AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 557 Hanya Boleh Memikirkanku


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Anggurnya terlalu kuat, jangan minum terlalu banyak!” Feng Ling’er menghawatirkan tubuhnya.


“Malam ini, kalian jangan pulang dulu, katanya tengah malam akan ada bintang jatuh, kalian anak-anak muda biasanya menyukai hal-hal seperti itu. Aku sudah menyuruh pelayan untuk menyiapkan minuman di atap, kalian bisa menikmati bintang jatuh malam ini! Kamar tamu juga sudah disiapkan!”


Hello! Im an artic!


“Oke!” Feng Baiyi adalah orang pertama yang mengangguk, lalu dia mengambil segelas anggur dan meminumnya.


Feng Ling’er juga ikut mengangguk. “Oke!”


Su Yan diam.


Rong Hanchi juga tidak keberatan.


Hello! Im an artic!


Setelah minum setengah botol, Rong Hanchi baru merasa bahwa anggur itu bermasalah, Feng Baiyi juga menyadarinya.


“Kakek, apa yang kakek masukkan ke dalam anggur ini?” Feng Baiyi mengerutkan kening dan bertanya dengan marah. “Kakek memasukkan obat ke dalam?”


Feng Dongnian mengedipkan matanya, dia berpura-pura polos. “Tentu saja ada alkohol! Ada apa? Sepertinya kalian semua sudah mabuk, Ling’er, cepat temani Hanchi ke kamar tamu, biarkan dia istirahat, jangan sampai mengganggu jadwal kalian melihat bintang jatuh tengah malam nanti!”


“Ya!” Feng Ling’er tidak tahu apa yang sedang terjadi, jadi dia hanya bisa berdiri untuk membantu Rong Hanchi.


Rong Hanchi hanya merasa kepalanya sedikit pusing dan seluruh tubuhnya menjadi panas.


“Su Yan, kamu juga pergi bawa Yibai untuk pergi istirahat, mereka tidak pandai minum, mereka harus berlatih lagi!” Feng Dongnian berkata dengan nada yang sangat serius.


“Ini?” Su Yan melirik Rong Hanchi, lalu melihat Feng Baiyi, sepertinya benar-benar mabuk.


Keduanya membantu suami mereka masing-masing untuk kembali ke kamar tamu.


Anggurnya bermasalah.


Feng Baiyi hanya minum sedikit, tetapi dia masih tahu bahwa ada obat pembangkit gairah di dalamnya. Kakek benar-benar keterlaluan, memberi mereka obat semacam itu. Bahkan jika memang demi kebaikan Feng Ling’er dan Rong Hanchi, kakek seharusnya tidak menariknya juga, kan?


“Hei…” Memasuki kamar, menutup pintu, sepertinya pintu dikunci dari luar.


Sebelum Su Yan sempat berkata-kata, dia mendengar seorang pelayan berkata: “Nona muda, Tuan muda telah diberi obat pembangkit gairah, jadi Tuan muda butuh obat penawarnya, jika tidak diberi obat penawar, dia akan mati! Jadi semua tergantung padamu!”


“Ah…” Su Yan tertegun, melihat ke arah Feng Baiyi, dia sedang berbaring di tempat tidur, tidak bergerak sama sekali.


Su Yan menggedor pintu dengan panik, “Panggil kakek kemari dan berikan obat penawarnya. Kakek sudah tua, tapi kenapa masih bermain permainan seperti ini?”


“Nona muda, Tuan besar sedang makan tahu busuk di dapur. Dia bilang dia tidak punya waktu dan dia memintamu untuk menyelamatkan Tuan muda. Jika Tuan muda mati, maka Tuan besar tidak akan punya cucu! Nona muda, bagaimanapun juga Anda harus menyelamatkan Tuan muda!”


“Hei! Bagaimana dia bisa seperti itu?” Su Yan benar-benar tidak bisa berkata-kata, menoleh untuk melihat Feng Baiyi dan tiba-tiba dia teringat pada Rong Hanchi. “Chi juga… Apakah Rong Hanchi juga diracuni?”


“Nona muda tidak usah khawatir, ada Nona muda Feng yang akan mengurus Tuan muda Rong, Anda tenang saja!”


Su Yan tampak lega. Benar juga, Kak Chi punya Feng Ling’er dan Feng Ling’er adalah istri Kak Chi.

__ADS_1


Dia berjalan ke sisi tempat tidur, duduk dan berbisik pelan, “Feng Baiyi, kakekmu sama sepertimu, sama-sama tidak bermoral, sangat menyebalkan!”


Mengapa kakek dan cucu ini, keduanya begitu berbahaya?


“Matilah, Feng Baiyi, aku tidak akan menyelamatkanmu!” Su Yan bergumam dengan dingin.


“Kamu tidak punya pilihan lain!” Tiba-tiba, Feng Baiyi mengulurkan tangan besarnya dan mendorong Su Yan langsung ke tempat tidur.


“Ah…” teriak Su Yan. Feng Baiyi telah berbalik dan menekannya.


“Sayang… aku merasa sangat tidak nyaman…” Dia membenamkan kepalanya di leher Su Yan dan terengah-engah.


Su Yan merasa tubuh yang menimpanya itu sangat panas, suasana hatinya gugup dan tertekan, “Feng Baiyi, kamu orang jahat, kakekmu juga orang jahat, kalian semua orang jahat!”


“Sayang… Kakeklah yang memberi obatnya, bukan aku!” Feng Baiyi berkata dengan suara yang rendah.


Panas di tubuhnya terasa seperti gunung berapi yang meletus, Feng Baiyi pun memeluk tubuh Su Yan lebih erat lagi.


“Semuanya sama saja!” Su Yan cemberut.


Tiba-tiba, dia menyerang di atas wajah Su Yan dan menciumnya!


“Umm…tidak…” Sebelum Su Yan sempat berteriak, suaranya sudah tenggelam di antara bibir dan lidah Feng Baiyi. Feng Baiyi menciumnya dengan napsu dan berbisik “Sayang…”


Di pisahkan dengan sehelai pakaian masing-masing, Su Yan bisa merasakan panas yang semakin kuat yang datang dari tubuh Feng Baiyi.


Meskipun Su Yan sangat marah, tapi dia tahu bahwa perlawanannya tidak akan berhasil. Su Yan tidak tahu suasana hati seperti apa yang dia rasakan sekarang, tapi dia tahu persis apa yang ingin dilakukan Feng Baiyi saat ini. Tangan rampingnya mengepal dan dia tidak bisa berhenti memukul Feng Baiyi.


Merasa sedikit sedih, apa yang bisa dia ubah?


Feng Baiyi menarik bajunya, memperlihatkan dadanya yang kuat, lalu dia memeluk Su Yan, dalam keadaan mabuknya.


“Feng Baiyi…” Su Yan terengah-engah karena sentuhan Feng Baiyi.


Sebenarnya, dia tidak banyak minum alkohol. Efek obat ini seharusnya bisa hilang hanya dengan mandi air dingin saja, tapi dia menginginkan Su Yan, Su Yan kesayangannya.


“Aku menginginkanmu! Aku menginginkanmu sekarang juga!” Napas Feng Baiyi agak berat dan dia mencium Su Yan dengan keras.


Meskipun dia menepuk punggung Feng Baiyi dengan kuat, bahkan dia melihat bekas gigitan di bahu Feng Baiyi, itu bekas gigitan semalam, tapi pukulan yang menepuk punggung Feng Baiyi itu perlahan-lahan melambat, sekali, dua kali, akhirnya dalam ciuman panas Feng Baiyi, tangannya perlahan-lahan bertumpu pada punggung Feng Baiyi dan berhenti bergerak.


Hanya terus menatapnya, tubuh Su Yan kaku.


Feng Baiyi melihat ke bawah dan menatapnya dengan seksama. Wajah cantik dan polos, dengan bentuk wajah yang sangat indah, bola mata hitam bundar, bersinar seperti permata, ujung hidung yang tajam tapi rapuh, juga bibir merah muda yang membuat orang menyayanginya.


“Kamu…” Su Yan tidak tahu sejak kapan dia menahan napas, tenggorokannya menegang. Dia mencoba berkata-kata sambil mengambil napas, tetapi dia gagal melakukannya.


Karena ketika dia mengucapkan suku kata pertama, bibirnya pun telah di tekan dengan keras oleh Feng Baiyi.


Pada saat ini, tiba-tiba terdengar suara benda jatuh, yang sepertinya merupakan suara dari sebelah.


Su Yan bangun tiba-tiba, Kak Chi…


Kak Chi-nya ada di kamar sebelah, dia tidak bisa begitu saja mengikuti apa yang Feng Baiyi ingingkan!

__ADS_1


“Feng Baiyi, pergi kamu…” Su Yan meletakkan kedua tangannya di dadanya, dengan sekuat tenaga menahan tubuh Feng Baiyi yang menimpa tubuhnya, kepalanya merontah-rontah di bawah tubuh Feng Baiyi, mencoba menghindari ciuman Feng Bai yang menyiksanya.


Feng Baiyi tentu saja tahu bahwa Su Yan sedang memikirkan Rong Hanchi. Dia pun berbalik dan menekan tubuh Su Yan dengan kuat, menguncinya rapat-rapat di tempat tidur besar itu, tidak memberinya kesempatan sama sekali untuk berjuang dan bernapas.


Feng Baiyi mengulurkan tangannya dan memegangi dagu Su Yan, memaksanya untuk mengangkat matanya dan menatapnya secara langsung. “Lihat aku, lihat siapa yang ada di hadapanmu!”


Su Yan mengangkat kepalanya dan memelototi Feng Baiyi, wajahnya yang cantik memerah karena malu, lalu memarahinya: “Feng Baiyi, lepaskan aku…!”


Tetapi di depan Feng Baiyi, dia masih tidak bisa berbuat apa-apa. Pria menyebalkan di hadapannya itu membuatnya tidak memiliki martabat sama sekali.


“Aku tidak bisa melepaskanmu!” Feng Baiyi mendengus dingin.


Su Yan menutupi tubuhnya dengan tangannya untuk mencegah mata tajam Feng Baiyi berpatroli dan berkeliaran di sekeliling tubuhnya.


Feng Baiyi menopang kepala bagian belakangnya, meletakkannya di atas bantal, menundukkan kepalanya dan terus menyerangnya tanpa ampun.


“Kamu adalah binatang buas!” Su Yan meronta, bibirnya merah dan bengkak karena gigitan Feng Baiyi, terlihat sangat menarik dan menawan.


“Dasar sialan, jangan sentuh aku!” Su Yan cemas, dia tidak ingin didengar oleh Kak Chi, jangan seperti ini.


“Kamu berani memarahiku!” Alis tajamnya mengerut. “Aku harus menyentuhmu!”


“Dasar kamu orang tua mesum, aku membencimu!” ​​Su Yan mengutuk di dalam hatinya, mengertakkan giginya, mengulurkan tangan untuk mendorong Feng Baiyi, tetapi ditekan kembali olehnya. Setelah terus melawan, seluruh tubuh Su Yan dipenuhi keringat.


Su Yan yang hanya bisa bernafas lewat hidungnya pun bertukar nafas dengan Feng Baiyi. Jarak mereka begitu dekat, aroma segar tubuh Feng Baiyi, bau tembakau dan alkohol, membuat Su Yan merasa tidak tenang dan ketakutan. Tapi, sebenarnya hal yang paling menakutkan adalah dia tidak merasa jijik pada Feng Baiyi.


Feng Baiyi merasakan tubuh Su Yan yang gemetar dan gugup, dia pun tidak bisa menahan senyum puasnya.


Tubuhnya dan tubuh Feng Baiyi seperti sudah terlahir berpasangan. Rasa tidak tenang dan cemas membuat hati Su Yan sangat ketakutan. Dia tidak boleh kalah, dia tidak bisa kalah, bagaimana mungkin dia bisa terangsang dengan sentuhan Feng Baiyi?


Bukan seperti ini, dia tidak mau tubuhnya mengkhianati cintanya, bahkan jiwanya juga ikut mengkhianatinya.


Seharusnya tidak seperti ini, semakin dia mendorong, Feng Baiyi semakin mendekat.


Su Yan ketakutan oleh suara itu, lengannya tidak bisa mengeluarkan tenaga lagi dan saat dia ingin menggunakan kakinya, sebuah kaki menimpa di atas kakinya.


“Ah…” Feng Baiyi terkejut. “Sayang, kamu… kamu tidak ingin menggunakannya lagi! Kamu hampir menghancurkan ituku!”


Pada saat genting seperti ini, Feng Baiyi tidak menyangka bahwa Su Yan akan menjadi begitu kejam, dia hampir menghancurkan masa depannya.


“Jika kamu hancur akan lebih baik!” Su Yan masih terus berjuang.


Di sebelah adalah kamar Kak Chi yang paling dia cintai, Dia pernah bermimpi menjadi wanita Kak Chi. Seumur hidupnya, dia hanya akan menikah dengan Kak Chi.


Tapi, sekarang, dia bersama pria asing ini, begitu tidak berdaya, kenapa hal seperti ini bisa terjadi padanya?


Termenung sesaat, membuat Feng Baiyi menyipitkan matanya dengan berbahaya, “Sayang, kamu hanya boleh memikirkanku!”


“Tidak…” Wajah Su Yan memerah, dia merasa malu setengah mati.


Su Yan menggigit bibirnya, tubuhnya terus gemetar, dengan banTuan rasa sakit di mulutnya, dia menahan tubuhnya yang mulai tergoda, dia memang sangat sensitif dan tidak bisa menahan keganasan seperti itu.


Feng Baiyi merasakan dada Su Yan yang naik turun, dia tersenyum tipis dan berkata dengan nakal di telinganya: “Aku ingin Rong Hanchi mendengarkannya, agar dia tahu bahwa kamu adalah wanitaku…”

__ADS_1


“Tidak…” Su Yan menggelengkan kepalanya dengan panik.


__ADS_2