
Hello! Im an artic!
“Hahahaha…..” Ceng Li tertawa terbahak-bahak, tiba-tiba, dia menemukan sesuatu yang menahan tawanya. Dia melihat wajah ganteng Qin Yinuo terdapat sebuah bekas tangan, kalau tidak dilihat masih tidak tahu, “Nuo, kenapa dengan muka kamu?”
“Uuh!” Qin Yinuo mengangkat kopinya lagi, sambil menatap kopinya dia berkata, “Kopi ini beneran biasa saja!”
Hello! Im an artic!
“Tidak! Kamu mau mengalihkan topik lagi! Siapa yang berani menampar kamu! Jangan-jangan Xiao Xue?”
Qin Yinuo bertanya balik setelah meneguk kopinya, “Menurut kamu?”
“Kalian ngobrol dulu, aku pergi sebentar!” Wu Jingxuan melihat Mi Lei, dan berjalan ke arahnya.
“Pergi dulu!” Mereka berkata.
Hello! Im an artic!
Ekspresinya membuat Ceng Li tidak bisa tersenyum, “Beneran? Nuo, kamu beneran ada sesuatu dengan Xiao Xue? Demi dia kamu memecat An Qian? Takut dia tahu, kamu sengaja menyuruhnya ke bagian keuangan, beneran sangat susah payah, CEO kita sudah kembali ke dulu, di mana CEO selalu baik dan lembut terhadap wanita? Hah? Pasti iya!”
Qin Yinuo menaikkan alisnya, “Emang kenapa kalau begitu?”
“Uuh! OK!” Ceng Li berkata. “Aku hanya penasaran saja, kenapa kamu bisa menyukai Xiao Xue?”
“Siapa bilang aku suka padanya?”
“Emang bukan?” Dia tidak mengerti dengan Qin Yinuo ini. “Nuo! Kita sepertinya sudah kenal hampir 12 tahun bukan?”
“Iya!”
“Aku semakin tidak mengerti kamu!” Ceng Li menghela nafas. “Tapi belakangan ini kamu beneran sangat aneh, tapi Nuo, Xiao Xue kelihatan adalah wanita polos, kalau kamu hanya mau main-main, lebih baik jangan mengganggunya!”
“Kamu sepertinya sangat perhatian dengannya?” Dia menatap Ceng Li dengan kesal, ucapannya terlihat sedikit berbahaya.
“Perhatian donk, semua adik perempuan di kantor aku pasti perhatikan!” Ceng Li berkata sambil tersenyum, “Nuo, kamu jujur denganku, apakah kamu hanya ingin main-main?”
Dia tidak berbicara.
“Beneran? Kamu sudah memakannya? Dia melihat kamu seperti melihat setan! Dan bekas tangan di wajah kamu beneran ditampar oleh Xiao Xue?” Dia akhirnya mengerti.
CEO besar Qin Yinuo, orang yang selalu mempermainkan wanita, sekarang malah ditampar oleh wanita?
“Emang aku bilang dipukul olehnya?”
“Kalau begitu kamu mengakui ditampar oleh wanita?” Ceng Li menatapnya.
Qin Yinuo meletakkan gelas kopinya, dan bersandar ke belakang, “Di kehidupan ini memang selalu ada pertama kali!”
“Uuh! Apa?” Ceng Li menatapnya dengan aneh, “Jadi maksud kamu, wajah kamu beneran ditampar oleh Xiao Xue?”
Qin Yinuo tidak berbicara lagi, kedua matanya terlihat begitu dalam.
“Beneran nggak tahan denganmu, selalu suka misterius!” Ceng Li juga mulai berpikir, “Tidak disangka Xiao Xue berani melawan harimau seperti kamu! Beneran diluar dugaan, besok aku pengen tanya apakah dia senang bisa menampar kamu!”
Qin Yinuo terlihat kesal dan berkata, “Sebaiknya kamu jangan kepo!”
“Kenapa? Takut malu?” Ceng Li bercanda, “Tenang saja aku nggak akan tanya langsung! Tidak akan membuat kamu malu! Jangan melotot aku juga, aku hanya penasaran saja, aku mau kasih tahu Xiao Xue yang lucu itu, harus hat-hati denganmu!”
“Tutup mulutmu, kalau tidak kamu akan mati!” Qin Yinuo mengingatkannya.
“Hehe, marah ya” Ceng Li menatapnya dengan serius dan sedikit tidak percaya dengan yang dia lihat.
“Belakangan ini kamu sepertinya semakin santai.” Qin Yinuo menyilahkan tangannya, ketika berbicara, di benaknya muncul sebuah cabang perusahaan di luar negerti, mungkin, mungkin bisa menyuruhnya ke sana!
Tatapan Qin Yinuo semakin dalam, seperti sedang memikirkan sesuatu, dia menatap wajah Ceng Li dengan senyuman yang menakutkan, “Mungkin aku seharusnya menyuruh wanita cantik itu datang, mungkin saja…..”
__ADS_1
“Aku salah!” Ceng Li langsung menggigil, “Nuo, aku beneran salah, kamu mau makan siapa silahkan saja, aku tidak ada ide lagi!”
Qin Yinuo tersenyum, “Iya! Wu Jingxuan kenapa belum naik?”
“Bertemu Mi Lei, kamu kira dia akan naik secepat itu?” Ceng Li melihat ke arah tangga, dan tidak ada orang yang datang.
“Nuo, aku bertanya sekali lagi.” Ceng Li mulai berulah lagi.
“Iya?” Qin yinuo beneran sangat benci dengan semangat keponya dia.
Ceng Li bertanya dengan tidak takut mati: “Perasaan kamu terhadap Mu Xue seperti apa? Beneran sesederhana itu? tidak ada sedikit perasaan cinta pun?”
Tapi menurut Ceng Li, bagi Qin Yinuo, Mu Xue memang sedikit spesial. Hari ini Qin Yinuo membawanya langsung ke rumah sakit, dan memecat An Qian.
Beneran aneh sekali!
“Perlu aku telepon ke wanita cantik?” Qin Yinuo bersiap mengambil hpnya.
“Aku salah! Aku tidak akan tanya lagi!” Ceng Li mengangkat kedua tangannya.
“Cheng Cheng, sudah saatnya tidur!” Mu Xue memakai baju tidur dan berjalan keluar kamar mandi, dia melihat Cheng Cheng masih sibuk di depan komputer, “Cheng Cheng?”
“Mami, hari ini aku bertemu seorang paman, aku mau kirim sesuatu kepadanya, kamu tidur dulu.” Cheng Cheng menjawab tanpa menoleh ke belakang.
“Paman? Paman apa?”
“Paman yang di pesawat itu, paman yang membeli ****** itu! Mami, kamu tidur dulu, aku janji bentar lagi akan tidur!”
“Iya! Jangan terlalu malam!” Mu Xue juga mengambil proposal untuk dibaca, tapi dia tidak ada mood untuk membacanya.
Dia beneran sangat menakutkan!
Dua kali memasukkan dia ke dalam toilet, dan berbicara hal aneh, beneran sangat menyebalkan!
Datang ke Qin Grup sudah hampir 1 bulan, kehidupannya juga tidak terlalu berubah, malah dia harus membelinya sebuah mancis yang mahal, mancis yang lebih mahal beberapa kali lipat dari gajinya.
Apakah dia ingin balas dendam, karena telah menghancurkan mancisnya?
Dia melihat rumah tempat tinggal dia yang punya Mi Lin ini, walaupun sangat cocok ditinggali oleh Cheng Cheng dan dia, tapi kalau mau membeli rumah untuk sendiri, tidak tahu harus berapa tahun lagi.
Tatapannya tertuju ke laci, dia membukanya, dan mengeluarkan sebuah buku tabungan, di atasnya tertulis 15 Miliyar. Tidak pernah disentuh sama sekali.
Anak dia, berada di mana sekarang?
Sambil berpikir hatinya semakin sedih, tiba-tiba air matanya mulai menetes, satu tetes, dua tetes, kemudian semakin banyak air mata yang terjatuh ke buku tabungan itu.
Tidak peduli apa yang terjadi, tidak peduli miskin atau penyakit, dia tidak akan menggunakan uang ini, karena dia berharap, suatu hari dia bisa mengembalikan uang ini kepada orang itu, walaupun dia tidak tahu siapa pria bertopeng itu, tapi dia tidak akan menyentuh uang itu. Dia hanya ingin anaknya, dia hanya ingin tahu anaknya hidup dengan baik atau tidak.
Malam ini, Mu Xue tidak tidur dengan nyenyak.
Ketika pagi hari dia akhirnya tertidur, tapi terbangun lagi karena mimpi buruk, astaga! Dia bertemu seorang pria, pria yang memakai topeng rubah, dia bermimpi pria itu menciumnya, ciumannya begitu sombong, begitu menjajah!
“Uuh! Tidak!” Mu Xue menggelengkan kepalanya, “Jangan mengganggu aku lagi, siapa sebenarnya kamu? Ke mana kamu membawa anakku?”
Dia bergumam, dan air matanya sekali lagi terjatuh.
Dia berbaring di ranjang dengan tidak berdaya, ketika teringat anaknya yang direbut 5 tahun lalu itu, hatinya merasa sangat sedih.
Perjalanan membawa Cheng Cheng ke sekolah TK.
“Mami, paman burung besar semalam tidak online.” Cheng Cheng memberitahu Mu Xue dengan kecewa.
“Mungkin dia lagi sibuk!” Mu Xue berkata, pagi ini mata pandanya sangat hitam, dan juga terlihat ada bekas habis nangis di matanya, sama sekali tidak bersemangat.
Ketika masuk ke kantor Qin Grup, dia mulai di tatap orang-orang lagi.
__ADS_1
Mu Xue semakin tidak bertenaga, kemarin Qin Yinuo mengenggam tangannya keluar dari lift, memecat An Qian, mungkin sementara ini dia akan menjadi gosipan orang-orang kantor, tapi dia beneran sangat kasihan!
Dia menundukkan kepalanya dengan sangat rendah, dia berusaha menggunakan rambut menutup wajahnya, karena semalam tidak tidur nyenyak, dia sengaja melepaskan poninya, dan memberikan sedikit make up ke wajahnya, tapi tetatp terlihat lemah dan ketakutan, seperti kelinci kecil yang masuk ke dunia predator.
Di dalam lift penuh dengan orang, Mu Xue terpaksa menunggu lift selanjut, dia menghela nafas dan berjalan ke arah tangga.
Qin Yinuo yang baru masuk melihat sesosok bayangan yang berjalan ke arah tangga, dia sedikit kaget, kemudian masuk ke lift pribadinya.
Mu Xue yang baru sampai lantai 2, tiba-tiba melihat sebuah sepatu berkilau muncul di depannya, dia langsung menundukkan wajahnya, “CEO?”
Kenapa dia bisa muncul di sini?
Qin Yinuo melihatnya tanpa ekspresi.
Kemudian dia tersenyum ringan, wajah dinginnya itu seperti terlihat menakutkan, dia berkata dengan pelan: “Kamu mau naik tangga ke lantai 66 ?”
Wajah Mu Xue memerah, “Tidak, aku mau naik lift dari lantai 6!”
“Semalam tidak tidur.” Dia bertanya, karena melihat mata pandanya.
Dia menundukkan wajahnya, dan terlihat sedikit canggung, tidak ada orang yang tidak canggung ketika dicium paksa dan diumumkan sebagai wanitanya, dan ciuman itu bukan hanya sekali saja. Dia tersenyum canggung, “CEO, aku naik dulu!”
Selesai berkata, dia mulai naik tangganya lagi.
Wajah Qin Yinuo terlihat aneh, “Wanita, kamu masih hutang penjelasan padaku kan?”
Mu Xue melewati sampingnya, hatinya sedikit panik, dia menelan ludah, dan berusaha tenang, dia ingin melewatinya langsung, tiba-tiba tangan Qin Yinuno langsung memeluknya.
“Ah! Apa yang kamu…..”
Dia langsung memeluknya ke arah lift pribadinya.
Mu Xue melihat ke lorong lantai 2, untung tidak ada orang, kemudian dia dipaksa masuk ke dalam liftnya. “CEO, lepaskan aku! Kalau nggak aku akan berteriak!”
“Teriak saja! Kamu Teriak loh!” Qin Yinuo masuk ke dalam lift dan masih tidak melepaskannya. “Di sini ada CCTV, jadi kalau tidak mau dilihat seluruh orang kantor bahwa aku menciummu, lebih baik kamu diam saja.”
“……” Mu Xue terkejut dengan ucapannya.
Qin Yinuo lalu melepaskannya, lift yang besar ini, dia memilih berdiri di depannya, dan menatapnya,
Dia menatapnya dengan sunyi dan tenang.
Pada akhirnya, dia juga tidak berbicara apapun.
“CEO, apa yang sebenarnya kamu inginkan? Lebih baik langsung kasih tahu aku!” Dia beneran sangat takut, dan merasa dirinya seperti orang aneh diperlakukan begini oleh dia.
“Mu Xue!” Dia berkata. “Semalam kamu kabur! Jangan-jangan kamu lupa ? Kamu kabur dengan pacarmu bukan? Kamu tidak rela dia pergi?”
“Uuh!” Dia kaget, karena tidak terbiasa berbohong, wajahnya langsung memerah, tapi dia tidak bisa berpikir lagi, “Iya! Aku tidak rela, kami saling mencintai.”
Dia menundukkan wajahnya yang memerah itu, takut ketahuan bohong.
Qin Yinuo kemudian tersenyum dan menyindirnya, “Sepertinya kamu gampang melupakan sesuatu dan hidup dengan baik, baguslah kalau begitu, hidup memang harus melupakan semua kesedihan dan memulai hidup baru. Kalau begitu, kamu harus hargai baik-baik kebahagiaan di depan kamu!”
Apa?
Mu Xue mengangkat wajahnya, dia tidak tahu maksudnya, dia menatapnya dengan penuh kebingungan.
Qin Yinuo malah memalingkan wajahnya, kedua matanya yang bersinar tadi pelan-pelan menjadi gelap.
Lift naik dengan cepat, siapapun tidak berbicara lagi.
Mu Xue akhirnya memecah keheningan, “CEO, terima kasih atas perhatian kamu, aku akan menghargai kebahagiaan di depan mata.”
Walaupun dia tidak mengerti maksud ucapannya, tapi dia tetap berusaha menjawabnya.
__ADS_1
“Kemampuan kamu tidak buruk, aku berharap kamu bisa menjadi sekretaris yang baik di maa depan! Menjadi karyawan terbaik di Qin Grup!” Akhirnya liftnya sampai.
Kemudian Qin Yinuo berjalan keluar, dan meninggalkan Mu Xue dalam kebingungan.