
Hello! Im an artic!
“Ini urusan Kak Chi, Kak Chi tahu harus bertindak bagaimana!” Dia berkata dengan tenang.
Tapi melihat bekas luka di tubuh Rong Hanchi, kain kasa yang terbalut di tangannya dan juga perutnya, Su Yan pun teringat pada situasi ketika dia membuka perut Kak Chi-nya, luka yang berlumuran darah itu hampir membuatnya pingsan. Kenapa dia tidak bisa menyayangi dirinya sendiri?
Hello! Im an artic!
Berpikir bahwa dia hampir kehilangan Rong Hanchi dan Rong Hanchi adalah satu-satunya kerabatnya di dunia ini, satu-satunya orang yang telah bersamanya selama sepuluh tahun, hampir bertemu siang dan malam, bahkan meskipun mereka sudah tidak bisa jadi sepasang kekasih, Rong Hanchi tetaplah kerabatnya. Kehilangan Rong Hanchi, Su Yan benar-benar tidak berani memikirkan hal itu.
Air mata pun mengalir begitu saja, meluncur ke bawah dengan deras. “Kak Chi, kamu harus berjanji padaku bahwa kamu tidak akan bunuh diri lagi, berjanjilah padaku, oke?”
“Yanyan, Kak Chi tidak bunuh diri!” Rong Hanchi tersenyum dan menyeka air matanya dengan menggunakan tangan yang sedang di infus. “Gadis bodoh, Kak Chi tidak ingin mati!”
“Jangan seperti ini lagi, jangan lagi!” Dia menatap Rong Hanchi, air mata terus mengalir di matanya.
Hello! Im an artic!
Rong Hanchi mengangguk. “Oke, oke, jangan menangis lagi, kamu menangis seperti orang bodoh!”
“Apakah terasa sakit?” Tanya Su Yan.
“Tidak sakit!” Dia menggelengkan kepalanya, setidaknya tidak sesakit hatinya.
Tiba-tiba, terdengar suara berisik dari luar, “Biarkan aku masuk, aku ingin masuk dan melihat keadaan Hanchi!”
“Maaf, Tuan besar, Tuan muda sekarang sedang istirahat, Anda tidak bisa masuk!” Lan Si menjalankan tugasnya dan menahan Feng Dongnian di luar pintu.
“Aku ingin masuk!” Feng Dongnian sangat keras kepala.
“Biarkan dia masuk?” Su Yan menyeka air matanya dan bertanya pada Rong Hanchi.
Dia mengangguk. “Ya, biarkan dia masuk!”
Dia tahu bahwa orang tua itu ingin mengatakan sesuatu, tentu saja dia tidak akan menghindar.
Su Yan berjalan mendekat dan membuka pintu, tapi dia tidak memanggil orang tua itu. Dia hanya berkata: “Anda sudah datang, silakan masuk, Lan Si, tidak apa-apa! Biarkan mereka masuk.”
“Baik!” Lan Si mengangguk dan membiarkan mereka masuk.
Dan di belakang Feng Dongnian ada Feng Ling’er dan Feng Baiyi, Feng Dongnian menarik tangan Feng Ling’er dan masuk.
Rong Hanchi sudah bangkit dan setengah duduk, Su Yan segera berlari untuk membantunya meletakkan bantal dan selimut di belakang punggungnya. “Kak Chi, apakah ini tidak masalah?”
“Tidak masalah!” Ekspresi Rong Hanchi acuh tak acuh. “Tuan Feng, silakan duduk!”
“Hanchi, kamu baik-baik saja, kan?” Feng Dongnian juga menyesal telah membuat kekacauan. Melihat suami cucunya yang begitu keras kepala dan lebih memilih bunuh diri daripada berhubungan **** dengan cucunya, dia merenungkan apakah pernikahan ini perlu untuk dipertahankan.
“Aku baik-baik saja!” Nada suara Rong Hanchi sangat dingin. “Anda tidak perlu khawatir!”
Pandangan Feng Baiyi kembali tertuju pada wajah Su Yan yang berada di samping Rong Hanchi, saat ini, wanita kecil itu merawat Rong Hanchi seperti istrinya keduanya.
“Hanchi, mengenai obat hari ini, akulah yang memasukkannya dan tidak ada hubungannya dengan Ling’er. Hari ini biarkan aku yang memutuskan, jika kamu memang tidak menyukai Ling’er, kami tidak akan memaksakannya. Setelah kamu sembuh nanti, pergilah untuk bercerai!” Feng Dongnian merasa tidak ada gunanya memaksakan diri.
Ketika kata-kata itu terlontar, Su Yan dan Feng Ling’er tersentak.
“Kakek, aku tidak ingin bercerai!” Bagaimana dia bisa hidup ke depannya? Bercerai dalam kurun waktu tidak lebih dari dua bulan setelah menikah, apalagi dengan keadaan masih perawan. Bagaimana dia bisa bertahan hidup?
__ADS_1
“Kenapa tidak ingin? Mumpung sekarang kamu masih belum tersentuh, lebih baik cepat melepaskan diri!” Kata Feng Dongnian, lalu berkata lagi kepada Rong Hanchi: “Rong Hanchi, jangan khawatir, hari ini aku yang membuat keputusan, aku mengijinkan kalian bercerai! Beristirahatlah dengan baik!”
Setelah bicara, dia menarik Feng Ling’er untuk pergi.
“Tidak! Aku tidak mau!” Feng Ling’er menggelengkan kepalanya. “Aku tidak mau pergi, aku ingin tetap disini dan merawat chi…”
“Aku tidak butuh perhatianmu!” Rong Hanchi memotong kata-kata Feng Ling’er dengan dingin.
Feng Dongnian melirik Su Yan dan kemudian melirik Feng Baiyi. Wajah Feng Baiyi sangat dingin dan dia menatap Su Yan dengan tatapan yang rumit, seolah menunggu Su Yan mengatakan sesuatu.
Tatapan Su Yan bertemu tatapan dingin Feng Baiyi, hanya sekilas, dia tidak berani menatap Feng Baiyi, dia sedikit merasa bersalah, tetapi dia juga merasa aneh, kenapa dia harus merasa bersalah? Feng Baiyi lah yang memaksanya untuk menikah, bukan atas keinginannya sendiri, jadi kenapa dia harus setia pada pria itu?
“Su Yan, keluar kamu!” Setelah Feng Ling’er ditarik oleh Feng Dongnian, Feng Baiyi menatap wajah kecil Su Yan dan berkata dengan dingin.
“Dia tidak ingin keluar!” Rong Hanchi menolak terlebih dulu.
“Kamu tidak berhak untuk menjawab!” Nada bicara Feng Baiyi semakin dingin lagi, mata elangnya menatap mata Su Yan, menunggu jawabannya.
Su Yan melirik Feng Baiyi dengan hati-hati, lalu memalingkan wajahnya, sedikit takut, “Aku, aku, kenapa kalau tidak keluar? Kak Chi, aku keluar sebentar, aku akan segera kembali!”
Rong Hanchi tidak mengabaikan pengaruh Feng Baiyi pada Su Yan. Hanya dengan satu tatapan mata, Feng Baiyi bisa membuat Yanyan ketakutan. Rong Hanchi tidak berdaya dan hatinya sakit, dia hanya bisa mengangguk.
Di koridor rumah sakit.
Feng Baiyi menundukkan kepala dan menatap Su Yan, tanpa mengatakan apa-apa dalam waktu yang lama.
“Jika kamu tidak mengatakan apa-apa, aku akan masuk lagi!” Su Yan akhirnya berbicara, berbalik dan hendak pergi.
Feng Baiyi diam dan mengangkat sudut mulutnya, dia menertawakan dirinya sendiri.
Su Yan baru melangkah satu langkah dan tiba-tiba sepasang lengan terulur, menarik tubuh Su Yan kembali ke pelukan hangatnya, lalu dia berkata dengan sungguh-sungguh di telinga Su Yan: “Aku mengijinkanmu merawatnya sampai dia sembuh, lalu setelah itu kamu harus kembali padaku dengan patuh!”
Sebenarnya, dia juga tidak akan bersama Kak Chi lagi. Setelah Kak Chi sembuh, dia akan pergi. Dia yang seperti sekarang ini, dengan identitas yang dia miliki, tidak akan bisa bersama Kak Chi lagi.
Ternyata memang benar, sekali kita melewatkan sesuatu, sesuatu itu benar-benar tidak akan bisa kembali lagi.
“Kasih sayang yang dia berikan padamu, bisa aku berikan juga!” Tangannya memeluk Su Yan lagi, melingkari pinggangnya.
“Aku tidak menginginkan kasih sayangmu, tidak ingin, sekarang tidak ingin, ke depannya juga tidak ingin. Feng Baiyi, kamu jangan terlalu percaya diri!” Kata-katanya yang begitu dingin, seperti pedang tajam, menembus ke dalam dada Feng Baiyi.
“Hah! Terlalu percaya diri? Apakah kamu pantas untuk itu?” Sebuah kata yang lebih dingin keluar dari mulut Feng Baiyi, melepaskan tangannya, dan mengepalkan tinjunya.
“Aku tidak pantas!” Hati Su Yan kesal, wajah kecilnya terlihat kesakitan, lalu membuat jarak diantara mereka, “Jadi, jangan menempel padaku lagi, aku tidak pernah menyukaimu, kamu yang selalu menempel padaku!”
Setelah selesai berbicara, dia berjalan menuju ruang rawat, air mata menumpuk di matanya. Kata orang, jika tidak ingin menangis, lihatlah ke atas. Dia pun melihat ke atas, tetapi tiba-tiba dia malah teringat pada Feng Baiyi.
Dia pun menundukkan kepalanya lagi sampai dia yakin bahwa kesedihan Feng Baiyi tidak lagi mempengaruhi dirinya, tapi dua tetes air mata jatuh ke lantai. Dia menarik napas dalam-dalam, melengkungkan bibirnya, tersenyum ceria dan membuka pintu. “KaKak Chi, aku sudah kembali!”
Feng Baiyi mendengarkan suara Su Yan yang ceria, melihat sosok Su Yan yang pergi meninggalkannya begitu saja, apakah wanita ini adalah wanita kecil yang bahagia berada di bawah tubuhnya dua jam yang lalu?
Dia bersandar di dinding yang dingin, melihat dengan tatapan sedih ke arah koridor yang tidak berujung di bawah cahaya lampu yang redup. Dia tidak pernah merasakan kata-kata Su Yan yang begitu dingin, sangking dinginnya sampai-sampai bisa merenggut nyawanya dan memadamkan semua perasaannya.
Ternyata semuanya hanya perasaannya saja!
Feng Baiyi bangkit dan berjalan keluar dari koridor.
Di dalam mobil Veyron.
__ADS_1
Suara tawa yang hampa bergema di dalam mobil Veyron yang sunyi. Feng Baiyi melihat ke gedung rawat inap rumah sakit dengan tatapan sedih. Kejam dan tidak berperasaan, hari ini, akhirnya dia mengerti arti sebenarnya dari empat kata ini.
Biasanya dialah yang selalu kejam kepada orang lain, tetapi dia tidak pernah merasakan kejamnya orang lain terhadap dirinya sendiri!
Dia mengeluarkan rokoknya, menyalakannya dan mulai menghisapnya.
Ternyata, ketika sudah terbiasa dengan seseorang di sisi kita, tapi tiba-tiba seseorang itu menghilang, beginilah rasanya!
Dia sekarang bisa mengerti perasaan Rong Hanchi! Mengerti mengapa dia tidak mau menyerah, kebersamaan selama sepuluh tahun, bagaimana bisa menyerah begitu saja?
Jarum jam menunjuk pukul dua tengah malam, Feng Baiyi memandang ke langit dan benar-benar ada bintang jatuh di langit.
Konon katanya, ketika ada bintang jatuh, orang-orang bisa meminta permohonan, jadi apakah dia juga bisa?
Feng Baiyi yang tidak pernah bersikap konyol sebelumnya, mematikan puntung rokoknya, meyatukan tangannya, memandang ke bintang yang paling bersinar dan meminta permohonan di dalam hatinya, dia hanya ingin selalu ditemani oleh orang itu, agar dia tidak kesepian!
Apakah permintaannya ini berlebihan?
Baginya, mungkin memang terlalu berlebihan!
Bintang jatuh, pemandangan romantis yang biasa dinikmati oleh sepasang kekasih, tapi dimana kekasihnya?
Feng Baiyi tiba-tiba membuka pintu mobil dan kembali ke lift rumah sakit.
Di ruang rawat.
Su Yan tiba-tiba melihat bintang jatuh. “Wah! Ada bintang jatuh!”
Rong Hanchi juga mengalihkan pandangannya ke luar jendela dan melihat bintang jatuh di langit, ada tatapan manja di matanya, juga ada jejak kesedihan yang tidak mudah diketahui. “Cantiknya!”
Su Yan berlari ke depan jendela, menyatukan tangannya dan membuat permohonan.
“Permintaan apa yang kamu buat?” Rong Hanchi bertanya dengan nada manja; “Tidak boleh disebutkan! Tidak akan terwujud jika aku menyebutkannya!”
Rong Hanchi hanya tersenyum, “Kalau begitu aku boleh menebak, ada namaku di dalam permohonanmu, bukan?”
“Aku tidak akan memberitahumu!” Su Yan menggelengkan kepalanya. “Kak Chi, kamu harus segera sembuh!”
“Sudahlah, kamu terlihat sangat lelah! Ayo sini, tidur sebentar!” Rong Hanchi menggeser tubuhnya dan menyediakan ruang di ranjangnya.
“Oke!” Su Yan tidak sungkan-sungkan, seperti waktu kecil, meringkuk di pelukan Kak Chi, “Kak Chi, suruh Lan Si masuk saja. Ketika infusnya habis, aku takut darahmu akan terhisap masuk dan tidak ada yang melihatnya!”
“Oke! Kamu tidur dulu!” Sama seperti waktu kecil, Rong Hanchi memeluknya, membiarkan Su Yan bersandar padanya. Dia berhati-hati agar tidak mengenai luka Rong Hanchi.
Tidak lama kemudian, karena sebelumnya dibuat kelelahan oleh Feng Baiyi, Su Yan pun tertidur dengan cepat. Rong Hanchi menatap Su Yan dengan penuh kasih sayang.
Lan Si pun masuk dan berkata dengan pelan, “Tuan muda, jika Anda sangat mencintai Nona muda, maka jangan saling menyiksa diri lagi!”
Rong Hanchi terdiam, tatapannya sedikit muram, dia juga menginginkannya, tapi tidak bisa. Hatinya terus bergulat, terus berjuang, tapi bagaimanapun tidak akan bisa!
Kaki Feng Baiyi tanpa sadar melangkah lagi ke pintu ruang rawat. Ketika dia melihat keadaan di dalam ruang rawat melalui kaca di depan pintu, hatinya sakit.
Melihat Su Yan bersandar di sisi Rong Hanchi, tidur dengan nyenyak, pada saat itu, dia hanya merasakan hatinya sedang ditarik dengan kencang, terasa hampa, seolah-olah ada yang hilang di hatinya, tak berdaya, hatinya terjerat rasa sakit, Su Yan bersandar di sisi Rong Hanchi, dengan penuh kepercayaan!
Dia akhirnya berbalik, hawa dingin dari lubuk hatinya menyebar ke seluruh anggota tubuhnya. Tatapan dingin yang begitu dalam, bahkan hampir tidak bisa dihilangkan dari wajahnya. Setelah melihat sekilas orang-orang di ruangan itu untuk terakhir kalinya, dia pun langsung berbalik dan berjalan ke ujung koridor.
Tanpa arah tujuan, tanpa sadar dia datang ke ruangan Chen Huilun.
__ADS_1
Su Yan tentu tidak melupakan bahwa dia telah membuat Chen Huilun koma. Keesokan harinya saat Rong Hanchi tertidur, dia pergi ke ruangan Chen Huilun sendirian.