AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 34


__ADS_3

“Paman, aku harus telepon mami aku, dia masih belum pulang, sudah malam, kita lanjutkan lagi kapan-kapan! Byebye!”


Hello! Im an artic!


Qin Yinuo melihat dia offline, tiba-tiba merasa sedih.


“Papa, aku sudah selesai makan, bolehkan kamu membacakan cerita untukku?” Tian Yu sudah sangat senang, karena tidak lama lagi, dia akan punya mami.


Hello! Im an artic!


Melihat anaknya, Qin Yinuo menghela nafas, ini baru anak berumur 5 tahun, anak itu terlalu dewasa, sampai membuat orang merasa kasihan!


Tiba-tiba, dia mulai merasa kesal, bagaimana cara membawa kembali maminya Tian Yu? Dia mulai berpikir!


Setelah menyimpan gamenya, Qin Yinuo berdiri, “Tian Yu, papa lain kali baru baca cerita untuk kamu ya, sekarang papa harus keluar dulu, kamu cepat pergi tidur ya?”


Mu Xue diusir oleh anaknya, dan dia beneran pergi jalan-jalan, tapi tetapa tidak ada mood, melihat cahaya warna warni di malam hari, hatinya masih saja kosong.


Hello! Im an artic!


Tidak tahu anaknya berada di mana, hidup dengan baik atau tidak?


Tiba-tiba teleponnya berbunyi, Mu Xue melihat Mi Lin yang meneleponnya, “Kamu meninggalkan Cheng Cheng sendirian di rumah dan pergi ke mana?”


“Di jalan nih!” Mu Xue melihat keramaian di depan.


“Cepat pulang, aku di rumah, Cheng Cheng sendirian di rumah, aku tidak tenang!”


“Tidak apa-apa, Mi Lin, Cheng Cheng sangat pintar, dia bisa menjaga dirinya sendiri!” Ini hal yang membuat Mu Xue tenang sekaligus bangga.


“Iya, terlalu pintar sampai membuat orang sedih.” Mi Lin menghela nafas, “Cepat pulang.”


“Baik!” Baru saja mematikan teleponnya, tiba-tiba hpnya dirampok oleh seseorang.


“Ah!” Mu Xue berteriak dengan panik, dan melihat maling itu berlari ke depan, “Maling, maling, balikin hp aku.”


Sambil berteriak, Mu Xue berlari ke arahnya, hpnya itu sangat mahal, dia tidak ingin kehilangannya.


Di jalan besar, Mu Xue berlari dengan cepat mengejar orang itu, menarik banyak perhatian orang lain.


Sebuah Buggati biru berjalan melewati mereka, tiba-tiba dia melihat seorang wanita yang sedang mengejar pria sambil berlari itu, tatapan pria dia di dalam mobil langsung berubah.


Mu Xue berlari sambil berteriak, “Balikin hp aku, balikin hp aku!”


Orang yang merampoknya masuk ke dalam gang gelap.


“Keluarkan uang kamu!” tiba-tiba terdengar suara pria, dari gang itu muncul 4 orang, sambil memainkan pisau di tangannya, dan melihat ke arah Mu Xue dengan genit.


“Ahhhh” Mu Xue terkejut. “Kalian…..”


Ternyata orang itu sengaja menipunya ke sini.


“Wanita, keluarkan semua uangmu.”


“Tidak mau!” Mu Xue yang ingin berlari kabur itu, tiba-tiba terjatuh. “Ahh”


Dan ketika dia mau terjatuh, pinggangnya seperti dipeluk oleh sesuatu, sebuah tangan….. dia melihat ke belakang dengan kaget, “Ce, CEO!”


“Siapa kamu?” Perampok itu melihat ada yang masuk ke gang juga mulai waspada.


Qin Yinuo merapatkan bibirnya, dia mengangkat Mu Xue, dan membawanya ke belakang.


“Sialan, pria ini ganteng juga.” Perampok itu melihat Mu Xue yang biasa saja, tetapi Qin Yinuo ini malah terlihat berbeda.


“CEO, mereka merampok hp aku!” Mu Xue menggenggam erat baju jasnya Qin Yinuo.


Qin Yinuo tidak berdaya, wanita ini kenapa masih terus mengingat hpnya?


Qin Yinuo melihat 4 orang perampok ini. “Rampok kalian? Bukankah masih pagi?”


“Heng, bocah, peduli apa kamu? Cepat keluarkan semua barang kamu, lihat dia gak seberapa, tapi kamu kelihatan punya duit! Pas kamu datang bocah, cepat!” Dia mendengus dengan berat, kemudian sambil menunjuk pisau ke arah Qin Yinuo.


“Berdiri di samping!” Qin Yinuo berkata kepada Mu Xue.


“Su, sudahlah, kita kabuar saja! CEO, mereka membawa pisau!” Mu Xue berpikir untuk kabur saja, 4 lawan 1, terlalu berbahaya.


“Setelah mengambil kembali hp kamu kita langsung pergi.” Qin Yinuo melihat ke arah empat orang itu, “Keluarkan hpnya ! Jangan sampai aku bicara kedua kali!”


“Bocah, cari mati kamu!” Mereka langsung menyerang ke arah Qin Yinuo.


Qin Yinuo menghela nafas, dan mulai menyerang juga.

__ADS_1


Seketika, suara bertarung terdengar di gang itu, Qin Yinuo dengan gesit menyerang empat orang itu, setelah 10 menit, dia menghapus keringat di daihnya, Qin Yinuo melihat ke empat orang yang terbaring di lantai itu, “Keluarkan hpnya!”


“Uuhh!” Keempat orang itu sudah tidak bisa berdiri, mana ada tenaga mengambil hpnya.


Qin Yinuo melihat ke arah Mu Xue. “Hpnya di siapa?”


Mu Xue masih bengong di pertarungan tadi, gerakan yang begitu cepat, bahkan jasnya masih tertata rapi, sama sekali tidak terlihat tadi dia bertarung sengit.


Melihat dia yang bengong, Qin Yinuo memutuskan mencari sendiri.


Sampai tangannya dikasih sesuatu,dan pingganggnya dipeluk oleh sebuah tangan kekar, Mu Xue baru sadar, tapi orangnya sudah dimasukkan ke dalam Bugatti.


Qin Yinuo tersenyum dan melihat ke arah Mu Xue, “Aku sudah menyelamatkanmu wanita, apa yang akan kamu lakukan untuk membalas kebaikan aku?”


“Uuh!” Mu Xue melihat Qin Yinuo dengan bingung, di benaknya masih terbayang pertarungan sengit itu, gerakan yang begitu kejam dan tajam, dia menyadari CEO nya beneran sangat misterius, sangat menakutkan! “Terima kasih!”


“Aku terluka!” Qin Yinuo menggulung bajunya, dan memperlihatkan bekas goresan pisau di tangannya, dia memang sengaja, alasannya sangat sederhana, membuat seseorang merasa menyesal!


“Ya! Beneran terluka!” Mu Xue kenapa tidak sadar, dia melihat jasnya memang robek juga. “CEO, kita pergi ke rumah sakit dulu!”


Lebih baik diobati di rumah sakit dulu!


“Tidak perlu, luka kecil ini tidak berarti apa-apa!” Qin Yinuo menurunkan bajunya.


“Tapi kamu terluka!” Dia bukan orang yang tidak berperaaan, orang ini terluka karena menolongnya, dia tentu akan merasa tidak enak, “CEO, kita leih baik ke rumah sakit dulu!”


“Mu Xue, bagaimana kamu berterima kasih kepadaku?” Qin Yinuo menatapnya, wajah pucatnya itu mungkin karena ketakutan tadi.


“CEO!” Mu Xue berkata, ucapan CEOnya tadi membuat dia mulai takut, “CEO, kamu ingin aku berterima kasih apa kepadamu?”


“Bagaimana kalau kamu menjadi wanitaku?” Dia menaikkan alisnya.


“Uuh!” Mu Xue menggigit bibirnya, karena sudah ditolong olehnya, dia tidak marah, tapi tatapannya penuh dengan amarah, dirinya dianggap apa? Dia berkata dengan dingin, “CEO, tidak mungkin! Kamu jangan bercanda!”


Qin Yinuo mengerutkan kening mendengarnya: “Mu Xue…..jangan menjawabnya dengan terburu-buru, kamu bisa berpikir dulu, apakah setelah aku menolongmu, kamu masih tidak mau memberikan dirimu?”


Dia menatapnya dengan mesra dan berbahaya, dari badannya masih tercium bau tembakau.


Detak jantung Mu Xue berdetak kencang, dia menatapnya.


“CEO, ke rumah sakit!” Dia melihat ke arah lengannya yang terluka, bagaimanapun dia terluka karena dirinya, dia berkata sekali lagi, “Tolong anda pergi ke rumah sakit boleh?”


“Baik!” Dia tiba-tiba berkata.


“Kamu temani aku pergi!” Dia memintanya.


“Kalau begitu cepatlah!” Mu Xue tahu dirinya punya tanggung jawab untuk menemaninya, karena dia terluka demi menyelamatkannya.


“Pria itu ganteng sekali, keren sekali.” Suster di rumah sakit melihat Qin Yinuo berjalan ke arahnya.


“Iya, dia keran sekali!” Seorang suster lainnya juga mulai bersemangat, dia melihat Qin Yinuo dengan tatapan penuh cinta.


Mu Xue membantunya mengurus administrasi, tapi siapa sangka belum kembali, dia sudah dibawa suster ke ruang emergensi untuk mengobati lukanya.


Apakah ini daya tarik seorang pria ganteng?


Kemeje Qin Yinuo sedikit longgar, dan lengan bajunya sudah tergulung, lukanya terlihat, dia bersandar malas, tapi masih tetap ganteng dan elegan.


Mu Xue yang memegang nomor antrian hanya bisa menghela nafas.


Lewat jendela, Qin Yinuo dan Mu Xue saling bertatapan lagi, tapi Mu Xue kembali menundukkan kepalanya.


Dan tiba-tiba teleponnya berbunyi, dia mengangkat teleponnya.


“Mami, kenapa masih belum pulang!”


Ketika mendengar suara anaknya, Mu Xue langsung tersenyum manis, “Cheng Cheng, mami bertemu seorang teman, sekarang lagi di rumah sakit, mungkin pulang agak telat, kamu dan tante Mi Lin tidak usah menungguku, kalian tidur dulu!”


Qin Yinuo melihat Mu Xue yang tersenyum sambil berbicara di telepon itu, sekarang sudah jam 10 malam, apakah pacarnya yang meneleponnya? Sialan dia masih belum berpisah, dan berani bermesraan di depannya?


Mata dia terlihat berbahaya, wajahnya terlihat sangat kesal.


Wanita sialan ini masih berani berpacaran, apakah hal itu tidak meninggalkan trauma di hidupnya? Sia-sia dia masih merasa bersalah dengannya!


Selesai diobati, dia berjalan keluar dengan kesal.


“Sudah selesai?” Mu Xue berkata dengan penuh perhatian, melihat perbannya yang begitu sempurna, dia menghela nafas, “Aku pergi bayar dulu!”


Ketika Mu Xue kembali, Qin Yinuo sedang berdiri di depan ruangan emergensi sambil merokok, dia berdiri dengan elegan sambil menatap Mu Xue.


Dan di samping para suster menatapnya dengan penuh cinta, di depan pintu ruang emergensi tertempel tulisan—- DILARANG MEROKOK.

__ADS_1


“Siapa yang telepon tadi?” Dia bertanya.


“Uuh!” Dia mengangkat kepalanya. “Apa katamu?”


“Aku bilang siapa yang meneleponmu tadi!” Dia mengulanginya dengan sabar.


“Bukan urusanmu!” Mu Xue merasa aneh, dia menjawab telepon apa hubungannya dengan dia?


“Aku mau tahu siapa?”


Dia menatapnya dengan menakutkan, tatapan itu membuat orang tidak bisa kabur dan juga tidak berani menatap kembali.


Walaupun berjarak lima langkah darinya, dia tetap tidak merasa aman. Seperti kalau dia mau, bisa saja memakan Mu Xue kapanpun, jadi jarak bukan masalah.


“Jawab!”


Dia mau jawaban apa?


Dia bertanya kepada dirinya.


Dia merasa takut karena teriakannya, pria ini beneran gila, bahkan urusan privasinya juga mau diatur, betul, dia memang sudah menyelamatkannya, tapi, ini bukan berarti dia punya hak untuk mengganggu kehidupannya? Dia hanya boss saja!


Melihat dia tidak berbicara, Qin Yinuo mematikan rokoknya, kemudian menarik tangannya dan berjalan keluar, dia memasukkan Mu Xue ke dalam mobil lagi.


“CEO, aku bisa pulang sendiri!” Dia berteriak dengan panik.


Qin Yinuo juga masuk ke dalam mobilnya. “Pacar kamu yang telepon bukan?”


Mu Xue tertegun, dia menggigit giginya dan berkata, “Iya, pacar aku! Dia tanya kenapa aku belum pulang!”


Dia tiba-tiba terdiam, dan tidak berbicara lagi.


Wanita sialan, dia berani tinggal bersama pacarnya.


“CEO, terima kasih kamu sudah menyelamatkan aku hari ini, dan mengambil kembali hp aku, aku bisa naik bus pulang sendiri.” Mu Xue berkata.


Qin Yinuo hanya menatapnya sebentar, tatapan yang menyeramkan itu membuat dia tidak berani berbicara lagi, hanya menelan ludahnya terus!


Kemudian mobil berjalan pergi dengan cepat!


“Ah—–” terdengar suara teriakan wanita dari dalam Bugatti, teriakan yang tidak mengenakkan.


Mobil berhenti di sebuah apartemen mewah.


“Kamu….kamu….” Rasa takut yang sudah hilang tadi, kembali lagi, karena melihat tempat asing ini. “Ya, ini di mana?”


Tangan kecilnya menutup dadanya, tadi di jalan beneran kayak balap, cepat sekali!


Belum selesai berbicara, dia sudah ditarik masuk ke dalam lift.


Kemudian dilempar ke sofa putih di sebuah apartemen, dia dengan tercengang berkata, “Kamu, apa yang ingin kamu lakukan?”


Dia beneran sangat kaget! Kenapa dia membawanya ke sini?


Kenapa dia berhak menculiknya?


“Jadi wanitaku!” Dia berkata.


“……” Matanya terlihat membesar.


“Malam ini!” Mereka sudah berada sangat dekat.


Dia akhirnya tidak bisa menahan diri, dan berteriak, “Kamu gila ya?”


Qin Yinuo mengangkat dagunya, dan berkata dengan tegas: “Aku gila atau tidak, tidak perlu kamu periksa, takut nggak?”


Mu Xue menutup matanya.


“Jangan begitu!” Suara dia sudah terdengar menyerah dan takut, pria ini beneran sangat berbahaya, dia sudah melihat gerakannya tadi, dia beneran takut dengannya. Kalau dia mau melakukan sesuatu, dia tahu dirinya tidak bisa kabur lagi.


Fakta membuktikan, yang kuat memakan yang lemah masih ada di dunia modern ini, kalau tidak dia juga tidak mungkin tidak berdaya di sini.


“Aku sudah bilang, jadi wanitaku!”


“Kenapa aku harus?” Dia membuka matanya lagi, melihat tatapan yang berbahaya itu, dia menutup matanya lagi.


“Dia bisa menghidupi kamu?” walaupun tidak bertemu pacaranya, tapi Qin Yinuo memastikan pria itu bukan barang baik, kalau nggak mana mungkin dia membiarkan wanita ini berjualan ****** sendirian?


“Uuh!” Mu Xue menelan ludah. “Bukan urusan kamu!”


“Aku bisa menghidupi kamu! Dia tidak bisa!” Qin Yinuo menatap wajahnya, tatapannya begitu dingin, “Aku bisa memberikan semua yang kamu mau, dan dia tidak bisa!”

__ADS_1


Maksud dia ada yang lain, tapi Mu Xue mengira semua yang dia omongin tentang uang.


__ADS_2