AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 73 Empat Orang Keluar Bersama


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Xiao Hai, kamu dan aku sama-sama dibuang mami dan daddyku kan?” Cheng Cheng berkata pada boneka lumba-lumba.


Xiao Hai adalah nama pemberian Cheng Cheng pada lumba-lumba itu, “Kamu pasti sudah dibuang mami dan daddymu, mereka tidak suka padamu, kamu pasti tidak penurut kan?”


Hello! Im an artic!


Mendengarnya hati Mu Xue jadi mengerut, ia mendengar apa yang dikatakan anaknya, ternyata, ternyata benar-benar ada trauma di hatinya?


Mata hitam Qin Yinuo menatapi sosok kecil itu erat-erat, bibirnya bergetar sesaat, lalu menghela nafas sesaat, ia merasa dadanya pengap, tenggorokannya juga terasa sakit.


“Xiao Hai, kamu lebih parah dariku, aku punya mami Xiao Xue, dia sayang sekali padaku, aku cuma punya mami Xiao Xue, aku tidak mamu mami dan daddyku sendiri, aku cuma mau mami Xiao Xue. Xiao Hai, kamu seorang diri di sini kasihan sekali, biar akulah yang jadi daddymu!”


Hati Mu Xue juga ikut sakit, air matanya sudah memenuhi mata, ia terisak beberapa saat.


Hello! Im an artic!


Sepasang tangan Qin Yinuo diletakkan di pundaknya, memberinya semangat.


“Xiao Hai, aku jadi daddymu, kamu juga tidak perlu memikirkan daddy dan mamimu lagi, aku punya mami Xiao Xue, dan kamu punya aku, kita bukan anak yang tidak diinginkan orang, kan?”


Mu Xue tidak bisa menahan diri lagi, langsung berlari pergi, “Cheng Cheng!”


Ia menengadah dengan bengong, begitu melihat Mu Xue, ia agak tidak percaya. “Mami kenapa datang?”


Mami kan sibuk sekali, sejak dulu tidak pernah siang bolong begitu datang ke TK, tapi kenapa malah datang hari ini? Begitu menengadah, ia juga melihat Qin Yinuo yang berjalan kemari. Ia memanggil dengan suara rendah. “Paman!”


“Nak!” Mu Xue langsung memeluknya. “Selamanya kamu tidak akan tidak diinginkan siapapun, mami selamanya tidak akan tidak mau Cheng Cheng! Anak bodoh, kamu ini anak mami, kenapa kamu tidak percaya pada kata-kata mami?”


“Tapi…mami harus punya anak mami sendiri, kalau sudah punya adik kecil…” Ia melihat paman memeluk mami, ia pikir, mungkin mami juga mau menikah.


Hati Mu Xin langsung bergetar, tunggu dirinya memiliki anaknya sendiri! Benar! Ia memiliki anaknya sendiri, tapi ia tidak akan tidak mau Cheng Cheng. “Kalaupun mami punya anak yang lain, Cheng Cheng adalah Cheng Cheng satu-satunya! Siapapun tidak akan bisa menggantikan Cheng Cheng!”


Cheng Cheng menunduk, seolah tengah memikirkan sesuatu, lalu Mu Xue mendengar suaranya: “Mami, Cheng Cheng mengerti, Cheng Cheng itu satu-satunya, Xiao Hai juga satu-satunya!”


Tapi wajahnya tidak lagi memiliki kepolosan yang seharusnya dimiliki anak berusia lima tahun!


“Cheng Cheng, paman bawa kamu ke taman bermain, oke?” Qin Yinuo menggendongnya, berkata pada Mu Xue: “Maminya Cheng Cheng, bukannya kamu seharusnya pergi minta izin dengan guru?”


“Oh! Aku segera pergi!” Tiba-tiba Mu Xue merasa, pilihan hari ini untuk datang melihat anaknya ini benar sekali, anaknya telah mendapat pukulan yang berat sekali, sementara dirinya tidak menemaninya baik-baik, membuat anak ini kesepian, ia benar-benar keterlaluan.


“Paman tidak perlu kerja kah?” Cheng Cheng menatap wajah Qin Yinuo.


“Paman ini kan bos, apapun kata-kata paman harus dituruti, maka hari ini tidak kerja!”


“Tapi mami kan tidak kerja di perusahaan paman lagi!”


“Paman membantunya minta izin!”


“Oh!” Cheng Cheng mengangguk. “Paman turunkan lah aku, aku kan sudah besar, tidak perlu digendong!”


Mulai hari ini, dirinya sudah tumbuh besar, ia adalah anak liar yang dibuang orang lain, ia mana punya hak untuk berada di dalam pelukan paman? Ia tidak ingin menjadi anak yang dibenci orang!


“Tidak apa-apa, paman suka menggendongmu!” Qin Yinuo hanya merasa begitu menggendong anak ini, hatinya jadi tenang, rasanya segala keributan jadi menghilang, ini adalah perasaan yang tak pernah diberikan Tian Yu padanya.


Memikirkan hal ini, Qin Yinuo langsung tertawa sambil menggeleng, aneh sekali, mungkin karena dirinya terlalu bersimpati pada Cheng Cheng, untuk menutupi rasa bersalah dalam hatinya, dan akhirnya ia merasa tenang, pasti begitu!

__ADS_1


Ia memeluk anak ini erat-erat.


“Paman…” Begitu Cheng Cheng dipeluknya erat-erat, ia agak kesakitan, setelah ragu sesaat, barulah ia memanggilnya pelan, “Paman, pelukanmu terlalu kuat!”


Maka ia melonggarkannya sedikit, tetap memeluknya, “Paman pinjam bahumu untuk disandarkan, oke?”


“Paman?” Cheng Cheng tidak mengerti.


“Paman suka padamu!” Qin Yinuo mengelus hidungnya sesaat, kulit yang lembut, begitu disentuh rasanya ia bagai tersetrum, langsung tertawa. “Kamu tidak suka pada paman kan? Sehingga benci pada pelukan paman?”


“Bukan!” Cheng Cheng langsung menggeleng. “Cheng Cheng takut paman lelah, maka semua orang jadi tidak suka pada Cheng Cheng!”


Mata Qin Yinuo langsung tercegang, hatinya sakit. “Anak bodoh, kamu ini imut sekali, siapa yang tak suka padamu?”


“Tapi…” Ia sangat tidak tenang. “Tapi daddy dan mami Cheng Cheng saja tidak mau Cheng Cheng!”


Hati Qin Yinuo jadi makin berat! Ternyata benar, pukulan ini terlalu berat untuk anak-anak. “Siapa bilang daddy dan mamimu tidak menginginkanmu lagi? kamu ini anak mami, kemarin aku hanya bercanda dengannya, kamu lihat sendiri, kamu ini mirip sekali dengan mami?”


“Paman benar-benar bercanda?” Cheng Cheng tidak terlalu percaya.


“Tentu, kalau paman berbohong padamu, maka paman akan berubah jadi Xiao Hai, oke?”


“Kalau begitu bukannya kamu akan tidak diinginkan daddy dan mami?” Cheng Cheng bertanya.


“Ya! Tidak ada yang mau! Sampai saat itu kamu boleh tidak meladeni paman!” Qin Yinuo berpikir dalam hati, dengan begitu pasti bisa melelehkan trauma dalam hatinya.


“Paman, kamu tak usah menenangkanku! Aku sudah tahu!” Cheng Cheng memang bukan anak-anak biasa, mana percaya hanya dengan satu kalimat?”


“Paman mana sedang menenangkanmu! Yang paman katakan ini benar!” Qin Yinuo menaikkan alisnya, tapi dalam hatinya ia merasa gagal, bertemu dengan anak jenius memang bikin sakit kepala.


Cheng Cheng malah tertawa, memikirkan bagaimana mami khawatir akan dirinya, ia malah merasa dirinya tidak seharusnya sesedih ini, tak peduli apakah dirinya adalah anak mami atau bukan, asal mami menyayanginya saja sudah cukup. “Terima kasih paman, aku tidak apa-apa! kamu tak perlu menenangkanku lagi, kamu pergilah tenangkan mami, ia kelihatannya sedih sekali!”


“Paman suka pada mamiku ya?” Cheng Cheng menatap matanya, bertanya dengan serius.


“Tidak akan paman beritahu!”


“Tak perlu beritahu aku juga tahu, paman memeluk mami, maka paman suka pada mami!” Maminya bukannya bisa dipeluk semua orang.


“Eh! kamu ingin punya dady tidak?” Qin Yinuo menatapnya, bertanya.


“Terserah!” Cheng Cheng menaikkan bahunya.


“Anak bodoh, tidak mau daddy ya?”


“Aku juga sudah bertahun-tahun tidak punya daddy, bukannya tetap tumbuh sehat?”


“Tapi mamimu butuh dijaga orang!”


“Aku bisa jaga mami!”


“Tapi mamimu butuh dijaga seorang pria!”


“Aku akan segera jadi pria dewasa!”


“Tapi kamu kan anaknya!”


“Iya! Aku memang anak mami, kenapa?” Cheng Cheng bertanya dengan tidak mengerti, lalu menatapinya lama, kemudian lagi berkata: “Aku mengerti, paman suka sama mamiku, lalu malu, iya kan? Kenapa kamu sama seperti paman Li, padahal suka sama mamiku, tapi malah tidak mau mengaku? Kalau suka sama mamiku, harus mengejarnya dengan sepenuh hati, mamiku kan bukan seperti wanita-wanita itu!”

__ADS_1


Qin Yinuo benar-benar sakit kepala, kenapa ia bisa sepintar ini? “Wanita-wanita itu?”


“Bukan siluman rubah loh!” Cheng Cheng berkata. “Meski aku bukan anak kandung mamiku, tapi siapapun yang mengerjai mamiku akan kubenci! Paman, kamu jangan mengerjai mamiku!”


“Heh! Memang menurutmu mamimu mirip seperti orang yang bisa dikerjai orang-orang?” Qin Yinuo menaikkan alisnya.


Cheng Cheng tertawa, “Paman takut sama mamiku ya?”


Di pintu TK, Mu Xue keluar bersama guru, begitu melihat Qin Yinuo dan Cheng Cheng, sang guru langsung tertegun, tapi kemudian tersenyum. “Hari ini Cheng Cheng tidak terlalu senang, tapi sekarang sudah baik, ternyata ayahnya datang ya, kamu lihat seberapa senang ia tersenyum! Ternyata Cheng Cheng tidak hanya mirip dengan anda, tapi juga mirip ayahnya!”


Mu Xue tertegun, menengadah dan melihat mereka, ia melihat Cheng Cheng yang tengah tertawa, sekarang ini ia kelihatannya senang sekali. Wajah anaknya berubah dari mendung jadi cerah, hati Mu Xue juga ikut mengembang, tapi Qin Yinuo kan bukan ayah dari anak ini! Kenapa kata guru Cheng Cheng mirip dengan Qin Yinuo. Guru ini sungguh pandai berbicara, sayang sekali kata-katanya tidak tepat, Cheng Cheng bukan anaknya.


Hanya saja Mu Xue tidak menjelaskan, langsung pamit dengan sang guru.


“Mami, kita benar-benar mau izin sekolah kah?” Cheng Cheng melihat Mu Xue datang dari kejauhan.


“Ya! Sudah minta izin, mami akan menemanimu baik-baik!” Ia melihat Qin Yinuo yang terus menggendongnya, entah kenapa rasanya cocok sekali, meski ia tengah mengenakan jas.


“Nona Mu, sudah bisa pergi belum?” Qin Yinuo menaikkan alisnya.


“Mami, kita mau menduduki mobil paman kah?” Cheng Cheng agak berharap, tapi malah tidak berani mengatakannya, ia hanya menunggu perintah Mu Xue. Ia benar-benar berharap, karena ia tidak pernah menaiki mobil sekeren ini!


Mu Xu tidak tega menolak, maka ia mengangguk.


“Oh! Hebat sekali!” Cheng Cheng berteriak senang.


Qin Yinuo membuka mobil memasukkan Cheng Cheng, memakaikan sabuk pengaman. “Nanti kita juga menjemput anak lain ya?”


“Siapa?” Cheng Cheng duduk dengan menurut di kursi belakang, wajah kecilnya menatap Qin Yinuo. “Di rumah paman juga ada anak kan?”


Mu Xue hendak duduk di belakang, tapi malah ditahan Qin Yinuo. “Kamu duduk di depan, nanti biarkan Tian Yu yang duduk di belakang!”


Mu Xue dimasukkannya ke kursi depan. “Cheng Cheng, kamu masih ingat dengan Tian Yu ya? Tian Yu itu anak paman!”


“Benar kah?” Cheng Cheng senang sekali. “Apa aku bisa bertemu dengan Tian Yu?”


“Tentu!”


Cepat sekali mereka pergi menjemput Tian Yu, begeitu melihat Mu Xue, Tian Yu datang dengan senang. “Tante!”


“Tian Yu!” Mu Xue tersentuh sekali melihat sikap anak ini padanya, mungkin karena anak ini tidak memiliki mami!


“Naik mobil! Nak~!” Qin Yinuo sendiri yang pergi minta izin, lalu mendudukkan Tian Yu di kursi belakang. Begitu bertemu kedua anak itu senang sekali.


“Tian Yu, ternyata daddymu itu Paman Qin!” Cheng Cheng menyalami tangannya. “Kenapa kamu masih semalu ini?”


Wajah Tian Yu memerah, kelihatannya senang sekali, kemudian ia melihat kedua orang dewasa di depan, ia tidak mengerti mengapa daddy tiba-tiba membawa tante datang menemuinya, bukannya sebelumnya ketika ia menyebut tante, daddy marah sekali kah? “Daddy, malam ini kita pergi makan di rumah tante kah?”


Qin Yinuo melihatnya melalui kaca spion. “Kalau ini perlu tanya sama tante!”


Mu Xue tidak terpikirkan akan seperti ini jadinya, keduanya membawa anak yang seorang memilik daddy tapi tidak memiliki mami dan seorang lain yang memiliki mami namun tidak memiliki daddy keluar bermain, ini benar-benar aneh sekali!


“Mami, bisa tidak kita bawa Tian Yu makan di rumah? Kemarin bukannya paman tinggal di rumah kita?” Belum menunggu jawaban Xiao Xue, Cheng Cheng sudah tidak bisa menahan diri.


Tian Yu kelihatannya agak kecewa, ia menunduk, tidak berani bertanya lagi.


“Bukan, tentu boleh!” Mu Xue mana tega menolak anak yang kasihan ini? “Tian Yu ingin makan apa?”

__ADS_1


“Yang kumakan sebelumnya boleh tidak?” Begitu mendengar dirinya boleh pergi, wajah Tian Yu langsung penuh dengan semangat. “Masakan tante enak sekali loh, daddy juga pergi ya?”


__ADS_2