
Hello! Im an artic!
Baru selesai berkata, dia dengan cepat menutup pintunya, Mu Xue mengelus dadanya, dan menepuk wajahnya sendiri, astaga, kenapa dengan dirinya, kenapa dia lupa mengetuk pintu! Dia beneran bodoh sekali!
Di dalam ruangan, Qin Yinuo dengan cepat merapikan pakaiannya, dan berkata kepada An Qian: “Keluar!”
Hello! Im an artic!
“Nuo! Aku masih belum….” Belum selesai bicara, dia langsung berhenti melihat wajah menyeramkan itu.
Mu Xue yang belum duduk stabil, langsung melihat An Qian keluar dari ruangan CEO dengan wajah kesal, dia berjalan ke depan Mu Xue dengan marah, “Mu Xue, kamu kira sudah hebat karena diserahkan pekerjaan penting, huh! Dengan gaya kamu ini masih jauh! Ingat posisi kamu, masuk ke dalam ruangan CEO harus ketuk pintu!”
“Iya! Maaf!” Mu Xue terus mengangguk.
An Qian pergi dengan penuh emosi.
Hello! Im an artic!
“Xiao Xue, kamu melihat apa?” He jing mendekat, “Jangan-jangan kamu melihat CEO dan An Qian sedang begituan?”
“Mana ada!” berkata dengan cepat. “Pikiran kamu negatif terus sih!”
Sambil menjulurkan lidahnya, He Jing berkata: “Tapi aku lihat ekspresi kamu, pasti begitu! Kalau nggak kenapa wajah kamu memerah begitu, seperti orang yang begituan dengan CEO adalah kamu!”
“Jangan bercanda!” Mu Xue menghentikannya dengan serius, dia sudah menyinggung CEO, tidak tahu akan dipecat atau tidak, setelah menunggu lama, tidak melihat kemarahan Qin Yinuo.
__ADS_1
Setelah pulang kerja, ruangan CEO terus tertutup, Mu Xue juga masih duduk di posisinya, semua orang sudah pergi, An Qian juga tidak lupa melototnya, dan pergi dengan sepatu hak tingginya ke arah lift!
Mu Xue masih saja merasa tegang, tidak tahu dirinya akan dipecat atau tidak.
Teleponnya berbunyi, Mu Xue dengan panik berdiri, ketika melihat nomor dari ruangan CEO, dia menjawabnya, “Sekretaris Mu, bawakan segelas kopi!”
Qin Yinuo yang berada di ruangan istirahatnya sudah selesai mandi, dia memakai kemeja berlipat, dia tersenyum sendiri melihat dirinya yang ganteng ini di depan cermin.
Lalu kembali ke mejanya untuk bekerja.
“CEO, kopinya!” Mu Xue membawa kopinya masuk dengan takut, dia meletakkannya di atas meja.
Dia terlihat sangat takut, takut akan segera dipecat.
“Baik!” Dia meletakkan nampannya di atas meja the, Mu Xue mulai mencarinya, tanpa sengaja dia menjatuhkan kopinya, “Ah! Maaf, maaf, CEO!”
Astaga, dia membuat kesalahan lagi!
Dengan cepat dia berusaha mengambil gelas kopinya, dan tangannya langsung tersiram kopi yang panas itu, membuat kulitnya terbakar, panas sekali! Tapi dia juga membasahi meja Qin Yinuo.
Mu Xue tidak peduli rasa sakit di tangannya, dia terus mengambil tisu untuk mengelap meja Qin Yinuo, sambil mengelap sambil berkata: “CEO, maaf, aku bukan sengaja!”
Sampai semuanya bersih, untung, dia tidak menyiram CEOnya, kalau nggak dia pasti mampus, orang ini berlian, satu daging di tubuhnya saja lebih mahal dari berlian, dia mana bisa ganti rugi?
Tidak melihat emosi yang dipikirnya, Qin Yinuo meletakkan penanya, melihat kekacauan wanita ini, terus dia melihat ke arah tangannya lagi, dia langsung berdiri dan menarik tangannya, “Tanganmu terluka nggak?”
__ADS_1
Sambil membawa dia ke kamar mandi di belakang ruangan CEO, dia langsung membuka kerannya dan membasahi tangannya.
Tangan yang besar itu membuat Mu Xue tidak bisa menarik tangannya kembali, karena Qin Yinuo menggenggamnya dengan erat, dan dengan hati-hati membasahi tangannya.
“Untung tidak terbakar, tapi sudah memerah, pulang oleskan obat!” Dia akhirnya melepaskannya! Tangan ini kecil sekali, dan juga banyak bekas di tangannya, seperti orang yang sering menderita!
Bulu mata Mu Xue yang panjang itu terkurai, detak jantungnya menjadi lebih cepat, “CEO, maaf, aku buatin yang baru lagi!”
Di bawah bulu mata yang hitam itu, Qin Yinuo menatapnya dengan tenang, setelah itu dia berkata dengan tenang, “Baik!”
Dia seperti tikus kecil dengan cepat berlari keluar ruangan CEO, dia kemudian menarik nafas dalam-dalam, CEOnya tidak marah, ketika kembali, dia dengan hati-hati meletakkan kopinya, “CEO, ini dokumennya!”
Dia terus menatap tangannya, setelah beberapa saat, dia baru mengangguk, “Iya!”
“CEO!”
“Iya?” Qin Yinuo menutup dokumenny dan mengangkat kepalanya.
“Kenapa anda memberikan proyek kerjasama WVL kepada aku?”
“Kamu tidak sanggup?” Qin Yinuo mengangkat alisnya dan menatapnya.
“Aku hanya orang baru!”
“Kamu hanya perlu kasih tahu kamu sanggup atau tidak?” Qin Yinuo berkata.
__ADS_1