AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 450 Berdarah Lagi


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Dia sebenarnya ingin berbuat apa?


Pandangan Song Yin dingin, perkataan yang dia katakan beberapa jam yang lalu, apa dia tidak mendengarkannya?


Hello! Im an artic!


“Kamu segera pulang, apa hakmu tinggal di sini?” Song Yin sangat marah sekali.


“Aku, mengapa aku tidak boleh tinggal di sini? Aku sudah membelinya, bukan merampoknya!”


“Kamu–”


“Yin Yin, kamu benar-benar marah, jangan marah jangan marah, hati-hati dengan anak kita!” dia peduli dengan ekspresi Bibi yang bengong dan ekspresi terkejut Xing Jia Bai yang seperti melihat hantu itu.


Hello! Im an artic!


Yu jing lan terus menerus mengikuti Song Yin, wajah yang selalu dingin tidak berperasaan itu sekarang malahan sangat lemah lembut, mata hitamnya itu terdapat kelembutan dan kesayangan yang bisa dirasakan.


“Tuhanku! Begitu tulus! Begitu tulus kenapa bisa bercerai?” Bibi terkejut, terus mendesah sekarang tidak ada reporter, jika ada reporter memotret keadaan yang sangat berperasaan ini, entah akan mengharukan berapa banyak orang!


“Yu jing lan , kita sudah bercerai!” Kemarahan Song Yin akhirnya meledak, dengan suara dingin, dengan sangat marah melotot Yu jing lan yang tertawa dengan lembut itu, wajah yang percaya diri dan tenang itu, membuat Song Yin merasa dirinya adalah wanita yang tidak tahu diri, malahan dia adalah orang yang menghargai dan tenang itu.


“Kita masih bisa menikah lagi, kamu tahu aku bukan benar-benar ingin bercerai denganmu, aku segera mengumumkan ke muka umum, kita sudah ingin menikah.” Dengan dekat mengelus-ngelus rambut Song Yin, pandangan Yu jing lan yang dalam itu mengandung tawaan, seperti begini menyayanginya adalah sebuah kebahagiaan yang betapa besar.


“Yu jing lan , kamu sebenarnya ingin berbuat apa?” dibuat menjadi sangat marah sekali, Song Yin dengan marah menyapu tangan Yu jing lan , “Kamu jangan berlagak lugu seperti anak kecil!”


Dia bisa menhadapi ketidak acuhan dia, bisa menghadapi kekejaman dia, tetapi pada saat seorang pria yang sombong, dingin dan kejam tiba-tiba berlagak seperti seorang anak kecil, dia benar-benar tidak tahu harus melakukan apa, jadi dia marah, dia merasa sesudah hamil sifanya berubah menjadi cepat marah, ketemu dengan dia sangat ingin marah.


“Aku ingin mencintaimu, menyayangimu, menemanimu, menjagamu!” berharap anak kita lahir bersamamu!” Demi bertobat, dia benar-benar menggunakan segala cara, tetapi pandangannya tetap begitu serius dan tegar.


“Aku tidak perlu!”


“Bagaimana boleh tidak perlu? Kamu perlu aku, anak kita juga perlu ayah!” Dia salah, sangat menyesal, tidak akan melukainya lagi, tidak akan melepaskannya lagi, dia ingin menjadi permen karet, menempel dengan dia, sampai dia kembali ke sisinya.


Song Yin tiba-tiba tenang, dengan tenang melihat Yu jing lan , dengan dingin berkata: “Terserah kamu saja!”


Song Yin berjalan keluar, menggandeng lengan tangan Bibi yang tertegun. “Bibi, kita pergi!”


Bibi berpaling melihat Yu jing lan , rambut hitam dia diiringi oleh sinar matahari senja, sepasang mata hitam yang seperti permata itu sangat mencolok, dia menyesap erat bibir tipisnya, tawaan di bibirnya memudar, melihat bayangan Song Yin, mata dia semakin mendalam.


Waktu malam.


Yu jing lan duduk di sofa, mendengar suara tawaan di pekarangan sebelah, wanita yang paling dia cintai di sebelah, masih tidak ingin memaafkannya, dia sendiri berada di rumah yang kosong, ini adalah pertama kali dia ingin minum bir, dia selama ini disiplin diri, tidak mendekati bir dan wanita, hari ini malahan benar-benar ingin minum bir, hatinya terlalu sakit!


Segera meminumnya, kesedihan yang pedas dan dalam itu melewati ususnya, menusuk ke hatinya, kesedihannya tidak hanya tidak berkurang, malah lebih mendalam.


Segelas demi segelas, dia masih tetap sangat jelas, akhirnya mengambil botol bir itu, langsung meminum bir dari mulut botol ke mulutnya.


Bir mengalir dari paras muka yang tajam itu, kepedasan yang hangat itu menyiram basah pemikirannya yang sedih.


Dia mengangkat kepala, tertawa dengan sangat dingin sekali.


Dia bersalah!


Sebotol bir dengan cepat dihabiskan, sebotol lagi juga habis, dia melepaskan tangan, botol bir terjatuh ke lantai, terdengar suara jatuhnya botol bir “hua la”.

__ADS_1


Dia merasa kepalanya mulai pusing, tetapi pemikiran masih sangat jelas, berdiri, badannya hampir tergeletak, berjalan menuju luar.


Dia dengan tidak terasa berjalan ke depan pintu rumah Bibi, mengulurkan tangan, dengan kuat mengetuk pintu, berteriak keras: “Buka pintu, buka pintu, buka pintu! Aku ingin Song Yin! Aku ingin Song Yin aku!”


Dia sebenarnya sedang melakukan apa?


Song Yin benar-benar tidak berdaya, sangat canggung, dengan segera berkata kepada Bibi: “Maaf, Bibi, mengganggu Anda!”


“Tidak, Bibi malahan ingin berterima kasih kepadamu, beberapa hari ini terlalu bosan, Bibi suka ramai, ada film gratis buat aku, aku merasa sangat senang! Jangan mengatakan maaf kepada aku, aku paling benci kata ini. Berkat kamu aku dapat makan makanan sehat minum mata air pegunungan, aku tidak sungkan kepadamu, kenapa kamu sungkan kepada aku?” Bibi sangat leluasa, seperti sangat berharap ingin melihat film terus lagi.


Kali ini, Song Yin tambah tidak berdaya, dia kenapa merasa umur Bibi yang sudah enam puluhan sama seperti anak kecil, suka menonton keramaian?


“Aku pergi mengatakan kepada dia, menyuruh dia masuk atau menyuruh dia pulang ke rumahnya?” Xing Jia Bai berdiri, melihat Song Yin.


Yu jing lan ini benar-benar, malam hari datang mengetuk pintu dengan keras.


“Kakak Xing, kamu suruh dia pulang saja!” Song Yin memohon.


“Baik! Aku pergi menegurnya, tadi dia begitu kedewasaan, kenapa sekarang kekanak-kanakan lagi?”


“Buka pintu! Aku ingin Yin Yin aku….. Yin Yin….”


“Sudah datang, sudah datang, orang gila! Mengetuk pintu apa? Ketuk sampai rusak kamu juga harus ganti rugi!” Xing Jia Bai membuka pintu, sebuah aroma bir tercium dari jauh. “Ei! Sialan, kamu minum berapa banyak bir? Taktik merasa kasihan juga digunakan?”


Saat membuka pintu, Yu jing lan langsung meneyrbu kemari, memeluk Xing Jia Bai, terus memanggil: “Yin Yin….”


“Ampun, kamu tidak bisa membedakan pria atau wanita? Aku pria, jangan peluk aku! Aku bukan waria! Yu jing lan , kamu bau sekali, pilang ke rumahmu!” Xing Jia Bai memarahinya tetapi tetap memangkunya.


Song Yin berdiri di dalam pekarangan, melihat sejenak Yu jing lan yang berada di pintu, dia benar-benar gila, minum begitu banyak bir, dia di sini juga bisa menghirup bau bir.


Memaksa dirinya menyimpan pandangan kekhawatirannya, dia seperti ini, membuat dia merasa sangat sedih dan sakit.


“Eee….wuu…” Maag merasa sakit, rasa muak langsung naik ke atas.


“Muntah di luar!” Xing Jia Bai dengan tergesa-gesa memeluknya, menariknya keluar dari pekarangan.


Terdengar suara muntah yang tidak nyaman dari luar.


Bibi dengan diam-diam melihat, melihat ke Song Yin. “Gadisku, jika khawatir, keluar lihat sebentar!”


“Bibi! Aku, aku tidak, aku kembali ke kamar!” Song Yin tidak ingin melihat lagi, berpaling badan, berjalan menuju kamarnya.


Bibi mendesah, menggelengkan kepala, tidak berkata apa-apa.


Xing Jia Bai semalaman tidak pulang, Song Yin semalaman tidak tidur.


Dia berpikir, mungkin Xing Jia Bai menemani Yu jing lan , menjaga dia semalaman.


Song Yin akhirnya pada saat pagi menggunakan telepon Bibi menelepon Ibunya, tetapi sesudah menelepon, dia tertegun. “Ibu, apa yang kamu katakan?”


“Yin Yin, kondisi Ayahmu parah lagi, tiba-tiba terjadi pendarahan otak lagi,tidak terkendali, orangnya sekarang dalam keadaan koma!”


“A…Ibu, mengapa bisa begini?” Song Yin langsung tertegun. “Ibu, aku langsung pulang, kamu jangan menangis, tidak apa-apa, akan tidak apa-apa!”


Dengan putus asa, Song Yin mengganti baju, mengapa Ayah bisa pendarahan otak lagi?


Bukankah sudah stabil? Mengambil tas, Song Yin berjalan keluar, dengan seketika menabrak Bibi.

__ADS_1


“Ai yo! Song Yin, kamu hati-hati sedikit, kamu wanita hamil, kenapa begitu ceroboh?” Saat melihat muka Song Yin yang pucat, seketika terkejut: “Song Yin, kenapa?”


“Bibi, sakit Ayahku parah lagi, aku ingin segera pulang!” Song Yin menjelaskan. “Aku pergi dulu!”


“Tunggu sebentar, suruh Xiao Bai mengantar kamu!” Bibi sudah membuka mulut berteriak: “Xing Jia Bai, cepat keluar, cepat sedikit!”


Dia berteriak dari pekarangan, di sana segera mengeluarkan suara buka pintu dan tutup pintu, lalu Xing Jia Bai dan Yu jing lan muncul di depan pintu secara bersamaan.


“Kenapa?”


“Ayah Song Yin sakit parah, Xiao Bai, kamu antar Song Yin pulang!” Bibi menyuruh.


“Tiba-tiba sakit parah?” Yu jing lan juga terkejut, “Yin Yin, jangan putus asa, kita pulang bersama!”


“Aku pergi menyetir mobil!” Xing Jia Bai segera membuka pintu mobil.


Song Yin tidak melihat Yu jing lan , tetapi mengikuti Xing Jia Bai, langsung masuk ke dalam mobilnya.


“Yin Yin…” Yu jing lan sedikit terluka melihat dia tidak ingin menghiraukan dirinya, efek mabuk membuat kepala dia sakit saat bangun pagi, lalu Song Yin juga tidak mau menghiraukannya, masuk ke dalam mobil Xing Jia Bai, membuat dia semakin sakit hati.


Bibi mendesah, pergi membuka pintu besar.


Yu jing lan tanpa berpikir, langsung membuka pintu belakang mobil Ferrari Xing Jia Bai, masuk ke dalam, “Aku tumpangan!”


“Punyamu?” Xing Jia Bai mengangkat alis.


“Aku barusan mabuk, tidak cocok menyetir!” Dengan dingin berkata kepada Xing Jia Bai, pandanganYu jing lan mengarah ke Song Yin yang duduk di depan, menghibur: “Yin Yin, pasti tidak akan apa-apa, kamu tenang saja!”


Song Yin diam saja, dengan seketika menangis.


Xing Jia Bai memberikan sebuah tisu, Song Yin berterima kasih dengan suara yang kecil, menerimanya, menghapus air mata.


Yu jing lan melihat mata merah Song Yin, tidak tahu harus berbuat apa.


Song Yin bertahan, mobil belum mulai menyetir, merasa maag merasa muak, tiba-tiba membuka pintu mobil, dengan tidak stabil turun dari mobil. Sesudah turun dari mobil, merasa pusing, merasa maag dia ada benda bergerak dan tidak nyaman, dia berlari ke samping, mulai muntah.


“Yin Yin—” Yu jing lan khawatir, turun dari mobil melihatnya.


Sesudah Song Yin muntah, tidak menghiraukannya, masuk ke dalam mobil lagi.


Yu jing lan juga ikut masuk ke dalam mobil, “Kakak Xing, ayo pergi!”


“Song Yin, pasti tidak akan apa-apa, sekarang teknik kedokteran sangat canggih!” Xing Jia Bai melihat muka sebelahnya, menghiburnya.


Song Yin terdiam, tidak berkata apapun dalam sejenak, dan akhirnya dia membuka mulut, dengan tenang berkata, “Aku tahu, pasti tidak akan apa-apa.”


Dia berkata dengan Xing Jia Bai, tidak menghiraukan dirinya, Yu jing lan dengan seketika tidak tahu apa yang dia rasakan, tetapi kondisi mertua tiba-tiba parah, dia juga tidak ada waktu untuk memperhitungkannya, mengambil telepon, menelepon ketua Gao.


“Ketua Gao, apa kabar, aku Yu jing lan !” dia di tempat duduk belakang menelepon, “Mertua aku Song Qing Quan kenapa? Mohon segera menyuruh dokter yang paling bagus untuk mengobatinya, aku hanya ingin orangnya baik-baik saja, menolong semampunya! Kamu tahu, uang bukan masalah!”


Mendengar Yu jing lan menelepon, Song Yin dan Xing Jia Bai diam saja.


Xing Jia Bai berkata dengan Bibi sejenak, menyetir mobil keluar pintu, dengan cepat menyetir menuju kota Feng.


Di dalam memori Xing Jia Bai, Song Yin selalu sangat diam, sangat tegar, tidak peduli terhadap siapa, dia selalu mempunyai hati yang lembut dan lapang, tetapi kali ini benar-benar marah terhadap Lan.


Tetapi dia yang belum pernah seperti ini, membuat Xing Jia Bai merasa semakin sakit hati.

__ADS_1


Yu jing lan masih menelepon: “Baik, aku tahu, mengganggumu!”


Memutuskan telepon, Yu jing lan mengatakan dengan suara rendah: “Yin Yin, kamu jangan terlalu khawatir, dokter sedang menolong, kakakmu dan Jian Yi juga di situ, kamu tenang saja!”


__ADS_2