AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 26 Orang Kecil


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Uuh! Aku pergi cari manajer Ceng dulu!” Mu Xue tersenum, dia penasaran kenapa He Jing bisa tahu begitu banyak, bahkan tahu begitu banyak rahasia.


“Xiao Xue sayangku, kamu lagi mau ke mana?” Belum sampai ruangan Ceng Li, dia langsung bertemu dengannya.


Hello! Im an artic!


“Manajer Ceng, ini proposal terkait WVL CEO tidak ada, nona Wu juga menguber aku, mohon anda lihat dulu!” Mu Xue menjelaskannya.


“Iya! Masuk dulu! Ceng Li membuka pintunya, dan langsung mulai membaca dokumennya, ketika dia membaca dokumennya beneran terlihat sangat serius, tidak seperti biasa.


“Hmm! Sudah selesai!” Ceng Li mengangkat kepalanya, “Xiao Xue, aku tanya, modal untuk fashion show kali ini berapa ?”


Mu Xue tercengan, dia mana tahu! “Aku tidak tahu! Aku tidak hitung!”


Hello! Im an artic!


“Proposal rencana kamu tidak buruk, kamu memilih hall Jinri yang terbuka, sangat bagus dan inovatif, tapi sayang kamu tidak menghitung modalnya, ini kesalahan kamu. Kalau tidak ada perhitungan modal dan ketahuan oleh CEO, dia akan memarahi kamu!” Ceng Li berkata sambil tersenyum. “Tapi kakak kamu ini orang baik, tidak akan melaporkan kamu!”


Mu Xue langsung berkeringat dingin. “Manajer Ceng, 5 juta dollar terlalu tinggi nggak?”


“Xiao Xue, kamu tahu fashion show bagi perusahaan fashion adalah sebuah dasar bagi mereka berdiri di industri, jika ingin menonjol di ribuan fashion show setiap tahunnya, 5 juta dolar bukan uang yang paling banyak, dan tidak setiap perusahaan sanggup mengeluarkan biaya segitu. Jadi untuk menentukan modal, harus lihat profit yang didapatkan seberapa banyak!” Ceng Li tidak memberi jawaban langsung, tapi dia mencoba memberi pertanyaan sulit untuknya, Mu Xue mengerti sikap Ceng Li sekarang bukan seperti biasanya.


Dia akhirnya punya pemikiran baru tentang Ceng Li. “Aku akan mencari refrensi di dalam negeri, dan menghitung modal yang sesuai, terima kasih manajer Ceng!”


Paling tidak hari ini dia belajar sesuatu, mengungkit masalahnya, tapi juga tidak memberikan jawaban, dan melemparnya kepada bawahan, sepertinya bisa duduk di posisi manajer, pasti seorang yang berbakat.


Qin Yinuo tiga hari tidak datang kerja, Mu Xue tidak perlu membuat kopi untuknya, tapi dia masih merasa tidak enak ketika teringat malam di mana dia memarahi CEOnya.


Kalau dipikir lagi sepertinya tidak perlu begitu, bukankah itu hanya ****** 20.000 saja? Nggak mungkin dia tidak bisa mencari uang 20.000? Dia beneran terlalu tergesa-gesa!


Karena Qin Yinuo tidak ada, menyambut klien penting menjadi pekerjaan Ceng Li.


Mu Xue menemani Ceng Li masuk ke ruangan penerima tamu di kantornya, seorang manajer marketing area melihat Ceng Li masuk, dia langsung menyambutnya, Ceng Li melihat orang ini tidak asing, sepertinya manajer yang penting, tapi dia tidak bisa ingat siapa orang ini, dia memiringkan wajahnya sedikit dan bertanya kepada Xiao Xue, “Kamu tahu siapa orang ini?”


“Waktu bikin janji tertulis manajer marketing area utara, Lin Qingle!”


Ceng Li lalu berjalan ke depan dengan cepat, dia mengulurkan tangannya, dan menjabat tangan Lin Qingle dengan erat, tangan kirinya juga menepuk bahunya, dengan senyuman yang hangat dia berkata: “Manajer Qing, apa kabarmu?”


Lin Qingle melihat seorang General Manajer Qin Grup bisa mengingat dirinya, dia sangat senang, belum berbicara saja ia sudah tersenyum sangat lebar, lalu berkata: “Halo Manajer Ceng!”


Mu Xue berdiri di samping, hatinya merasa lucu, hanya saja dia tidak berani mengekspresikannya, hanya tersenyum tanpa bersuara, Ceng Li beneran jago berpura-pura seperti sudah kenal beberapa tahun.


Sampai Lin Qingle pergi, Ceng Li baru menoleh ke Mu Xue. “Lihat nggak, ketemu orang yang tidak akrab harus seperti aku, gimana, orderannya langsung jadi kan?!”


Mu Xue mengangguk, dia merasa salut dengannya.


“Ayo, malam kamu yang traktir gimana?”

__ADS_1


“Terima kasih manajer Ceng, aku masih ada urusan malam ini!” Mu Xue menolaknya sambil tersenyum, malam nanti dia harus jemput Cheng Cheng, dan juga harus pergi jualan barang, mana ada waktu pergi makan!


“Baiklah! Kalau besok?” Ceng Li bertanya lagi, seperti tidak mau melepaskannya.


“Manajer Ceng, besok malam aku juga sibuk!”


“Besok siang gimana?”


“Uuh!” Mu Xue melihat dia begitu serius, dia menghela nafas dan berkata: “Manajer Ceng, aku masih ada urusan lain, aku pergi dulu!”


“Xiao Xue, hanya makan saja kenapa? Bukan suruh kamu pergi berperang bukan.” Ceng Li tidak mengerti jurus dia memikat wanita tidak berguna di Xiao Xue.


“Xiao Xue, pesawat CEO jam 6.30 sore sampai, dia suruh kamu yang jemput langsung, dan sekalian melaporkan tentang perkembangan kerja samanya.” Sekretaris Gao memberitahu Mu Xue sebelum jam pulang.


Mu Xue mengerutkan keningnya, dia melihat jamnya, sudah sekitar 5.50 sore, dan dia masih punya waktu 40 menit, dia harus sampai di bandara dalam waktu 40 menit, dia dengan buru-buru menelepon Mi Lin, dan mengambil tasnya sambil berjalan pergi.


He Jing berpikir serius sambil melihat Mu Xue, sambil bergumam. “Sekretaris Gao, kenapa aku merasa…..CEO sepertinya sengaja menyuruh Xiao Xue pergi menjemputnya, apakah diantara mereka ada hubunga khusus?”


“Tidak mungkin!” Yang menjawabnya adalah teriakan An Qian, “CEO membawa Gao Siqi pergi dinas, Mu Xue yang norak seperti sampah itu, mana mungkin disukai CEO?”


Mu Xue tidak pergi menjemputnya, alasannya karena Cheng Cheng tidak ada yang jemput, Mi Lin keluar negeri, Mu Xue mana mungkin meninggalkan Cheng Cheng dan pergi menjemput CEOnya, dia lebih rela kehilangan pekerjaannya.


Di perjalanan, dia juga tidak menerima telepon, Mu Xue berpikir, kalau tidak ditelepon, berarti tidak masalah.


“Mami, kamu kelihatan seperti ada masalah?” Cheng Cheng bertanya.


“Kamu sudah melihat jam beberapa kali! Kamu ada janji ngedate?”


“Tidak ada!” Mu Xue menggelengkan kepalanya. “Cheng Cheng, semalam mami jualannya bagus, hari ini kita keluar makan saja?”


“Tapi bukannya kita harus hemat untuk bayar hutang ke tante Mi Lin?” Cheng Cheng berkata.


Mu Xue merasa sedih, Cheng Cheng sudah bersamanya lima tahun, dan selalu begitu baik, pengertian, tidak mengacau, hatinya semakin tidak tega anaknya ikut dia menderita. “Anakku, mami bawa kamu pergi makan enak ya!”


“Kalau begitu kita pulang ambil barang, selesai makan kita pergi jualan bersama!” Cheng Cheng berpikir besok hari sabtu, jadi tidak perlu masuk sekolah.


“Anakku, mami menjual barang dewasa! Anak kecil tidak boleh ikut loh!” Mu Xue menggelengkan kepalanya.


“Mami, kan cuman ****** doang?” Cheng Cheng menaikkan alisnya, dia terlihat seperti orang dewasa. “Di kelas kami ada teman bernama Tao Qiqi, dia juga punya ****** di dalam tas, malah dibagi ke kami untuk dijadikan balon!”


“Uuh!” Mu Xue tertegun, sejak kapan ****** bisa masuk ke sekolah TK.


“Mami, kamu jangan kaget gitu! Aku tahu itu buat melakukan hal jahat, hanya pria dan wanita menikah yang boleh pakai, kamu tenang saja, Cheng Cheng tidak akan memakainya!”


“Uuh!” Dia semakin bengong.


“Mami, biarkan aku pergi jualan dengan kamu, aku pasti menurut!”


“Tapi……”

__ADS_1


“Mami, kamu bawel sekali!” Mu Cheng berkata, “Ayo, kita pergi ambil barang, lalu makan dan mulai jualan!”


Mu Xue tercengang, gini juga bisa?


Pada akhirnya, dia tidak bisa melawan anaknya, Mu Xue membawanya pergi makan lalu pergi ambil barang, karena akhir pekan, dia mengambil lebih banyak barang, sebuah kardus yang besar.


Mu Xue mengambil barang dari sebuah toko barang dewasa, toko dewasa menjual barang grosir, Mu Xue mengambil barangnya, tiba-tiba dia menyadari ada sebuah barang produksi baru yang lupa diambil, kemarin ada seorang siswa wanita yang bilang mau beli.


“Anakku, kamu jagain kardusnya di sini, jangan lari ya, mami pergi ambil barang bentar, ingat, jangan lari, semua barang ini 10 juta loh! Kalau kejual semua kita bisa untung setengah!”


“Mengerti! Mami masuk dulu!” Cheng Cheng menepuk dadanya berkata, “Aku tidak akan pergi setengah langkahpun!”


Mu Xue pergi mengambil barangnya dengan tenang.


Dan Cheng Cheng sendirian menjaga kardusnya.


Ketika Qin Yinuo membawa Gao Siqi datang ke toko barang dewasa ini, dia melihat seorang anak kecil sedang menjaga kardus besar, Bugattinya pelan-pelan melewatinya, Qin Yinuo mengerutkan keningnya, anak ini…..


Anak ini terlihat kecil, lewat matahari senja, dia terlihat seperti malaikat, anak yang sebesar Tian Yu, dia teresnyum melihatnya, dan berkata kepada Gao Siqi, “Bukannya kamu mau beli barang! Aku tunggu di sini!”


“Baik!” Gao Siqi menjawabnya dengan malu, dia pernah mendengar ini adalah toko barang dewasa yang terbesar, jadi dia menyaranakn Qin Yinuo mengantarnya ke sini, dia ingin memberinya kejutan malam ini.


Gao Siqi kemudian turun dari mobil dan berjaalan ke arah toko, Qin Yinuo juga ikut turun, dia terus menatap Cheng Cheng, tiba-tiba dia merasa anak ini seperti memiliki kekuatan ajaib yang terus menariknya.


Qin Yinuo menyalakan sebatang rokok dan berjalan ke arah Cheng Cheng.


“Paman, mau ******?” Cheng Cheng melihat ada seorang paman datang, dia berpikir, apakah dia bisa mulai jualan sekarang?


Qin Yinuo terkejut olehnya, dia lalu menatap ke arah kardus itu.


Cheng Cheng dengan ramah menjelaskan, “Paman, ini semua ****** jenis terbaru loh, ada jenis permen juga, kamu bisa menggunakannya buat merayu kakak cantik!”


Astaga! Qin Yinuo tercengang oleh katanya, dia melihat Cheng Cheng membuka kardusnya, dan di dalamnya penuh dengan ******, semua jenis ada!


Qin Yinuo bengong! Dia melihat wajah Mu Cheng sekali lagi, membuatnya teringat wanita yang hari ini tidak datang menjemputnya itu.


Kenapa belakangan ini banyak orang yang berjualan ****** di pinggir jalan?


Mu Cheng melihatnya tidak berbicara, dia mengangkat wajahnya dan berkata dengan terkejut: “Paman burung besar, kita bertemu lagi!”


“Uuh! Kamu ?” Qin Yinuo juga mengenalinya, bocah yang merebut toilet dengannya di pesawat, kelihatan sangat lucu dan juga pintar.


“Paman, kamu nggak mau ******? Kualitasnya bagus loh!” Mu Cheng tidak lupa mempromosikan barangnya.


“Siapa yang menyuruh kamu menjual barang beginian di sini?” Qin Yinuo tidak percaya orang tua anak ini begitu jahat.


“Paman, kamu beli tidak? Barang ini bagus loh, semua orang yang pernah memakainya juga bilang bagus!” Cheng Cheng pernah melihat cara jualan di tv, dia berusah menjualnya kepada Qin Yinuo, “Noh, yang warna pink ini, kakak cantik pasti sangat suka!”


Qin Yinuo tercengan melihat bocah yang jago berbisnis ini, dia berpikir siapa orang yang bisa melahirkan anak seperti ini? “Papa mama kamu yang suruh kamu jualan ini?”

__ADS_1


__ADS_2