AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 603 Hadiah Dari Perusahaan Kurir


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Aku akan luka dalam! Aku akan menderita luka dalam!” Su Yan mengangkat ponsel Feng Baiyi dengan marah, “Halo! Kak Chen? Ada apa?”


Suara di seberang membeku lalu tersenyum, “Ah, Su Yan ya, aku memasak sup, apakah kalian ingin datang untuk makan bersama?”


Hello! Im an artic!


“Terima kasih kak Chen, kami sudah makan dan kamu makan sendiri saja!”


“Aku sedang berada di depan rumahmu! Aku membawakan supnya!”


Su Yan mengerutkan keningnya, “Oh! Aku akan segera membuka pintunya!”


Feng Baiyi melihat pipinya yang semerah apel dan ada aroma khusus, bibir yang bengkak karena ciumannya. Dia melihat ke bawah, ada banyak bekas ciumannya di tubuhnya yang putih. Tapi wajahnya saat ini semakin merah, “Wawa…..”


Hello! Im an artic!


“Jangan ganggu aku, aku sangat marah!” Dia memakai daster, “Cara seperti ini sangat rendahan, dia ingin menggoda priaku maka aku akan memberinya pelajaran!”


“Abaikan saja dia!” Feng Baiyi berkata dengan suara berat, “Dia akan bosan jika sudah lama dan tidak akan mengetuk pintunya lagi bukan?”


“Heng! Aku akan luka dalam jika begini terus! Aku harus mengambil sikap sebelum luka dalam!” Su Yan merapikan bajunya, turun dari tempat tidur dan segera berjalan ke arah pintu dan membukanya dengan senyuman andalannya sambil menatap mata Chen Huilun, “Kak Chen, kami tidak mau minum sup, terima kasih! Aku dan Yi mau melakukan urusan? Tolong kamu jangan mengetuk pintu malam ini ya? Kami malam ini benar-benar tidak mau minum sup juga jangan menelepon karena malam ini kami ingin bercinta, selamat karena kamu telah keluar dari rumah sakit, hehe, maaf ya!”


“Hah! Maaf!” Chen Huilun tersenyum canggung, “Maaf, aku tidak tahu! Aku telah mengganggu kalian!”


Wajah Chen Huilun terlihat merah dan dia tidak tahu jika Chen Huilun akan sepolos ini dan dia tidak bisa mengatakan kata-kata yang telah dia siapkan.


“Tidak apa-apa, kak Chen, jika kamu merasa bosan maka kamu bisa mencari seorang pacar untuk bercinta dengannya! Aku masuk dulu!” Su Yan tertawa lalu menutup pintunya!


Su Yan kembali ke kamar dengan marah, Feng Baiyi menopang kepalanya dengan satu tangannya sambil menatapnya dengan ekspresi yang tidak bisa ditebak, “Kamu sudah marah!”


Klub di tengah malam.


Klub merupakan tempat bagus untuk menghilangkan kesedihan, Rong Hanchi minum segelas demi segelas di sudut pojok dan dia minum semakin banyak tapi otaknya semakin jernih.


Di sudut gelap lainnya seorang pria paruh baya mengatakan kepada anak buahnya yang ada di belakang ketika melihat Rong Hanchi minum terus, “Siapakan sebotol anggur tahun 82, sebentar lagi dia akan minum anggur lagi dan masukkan ini ke dalamnya!”


“Presiden?” Anak buah itu kaget melihat dua bungkus bubuk obat di tangan Song Baikuan.


Song Baikuan meliriknya dan orang itu langsung diam, “Ingat, jangan biarkan dia menyadarinya!”


“Baik! Aku akan lakukan sekarang!”


“Ingat jangan sampai ketahuan dan sewaktu dia mabuk, telepon Feng Linger menggunakan ponselnya dan semuanya bergantung malam ini!” Song Baikuan melihat sekilas Rong Hanchi yang terus minum dan segera keluar.


“Anggur!” Rong Hanchi memanggil pelayan lagi, “Ambilkan anggur yang paling keras!”


Tidak lama kemudian pelayan membawa anggur yang telah disiapkan, lalu Rong Hanchi membukanya dan meminumnya lagi. Hatinya merasa sakit dan dia menyipitkan matanya dan segera mengosongkan gelasnya.


Mengapa dia jelas-jelas tahu ini tidak mungkin karena dia adalah adiknya tapi dia masih tetap tidak bisa mengendalikan hatinya yang sakit? Dalam sekejap dia menghabiskan minumannya dan Rong Hanchi mabuk dan tertidur di atas meja, gelas di tangannya jatuh dan pecah berkeping-keping.


“Tuan muda, bangun!” Tidak lama kemudian orang itu berjalan menghampirinya ketika dia yakin jika Rong Hanchi sudah tertidur, dia membawanya ke kamar yang ada di klub lalu menelepon Feng Linger menggunakan ponselnya.


“Halo nyonya Rong, aku adalah pelayan klub XX, suami Anda mabuk di klub kami dan sekarang berada di kamar nomor 2316, mohon Anda datang kemari?”


Feng Linger yang mengangkat teleponnya ingin menjelaskan jika dia bukan istrinya lagi tapi teleponnya sudah dimatikan.


Maka dia hanya bisa buru-buru ke sana dan segera ada seorang pelayan yang memberikan kartu kamarnya setelah dia masuk ke aula utama.


Feng Linger juga tidak memikirkannya lagi dan langsung mengambil kartunya, dia membuka pintunya dan melihat Rong Hanchi yang terbaring di atas tempat tidur dalam keadaan sangat mabuk.


“Chi? Bangunlah, bagaimana keadaanmu?” Dia melihatnya dengan sedih, Feng Linger mengulurkan tangannya yang gemetaran sambil menggoyangkan tangan Rong Hanchi, hatinya bergetar karena dia merasakan kehangatan yang merayap di seluruh tubuhnya yang membangkitkan nostalgia dan kekagumannya.


“Yanyan…..” Rong Hanchi yang sedang mabuk memanggil nama Su Yan, Feng Linger tertegun dan meletakkan tasnya, dia mengerutkan keningnya dan membasahi sebuah handuk serta meletakkan di atas keningnya.

__ADS_1


“Chi? Apakah kamu merasa sangat menderita?” Wajah cantik Feng Linger terlihat khawatir.


Dia mengambil sebuah handuk lagi untuk menyeka wajah tampan Rong Hanchi dengan hati-hati, hatinya sedikit demi sedikit ikut tenggelam. Dia masih tidak bisa mengendalikan dirinya karena masih mencintai pria ini, sejak dia menginjakkan kakinya di kampus dan sekarang dia sudah di tahun ketiga dan hampir lulus.


Mereka jarang berhubungan dan hanya akan bertemu jika ada perayaan di kampus, wajahnya selalu terlihat dingin dan jarang bicara dengan orang lain terutama wanita dan tidak ada pacar di sampingnya.


Pada waktu itu sangat banyak wanita yang memimpikan untuk menjadi istri Rong Hanchi tapi akhirnya dia ke luar negeri! Dia pergi ke Amerika selama tiga tahun! Setelah itu keluarga Rong datang melamar dan dia menyetujuinya, mereka hanya bertemu sekali dan langsung menikah!


Lalu segera bercerai!


Tangan Feng Linger menyentuh wajahnya yang tampan, hatinya merasa sedih dan sebenarnya dia tidak tahu harus melakukan apa. Cinta tidak bisa dipaksakan, Su Yan sudah bersama kakaknya saat ini, ini adalah jodoh tapi dia tahu jika dia tidak berjodoh dengan Rong Hanchi.


“Yanyan!” Rong Hanchi tiba-tiba memegang tangan yang wajahnya dingin, perasaan sehangat ini tidak dapat dia miliki lagi seumur hidup ini.


“Chi…..” Feng Linger kaget dan segera menarik tangannya tapi Rong Hanchi memegangnya dengan kuat sehingga dia menempel di dadanya, “Chi….. aku bukan Su Yan.”


“Yanyan…..”


Suaranya yang panik perlahan-lahan menjadi lembut sambil menatap Rong Hanchi yang mabuk, wajah Feng Linger terlihat membeku dan tangannya bergetar sambil menyentuh wajahnya perlahan-lahan, “Chi, mengapa kamu menyiksa tubuhmu seperti ini?”


Dia bergumam dan Rong Hanchi menggunakan tenaganya untuk menariknya ke dalam pelukannya.


Rong Hanchi memegang kepalanya yang sedang mabuk sambil membuka matanya tapi semuanya menjadi kabur dan dia hanya merasa ada tubuh yang lembut di atasnya.


Mabuk, obat perangsang dan obat halusinasi bercampur yang membuat kepala Rong Hanchi terasa sangat sakit, dia merasa semuanya menjadi kabur dan dia berusaha menyadarkan dirinya tapi dia tidak bisa melihat apa-apa, dalam kekacauan itu muncul wajah Su Yan sehingga dia bergumam dengan sedih, “Su Yan….. aku sangat merindukanmu!”


“Lepaskan aku…..” Feng Linger berkata dengan panik.


“Yanyan, Yanyan…..” Badannya terasa panas dan Rong Hanchi menekan badan Feng Linger.


“Bukan! Aku bukan!” Feng Linger menolaknya.


Dia seperti pembangkit tenaga listrik yang terus mengeluarkan panas yang membuat seluruh tubuhnya terasa panas, dia secara alami membuka bajunya, “Yanyan, aku sangat menderita!”


“Chi! Aku bukan Su Yan, bukan, lepaskan aku!” Feng Linger menggelengkan kepalanya sambil menangis karena dia bukan pengganti orang lain, “Lepaskan aku, Chi! Aku adalah Feng Linger, mohon lepaskan aku!”


(Tidak bisa dijelaskan)……


Api membara sepanjang malam dan ketika Feng Linger bangun sekali lagi, dia tidak tahu sudah jam berapa, dia hanya merasakan seluruh badannya sakit, lemas, terutama sakit di bagian tertentu hampir membuatnya tidak bisa bergerak.


Dia berbalik dan melihat Rong Hanchi berbaring di sampingnya.


Pada saat ini dia tidak memakai apa pun dan dadanya yang kekar terlihat dengan mata tertutup rapat tapi penampilan sangat mempesona terutama bibirnya yang tipis sehingga garis wajahnya terlihat tegas…..


Wajah Feng Linger terlihat memerah ketika dia memikirkan ini, dia tidak menyangka jika dia menginginkan dirinya dan dia bahkan lebih tidak menyangka jika dia menginginkannya sepanjang malam.


Dan dia begitu kikuk dan bisa begitu saja yang membuatnya senang tapi juga sedih, dia akhirnya tidak memanggil nama Su Yan semalam tapi apakah dia tahu siapa orang yang sedang bersamanya?


Tapi, memangnya kenapa jika dia tahu? Mereka sudah bercerai!


Dia mabuk semalam, mungkin saja dia akan mengelaknya sesudah dia sadar? Mereka sekarang sudah bercerai, ya ampun! Bagaimana ini?


Dia harus bagaimana menghadapinya? Dia yang datang mencarinya, bagaimana dia harus menghadapinya?


Lebih baik pergi dulu sebelum dia bangun!


Feng Linger menahan rasa sakit dan memaksakan diri untuk bangun lalu dia memungut bajunya dan melarikan diri!


Keluarga Rong.


“Presiden, ini adalah rekaman video tuan muda dan nyonya semalam! Ma Li telah mengeditnya!”


“Mereka benaran bersama? Apakah beras sudah menjadi bubur?” Meskipun Song Baikuan tahu jika dia memberikan dua obat berat kepadanya tapi terakhir kali dia bisa melepaskan diri dari obat yang diberikan oleh Feng Dongnian maka dia mengkhawatirkannya tapi tidak diduga telah berhasil.


“Ma Li mengatakan telah bersama karena saya tidak melihat rekaman ini!”

__ADS_1


“Ya! Kirimkan satu salinan buat Feng Dongnian dan satu lagi kirimkan kepada Chi! Tidak boleh ada jejak! Tuan muda sangat pintar! Dan jangan sampai dia tahu jika aku turut campur tangan! Mengerti?”


“Baik!” Orang itu segera pergi mengurusnya.


Song Baikuan perlahan-lahan tersenyum licik.


Song Baikuan bangun sewaktu jam sepuluh pagi dengan kepala yang luar biasa sakit, dia melihat dirinya telanjang di bawah selimut dan semua yang terjadi semalam…..


Dia berusaha mengingatnya tapi matanya tiba-tiba membeku. Itu….. sesuatu ada di atas sprei? Sesuatu berwarna merah! Bercak darah seperti bunga persik dan dia melihat bagian tubuhnya, sial, ini jelas-jelas sudah melakukan hal itu?


Dia tiba-tiba memikirkan sesuatu, apakah semalam dia tidur bersama Yanyan? Hah! Bukan, bukan, bagaimana mungkin Yanyan akan membiarkan dia melakukan itu? Yanyan sudah bukan perawan lagi.


Tapi ini, bercak darah siapa ini? Penemuan ini membuatnya kaget dan memikirkan perasaan semalam…..


Ya ampun!


Rong Hanchi memukul dirinya sendiri karena dia merasa kesal, dia tidur bersama siapa semalam?


Rong Hanchi bangun untuk mandi lalu mengambil bajunya di lantai dan mau pergi tapi dia kembali melihat sprei itu lagi sehingga dia berjalan kembali lagi lalu dia membuka sprei itu dan membungkusnya.


Bercak darah siapa itu?


Dia berpikir keras tapi dia tidak ingat, dia hanya merasa apa yang terjadi semalam seperti mimpi, wanita seperti apa yang pergi setelah semua ini! Menghilang tanpa kabar…..


Rong Hanchi duduk di kantor presiden sambil merokok dan menghembuskan sebuah asap tebal.


Lalu dia menatap asap itu….. lalu asap itu membuat pandangannya kabur.


Dia melihat kepulan asap itu dan muncul sebuah wajah ceria dengan alis tipis dan mata yang besar, bibirnya selalu cemberut dan dia selalu tersenyum sewaktu bicara, mulut yang suka bicara dan suka tertawa….. ingatannya kembali ke beberapa tahun yang lalu.


Mulut kecil itu memanggilnya, “Kakak Chi…..”


Dia dulu pernah bersumpah jika dia tidak akan mengkhianati cintanya!


Tapi dia telah mengkhianatinya!


Dia dulu pernah mengatakan jika dia tidak peduli siapa Su Yan, apakah dia adiknya atau bukan, dia tetap mencintainya, dia bahkan bersedia mencintainya diam-diam meskipun tidak bisa bersama, tapi sekarang dia tidak layak mencintainya!


Di atas sofa masih ada sprei yang ada bercak darah dari hotel!


Dia membawanya pulang!


Dia ingin menanyakan siapa orang semalam ketika dia mau meninggalkan hotel tapi kata-kata itu sudah berada di ujung mulutnya tapi dia tidak berani menanyakannya, dia takut untuk bertanggungjawab, tapi dia menjadi lebih tidak mengerti lagi, kenapa wanita itu pergi setelah kehilangan perawannya?


Sial! Dia bahkan mulai merasa bersalah dengan wanita itu, Rong Hanchi yang pantas mati!


Dia menggigit puntung rokoknya.


Hatinya merasa sakit dan tanpa sadar membuatnya bernapas dari celah giginya.


Kenapa? Dia marah dan bertanya pada dirinya sendiri, mengapa dia begitu ceroboh? Mengapa dia harus minum, mengapa dia tidak bisa melupakannya, jelas-jelas dia adalah adiknya tapi mengapa dia masih tidak bisa mengendalikan diri untuk tetap mencintai Su Yan? Mengapa dia tidak bisa menahan dirinya sehingga berhubungan dengan orang asing? Dia adalah orang yang punya pendirian tapi dihancurkan oleh dirinya sendiri!


Cinta, cintanya telah dia hancurkan!


Dia memejamkan matanya dan memikirkan perasaan tadi malam, bibirnya yang hangat, tubuh yang gemetaran, tubuhnya yang manis dan aroma tubuh yang memabukkan…..


Dia tiba-tiba bangun dan merasakan punggungnya berkeringat dingin. Rong Hanchi, jangan memikirkannya lagi, lupakan, lupakan saja!


Dia segera turun dan segera masuk ke kamar mandi.


Dia meletakkan kepalanya di bawah pancuran dan menyiram muka dan wajahnya dengan air dingin.


Kemudian dia kembali lagi ke kantornya dan duduk, dia harus menyibukkan dirinya! Harus!


Tapi pintu kantor diketuk sewaktu dia mau mulai melihat dokumennya.

__ADS_1


Hatinya merasa kaget dan berkata dengan suara berat, “Masuk!”


“Presiden, ini adalah hadiah dari perusahaan kurir dan Anda harus menerimanya sendiri!” Sekretaris membawa masuk sebuah kotak yang dibungkus bagus.


__ADS_2