
Hello! Im an artic!
Hampir sampai ujian penerimaan polisi di kota R, mungkin, jika diterima, dia akan bekerja di situ.
Hanya saja, dia tidak terpikir, baru turun dari kereta api, berjalan keluar dari stasiun, langsung melihat sebuah bayangan yang panjang memikat mata.
Hello! Im an artic!
Xing Jia Bai berdiri di situ, sudut bibirnya mengangkat ke atas, melihat dia dan tersenyum, tidak bersuara, sepertinya sudah menunggu lama.
Song Yin merasa tertegun, bagaimana dia bisa tahu dirinya hari ini datang ke kota R.
Lagipula dia tiba-tiba memutuskan pada malam harinya, karena mendengar perkataan cinta dari Xing Jia Bai, dia merasa bingung, juga terpikir dengan masalah sulit yang sangat banyak, dia memutuskan pergi pada dini hari.
Tetapi, bagaimanapun tidak terpikir olehnya Xing Jia Bai bisa muncul.
Hello! Im an artic!
“Kamu, kamu kenapa bisa di sini?”
Di dalam mata Xing Jia Bai, terdapat urat halus merah. Dia kemarin malam, kembali lagi ke depan rumah Song Yin, dia ingin meminta maaf, meminta maaf kepadanya, dirinya tidak seharusnya mengatakan perkataan itu pada saat itu, tetapi dia tidak tahu bagaimana naik.
Dia duduk dan merokok di dalam mobil, terus-menerus di situ semalaman.
Saat langit hampir terang, dia melihat Song Yin membawa tas sendirian, dengan hati-hati membuka pintu, lalu naik taxi.
Dia mengikutinya selama perjalanan, sampai ke stasiun kereta api, untung saja dia sangat hati-hati, Song Yin tidak mengetahuinya. Dia melihatnya membeli tiket kereta api menuju kota R, dia dengan diam-diam pergi, lalu menyetir mobil ke kota R dahulu.
“Kamu pergi dengan terburu-buru!” dia mengatakan.
Song Yin menggelengkan kepala, sedikit canggung, dia benar-benar terpikir akan bertemu Xing Jia Bai di sini.
“Aku mengikutimu datang kemari! Aku tahu kamu tidak mempunyai tempat tinggal, kamu jangan salah paham, aku tidak mempunyai niat lain, aku hanya mencarikan kamu tempat tinggal, menunggumu aman, aku segera pulang!”
“Aku—”
“Jangan mengatakan kepada aku yang lain, baik tidak?” Perkataan Xing Jia Bai seperti sedang memohon. “Tidak demi dirimu sendiri, apakah kamu juga harus memikirkan bayi yang berada di kandunganmu itu?”
Akhirnya, Song Yin menganggukkan kepala, tidak rela menolak maksud baik Xing Jia Bai.
***
“Wen Xiao Xing, apa Yin Yin berada di tempatmu?” Yu jing lan seperti sudah gila menelepon, dia hampir menelepon tempat yang mungkin Song Yin akan pergi, semuanya mendapat kabar yang tidak ada hasilnya.
“Aduh! Aku baru sembuh dari sakit, Song Yin sedah beberapa hari tidak datang mencariku!”
“Song Yin menghilang! Dia pergi dari rumah!” suara Yu jing lan merendah, hampir putus harapan.
“Apa?” Wen Xiao Xing dengan seketika melompat dari ranjangnya.
“Kamu lambat sedikit, jangan sembarangan melompat, luka masih belum sembuh!” Gong Ben Yi Nan menyalahkan dengan suara kecil mengkhawatirkannya.
Wen Xiao Xing segera melambaikan tangannya, menyuruh Gong Ben jangan berbicara, berteriak terhadap telepon: “Apa yang kamu lakukan? Yu jing lan , aku berkata kepadamu, awas kamu jika kamu menghilangkan Song Yin. Aku berkata kepadamu, Song Yin mudah dibuli tetapi aku tidak, aku adalah kawan baik dia, kamu jujur saja kamu apakan Song Yin? Mencelakai dia pergi dari rumah? Kapan hal ini terjadi? Aku heran kenapa beberapa hari ini dia tidak mencari aku, rupanya kamu yang membuat dia marah! Aduh! Apa kamu adalah pria? Kamu tidak bisa kencing lalu mencermin ke wajahmu, melihat apakah wajahmu itu putih, wajahmu lebih putih dari orang lain, iya tidak? Walaupun putih kamu juga tidak boleh membuli Song Yin…..”
Suara pong langsung memutuskan telepon, Yu jing lan mana ada waktu untuk mendengar skripsi panjang Wen Xiao Xing, dia ingin segera mencarinya, mengatakan kepada dia, dia percaya, dia percaya bayi itu adalah kepunyaannya.
Dia juga tidak akan mengeceknya lagi, dia percaya keajaiban, percaya akan satu persen dari sejuta miliar persen itu terjadi di atas dirinya sendiri.
Tetapi, dia malah sudah berbalik badan hilang di kerumunan orang.
__ADS_1
“Aduh! Beraninya memutus teleponku, wajah putih, nyali besar, pria apa ini!” memaki terhadap telepon, Wen Xiao Xing segera mencari baju, “Keluar, keluar, aku ingin mengganti pakaian!”
“Apa yang terjadi sebenarnya? Song Yin menghilang?”
“Tentu saja, bukankah kamu sudah mendengarnya, cepat, cepat bantu mencari Song Yin!” Wen Xiao Xing melotot Gong Ben Yi Nan. “Ai! Aku bilang kau cepat sedikit! Keluar, aku ingin mengganti pakaian!”
Langsung mendorong Gong Ben Yi Nan keluar pintu, sendiri dengan tergesa-gesa mencari pakaian menggantinya.
Wen Xiao Xing siap mengganti pakaian, membuka pintu, melihat Gong Ben Yi Nan mengerutkan alis berdiri di pintu, pandangannya panas sampai bisa membakar seseorang menjadi dua lubang. Kemarahannya sangat besar, menatap muka kecil yang penuh dengan kepanikan itu dan berkata: “Kamu berencana pergi ke mana mencarinya?”
“Oh iya! Aku ke mana mencari! Aku telepon dulu!” Wen Xiao Xing segera mengambil telepon dan menelepon.
Tetapi malahan Lan Xin yang mengangkatnya, baru tahu dia tidak membawa telepon. “Dia tidak ingin ditemukan oleh kita, wanita ini sudah gila! Tidak boleh tidak boleh, harus menemukannya, aku merasa dia pasti ada kejadian besar, kalau tidak tidak akan begitu pergi langsung.”
“Kalau begitu kamu bisa menemukannya?” Gong Ben Yi Nan mengerutkan alis.
“Tidak bisa menemukan juga harus mencari! Oh iya, bukankah kamu berkemampuan? Kamu cari, kamu membantuku cari!”
“Dengan dasar apa?”
“Kamu tidak menganggap Song Yin sebagai temanmu, kamu orang Jepang ini sangat tidak berperasaan, aku tahu orang sepertimu sangat menyebalkan, benar-benar seperti itu, sudahlah, aku tidak memerlukanmu, aku cari sendiri! Pergi kamu pernikahan palsu, aku tidak ingin menemani lagi!” Wen Xiao Xing mendengus lalu berjalan keluar.
“Bibi….” Suara anak kecil terdengar dari kamar pintu sebelah, Nian Nian mengangkat muka kekhawatirannya melihat Wen Xiao Xing dan Gong Ben. “Apa kamu bertengkar dengan Ayah? Bibi, apa kamu ingin pergi?”
Wen Xiao Xing melihat muka kecil yang kasihan itu, seketiba berubah, tertawa, menunjukkan tawaan yang lebar. “Tidak, tidak, pasti tidak bertengkar, Nian Nian, Bibi bukan ingin pergi, Bibi begitu menyukai Nian Nian, bagaimana ingin pergi? Bibi hanya keluar sebentar, akan kembali lagi!”
“Bibi harus tepati janji!” Nian Nian berjalan keluar, menarik tangan Wen Xiao Xing, mengangkat kepala melihat Gong Ben Yi Nan. “Ayah, kamu jangan bertengkar dengan bibi, bisa tidak? Nian Nian suka Bibi, Bibi akan membacakan sangat banyak cerita pada malam hari, Ibu tidak pernah menceritakan kepada Nian Nian…..”
Berkata, suara Nian Nian mengecil.
Hati Wen Xiao Xing tergerak, dalam hati terus memarahi Mu Xue, wanita itu bagaimana menjadi Ibu, sudah melahirkan anak harusnya mendidiknya, membiarkan anak menjadi begini, begitu kasihan, membuat orang menjadi sangat kasihan saat melihatnya.
“Baik!” Nian Nian dengan seketika merasa sangat senang.
“Sangat penurut! Ayo, cium dulu!” Wen Xiao Xing mencibir bibir merahnya, mencium di wajah lucu Nian Nian, membuat Nian Nian tertawa terus.
Gong Ben Yi Nan menatap mereka, saat itu, hatinya merasa ada rasa hangat yang aneh.
Perasaan begini baru dikatakan harmonis.
Mu Xue kenapa tidak menghargainya? Dia benar-benar tidak mengerti, apa dirinya yang salah, atau Mu Xue yang salah, mungkin keduanya salah.
“Baiklah, Nian Nian, pergi bermain permainan dulu, Bibi ada masalah ingin keluar dulu!” Wen Xiao Xing menepuk-nepuk muka kecil Nian Nian.
“Baik!” dengan seketika menyetujui, Nian Nian tidak lupa untuk mengingatkan Gong Ben Yi Nan: “Ayah, kamu jangan membiarkan Bibi pergi!”
Sesudah mendapat respon mengangguk kepala dari Gong Ben Yi Nan, Nian Nian baru kembali ke kamarnya.
Wen Xiao Xing mengangkat kepala melihat pandangan yang mendalam dari Gong Ben Yi Nan yang sedang melihat dirinya, terkejut. “Kanapa? Aku ingin keluar mencari Song Yin!”
Dia berkata dan pergi dengan membalikkan badannya, Gong Ben Yi Nan berkata: “Sebentar, aku menelepon, menyuruh orang pergi cari!”
“Benarkah?” Wen Xiao Xing terkejut, kemudian tertawa. “Em! Cepatlah telepon!”
Gong Ben Yi Nan sendiri mengurus orangnya sendiri keluar mencari Song Yin, juga membawa Wen Xiao Xing keluar mencari.
Hanya tidak terpikir, bisa bertemu dengan Ye Jin Tang.
Di toko piano itu, Wen Xiao Xing mengira Song Yin akan ke sana, tetapi saat dia masuk ke dalam, melihat Ye Jin Tang di sana sedang bermain piano, dia menyanyikan sebuah lagu, yang paling dia suka nyanyikan—(( Kemudian)).
__ADS_1
Suaranya rendah dan serak, terlihat perasaan yang ekstrem.
Mendengar suara serak itu—
Kemudian, aku akhirnya belajar bisa bagaimana mencintai, tetapi kamu sudah berpaling badan hilang di kerumunan orang…..
Hati Wen Xiao Xing tertusuk lagi, langsung bertanya kepada bos toko apakah Song Yin pergi atau tidak.
Ye Jin Tang mendengar suara Wen Xiao Xing, suara piano dan suara nyanyian seketika berhenti.
Wen Xiao Xing berbalik darinya, tidak ingin menyapanya.
Tidak terpikir Ye Jin Tang berjalan kemari. “Xiao Xing?!”
Wen Xiao Xing berbalik badan, tertawa ringan, sangat menghindar. “Sangat kebetulan!”
“Xiao Xing, aku…..”
“Maaf, aku ada masalah penting, sampai jumpa!” Wen Xiao Xing berbalik badan dan pergi.
Ye Jin Tang mengejarnya, menarik lengan tangannya, “Xiao Xing, aku salah! Aku sangat menderita, dengarkan aku berkata, bisa tidak?”
Wen Xiao Xing menutup mata, menyembunyikan duka yang seketika datang itu, berkata: “Ye Jin Tang, halnya sekarang sudah menjadi ini, sudah tidak ada perkataan yang harus dikatakan lagi, kenapa harus menambah penderitaan?”
“Xiao Xing, aku tidak tahu di antara kamu dan Gong Ben Yi Nan ada percekcokan apa, tetapi aku tahu, dia tidak mencintaimu, dia bukan pasangan yang serasi untuk kamu nikahi.”
Wen Xiao Xing menarik lengan tangannya kembali, tertawa dingin, “Dia bukan orang yang bisa aku nikahi, kalau begitu apakah orang itu adalah kamu? Pasangan serasi itu apa? Dunia ini apakah masih ada pasangan serasi?”
Ye Jin Tang terbengong, dengan mata merah, “Xiao Xing, aku mempunyai penderitaan yang tidak aku katakan, aku benar-benar mempunyai penderitaan yang tidak bisa diungkapkan!”
“Kamu mempunyai penderitaan tersirat?” Wen Xiao Xing tertawa, suara dingin dengan mengeluh: “Maaf, aku tidak ada penderitaan yang tidak bisa diungkapkan, aku ingin menikah dengan siapa tidak ada kaitannya dengan kamu. Kenapa? Menyesal? Tidak bahagia? Terpikir dengan kebaikan aku? Terpikir kepada Wen Xiao Xing yang polo situ? Hehe… sangat maaf sekali, aku melewati kehidupan dengan sangat bagus, senang, gembira, setiap hari ada orang yang melayani, ada orang yang menemani, aku merasa aku sangat bahagia, Yi Nan menyayangiku seperti putrinya, apa kamu iri?! Terkejut? Hehehe….”
Ye Jin Tang bingung, dia tidak tahu harus menjawab apa.
Gong Ben Yi Nan selesai memarkir mobil, tidak melihat Wen Xiao Xing keluar, mengira dia sudah menemukan Song Yin, dia juga turun dari mobil masuk ke toko piano, tidak terpikir melihat dia dan Ye Jin Tang berdiri bersamaan.
Dia dengan tenang melihat mereka.
Ye Jin Tang melihat muka Wen Xiao Xing seperti tidak tergerak, matanya penuh dengan aura dingin, dengan tidak tegak mundur melangkah ke belakang, tertawa dengan sedih, berkata sendiri dengan suara kecil: “Aku mengerti, aku sudah tahu, Xiao Xing, kamu akan menikah dengan Gong Ben Yi Nan karena ingin membalas dendam kepadaku, iya bukan? Kamu masih mencintai aku, kamu dendam kepada aku, jadi mengambil kebahagiaan seumur hidupmu membalas dendam kepadaku!”
Tubuh Wen Xiao Xing tergetar, bibir yang ditutup erat itu menjadi pucat.
Apakah begitu? Jika bukan, mengapa begitu sakit hati? Dia rela dirinya tidak pernah mencintai. Berpaling badan, tidak ingin melihat Ye Jin Tang lagi, tetapi malahan melihat Gong Ben Yi Nan saat mengangkat kepalanya.
Empat mata bertatapan, dia melihat rasa sakit di mata Gong Ben dan juga semacam pengertian akan rasa saling mengasihi itu.
Ye Jin Tang terus mundur ke belakang, terus mundur? Suara phong, menabrak piano yang berada di belakangnya, piano mengeluarkan sebuah suara yang tajam menusuk telinga.
Wen Xiao Xing berjalan menuju hadapan Gong Ben Yi Nan, dengan suara kecil: “Ayo pergi, Song Yin tidak datang!”
Gong Ben Yi Nan melihat muka pucatnya, tidak berkata apa-apa, hanya mengulurkan tangan, dengan ringan memeluk bahunya memberikan sandaran kepadanya. Wen Xiao Xing tidak menolak, sudut hati tersembunyi Ye Jin Tang yang lemah lembut itu merasa sakit. Dia menghembuskan nafas, lalu duduk.
Suara deringan telepon berbunyi, itu Gao Tian, dia tidak mengangkatnya.
Telepon terus menerus berdering.
Dia tetap tidak menerima.
Telepon tetap berdering.
__ADS_1
Dia akhirnya tidak bisa berbuat apa-apa, berteriak terhadap telepon: “Kamu ingin bagaimana lagi? Jika kamu mahir nyuruhlah Ayahmu menandatangani surat pengecekan itu!”