
Hello! Im an artic!
Akhirnya, Mu Xue tidak tahan bertanya : “Du Jing, apa yang sebenarnya terjadi pada Presiden?”
“Tidak, tidak apa-apa!” Du Jing segera menyangkal.
Hello! Im an artic!
Kebetulan pada saat ini, pintu kantor Pei Lingfeng dibuka. Wajahnya tenang, tersenyum ketika melihat Mu Xue, membawa cinta kasih. “Xiao Xue, pulang lebih awal ya, wajahmu sepertinya kurang sehat! Du Jing, kamu antar Xiao Xue pulang, kemudian pergi ke tempatku!”
“Baik!”
Setelah selesai mengatakan kalimat ini, Pei Lingfeng sekali lagi melihat Mu Xue dengan dalam, kemudian melangkah pergi dengan besar.
Mu Xue sedikit bingung, situasi apa ini?
Hello! Im an artic!
“Ding Dong Ding Dong——” Ponsel berdering, dia menundukkan kepala melihatnya, itu Qin Yinuo, dia tidak mengangkat panggilan telepon tersebut, tetapi berkata pada Du Jing : “Aku pergi dulu, kamu tidak perlu mengantarku, ada yang datang menjemputku!”
“Oh!” Du Jing mengangguk. “Baiklah! Mari turun bersama-sama!”
Waktu pulang kerja, orang-orang di kantor mulai keluar satu per satu. Mu Xue dan Du Jing bersama-sama keluar dari aula, dari kejauhan, sebuah Bugatti berwarna biru royal melaju ke arah sini.
Tatapan Qin Yinuo mencari bayangan Mu Xue, tetapi tidak menyangka dirinya akan melihat dia berjalan keluar dari aula bersama seorang pria sambil mengobrol, dan Mu Xue berjalan-jalan, sepertinya terpeleset, hati Qin Yinuo segere bergetar. Untungnya, pria itu segera memapahnya, tetapi tangannya menempel di pinggangnya, seluruh orang Mu Xue bermiringan jatuh ke dalam pelukan pria itu.
Melihat dia dipeluk dalam pelukan pria lain, dirinya merasa sangat marah, sial, benar-benar tidak boleh bekerja di sini lagi, wanitanya sudah dilecehkan oleh orang mesum!
Qin Yinuo menarik rem dengan kuat, melepaskan kunci, dan turun dari mobil dengan agresif!
“Hati-hati!” Du Jing berdiri di belakangnya, memapahnya, tetapi menyadari hatinya tiba-tiba bergetar.
Getaran semacam ini, terasa sedikit aneh, tanpa alasan, tetapi melonjak begitu dalam. Dia hanya merasakan jantungnya berdebar dengan kencang, ada sesuatu yang mulai mengalir, hangat dan disertai perasaan yang aneh.
“Du Jing, terima kasih!” Mu Xue terkejut, untung tidak terjatuh, jika tidak, benar-benar tidak tahu akan bagaimana, tangannya refleks memegang perutnya, untungnya dia menyelamatkan dirinya sendiri, Mu Xue berterima kasih padanya lagi. “Terima kasih!”
“Lain kali suruh staf pembersih membersihkannya agak sore, sudah membeku di musim dingin, kamu harus lebih berhati-hati!” Du Jing mengingatkannya, wajahnya sedikit merah, ketika memeluknya tadi, aroma manis yang menyembur ke hidung saat itu membuatnya dia, pria yang tidak dekat dengan wanita, tersipu!
Qin Yinuo melangkah mendekat, orang-orang yang pulang kerja melihat seorang pria yang bertubuh tinggi, gagah, wajah bersudut jelas, dan mengenakan setelan bermerek itu berjalan kemari.
“Aaaa—— Tampan sekali!”
“Sangat tampan!”
Para penggemar mulai berseru.
Tiba-tiba suara bisikan membuat Mu Xue membalikkan kepala, dan melihat Qin Yinuo yang sudah tiba di tempat yang berjarak sekitar lima meter dari dia dengan Du Jing, dia mengangkat alisnya yang miring itu, sepertinya tertarik, kemudian sedikit membuka bibirnya yang tipis itu, dan suara yang magnetis itu terdengar : “Istriku, mari pulang!”
Istri?
Mu Xue terkejut hingga hampir tidak berdiri dengan stabil, Du Jing refleks memapahnya lagi.
Qin Yinuo dengan cepat melangkah dua langkah, lalu melingkari pinggangnya yang ramping, dan membawanya ke dalam pelukannya sendiri, kemudian sedikit tersenyum kepada Du Jing, senyumannya membawa kedinginan, tatapannya juga tajam bagaikan pisau, “Tuan Du, terima kasih! Istriku, aku datang menjemputmu, mari kita pulang!”
Selesai berkata, Qin Yinuo tiba-tiba menggendongnya, langsung menggendongnya ke dalam Bugatti di depan Du Jing dan para rekan kerja yang berlalu lalang, semakin mengejutkan semua orang……
__ADS_1
Sudur bibir Du Jing menunjukkan sedikit kepahitan……
Mu Xue tidak bereaksi hingga duduk di dalam mobil, dan setelah mobil berjalan sangat lama!
Setelah mobil melaju keluar berjarak tiga ratus meter dari “LingFeng” dan berhenti di tepi jalan raya, barulah Mu Xue bereaksi kembali, kemudian wajahnya memerah.
Bagaimana dia boleh sembarang memanggilnya, mereka tidak menikah, lagipula, bukankah dirinya berkata bahwa dia tidak akan menikah?
Qin Yinuo menghentikan mobil dan mulai membuka pakaiannya, Mu Xue terkejut, refleks melindungi mantelnya, tidak membiarkan dia membuka kancingnya. “Qin Yinuo, apa yang sedang kamu lakukan?”
Dia tidak berkata, langsung membuka mantelnya dengan kasar, dan membuangnya ke belakang, kemudian membuka jasnya sendiri, dan memakaikannya untuknya, jas yang kebesaran terlihat aneh di tubuhnya.
Hingga setelah selesai diganti, Mu Xue menatapnya, “Apakah kamu gila?”
Dia masih tidak berkata, keningnya mengerut, memiringkan tubuh dan melihatnya, matanya tidak berkedip sama sekali.
“Qin Yinuo?” Dia sedikit tidak nyaman ditatapnya seperti itu.
Dia tiba-tiba mengulurkan tangan, memeluk tubuhnya dalam pelukannya, dia dipeluk dengan erat dalam pelukannya, tetapi pelukannya yang biasanya mendominasi terasa sedikit berbeda sekarang, membuatnya merasa sedikit pengap.
Pengap semacam ini bukan karena tidak bisa bernafas, tetapi karena dia tatapannya yang baru saja terlintas. Tatapannya itu sangat rumit, seperti anak kecil yang mainannya direbut, ada keluhan, ada perjuangan, dan dominasi yang kuat.
Mu Xue tidak tahu harus bagaimana, penentangan dan perjuangannya pun perlahan-lahan berhenti. “Qin Yinuo, kenapa?”
“Dia memelukmu!” Dia berkata dengan pelan di telinganya, suaranya marah.
“Eh! Bukan!” Akhirnya Mu Xue mengerti, ternyata karena kejadian Du Jing memapahnya tadi. “Kamu lepaskan aku dulu, dengarkan aku, itu karena lantai sedikit basah, Du Jing memapahku! Bukan memeluk yang kamu katakan itu!”
Kata-kata pria ini salah.
Suaranya semakin berat dan rendah, dia membenamkan kepalanya ke lehernya, mencium aroma wanginya. Di ruangan yang kecil ini, lengannya yang kuat memeluknya, dia adalah miliknya, tidak boleh disentuh oleh pria manapun!
“Qin Yinuo!” Wajah Mu Xue yang awalnya memerah ketika melihatnya menjadi semakin merah sekarang.
Dia yang seperti ini…… Seperti seorang anak kecil, apakah dia cemburu? Sudut bibirnya terangkat, apakah dia seharusnya merasa senang?
Sangat sunyi di dalam mobil, hanya terdengar suara nafasnya.
“Undurkan diri, Xiao Xue, undurkan diri, aku tidak ingin membiarkanmu bekerja lagi sedetikpun! Pulang, kamu jaga dua anak di rumah saja, aku yang merawatmu!” Dia masih memeluknya.
“Eh!” Dia tidak bisa berkata, merasa lucu dan kesal dengan dia yang tidak masuk akal. “Cepatlah, kita harus menjempur TianYi, dia pasti sudah lama menunggu!”
“Oh! Baik!” Barulah Qin Yinuo melepaskannya, menarik jasnya, menemukan bahwa dia sangat lucu mengenakan jasnya, dan hatinya pun penuh dengan kepuasan yang manis.
Mu Xue bersandar di kursi, jas yang kebesaran membawa aroma tembakau yang tipis, aroma tembakau yang spesial dimiliki oleh Qin Yinuo, sangat tipis, sangat harum, dan ada aroma maskulin yang dimilikinya, entah mengapa dia merasa sangat tenang, tangannya memegang perutnya, hatinya bergumam : Bayiku, ada ayah di samping loh, kali ini mama sanga berharap ayah akan selalu menemani mama, jangan kesepian lagi seperti terakhir kali melahirkan kakak! Kamu juga harus bersemangat!
Dia berpikir, mungkin benar-benar adalah seorang putri, dia ingat dalam beberapa hari di Hokkaido, dia selalu berkata bahwa ingin melahirkan seorang putri, semoga kali ini dia bisa melahirkan seorang putri untuknya.
Hanya saja hatinya masih merasa sedikit murung, tidak tahu apakah kebahagiaannya benar-benar bisa didapatkan dengan mudah atau tidak, apakah Mo Yilan benar-benar bisa sembuh? Yang bisa dia lakukan sekarang hanyalah berdoa agar dia lekas sembuh.
Ketika Qin Yinuo hendak menyalakan mobil, tiba-tiba, ponselnya berderang, dia mengerutkan kening, itu adalah panggilan dari rumah.
Hati Mu Xue bergetar sambil menundukkan kepala, hatinya bergetar bagaikan drum yang sedang dipukul, jangan-jangan adalah Mo Yilan?
“Halo, ayah!” Qin Yinuo mengangkat ponsel.
__ADS_1
Kata “Ayah” itu membuat Mu Xue menghela napas, untung, bukan Mo Yilan!
“Hah, Anda sudah ,menjemput Tian Yu pergi? Baik, aku tahu!” Qin Yinuo mematikan telepon, kemudian melepaskan baterai ponsel, tiba-tiba memandang Mu Xue dengan licik. “Ayah sudah menjemput Tian Yu pergi, tidak membiarkan kita menjemputnya lagi!”
Hati Mu Xue mengerut, “Dia berkata bahwa akan membiarkan Tian Yu tinggal bersamaku selama sebulan!”
“Dia menyuruhmu pergi menjemputnya besok, malam ini adalah milik kita berdua!” Mata Qin Yinuo yang hitam pekat berkedip, “Aku adalah milikmu, aku sudah mematikan ponsel, kamu juga matikan ponselmu!”
“Qin Yinuo, aku tidak boleh mematikan ponsel, bagaimana jika ada kepentingan?!” Mu Xue tidak bisa berkata, tetapi juga merasa terharu karena dia mengeluarkan baterai ponselnya.
“Tidak peduli, meskipun langit runtuh pun tidak peduli, Cheng Cheng tinggal di sekolah, tidak akan ada apa-apa, Tian Yu juga sudah pulang, aku di sampingmu, mana ponselmu?” Dia berkata sambil mulai mencari tasnya, dan langsung mengeluarkan ponselnya, melepaskan baterai ponselnya, kemudian barulah berkata dengan tenang : “Istriku, kemana kita akan pergi?”
“Siapa istrimu?” Mu Xue menundukkan kepala dengan malu.
“Kamu! Kamu adalah istriku, mulai hari ini, aku akan panggil kamu istri, ayah sudah mengizinkan kita menikah!” Katanya.
“Tetapi mengapa aku harus menikah denganmu?” Dia menolehkan wajahnya, merasa jantungnya berdetak kencang.
“Apakah kamu tidak setuju? Kalau begitu aku akan membuatmu setuju malam ini! Aku pasti akan membuatmu memohon padaku, lihat saja nanti!” Dia berakta dnegan penuh arti.
Wajahnya semakin memerah, membenamkan dirinya dalam jasnya, tidak melihatnya, lalu berteriak : “Jalan, cepat pulang!”
“Baik, seperti istriku sudah sedikit tidak sabar!” Senyuman Qin Yinuo penuh dengan kasih sayang.
“Qin Yinuo!” Geraman pelan menandakan bahwa dia telah menjadi malu dan marah.
“Baik, istriku!” Melihat tampilan Mu Xue yang mengusutkan diri di samping dengan malu, Qin Yinuo akhirnya tidak tahan tertawa dengan keras : “Hahahaha, istriku malu……”
“Siapa istrimu!” Teriak Mu Xue, wajahnya sudah sangat merah, bersembunyi di dalam jasnya, tidak berani melihatnya.
“Kamu, kamu adalah istriku!” Qin Yinuo mulai bersenang-senang dan lanjut menggodanya.
Begitu mendengar suaranya yang begitu ambigu sengaja memanggilnya istri, wajahnya tidak tahan memerah dan jantungnya berdebar kencang.
“Istriku, jika sembunyi terus, akan pengap! Cepat keluar!” Nada bicara Qin Yinuo penuh dengan kasih sayang. “Cepat keluar!”
Qin Yinuo, dasar kamu pria yang jahat!
Mu Xue sangat malu, ingin sekali bersembuyi dalam celah tanah untuk menyembunyikan rasa malunya.
“Sudahlah! Tidak bermain lagi, keluar!” Dia benar-benar merasa sayang, takut dia akan sakit, ketika membuka pakaiannya, dia melihat wajahnya yang merah mengerikan, sudut bibirnya tidak tahan terangkat, tatapannya juga sangat lembut. “Ingin makan apa? Aku bawa kamu pergi!”
“Tidak makan!” Sudah kenyang marah dengannya, kata Mu Xue dengan marah.
“Berarti maksud istriku adalah kita langsung pulang melakukannya di rumah?” Dia mengangkat alis, seketika timbul minatnya, minat yang tiada batas.
“Qin Yinuo!” Mengapa bisa ada pria semacam ini di dunia ini? Mengapa selalu memikirkan hal itu?
“Hadir!” Jawab Qin Yinuo dengan lantang, “Ada perintah apa, silahkan istriku perintah! Sebagai suami, aku akan senantiasa memuaskan segala kebutuhanmu!”
“Qin Yinuo, jika kamu masih begitu tidak serius, aku tidak ingin menghiraukanmu lagi!” Dia mulai serius, tidak ingin mendengar dia berkata seperti itu, meskipun ketika dia berkata seperti ini hatinya terasa sangat bahagia, tetapi hari masih belum cerah sepenuhnya, meskipun bahagia tetapi itu juga membawa kabut.
Dia, apakah dia juga pernah memanggil Mo Yilan seperti itu?
Tiba-tiba, eskpresinya menegang.
__ADS_1
Meskipun dia tahu itu adalah masa lalu, tetapi, dia masih sangat mempedulikannya dalam hati, siapa yang percaya bahwa dia tidak memperdulikannya?