AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 24 Mana Sikap Elegan Kamu


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Uhuk Uhuk Uhuk…..pedas sekali!” Ceng Li mulai batuk ketika makan satu sendok.


“Ya! Kalau nggak sanggup jangan dipaksakan!” Mu Xue langsung berdiri dan mengambil air, “Cepat minum airnya!”


Hello! Im an artic!


“Untung Xiao Xue lebih baik!” Ceng Li menerima airnya.


Qin Yinuo merasa kesal karena perhatian dia yang begitu baik kepada Ceng Li.


“Minum lagi! Air dingin ini bisa meredakan pedas!” Mu Xue berkata.


“Aah! Sudah baikan sudah baikan!” Ceng Li menggelengkan kepalanya, seluruhnya wajahnya memerah, dan teriakan dia membuat semua orang memandang ke arah mereka.


Hello! Im an artic!


Mu Xue melihat dia tidak sanggup makan pedas, dia langsung menyuruh restoran untuk masak satu makanan baru yang tidak pakai pedas, “Manajer Ceng, boss restorannnya akan masakin satu yang tidak pedas, kamu tenang saja!”


“Terima kasih!” Ceng Li sangat berterima kasih kepada Mu Xue.


Ketika dia pulang, Qin Yinuo sedang mengangkat gelasnya dan menggoyangkan gelas tehnya, sambil berkata. “Tuangkan tehnya!”


“Apa?” Mu Xue tahu dia sedang berbicara dengan dirinya.


“Tuang tehnya!” Qin Yinuo berkata lagi.


Dia menarik nafas dalam-dalam, Mu Xue lalu kehilangan ekspresinya, “Iya!”


Dia berjalan ke depan Qin Yinuo, dan membantunya menuangkan teh, tapi karena sedikit kesal, dia tidak sengaja menyiram mancis yang terletak di meja itu.


“Sialan!” Qin Yinuo tiba-tiba berteriak, dan mendorong Mu Xue.


“Ah!” Mu Xue yang kaget langsung menuangkan seluruh tehnya ke mancis itu.


Qin Yinuo dengan panik mengambil mancisnya, seluruh teh panas itu tertuang ke tangannya, dia sama sekali tidak peduli, dia langsung mengambil mancis itu dan mengelapnya ke jas miliknya yang mahal, sampai tidak ada air, dia membukanya dengan buru-buru, dan ternyata tidak bisa menyala lagi.


“Maaf! Maaf! CEO! Tangan kamu tidak apa-apa?” Mu Xue meminta maaf dengan khawatir.


“Sialan! Kenapa kamu tidak hati-hati!” Qin Yinuo terlihat sangat marah, dia berdiri dan berteriak dengan keras, matanya yang tajam itu menatap ke Mu Xue.


Dan wajah gantengnya itu terlihat sangat marah, membuat semua orang tidak berani bersuara. Bahkan bernafas saja harus hati-hati.


Mu Xue yang tercengang merasa sedih, dia hampir menangis karena teriakannya.


“Nuo! Kamu sudah menakuti Xiao Xue.” Ceng Li juga tercengang, ketika melihat mancis di tangannya, dia langsung terdiam.


Mu Xue menatap ke Qin Yinuo, sekarang Qin Yinuo seperti seorang iblis. Tangannya memerah karena teh tadi, tapi dia hanya peduli dengan mancisnya itu.


Mata Mu Xue terlihat berair, dia membuka mulutnya, tapi tidak bisa mengatakan apapun, bibirnya sudah pecah karena gigitannya, dia beneran tidak sengaja, tapi dia mengerti perasaannya, mancis itu pasti sangat penting baginya!


Tatapan Qin Yinuo setajam pisau, suara dia membuat Mu Xue semakin takut, “Kamu beneran pantas mati.”


Mu Xue yang takut mulai mundur, Qin Yinuo terus menatapnya dengan sangat kesal: “Pergi!”


“CEO Qin, Xiao Xue adalah tamu aku!” Wu Jingxuan berkata. “Demi sebuah mancis ?”


“Kamu juga pergi!” Qin Yinuo berkata.


“Nuo!” Ceng Li ikut menyahut.

__ADS_1


“Pergi kalian semua!” Qin Yinuo duduk dengan kesal.


“Maaf!” Mu Xue pikir bahwa mancis itu pasti sangat penting untuknya, dia menyelamatkan mancis itu tanpa mempedulikan tangannya, dia beneran pantas mati!


Ceng Li tertegun, dan berkata dengan tergesa-gesa: “Sikap elegan kamu mana Nuo, mana?”


Qin Yinuo tidak berbicara lagi, tapi ekspresi membuat tidak ada yang berani bicara lagi.


Makan siang mereka menjadi hancur gegara satu mancis.


Mu Xue mengambil dokumennya, dan memberi hormat kepada Qin Yinuo. “CEO maaf, aku akan mengganti mancis baru untukmu!”


Selesai berkata, Mu Xue langsung berjalan pergi, wajah pucatnya membuat semua orang kasihan.


“Xiao Xue!” Wu Jingxuan melotot ke Qin Yinuo dan berjalan pergi.


“Nuo! Reaksi kamu terlalu berlebihan!” Ceng Li menghela nafas. “Biarkan yang lama berlalu dan yang baru akan datang! Sudah saatnya melupakannya!”


“Xiao Xue! Tunggu sebentar.” Wu Jingxuan mengejar Mu Xue. “Kamu nggak apa-apa?”


Mata Mu Xue memerah. “Aku yang tidak hati-hati dan membuat mancis CEO rusak, aku juga berpikir kalau mancis itu sangat berharga! Aku bisa mengerti!”


Kali ini, Mu Xue tidak marah, malah lebih menyesal.


“Xiao Xue, jangan masukkan ke dalam hati!” Wu Jingxuan menepuk bahunya.


“Kakak Wu, terima kasih, kamu bantu sampaikan kepada CEO, aku beneran tidak sengaja!” Mu Xue memaksakan senyumannya. “Aku mengerti perasaan kehilangan barang yang berharga bagi diri sendiri!”


“Mi Lin, maaf!” Mu Xue meminta maaf: “Waktu itu aku merusak baju kamu, sekarang malah meminjam uang darimu!”


“Kenapa masih sungkan dengan aku? Bukankah kita sahabat baik?” Mi Lin berkata, “Tapi kamu yakin mau mengganti rugi boss kamu dengan mancis yang begitu mahal?”


“Ai! Baiklah! Kita pergi beli!” Mi Lin hanya merasa barang ini terlalu mahal. “Mengeluarkan puluhan juga untuk sebuah mancis, layakkah?”


“Semahal apapun juga tidak bisa dibandingkan dengan nilainya barang itu!” Mu Xue menghela nafas, “Tapi mungkin aku tidak bisa mengembalikan uangnya dalam beberapa bulan depan!”


“Jangan bicara uang dengan aku! Norak!”


Mu Xue akhirnya membeli sebuah mancis merek S.T.Dupont, sama-sama berwarna silver, penjualnya bilang harganya 100juta, tapi Mi Lin mencari orang dalam, dia membeli 60juta.


Hari kedua.


Mu Xue membawa kotak yang terbungkus mewah itu dan datang ke ruangan Qin Yinuo dengan takut, dia kemudian masuk ke dalam setelah mengetuk pintu.


Mu Xue meletakkan kotaknya di atas meja dan berkata: “CEO, ini, aku beliin yang baru! Kemarin itu salah aku!”


Qin Yinuo mengecilkan matanya, dia menatap ke Mu Xue dengan sangat dingin, tapi tidak berbicara.


Mu Xue merapatkan bibirnya, melihat dia tidak berbicara, dia berkata: “Aku tahu perasaan ketika barang tercinta kita rusak, aku tahu mancis ini bukan yang baru itu, aku beneran sangat minta maaf!”


Dia masih tidak berbicara, tapi seluruh aura yang dikeluarkan oleh sekujur tubuhnya membuat orang di sekitarnya merasa sangat takut, Mu Xue pelan-pelan mengangkat kepalanya dan melihat ke arahnya, ketika mata mereka saling bertatapan, dia sekali lagi menundukkan kepalanya.


Qin Yinuo tidak berbicara, dia terus menatapnya, tatapan setajam mata elang, dia terus menatap wanita di depannya ini, wanita ini mengira dengan menganti rugi semua bisa selesai?


Melihat dia tidak berbicara, Mu Xue berkata lagi, “CEO, aku salah!”


“Keluar !” Dia tiba-tiba berkata.


“Uuh!” Dia mengangkat kepalanya, dan ketika melihat tatapannya yang penuh kekejaman itu, dia seketika menjadi bengong.


“Letakkan barangmu, terus keluar, mengerti?”

__ADS_1


“Uuh!” Mu Xue akhirnya merasa lebih baik ketika mendengar dia menerimanya, dia dengan cepat mengangguk. “Terima kasih CEO, aku pergi kerja dulu!”


Seperti semua dosanya mendapatkan pengampunan, Mu Xue langsung keluar dari ruangan CEO.


Dan Qin Yinuo melihat sekilas kotak itu, dia kemudian mengambilnya dan melemparkan ke dalam laci, dan mulai membaca dokumennya.


Setelah makan malam, Mu Xue mulai membereskan barangnya. “Cheng Cheng, kamu di rumah, cepat tidur ya!”


“Mami, kamu jangan pergi kerja, Cheng Cheng bisa menghidupi mami!” Cheng Cheng terlihat cemberut, “Kerja malam bisa sangat capek! Kalau ketemu hidung belang mau bagaimana?”


“Anak bodoh, kalau mami nggak pergi kerja mau gimana balikin uang ke tante Mi Lin?”


“Tapi……..”


“Yang baik ya di rumah! Setelah selesai nonton langsung tidur, mami akan pulang secepatnya!” Mu Xue mencium pipi anaknya, dan pergi ke kamarnya untuk ganti baju, dia memakai celana jeans dan kaos! Kemudian membawa satu kotak dan keluar rumah.


Kota Malam


Di pinggir jalan yang ramai, di bawah cahaya malam hari, seorang wanita dengan rambut ikat kuda sedang berjualan.


“Halo, jual alat ***, silahkan dilihat, butuh apa?”


Di samping kotak jualannya ada sebuah plat bertuliskan : Hadiah ****** jaman now.


Semua yang datang melihat berpasangan, mereka dengan berani mengambil beberapa dan memberikan uangnya, pria dan wanita muda itu saling bertatapan dan tersenyum mesra, kemudian mereka hilang di dalam kegelapan.


Wanita yang menjual ****** itu ternyata Mu Xue, dia dengan berani berteriak : “Kondom, demi keamanan dan kesehatan kamu, silahkan dilihat dulu!”


Dan orang yang datang melihat semakin banyak, kebanyakan mahasiswa yang datang melihat, mereka dengan penasaran mengerumuni wanita penjual ****** ini.


Di dalam kotaknya ada sebuah warna merah mawar yang menarik perhatian, semua ada model baru yang baru diproduksi, melihat banyak yang melihat, wanita itu langsung membuka kain dan menuangkan semua ****** yang menarik perhatian itu.


Banyak sekali jenis kondomnya, ada yang berbentuk casing hp, ada juga aksesoris untuk menaikkan permainan ****, sangat banyak dan semuanya model terbaru.


“Silahkan dilihat dulu! Banyak sekali jenisnya!” Mu Xue menjelaskan dengan serius.


“Boss, kami mau yang ini!”


“Ini juga satu! Boss, ini jangan-jangan sekali pakai langsung robek?” Tidak tahu siapa yang bertanya.


Wajah Mu Xue langsung memerah, dia dengan malu menjelaskan, “Tidak akan robek kok, semuanya diproduksi dengan standar kualitas nasional.”


“Boss pernah pakai sendiri nggak?” Ada seorang pria yang bertanya.


Mu Xue berkata dengan licik: “Ei, kamu lihat aku sudah tua begini, mana mungkin tidak pernah pakai, tenang saja, nyaman kok.”


“Uuh! Tidak disangka kamu begitu berani!”


“Kalau tidak berani, aku mana mungkin menjual barang ini? Adik kecil, kamu beli nggak? Kalau nggak jangan ganggu kakak berjualan?” Seperti sudah menduga dengan situasi seperti ini, dia menenangkan dirinya.


“Hahaha….”


“Baik! Kamu beli!” Ada bisnis lagi.


Mu Xue sibuk menerima uangnya, belum sebentar, seluruh kotaknya sudah habis setengah.


Dan ketika itu, tiba-tiba ada sebuah aura yang menekan datang, membuat semua orang yang mengerumuni sini langsung menoleh ke belakang.


Ada seorang wanita berteriak, “Wah! Ganteng sekali!”


“……” Mu Xue juga penasaran, dan merasakan tekanan dari depan.

__ADS_1


__ADS_2