AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 38 Mengetarkan Semuanya


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Di dalam pesawat, kabin first class.


Ekspresi Mu Xue sangat biasa, seperti kejadian semalam tidak pernah terjadi, hal ini membuat Qin Yinuo merasa aneh. Sekarang Mu Xue tertidur, dan dia masih saja memakai baju yang begitu norak, kelihatan sangat suram.


Hello! Im an artic!


Tapi bagus juga, dia termasuk tegar, membuat Qin Yinuo lebih berharap kepadanya.


Mu Xue, menyuruh kamu menjadi wanita aku, kamu juga harus bisa menahan tekanan sebagai wanitanya Qin Yinuo, dia berharap dia bisa melewati tantangan! Karena dengan begitu, baru bisa melewati ujian dari papanya.


Sambil berpikir, dia merapatkan bibirnya sambil tersenyum, sampai tangannya di sentuh oleh Ceng Li, Qin Yinuo baru mengerutkan keningnya.


Ceng Li juga merasa aneh, kedua orang ini kenapa tidak datang meeting kemarin, dan hari ini tiba-tiba bilang mau dinas, malah pergi ke korea yang jauh itu. “Nuo, kamu yakin dinas kali ini bukan tiba-tiba?”


Hello! Im an artic!


Qin Yinuo menatap ke arahnya dan melihat wajah Ceng Li yang ganteng itu, dia terus menatapnya, sampai dia merasa tidak enak.


“Nuo, kenapa kamu terus melihatku? Kamu kira aku akan jatuh cinta padamu!” Dia sengaja bercanda sambil mengedip matanya.


“Siapa CEO di antara kita?” Qin Yinuo berkata dengan dingin, lalu melihat ke arah Ceng Li, lalu berkata lagi, “Dia sudah tidur, diam!”


“Nuo, kamu lembut sekali!” Suara Ceng Li sangat rendah, dia kemudian melihat ke arah Mu Xue, “Xiao Xue tertidur! Tidak apa-apa!”


“Diam!”


“Nuo, kata diam ini sudah hampir menjadi kata andalan kamu, kamu takut aku bilang sesuatu? Tenang saja, aku tidak akan berbicara sembarangan, aku tidak akan kasih tahu Xiao xue kamu suka padanya!” Ceng Li berkata sambil tersenyum, dia mulai menatap ke arah Mu Xue dengan mesra. “Xiao Xue beneran lucu sekali ketika tertidur!”


Qin Yinuo langsung melihat Ceng Li dengan ekspresi dingin, “Kamu jijik sekali!”


“Kamu juga angkuh!” Ceng Li membalasnya.


Mu Xue terbangun oleh suara mereka, melihat kedua pria yang menatap dirinya, dia sedikit tercengang, dan langsung duduk dengan tegak, “CEO, manajer Ceng!”


“Xiao Xue! Kami beneran membuat kamu bangun ya!” Ceng Li tertawa tanpa merasa bersalah, “Jangan tidur, tunggu sampai hotel baru tidur, di sini tidak nyaman, kalau kamu beneran ngantuk bisa tidur di pelukan aku!”


Wajah Mu Xue langsung memerah, dia bahkan tidak berani mengangkat kepalanya, hanya berkata, “Manajer Ceng, candaan kamu tidak lucu sama sekali!”


“Haha, kamu lucu sekali.” Ceng Li tertawa melihat ekspresinya yang begitu serius.


Qin Yinuo hanya berakta, “Diam, seluruh pesawat penuh dengan suara tawamu, jijik nggak sih?”


Seoul Korea


“CEO, dokumennya sudah lengkap semua.”


Dinas kali ini, Qin Yinuo berencana bekerja sama dengan perusahaan di korea, yang bernama perusahaan Huier


“Iya!” Qin Yinuo mengangguk, “Aku mengerti!”


Tentu mereka juga mau menghadari sebuah acara bisnis, dan Qin Yinuo juga sebenarnya ingin membawa Mu Xue datang jalan-jalan, dan sengaja mengajak Ceng Li, dia takut Mu Xue tidak ikut!


Hari itu dia menangis begitu sedih, membuat hatinya juga ikut sedih.


“Malam ini ada sebuah acara bisnis, kamu jadi wanita pendampingku.” Qin Yinuo menerima dokumennya dan menatap ke Mu Xue.


“Aku juga harus?” Mu Xue bertanya.


“Iya!”


“Boleh nggak ikut nggak?”


“Ini pekerjaan!” Qin Yinuo berkata dengan dingin.

__ADS_1


“Ooh!”


“Nanti ada orang yang akan mengurusi kamu!” Sambil berkata, tiba-tiba ada orang yang beneran mengetuk pintu.


Qin Yinuo berdiri, “Ayo!”


Penata riasnya seperti punya teknik yang sangat hebat, Mu Xue yang keluar dari ruang ganti membuat Qin Yinuo terpaku, gaun yang begitu cocok dengannya, ditambah kalung berlian yang begitu berkilau, membuat dia terlihat begitu suci dan seksi.


Suci dan seksi sama-sama muncul di seorang wanita memang aneh, tapi Mu Xue memang memberikan orang perasaan itu.


Rambutnya yang panjang, lehernya yang putih, dan anting di telingnya juga begitu menarik perhatian.


“CEO! Ini terlihat tidak nyaman!” Mu Xue ingin menangis! “Sepatu ini terlalu tinggi, aku mau pakai yang biasa saja, aku tidak bisa jalan!”


Baru berjalan selangkah, kakinya mulai bergetar, Mu Xue lalu terjatuh ke pelukan Qin Yinuo, “Ahhhh”


Qin Yinuo dengan elegen memeluk pinggangnya, dia sangat suka dengan wanita yang terjatuh ke pelukannya ini.


“Tidak terlalu tinggi kok.” Dia melihat sepatunya, “Baru 3 4 cm, masa tinggi?”


“Tidak bisa, CEO, aku tidak bisa pakai!” Mu Xue tahu pakai sepatu juga bagian dari pekerjaannya, dia beneran tidak berdaya, “Aku ingin ganti sepatu biasa!”


“Nona, gaun itu harus dipasang dengan sepatu hak tinggi.” Penata riasnya berkata, “Gaun kamu ini sangat cantik loh!”


Wajah Mu Xue langsung memerah, “Tapi aku tidak bisa jalan!”


“Aku topang kamu!” Qin Yinuo tersenyum aneh, “Kalau begitu kamu malam ini hanya bisa bersandar kepadaku.”


“Lepasan tanganmu.” Mu Xue terlihat menggigit giginya.


Astaga, kenapa dia harus memilih gaun yang memperlihatkan punggungnya, dan kedua tangan dia itu begitu alami menyentuh pinggangnya!


Qin Yinuo melepaskan tangannya. “Kamu yakin tidak butuh aku?”


“Aku bisa jalan sendiri.” Mu Xue berkata.


Bahunya tidak ada tali sama sekali, dia selalu takut bajunya akan terjatuh, karena dia tidak memakai apapun di dalam, kalau beneran lepas, dia akan malu sekali.


Mu Xue yang baru berjalan selangkah langsung bergoyang lagi.


Qin Yinuo berdiri 1 meter darinya, “Yakin tidak mau aku pegang?”


“Tidak perlu!” Dia terus bergoyang. “Ayo pergi!”


Qin Yinuo dan Ceng Li sama-sama membawa wanita pendamping, dan membawa keramaian di acaranya, banyak pebisnis dari korea yang mendekat untuk berkenalan.


Setiap orang yang melihat wanita pendampingnya, langsung terkejut.


Di samping Ceng Li juga ada seorang wanita, dia memakai gaun warna ungu, Mu Xue tidak mengenal wanita ini, tapi dari auranya, sepertinya sama dengan Ceng Li, sangat cantik.


Mu Xue seperti peri yang terjatuh ke bumi, dia membawa aura yang begitu putih bersih, senyuman yang manis, dan sedikit tersipu malu.


Ketika melihat begitu banyak orang, dia mulai meraasa tidak enak, dia tidak terbiasa menjadi perhatian publik, dia merasa tatapan orang semakin banyak, dan senyumannya pelan-pelan menjadi kaku.


Dia pelan-pelan menarik jas Qin Yinuo dan berkata: “CEO, kapan lagi baru boleh pergi?”


Mendengar dia dan pebisnis korea semuanya membicarakan tentang bisnis, dia semakin pusing.


Qin Yinuo meliriknya dan berkata, “Tarian pertama kita yang bawakan nanti, kamu belum nari sudah mau pergi?”


Tarian pembuka? Mu Xue merasakan kakinya mulai lemas.


Dia tidak bisa menari, kali ini beneran akan memalukan.


“Kenapa?” Qin Yinuo bertanya karena ekspresi Mu Xue yang berubah.

__ADS_1


“Aku tidak bisa menari!” Dia menggenggam lenggannya dan berkata dengan wajah memerah, “Bagaimana ini?”


Dia sedikit kaget, tapi setelah itu kembali menenangkan ekspresinya dan tersenyum, “Tidak masalah, ada aku, kamu ikutin gaya aku saja!”


“CEO, aku beneran tidak tahu harus menari seperti apa, kamu nari sendiri saja! Aku pergi!” Dia juga bukan orang penting, kenapa dia harus mengikuti acara penting seperti ini?


“Kamu kira bisa kabur benearn?” Qin Yinuo menghembuskan nafasnya di telingan Mu Xue, “Kamu terlalu polos, cepat nari! Musik akan dimainkan!”


“Aku beneran dibuat malu olehmu!” Malam ini mungkin akan menjadi malam paling memalukan di hidupnya, kehidupan orang atas ternyata memang tidak cocok untuknya.


Semua orang melihat ke arah Qin Yinuo dan Mu Xue, dan wanita pendamping Ceng Li juga bertanya, “Kakak Li, wanita itu pacarnya kakak Nuo?”


“Ini, mungkin kamu harus tanya langsugn kepadanya!” Ceng Li tidak menjawabnya, karena dia juga tidak tahu, Qin Yinuo tidak pernah mengakuinya!


Sepertinya dia jago menggoda wanita, melihat Mu Xue yang memerah itu, tidak tahu apa yang diucapkan olehnya.


Ketika musik dimainkan, pangeran dan putri ini pelan-pelan masuk ke tengah-tengah.


Mu Xue sudah tegang, kesal lagi, Dia merasa dirinya seperti dipermaikan oleh Qin Yinuo, sama sekali tidak bisa bebas, “Tenang saja, badanmu terlalu kaku.”


“Aku tidak bisa nari.” Dia bergumam dan sangat tegang.


“Jangan tegang!” Dia berkata.


Dia berpikir, siapa yang tidak tegang ditatap banyak orang, “Ikutin langkah kakiku!”


“Ya! Maaf!” Mu Xue merasa kakinya menginjak kaki Qin Yinuo, “CEO, lepaskan aku saja!”


“Lanjutkan!” Dia sama sekali tidak peduli.


“Baik, ini kata kamu sendiri ya!” Dia tidak peduli dengan pijakannya, siapa suruh dia dipaksa nari terus.


Dia sekali lagi menginjaknya, besok mungkin kakinya akan bengkak.


Musik beberapa menit ini, bagi Xiao Xue seperti penyiksaan yang panjang, setelah musik berhenti, detak jantungnya baru kembali normal.


“Astaga, ini bukan orang biasa yang bisa menerimanya!” Dia tidak tahu sudah menginjak kaki Qin Yinuo berapa kali, bahkan dirinya juga tidak jelas.


“Tuan Qin, boleh mengajak wanita pendamping kamu untuk menari?” Seorang pria korea berkata.


Mu Xue hampir saja kaget setengah mati oleh ajakan ini.


“Maaf, Tuan Fei, hari ini dia tidak enak badan, tadi dipaksa aku nari sudah berlebihan, aku tidak berharap dia kecapekan.” Qin Yinuo menolaknya dengan sopan.


“Sayang sekali, wanita pendamping kamu ini cantik sekali.” Tuan Fei berkata sampai tersenyum.


“Terima kasih atas pujiannya Tuan Fei!” Qin Yinuo lalu membawa Mu Xue duduk di sofa.


“Hai! Kami atang!” Ceng Li membawa wanita pendampingnya datang dan berkata: “Xiao Xue, perkenalkan, ini adik aku, Ceng Yangyang”


Mu Xue kaget, “Ternyata ini adiknya manajer Ceng, pantesan kelihatan mirip kamu! Hehe, halo nona Ceng, aku Mu Xue!”


Dia mengulurkan tangannya dengan sopan, Mu Xue merasa wanita di depannya ini sangat baik.


Siapa tahu, Ceng Yangyang berkata, “Kak Xiao Xue, kamu mirip sekali dengan keluarga aku!”


“Uuh!” Mu Xue tidak menyangka Ceng Yangyang bisa bercanda seperti itu, “Ooiya?”


“Kakak Li, kamu lihat, hidung Xiao Xue mirip sekali dengan kamu!” Ceng Yangyang menunjuk ke hidung Mu Xue sambil berkata: “Kamu lihat, hidung kamu sama persis, dan juga tanda merah di hidungnya.”


“Ei? Benar juga!” Ceng Li berkata, “Iya iya, yangyang benar juga, belakangan ini kenapa sering ada orang yang hidungnya mirip dengan aku!” Ceng Li berkata dan tersenyum lebar, “Sayang papa sangat cinta dengan mam, kalau nggak, aku mungkin mengira Xiao Xue adalah anak papa di luar sana!”


Mu Xue juga tersenyum, dan menggelengkan kepalanya, mama mungkin, marga papanya Xiao?


Qin Yinuo juga berkata, “Yangyang, kamu lebih berlebihan dari kakak kamu!”

__ADS_1


Ceng Ceng cemberut mendengar ucapan Qin Yinuo, setelah menyapa Mu Xue, dia kemudian duduk di samping Qin Yinuo dan bertanya: “Kakak Nuo, kak Xiao Xue pacar kamu bukan?”


__ADS_2