
Hello! Im an artic!
Mu Xue masih tertegun melihat kepergiannya, tiba-tiba dia merasa badan yang tinggi besar itu terlihat sedikit sedih dan kasihan. Pria ini, beneran sangat misterius.
Hati Mu Xue tiba-tiba menjadi kesal, karena tidak tahu alasannya, dia semakin kesal. Jadi maksudnya dia tidak akan diganggu lagi bukan? Baguslah kalau begitu!
Hello! Im an artic!
Ketika Mu Xue membawakan kopi untuk Qin Yinuo, dia tidak mengangkat kepalanya, hanya berkata dengan dingin. “Keluar!”
Kemudian, sampai siang hari, Qin Yinuo tidak keluar dari ruangannya.
Mu Xue juga tidak bersemangat, matanya juga sangat pegal, karena semalam tidak tidur dengan baik!
Sampai jam makan siang, Mu Xue melihat ke tempat An Qian, kosong!
Hello! Im an artic!
Lalu melihat tangannya lagi, lukanya masih ada, setelah dikasih salep masih belum sembuh.
“Xiao Xue, ayo pergi makan?” He Jing mendekatinya. “Sudah waktunya!”
Tatapan pada rekan kerja kepada Mu Xue seperti melihat makhluk asing, penuh dengan emosi yang berbeda, kemunculan dia dan He Jing membuat seluruh kantin yang semula ramai menjadi sunyi sepi, lalu setelah beberap saat ramai kembali.
“Sekretaris Mu, kemampuan kamu memang hebat, bisa mendapat perhatian dari CEO dan manajer Ceng.”Asisten bagian keuangan Luo Lin berkata.
Tapi itu bukan pujian, melainkan sindiran, Mu Xue sebodoh apapun juga mengerti.
“Haha, iya, kemampuan sekretaris Mu memang hebat!” Ada yang menyindirnya lagi.
Mu Xue mengerti arti kata “kemampuan”, tapi ketika diucapkan oleh mereka, beneran terdengar sangat menusuk.
“Xiao Xue, jangan mengganggu mereka, kita pergi duduk di sana.” He Jing menarik tangannya dan berjalan ke arah pojok.
“Aku dengar karena dia, CEO dan manajer Ceng hampir saja bertengkar……” Mendengar gosipan rekan kerjanya, Mu Xue terdiam.
“Xiao Xue, jangan peduliin mereka, mereka memang suka omong kosong!” He Jing melihatnya dengan khawatir.
“Aku tidak apa-apa!” Mu Xue menggelengkan kepalanya, dan melihat tangannya yang terluka itu, hatinya berpikir, semua ucapan ini pasti karena Ceng Li yang membawanya keluar kantin, dan kemudian Qin Yinuo yang membawa dia ke rumah sakit, lalu An Qian yang tiba-tiba dipecat.
“Xiao Xue, kamu beneran tidak ada apa-apa dengan CEO?” He Jing juga mulai bingung, dia mengerutkan keningnya, dan menggelengkan kepalanya, “Tapi kamu dan CEO kelihatan sangat aneh!”
“Aneh kenapa?” Mu Xue bertanya.
“CEO sepertinya sangat perhatian denganmu, dia membawa kamu ke rumah sakit langsung, padahal luka bakar itu, sama saja kalau supir yang mengantarmu, walaupun kamu terluka saat kerja, tapi sebagai CEO, perlakuannya sedikit berlebihan.”
Mu Xue menghela nafas dan sedikit tidak berdaya. “Kamu beneran jago analisa He Jing, aku salut denganmu, tapi aku beneran tidak mengerti CEO, kalau kamu tahu dia mau melakukan apa, tolong kasih tahu aku, biarkan aku tahu juga boleh?”
“Uuh! Beneran tidak ada apa-apa?”
“Kamu berharap ada apa-apa?”
“Hehe, aku tentu berharap ada apa-apa, kita sama-sama masuk ke kantor ini, dan juga sama-sama sebagai sekretaris CEO, kalau kamu ada hubungan dengan CEO, aku juga bisa ikut dibantu, bisa tahu informasi dalam, bisa naik gaji juga!” He Jing berkata dengan licik.
Mu Xue hanya melotonya, kehidupannya beneran sangat susah, dia kehilang papa, mama, adik, bahkan anak kandungnya juga diambil orang, dia sudah kehilangan kehormatan sebagai manusia.
Dia bhakan tidak mau ada hutang moral, lebih baik dia mementingkan kehormatannya sendiri, walaupun memang terlihat konyol!
Walaupun seluruh kehidupannya terjahit dari kejadian menyedihkan, karena semua kejadian di luar dugaan terlalu banyak, dia sudah tidak kaget lagi. Jadi dia hanya tersenyum dengan ucapan He Jing.
Tiba-tiba, kantin mulai ramai lagi, “CEO dan manajer Ceng datang!”
“Ya! Xiao Xue, CEO datang!” Kesenangan He Jing membuat Mu Xue tidak berdaya.
Lalu dia mengangkat kepalanya, dan melihat ke arah pintu masuk kantin, dia melihat Qin Yinuo berjalan kemari dengan tenang, tatapan Qin Yinuo dan Mu Xue saling bertemu, tapi malah Qin Yinuo yang mengalihkan pandangannya dulu.
“Wanita cantik! Boleh duduk di sini?” Ceng Li bertanya sambil tersenyum.
Mu Xue menundukkan kepalanya dan tidak berbicara.
“Tentu, silahkan duduk CEO, manajer Ceng!” He Jing berkata dengan senang.
Mu Xue terus menundukkan kepalanya sambil makan, dia beneran berharap dirinya menjadi udara sekarang.
Qin Yinuo tersenyum melihat wanita yang duduk di depannya ini.
Para manajer dari berbagai departemen terkejut melihat Qin Yinuo dan Ceng Li duduk di meja Mu Xue, mereka mulai bergosip, sepertinya rumor itu benar.
CEO dan manajer Ceng beneran sangat spesial terhadap Mu Xue!
Mungkin karena ucapan tadi pagi di dalam lift, Mu Xue yang awalnya ingin menjaga jarak dengan Qin Yinuo, terus terdiam, dan melihat reaksi Mu Xue, Qin Yinuo juga mulai tidak senang.
“Xiao Xue, kenapa tidak makan?” Ceng Li yang baru duduk langsung merasa Mu Xue aneh.
__ADS_1
“Aku sudah kenyang!” Mu Xue tersenyum canggung, “CEO, manajer Ceng, He Jing, kalian makan dulu, aku pergi kerja!”
“Tapi kamu belum sentuh makannnya!” Ceng Li berteriak pelan.
“Aku sudah kenyang!” Mu Xue tiba-tiba berdiri, dan berjalan pergi tanpa menoleh ke belakang.
Qin Yinuo juga itba-tiba berdiri, “Aku sudah kenyang juga!”
“Nuo! Kamu juga belum sentuh loh!” Ceng Li tercengang
Selanjutnya, semua orang ikut bengong!
Mu Xue baru pergi, CEO langsung mengejarnya, Astaga! Beneran ada sesuatu!
Beberapa langkah saja, Qin Yinuo langsung berdiri di depan Mu Xue, di depan pintu kantin, dia menghentikan langkah dan menunggu Mu Xue, seperti sengaja membuat orang lain melihatnya, Dia berkata: “Sekretaris Mu, pergi ke ruangan aku dan tunggu aku!”
“……” Mu Xue mengangguk dengan canggung.
Dia pasti sengaja, sengaja berbicara di depan pintu masuk, dan kemudian berjalan pergi dengan senang, dan membuat semua tatapan aneh itu langsung tertuju ke Mu Xue!
Dia beneran sangat jahat!
Apakah membuat orang salah paham sangat berarti bagi dia? Bukankah dia tidak akan mengganggunya lagi? Dan menyuruhnya menjadi seorang sekretaris yang baik.
Sebagai CEO, kenapa dia tidak mempunya sikap CEO?
Mengabaikan semua tatapan aneh, Mu Xue masuk ke dalam lift, dan Qin Yinuo juga masuk ke dalam lift pribadinya.
Ketika balik ke tempat kerjanya, dia pergi mengetuk pintu Qin Yinuo, tapi tidak ada orang, dia tidak tahu CEOnya pergi ke mana, dia hanya melontarkan ucapan yang menyuruhnya menunggu di ruangan, dia sengaja!
Dan dia juga beneran pergi mengetuk pintunya, dia beneran gila.
Ternyata,, ucapan Qin Yinuo di kantin tadi sengaja membuat orang salah paham dengan mereka, karena setelah dia berbicara, dia tidak pulang ke kantor lagi.
Sampai sore pulang kerja, Mu Xue keluar dari kantor diiringi dengan tatapan dan ucapan orang-orang, dia tiba-tiba merasa sangat capek, tidak pernah secapek ini!
Dia sudah mengganggu siapa sebenarnya?
Dia naik bus pulang, hatinya masih saja kacau, setelah menjemput Cheng Cheng dan pulang ke rumah, dia lalu pergi mandi, barulah bisa menenangkan hatinya itu.
Selesai makan Cheng Cheng mulai sibuk di depan komputer, “Mami, aku mau coba kontek paman lagi, tidak tahu bisa atau nggak!”
“Cheng Cheng, jangan terlalu berusaha, kamu masih anak kecil, bahagia paling penting!” Mu Xue melihat anaknya yang serius itu, dia sedikit terharu dengan anaknya yang bersemangat itu.
“Mami, kamu pergi jalan-jalan sana, wanita muda seperti kamu harus sering jalan-jalan, kenapa kamu selalu di rumah saja, cepat keluar, hari ini kamu boleh libur!”
“Pergilah! Pergi jalan-jalan! Kamu kelihatan sangat capek!” Cheng Cheng berdiri dan mulai membawakan tasnya, “Mami, kamu selesai kerja tidak perlu temanin aku, aku bisa menjaga diri sendiri!”
Lalu, Mu Xue didorong keluar olehnya.
Kediaman keluarga Qin
“Tuan, tuan muda tidak mau makan!” Pembantu melaporkan kepada Qin Yinuo dengan khawatir.
“Kenapa?” Qin Yinuo mengerutkan keningnya.
“Sejak pulang dari TK, tuan muda tidak mau berbicara, dan sepertinya nangis juga, ditanya juga tidak mau ngomong, tidak tahu apa yang terjadi!”
“Aku pergi lihat dulu!” Qin Yinuo berjalan ke arah tangga.
Dia membuka pintunya.
“Tian Yu?” Qin Yinuo memanggilnya.
Awalnya bocah yang kalau dipanggil akan langsung berlari ke arahnya, kali ini dia bahkan tidak menoleh ke belakang, dan duduk di dekat meja, seperti sedang menangis?
“Tian Yu?” Qin Yinuo mendekat.
Tian Yu memendam wajahnya, suaranya terdengar sangat kasihan, tapi dia juga dengan baik memanggil, “Papa!”
Qin Yinuo jongkok dan mengangkat wajah Tian Yu, “Tian Yu bertemu hal yang tidak menyenangkan?”
Wajah Tian Yu penuh dengan air mata, Qin Yinuo menghela nafasnya, anaknya ini selalu sangat pendiam, tapi jarang nangis, kali ini bisa nangis pasti karena bertemu hal tidak menyenangkan.
“Kenapa? Kasih tahu papa!”
“Papa!” Dia memanggilnya dengan takut.
Qin Yinuo melihat dia yang tidak berbicara tapi sudah mulai menangis lagi, “Iya?”
Tian Yu menundukkan kepalanya lagi.
“Tian Yu, anak laki-laki kalau ada apa-apa harus ngomong, tidak boleh seperti ini! Kamu adalah anak papa, harus berani! Ayo bicara, kenapa?”
__ADS_1
“Papa!” Tian Yu memanggilnya, “Tian Yu salah!”
“Iya?” Qin Yinuo terus mendengarnya, “Salah kenapa?”
“Tian Yu bertengkar dengan teman!” Tian Yu berkata sambil menghapus air matanya, “Tian Yu tahu kalau memukul orang itu salah, tapi……”
“Tapi kenapa?” Qin Yinuo berkata dengan sabar.
“Tapi mereka bilang Tian Yu tidak punya mami, bilang maminya Tian Yu adalah wanita liar!” Tian Yu berkata dengan pelan.
Terkait maminya, dia tidak pernah berani bertanya ke papa, kenapa dirinya tidak punya mami!
Ucapan Tian Yu membuat Qin Yinuo menjadi bengong
“Papa, Tian Yu beneran tidak punya mami?” Tian Yu melihatnya dengan mata merah, air matanya terus berputar di dalam mata, tapi pada akhirnya juga terjatuh, dia melihat wajah papanya dengan hati-hati dan takut papanya akan marah, “Papa, apakah mami beneran wanita liar?”
Qin Yinuo menatap anaknya, dia diam sejenak, setelah itu baru berkata, “Tian Yu, kamu harus ingat, mami kamu bukan wanita liar, papi akan menjemput mami kamu pulang, kamu kasih waktu ke papi ya?”
Ketika mendengar punya mami, Tian Yu langsung mengangkat kepalanya, “Papa, Tian Yu ingin punya mami sendiri!”
“Iya! Memang maminya Tian Yu kok, papa akan menjemputnya! Tian Yu harus sabar ya?” Qin Yinuo berkata dengan serius.
“Papa, masih lama kah?”
“Tidak lama lagi kok, tapi mami tidak mengenali papa, papa juga melakukan kesalahan, jadi harus menunggu mami pelan-pelan menerima papa, Tian Yu bisa menunggu?”
“Iya!” Walaupun tidak mengerti ucapan Qin Yinuo, Tian Yu juga mengangguk, di wajah kecilnya akhirnya ada senyuman, walaupun masih ada air mata, tapi bisa terlihat dia mulai senang, “Tian Yu akan menurut!”
Qin Yinuo tidak pernah serius melihat masalah ini, seperti ini hari ini, tentang maminya Tian Yu, dia harus memasukkan ke dalam jadwal. Hanya saja, apakah dia berhak mendapatkan pengampunannya?
Bagaimanapun, dia membuatnya berpisah dengan Tian Yu selama 5 tahun, kalau dia tahu faktanya, apakah dia akan membencinya?
Dan juga, pacar nya?
Dia bisa demi anak mengorbankan semuanya, tapi dia? Apakah dia akan melepaskan pacarnya? Qin Yinuo pertama kali mulai merasa tidak percaya diri.
“Paman, kenapa kamu tidak online?”
Qin Yinuo membuka laptopnya, dan langsung melihat notifikasi percakapan yang sangat banyak!
“Paman, aku mau kasih lihat game aku, kenapa kamu tidak datang?”
“Paman, kamu pergi cari wanita cantik sampai lupa ya?”
“Paman, kalau nggak datang aku marah ya!”
“Paman, cepat datang!”
“……”
Qin yinuo tersenyum melihat notifikasi sebanyak itu, tidak perlu ditebak juga tahu si bocah kecil itu, Qin Yinuo baru ingat belum pernah bertanya namanya.
Baru saja menghibur Tian Yu, dia mendapat chat dari anak kecil lagi, Qin Yinuo dengan sabar menjawab: “Aku datang!”
“Ah! Paman, paman, akhirnya kamu datang!” Kecepatan mengetiknya membuat Qin Yinuo tercengang, dia mulai curiga dengan IQ anak ini?
Belum sempat menjawabnya, ada pesan masuk lagi, “Paman, ini game aku, kamu lihat dulu, dan kasih pendapat ya! Dan juga, jangan dibocorkan, aku punya hak cipta!”
“Hehe……” Qin Yinuo tidak bisa menahan tawanya, bocah ini beneran pintar sekali.
“Baik!” Qin Yinuo hanya menjawab 1 kata.
“Paman, kamu sibuk kah?”
“Kenapa bertanya begitu?”
“Karena kamu menjawab dengan lambat!”
“Uuh!”
“Dan juga, sangat sederhana! Kamu bisa tambahin kata-kata nggak? Uuh! Tapi kata-kata aku juga tidak lengkap, aku masih belum mengerti semua kata-kata!”
“Berapa umur kamu?”
“%, tapi guruku bilang aku boleh loncat ke sekolah SD, tapi aku belum kasih tahu mami, paman, menurut kamu aku harus loncat ke sekolah SD nggak?”
IQ yang tinggi sekali! Qin Yinuo juga terkecut, dia lalu penasaran dan membuka gamenya, seketika, Qin Yinuo tertegun!
Kalau dia tidak pernah bertemu anak ini, kalau bukan dia hanya berumur 5 tahun, dia beneran tidak akan percaya! Karena game yang dibuat olehnya tidak ada perbedaan dengan desainer dari sekolah game.
“Paman, menurut kamu aku harus loncat tingkat nggak?” Sebuah pesan masuk lagi.
“Menurut kamu?”
__ADS_1
“Aku ingin loncat tingkat saja, dengan begitu, mami bisa menghemat banyak biaya sekolah!
Qin Yinuo melihat pesannya, tiba-tiba merasa sedih. “Keluarga kamu sangat susah kah?”