AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 478 Mu Xue Sudah Berubah


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Siapa pemilik mobil itu?” Yu Jinglan bertanya dengan suara yang dalam.


“Itu sebabnya aku memintamu untuk datang ke sini!” Direktur Zhao memandang Yu Jinglan dengan sangat serius: “pemiliknya adalah ibumu!”


Hello! Im an artic!


“Apa?” Kepala Yu Jinglan berdegung sampai tubuhnya yang tinggi langsung bergetar dan hampir jatuh. “Ibuku?”


“Betul, pemilik mobil itu adalah ibumu!” Direktur Zhao mengatakannya dengan serius.


“Bagaimana mungkin?” Yu Jinglan benar-benar tidak bisa mempercayainya dan merasa sekujur tubuhnya menjaddi sedingin es. Saat ini, Yu Jinglan tertegun dan tatapannya sangat kosong.


“Jadi, aku akan memberikanmu sedikit waktu, aku akan menahan kasus ini terlebih dahulu. Kamu juga tahu jika begitu kami melanjutkan kasus ini, kami harus memanggil ibumu untuk melaksanakan penyelidikan dan pengumpulan bukti. Sebelum itu, aku harap kamu bisa kembali dan bertanya siapa mengemudi mobil ini pada hari itu!”


Hello! Im an artic!


“Tidak mungkin ibuku. Dia tidak punya SIM, dan dia tidak bisa mengemudikan mobil! ” Yu Jinglan berkata dengan suara yang dalam, tetapi apakah ibunya membiarkan atau memerintahkan orang lain untuk melakukannya? Dia benar-benar tidak tahu. Dia merasakan hawa dingin merasuk ke dalam sekujur tubuhnya.


Jika mengaitkannya dengan perilaku ibu disaat waktu itu, Yu Jinglan benar-benar tidak memiliki kepercayaan diri ini, dia sangat takut, jika itu memang benar adalah ibunya, apa yang harus dia lakukan? Bagaimana Yin Yin bisa menerima ini?”


“Direktur Zhao, terima kasih, kasus ini anda tahan terlebih dahulu, aku akan segera lembali!” Dia berkata demikian.


“Hmm, jangan khawatir, tidak masalah!”


“Aku pergi dulu!”


“Mungkin saja ibumu benar-benar mengemudikan mobilitu, kamu harus menganalisisnya secara rasional!”


“Terima kasih!” Yu Jinglan mengucapkan terima kasih dan langsung pergi dengan terburu-buru.


Dia merasa tidak mungkin, bagaimana mungkin ibunya sekejam ini?


Tangannya yang sedang memegang setir pun sangat tegang. Ini masih pagi, Song Yin berkata bahwa ibunya sedang makan di rumah Song. Jadi dia tidak bisa sampai di sana dengan suasana hati seperti itu, dia pun mengemudikan mobil ke rumah ibunya.


Dia duduk di dalam mobil dan merasa sangat kacau, bersalah dan emosi yang tidak bisa dijelaskan bercampur menjadi satu yang membuat rasa bersalahnnya kepada Song Yin menjadi lebih dalam!


Wajahnya pun penuh dengan rasa sakit hati yang mendalam. Mobil yang menabrak Yinyin adalah milik ibunya. Bagaimana dia bisa menjelaskan ke Song Yin?


Sudah tidak sanggup menunggu lagi! Yu Jinglan sudah tidak sabar menunggu ibunya selesai makan. Dia berbalik lagi dan langsung menuju ke rumah Song. Setelah mengetuk pintu, semua orang sedang makan malam. Song Yin membukakan pintu dan berkata: “Apakah kamu sudah menangani semuanya? Apakah kamu sudah makan malam?”


Mata Yu Jinglan menyala menghadap kepada Song Yin, dia pun merasa bersalah dan ketakutan yang tak bisa dijelaskan,” tidak!”


“Jinglan sudah datang? “Lan Xin juga ikut berdiri, “Kalau belum makan malam, ayo makan bersama.


Ekspresi muka Du Liling sangar ramh dan berkata: “Cepat cuci tanganmu!”


Jian Yi dan Song Sitong juga menatapnya dan mengangguk untuk menyapanya.


Mata Yu Jinglan melirik kepada semua orang, dan akhirnya jatuh kepada ibunya. Dia tertegun selama tiga detik dan hanya mengangguk.


Song Yin sepertinya merasakan ada yang salah lalu mengambilkan sumpit untuknya.


Selama makan malam, Yu Jinglan tidak banyak bicara, dan sebagian besar dia hanya berbincang dengan Jian Yi. “LAN, kenapa kamu tidak bicara?”


“Selamat untukmu dan Sitong!” Yu Jinglan tersenyum.” Kapan pernikahan kalian akan dilangsungkan?”


“Tidak perlu lagi!” Song Sitong berkata demikian seperti tidak tertarik dengan hal itu.


“Mengapa tidak perlu? Aku ingin merayakan pernikahanku, Ayo pergi ke Amerika untuk melaksanakan pernikahan kita. Di dalam gereja, biarlah Tuhan bersaksi atas pernikahan kita!” Jian Yi malah tidak setuju dengannya dan ingin memberikan yang terbaik untuknya.


“Sungguh-sungguh tidak perlu, itu hanya sebuah formalitas, cukup di dalam hati saja!” Song Sitong mengatakannya dengan santai. “Tolong hormati pemikiranku!”

__ADS_1


“Er -” Jian Yi merasa sedikit kecewa.


“Sebenarnya aku sependapat dengan Tong Tong.” Lan Xin berkata sambil tersenyum. “Selama kalian hidup bersma dengan bahagia dan seasi, itu semua sudah sangat cukup!”


“Betul, dalam sebuah pernikahan, kamu tidak bisa melakukannya tanpa ketulusan. Kalau dipikir-pikir perayaan pernikahan mewah abad ke-19 Putri Diana saja, mereka tetap gagal! Jadi pernikahan itu hanya sebuah bentuk. Aku setuju dengan sudut pandang Si Tong!” Du Liling juga berkata demikian.


Song Sitong melihat ke arah Du Liling , dia dan Du Liling selalu tidak sependapat, dia memarahinya di rumah sakit dan mengutuknya dengan sangat kejam. Seumur hidupnya, dia tidak menyangka bahwa dia akan memiliki pikiran seperti itu. Meskipun dia duduk di meja yang sama dengannya, tetapi dia selalu merasa ada suatu batasan yang membatasi mereka.


Sepertinya semua sudah menghilang dan tidak penting lagi, dendam masa lalu yang panjang sepertinya juga sudah menghilang.


Dia mengangkat matanya dan menatap Du Liling lalu berkata dengan serius: “Bibi Du, aku adalah orang yang suka membalaskan dendam. Aku sangat membencimu sebelumnya, tapi sekarang tidak lagi!


Aku harap Anda tidak mengingat kata-kata kasar yang aku ucapkan sebelumnya!”


Du Liling merasa sediit terkejut dan meneteskan air matanya. “Terima kasih, terima kasih atas toleransi kamu, Ayo kami melupakan masa lalu kami!”


Yu Jinglan melihat ucapan terima kasih yang tulus dari kedua mata ibu itu. Dia pun merasa sedikit ragu, apakah ibu yang sudah tahu salah? Apakah hal yang dilakukannya dulu adalah sebuah kehilafan?”


Demi masa depan, ayo bersulang!” Jian Yi berdiri dan berkata kepada Lan Xin dan Du Liling : “Bibi, bos, aku ingin bersulang kalian! Mari kita hilangkan rasa dendam terhadap satu sama lain!”


“Anak ini!” Du Liling tersenyum dengan tulus. “Oke, pengantin baru, ayo kita bersulang! Demi masa depan anak-anak!”


“Baik! “Lanxin mendentingkan gelas dengannya!


Yu Jinglan tertengun.


Song Yin pun mendorong-dorongnya dengan sikunya dan bertanya dengan suara rendah: ” Apakah kamu baik-baik saja? ”


Ketika Yu Jinglan kembali sadar, dia menatap Song Yin dengan ekspresi wajahnya yang kacau. “Oh, tidak apa-apa! Ayo minum, Yin Yin!”


Yu Jinglan mengangkat gelasnya dan mendentingkannya. Dia meletakkan cangkir ke atas meja dan memegang tangan kecilnya dengan hati yang sakit. Song Yin tidak tahu apa yang salah dengannya, dia hanya merasa bahwa dia sedikit aneh setelah kembali ke sini.


Song Yin merasa sedikit aneh dan berbisik kepadanya: “kamu baik-baik saja?”


“Baik.” Setelah mengangguk, mata Song Yin yang dalam membawa emosi Yu Jinglan menjadi sedikit bercampur aduk, “Kamu juga makan, ini adalah makanan yang dimasak oleh kedua ibu!”


“Baik!” Hati Yu Jinglan terasa masam, dia harus bertanya dengan jelas, dan memberikan penjelasan yang baik kepada Song Yin, dan bertanggung jawab atas kematian anak mereka!


Akhirnya, setelah makan malam, Yu Jinglan menarik ibunya ke halaman dan bertanya: “Bu, apakah mobil dengan plat nomor XXX adalah milikmu?”


Du Liling tertegun sejenak lalu mengangguk dan bertanya dengan penasaran: “Betul, mobil itu didaftarkan atas namaku, Ada apa?”


“Ibu! Apakah kamu benar-benar tidak tahu atau pura-pura tidak tahu?”


“Apa yang tahu dan tidak tahu?” Du Liling sedikit terkejut.


“Di mana mobil itu sekarang?”


“Di garasi rumah Hai Jing!” Du Liling mengatakannya dan tidak tahu apa yang terjadi.


Yu Jinglan pun langsung kaget, di dalam garasinya? Kunci garansi itu, hanya ada 1 orang selain dia yang mempunyainya!


Dia tertengun!


Orang itu?!


Adalah Mu Xue !!! Yu Jinglan tidak tahu apa yang dia rasakan di dalam hatinya, jadi itu bukan ibu, melainkan Mu Xue? Bukannya Mu Xue tinggal di rdalam umah sakit?


Bagaimana dia bisa mempunyai kesempatan? Dia tiba-tiba merasa sangat bingung, rupanya, bagaimanapun, anaknya telah dicelakai oleh dirinya sendiri! Dia telah menyakiti anaknya dan Song Yin.


Tiba-tiba sesuatu muncul di dalam benaknya!


Pantas saja Gong Ben Yi Nan membiarkan orang menjaga Mu Xue. Pantas saja Gong Ben Yi Nan berkata bahwa janga menyesal setelah melepaskan Mu Xue. Rupanya itu adalah masalahnya?

__ADS_1


“Bukannya aku yang mengatakan agar Mu Xue ditempatkan disana? Apakah kamu sudah lupa?” Tanya Du Liling padanya.


Yu Jinglan menatap ibunya lagi, “Bu, sudah berapa lama kamu tidak melihat mobil itu?”


“Aku selalu tidak bertemu dengannya, Mu Xue membawaku untuk menata rambutku dan aku belum bertemu dengannya sejak itu. Aku juga tidak membutuhkannya! Ada apa?”


“Tidak ada apa-apa!” Sambil menggelengkan kepalanya, Yu Jinglan menyangkal dengan wajahnya yang pucat.


Kalau begitu itu sudah pasti Mu Xue! Yu Jinglan berdiri diluar dan rambut hitamnya yang tertiup angin berkibar, wajahnya yang tampan seolah-olah tertutup es dan salju dingin. “Bu, aku harus pergi sekarang. Berikan salamku kepada Yin Yin!”


Dia pun pergi dengan terburu-buru lagi.


Du Liling tidak tahu apa yang terjadi, Song Yin juga keluar dan melihat Yu Jinglan pergi dengan bingung. Dia merasa kegelisahan yang tidak dapat dijelaskan melihat perilaku Yu Jinglan hari ini.


“Yinyin, Jinglan menyuruh aku mengatakan kepadamu bahwa dia harus pergi dulu!” Du Liling menyampaikan pesan Yu Jinglan .


“Baik, Ibu!” Song Yin mengangguk.


“Sungguh aneh, bocah itu malah bertanya padaku tentang mobil itu! Benar-benar sangat aneh! Aku bahkan tidak bisa menyetir!” Du Liling begumam kepada dirinya sendiri.


Song Yin tertegun dan bertanya dengan tidak sadar: ” Mobil apa?”


“Oh! Tidak ada apa-apa, tentang mobil yang aku beli sebelumnya untuk Mu Xue! “Du Liling tersenyum.” Tapi Mu Xue juga hanya mengemudinya beberapa kali dan hanya meletakkannya di dalam garasi! Hari ini, ketika Jinglan menyebutkannya, aku menjadi mengingatnya!”


“Mobil Mu Xue?”


“Apakah kamu bisa menyetir?” Du Liling tiba-tiba bertanya.


“Tidak!” Song Yin menggelengkan kepalanya.


“Jika kamu sudah mendapatkan SIM, ibu akan membelikan satu untukmu agar kamu kedepannya merasa lebih nyaman! ”


” Tidak perlu! Terima kasih!” Song Yin berterima kasih.


“Anak muda harus belajar dengan rajin, jika sudah sukses kalian harus membahagiakan aku dan ibumu. meskipun ada supir, tetapi tetap tidak bisa dibandingkan dengan mengemudi sendiri!”Du Liling menghela napas.


Hati Song Yin melunak, “Baik, aku akan mempelajarinya!”


“Begini baru betul!” Du Liling menepuk-nepuk pundaknya. “Ayo, masuk ke dalam!”


“Baik! Song Yin mengangguk.


Melihat mobil Bugatti yang melaju pergi, hati Song Yin merasa khawatir setelah mendengar perkataan Du Liling . Song Yin dengan cepat memasuki ruangan, mengambil barangnya lalu berpamit dan mengikutinya pergi.


Ketika dia mendengar mobil itu, sebuah pemikiran muncul di dalam benaknya dan dia menghubungkannya dengan ekspresi muka Yu Jinglan . Dia pun berpikir di dalam hatinya, apakah ada kaitannya dengan masalah itu?


Apakah dia sudah menemukannya?


Yu Jinglan tidak ingin mengingatkan kembali kejadian aborsi yang membuat dia sangat sedih, jadi dia tidak memberitahunya, dan pergi mengurusnya sendiri?


Di Rumah sakit jiwa.


Kedatangan Yu Jinglan membuat Mu Xue menjadi bersemangat. “Lan, apakah kamu datang untuk menemuiku lagi?”


Yu Jinglan menatapnya dengan tatapan wajah yang rumit dan langsung menghadap wajah Mu Xue dan berkata dengan maksud yang dalam: “Xue, kapan Gong Ben mengatur orang untuk menjagamu?”


Mu Xue terkejut dan langsung mewaspadakan dirinya, dan kemudian tersenyum: “Selalu, aku sudah lupa juga, ada apa?”


Dia tersenyum, senyumannya pun seperti mawar yang terlihat anggun. Dengan temperamen lembutnya ini, jelas sekali dia adalah Mu Xue yang dia kenal. Tetapi Yu Jinglan tahu, Mu Xue sudah berubah! Atau mungkin dia belum mengenal Mu Xue dengan baik sebelumnya!


Dia memandang Yu Jinglan dengan senyumannya yang tenang dan polos.


Pada tahun itu, ekspresinya juga seperti ini ketika bertemu dengan Yu Jinglan . Saat itu, dia tertawa ceria dan bahagia, seperti seorang gadis kecil usil yang bahagia karena memiliki seorang adik. Tapi sekarang, ketika Yu Jinglan sekali lagi melihat ekspresinya yang seeprti ini, dia merasa bahwa hatinya dipenuhi dengan kegelapan.

__ADS_1


__ADS_2