tangan Qin Yinuo dan memberikannya pada polisi, berkata, “Terima kasih kak! Satu peluru pun tak digunakan!”
“Li, ayahmu diluar!” polisi itu menerima pisolnya, “Kusuruh orang untuk bawa mereka semua pergi!”
“Ya!” Zeng Li mengangguk.
__ADS_1
Qin Yinuo berbalik dan menggendong Mu Xue. Tiba-tiba ia baru sadar kalau wajahnya memerah, dan tubuhnya panasnya luar biasa.
Feng Baiyi mengerutkan alisnya, ia menatap menilai Mu Xue sesaat, berkata, “Sepertinya sudah keracunan obat ****!”
Mendengarnya alis Qin Yinuo langsung mengernyit. Api dalam tatapannya hampir menyembur keluar. Sialan, ia baru sadar apa yang telah terjadi. Pantas saja tubuhnya panas sekali, orang-orang itu masih memberinya obat!
Telepon Feng Baiyi berdering, ia mengernyitkan alisnya, berkata dengan muram, “Mengerti, awasi mereka!”
Qin Yinuo menatapnya, “Sudah ketemu orangnya?”
“Orang di belakang layar yang takkan bisa ditebak olehmu!”
“Siapa?”
Feng Baiyi mengerutkan alisnya, “Kau yakin kau benar-benar ingin tahu?”
“Sebaiknya saat ini kau jangan tahu dulu! Sekarang cari obat penawar dulu!” Feng Baiyi menepuk-nepuk bahu Qin Yinuo, “Kuawasi dulu mereka untukmu! Kutunggu kau atasi mereka!”
Ia menunduk menatapi Xiao Xue dalam pelukannya. Qin Yinuo tak bertanya lagi, hanya mengangguk. Ia tidak bertanya! Ia mengantar istrinya pulang dulu! Setelahnya baru ia cari perhitungan! Ia takkan mengizinkan ada yang mencelakai wanita miliknya. Tak akan!
Hanya saja baru kelaur dari gudang, Zeng Li tertegun. Ia melihat Pei Lingfeng. Orang ini? Rasanya agak kenal. Wajah itu, Zeng Li langsung tertegun! Ia hampir memanggil “Ayah”.
Tapi ia tahu itu bukan ayah! Karena ia sudah melihat Zeng Yefeng turun dari mobil lain.
Pei Lingfeng baru saja turun dari mobil. Melihat Qin Yinuo menggendong Xiao Xue keluar, ia langsung datang dengan terburu-buru, tatapannya jatuh pada luka Mu Xue, “Tak apa-apa kan? Ah! Kenapa semuanya darah! Xiao Xue kenapa?”
“Tidak apa-apa!” Qin Yinuo berkata dengan muram, “Hanya terluka dan ketakutan, aku membawanya pulang dulu!”
Namun begitu melihat keadaan Xiao Xue sekarang, Pei Lingfeng juga kalut sekali, “Benar! Pulang dulu ke rumah, cari dokter. Du Jing, cepat cari dokter!”
Pei Lingfeng menoleh melihat kelima orang yang dibawa keluar, maka ial langsung mengarahkan tendangannya pada orang-orang itu dengan menggila.
“Stop!” Tiba-tiba terdengar suara galak dari belakang.
Pei Lingfeng benar-benar menghentikan gerakan tangannya, menoleh dengan kaget. Ia melihar orang itu! Kemudian dirinya langsung tertegun, dan kemudian lagi ia mengeratkan bibirnya, menarik nafas dalam-dalam dan kemudian kembali membalikkan tubuhnya dan menendang ke salah satu perut preman itu.
“Zeng Lingfeng, kusuruh kau berhenti!” Zeng Yefeng berteriak dengan galak.
Kata-kata Zeng Yefeng membuat Zeng Li dan Qin Yinuo tertegun, langsung menoleh ke arah kedua orang tersebut!
Sekarang Qin Yinuo baru sadar, wajah Pei Lingfeng dan Zeng Yefeneg memang agak mirip, dan lai Zeng Li juga mirip sekali dengan Pei Lingfeng! Pantas saja Xiao Xue agak mirip dengan Zeng Li! Ternyata…
“Zeng Lingfeng?” Zeng Li bergumam, “Ayah, dia itu bukannya paman kedua kah?”
Zeng Yefeng hanya menatapi Pei Lingfeng. Pei LIngfeng terpaksa menoleh dan menatapi Zeng Yefeng dengan dingin, eskspresi wajahnya terlihat agak emosi, berkata dengan penuh kemarahan, “Aku tidak kenal dengan pak polisi, aku bermarga Pei! Hanya orang gila yang bermarga Zeng!”
“Heh!” Zeng Yefeng mendengus dingin untuk sesaat, emosinya juga jelek sekali, “Jangan kira kalau kau mengikuti marga ibu itu artinya kau bisa mencuci dosamu!”
“Kau kan baru mengatur hukum selama sepuluh tahun, masa kau mau mengaturku seumur hidup? Kau lebih hebat dari hukum? Kuberitahu ya, Zeng Yefeng, hari ini aku akan memukuli orang-orang jahat yang telah melukai putriku! Kalau kau berani menggangguku, akan kutembak kau!” Pei Lingfeng berteriak marah.
Ternyata mereka adalah kakak beradik?! Qin Yinuo tertegun.
“Siapa yang kau marahi?” Zeng Yefeng kelihatannya juga semakin marah, “Sudah selama ini, dan ternyata kau tak ada kemajuannya sama sekali!”
“Kalau kumarahi kau memangnya kenapa?” Pei Lingfeng juga emosi, “Yang kumarahi itu kau!”
Qin Yinuo, Zeng Li dan sekelompok orang langsung bengong. Siapa sangka Kepala polisi Zeng yang jabatannya tinggi sekali juga bisa dimarahi orang! Dan lagi orang itu adalah adik kandungnya sendiri!
Suasana seperti ini betul-betul jarang sekali!
__ADS_1
Saat ini, Mu Xue mulai bergerak-gerak. Maka Qin Yinuo langsung memanggilnya, “Xiao Xue, kau sudah sadar?”