AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 262 Setelah Penderitaan


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Yu Jinglan hanya peduli menikmati tubuh tegang Song Yin, sebuah lekukan anggun dan jahat terlihat di wajahnya, “Jika kamu masih berani memprovokasiku seperti ini lagi maka kamu masih bisa merasakan sakit lagi kelak.”


Sakit, sakit itu terasa sampai ke tulang yang terus menyiksanya dan teriakannya berubah menjadi penderitaan, cinta tanpa kesenangan adalah mimpi buruknya.


Hello! Im an artic!


Yu Jinglan menikmati ekspresinya yang putus asa dan lepas kendali, wajahnya terlihat tersenyum dan dia sengaja mengubah gerakannya menjadi lembut dan setetes keringat menetes di wajahnya.


Tubuh Song Yin tiba-tiba ada perubahan dan setetes keringat itu seperti pelembut yang membuat tubuhnya yang sakit bereaksi aneh.


Malam yang kacau, ruang istirahat yang kacau dan wajah pucat Song Yin juga terlihat kacau.


Setelah semuanya selesai dan sewaktu Yu Jinglan mengambil bajunya dari lantai, Song Yin meringkuk di sudut dengan rambut berantakan dan wajahnya terlihat tersenyum dingin dan penuh kekecewaan.


Hello! Im an artic!


Dia yang sekarang seperti boneka keramik yang pecah dan tidak ada tenaga dan juga semangat, dia sangat sedih seolah-olah tidak bisa mendengar sambil memeluk dirinya sendiri dengan bengong sampai senyumnya membeku dia berdiri sambil menarik gaunnya dan tidak mempedulikan Yu Jinglan , berbalik dan pergi.


“Kamu mau ke mana?!” Yu Jinglan masih merapikan bajunya.


Song Yin sudah berlari ke luar dan tidak ada orang yang melihatnya dan matanya terlihat dingin…..


Ketika Yu Jinglan mengejarnya, dia sudah tidak melihat sosok Song Yin lagi.


“Song Yin…..” Dia berteriak.


Koridor itu sangat sunyi.


…..


Ketika Yu Jinglan pergi melihat Song Yin di ruang pemantauan, Song Yin telah meninggalkan hotel dengan taksi.


“Presiden, wanita ini bersembunyi di lantai atas tangga dan dia segera pergi setelah Anda masuk ke aula!” Staf berkata sambil menunjuk ke arah layar monitor, “Ah! Dia sudah keluar dari gedung!”


Layar berpindah ke pintu gerbang gedung dan Song Yin keluar dengan memakai gaun hitam sambil menghentikan sebuah taksi dan pergi.


“Shit!” Yu Jinglan mengumpat, dia berani pergi! “Berapa nomor plat taksi itu?”


“TX 673.”


Yu Jinglan berbalik meninggalkan ruang pemantauan sambil menelepon, “Bawa mobilku ke depan pintu gerbang, benar, segera!”


Dia lalu menelepon Song Yin tapi tidak diangkat, teleponnya terus berdering tapi tidak diangkat.


Dia sebenarnya bisa tidak perlu mempedulikannya tapi dia pergi dengan ekspresi seperti tadi sehingga membuatnya merasa tidak tenang karena wajahnya terlihat putus asa.


Bugatti meluncur di jalan dan dia bisa mendapatkan nomor pengemudi taksi melalui perusahaan taksi dan dia langsung meneleponnya dan mengetahui jika Song Yin sudah turun di Distrik Liyuan.

__ADS_1


Yu Jinglan kaget ketika dia mendapatkan kabar ini, bukankah itu rumahnya dengan ibunya sebelum tinggal di keluarga Song?


Benar!


Song Yin pulang ke rumah tempat tinggal bersama ibunya dulu, meskipun sudah tidak ditempati selama beberapa tahun tapi tetap dibersihkan dan ini adalah rumah peninggalan ibu untuknya, sebuah apartemen kecil dengan dua kamar dan dia akan datang membersihkannya setiap bulan, dia membuka pembungkus sofa sambil meringkuk di dalamnya dan hatinya merasakan kesepian yang tidak pernah dirasakan sebelumnya juga tidak berdaya.


Ketika dia memikirkan adegan dipaksa Yu Jinglan di Hong Jing tadi membuatnya merasa terhina, tidak berdaya, marah dan sedih, ternyata dia tidak cukup kuat sehingga bisa merasa sesakit ini?


Ada sesuatu yang mengalir mengenai wajahnya yang dingin.


Dia tidak mempedulikannya hanya saja airnya semakin lama semakin banyak, air itu mengalir dari mata yang penuh kesedihan dan membentuk kepahitan di dalam hati sampai ke lubuk hati paling dalam.


Dia menggigit bibirnya dengan erat lalu tangisan tak terkendali akhirnya keluar.


Apakah dia masih bisa bertahan?


Pernikahan, jalan ini benar-benar sulit dan dia tidak tahu masa depannya ada di mana? Di mana harapan manusia? Apakah dia harus terus disiksa seperti ini oleh Yu Jinglan ? Sebenarnya dia tidak serakah, dia hanya ingin melalui hari yang sederhana, pada saat ini kerinduannya pada kebebasan terasa sangat mewah.


Sakit dan hatinya berubah menjadi sedih.


Tiba-tiba perutnya terasa sangat sakit dan terasa panas dan kembung, apakah sudah waktunya menstruasi? Setiap kali akan datang bulan maka dua hari sebelumnya perutnya akan sakit, mungkin akan segera datang.


Tiba-tiba terdengar suara petir menggelegar dan Song Yin yang perutnya sakit berbaring di sofa sampai mengeluarkan keringat dingin, apakah akan turun hujan?


Dia menyeka air matanya dan Song Yin menarik napas dalam-dalam berjalan untuk mandi sambil menahan perutnya yang sakit, setelah air hangat menyiram tubuhnya maka sakit perutnya mulai menghilang dan dia mengangkat kepalanya untuk melihat dirinya yang putih penuh luka memar yang ditinggalkan Yu Jinglan di cermin dan hatinya merasa sedih lagi.


Kemudian hujan mulai turun dengan deras dan Song Yin pergi memeriksa jendelanya dan samar-samar dia melihat ada sebuah mobil Bugatti di bawah hanya saja tiba-tiba terdengar sebuah petir sehingga dia tidak berani berdiri lama di jendela, dia kembali ke kamar kemudian tertidur dengan suara hujan…..


Hujan masih berlangsung sampai pagi hari, hanya saja hujan besar sudah menjadi kecil.


Dia berganti baju dan untung saja baju lamanya masih ada dan perutnya juga tidak terlalu sakit lagi dan dia turun pada jam 7.30 pagi tapi dia melihat di depan pintu terparkir sebuah mobil Bugatti putih.


Bodi Bugatti putih yang tersiram hujan masih baru dan pintu mobil Bugatti terbuka setelah melihatnya keluar, Yu Jinglan berjalan keluar dan masih memakai baju tadi malam.


Song Yin kaget dan dia sudah berjalan mendekatinya. Tidak tahu apakah ilusinya atau apa, di matanya terlihat sebuah sinar yang membuat Song Yin tidak tenang dan jika dideskripsikan dengan kata-kata maka sepetinya di sebut kasihan!


Mengapa dia ada di sini? Dia masih memakai baju tadi malam, apakah dia berada di bawah sejak tadi malam? Mobilnya terlihat telah terparkir lama dan dia tiba-tiba teringat mobil tadi malam dan tanpa sadar dia meliriknya dan sepertinya memang pada posisi ini, selain itu hanya ada beberapa mobil Bugatti di seluruh Kota Feng.


Jantungnya berdetak kencang sambil mengangkat kepala melihatnya dan dia menatapnya dengan diam seolah-olah menunggunya bicara tapi sepertinya menyimpan banyak kata-kata yang membuatnya terlihat rumit.


“Kakak besar Yu!” Dia berpikir dia akan membencinya tapi hatinya melunak setelah memikirkan dia berada di bawa semalaman, Song Yin, kamu tidak berguna, apakah Yu Jinglan adalah orang yang akan menunggu di bawah? Berdasarkan sikapnya maka dia pasti akan pergi mendobrak pintunya!


Dia terdiam dan menghela napas setelah waktu yang lama dan melawan pergolakan dalam hatinya, dia menatap matanya yang merah dan berkata, “Apakah kamu sudah sarapan?”


Dia kaget!


Matanya yang dalam menatap matanya dan ada perasaan kasih di dalamnya sehingga menambah sentuhan memabukkan dalam ekspresinya.


Detak jantung Song Yin bertambah cepat.

__ADS_1


Apa maksudnya? Wajahnya suram dan terlihat lebih pahit dari pare sambil menatapnya dengan lemas dan menunggu kata selanjutnya, dia takut ada cibiran dan rasa sakit lagi?


“Mari kita sarapan bersama!” Dia berkata lagi dan katanya itu diucapkan dengan pelan sehingga membuatnya merasa bergetar dan wajah Song Yin langsung terasa panas.


Dia tidak berani bergerak karena takut semua ini adalah mimpi seolah-olah mimpinya akan hancur jika dia bergerak.


Dia melihatnya dari jarak yang sangat dekat dan Song Yin sepertinya bisa merasanya napasnya mengenai hidungnya dan dia bisa melihat alisnya yang hitam, hidungnya yang mancung lalu dia mengatupkan bibirnya juga matanya yang hitam dan Song Yin langsung sadar ketika ada penghuni yang melewati mereka dan dia mendengar dirinya sendiri mengatakan satu kata, “Baik!”


Hubungan mereka tampak ambigu.


Wajah tampan Yu Jinglan yang mendominan membuat para wanita tidak berani mendekat dan dia muncul di pagi hari setelah hujan seperti jatuh dari langit dan bertanya : mari kita sarapan bersama?


Dia berdiri diam di depannya dan satu tangannya dimasukkan dalam saku jasnya yang terlihat sedikit kusut, rambutnya juga agak berantakan tertiup angin lalu di atas rambutnya ada beberapa tetes air jernih dan terlihat nakal. Seperti pemeran pria yang keluar dari komik, melankonis, jahat dan tampan.


“Apakah kamu berencana terus melihatnya?” Dia mengerutkan keningnya.


Dia sedang tertegun.


“Jika tidak pergi lagi maka akan terlambat kerja hari ini!” Dia melihat jam tangannya.


Tidak minta maaf, tidak ada kata lain dan dia menarik tangannya menuju ke mobil dengan arogan. Dan dia sepertinya menyerah begitu saja.


Tidak bertenaga juga tidak berdaya.


Sampai masuk ke dalam mobilnya dan hujan masih turun, Song Yin tetap tidak berani bertanya apakah dia menunggu sejak dari tadi malam? Dia tidak berani bertanya dan dia takut untuk bertanya!


Siapa yang bisa memberitahunya apa yang terjadi sebenarnya? Jika dia benar-benar menunggu di sini tadi malam maka bagaimana dia harus menghadapinya?


Mobil berhenti di sebuah toko susu kacang yang tidak jauh dari balai kota.


“Minum susu kacang saja, sudah lama tidak meminumnya!” Yu Jinglan berkata pelan dan tidak bisa melihat ekspresi di wajahnya.


Song Yin merasa lebih heran lagi karena mengapa dia seperti berubah menjadi orang lain, dia tidak terbiasa dengan sikapnya yang seperti ini, seolah-olah keluar dari Kutub selatan ke Ekuator.


Di tempat duduk dekat jendela, Song Yin terlihat seperti seorang istri kecil dan tidak bersuara.


“Mengapa kamu tidak angkat teleponmu semalam?” Dia berkata ringan sambil meliriknya.


Seluruh badan Song Yin bergetar karena pada awalnya teleponnya berbunyi lama dan pada akhirnya dia mematikannya bukan karena dia tidak ingin mengangkatnya dan tidak tahu harus mengatakan apa setelah dia diperkosa. “Kemarin aku sangat lelah selain itu aku tidak ingin melihatmu.”


Sejujurnya itu karena dia tidak tahu harus bagaimana menghadapinya dan dia sangat sedih.


Dia mengeluarkan ponselnya lalu menyalakannya dan banyak notifikasi pesan yang masuk ada yang dari Yu Jinglan , Ye Jintang juga ada juga dari Wen Xiaoxing. Dia membukanya satu per satu dan menemukan jika Ye Jintang mengiriminya beberapa pesan…..


Song Yin, kamu ada di mana? Mengapa kamu tiba-tiba hilang? Apakah kamu baik-baik saja? Telepon aku jika kamu melihat pesannya!


Song Yin, hujan deras sekarang, apakah kamu sudah pulang ke rumah? Mengapa kamu mematikan ponselnya? Aku sangat mengkhawatirkanmu, balas teleponku.


Song Yin, kamu menari dengan baik, apakah masih bisa menari bersamamu lagi? Kamu ada di mana?

__ADS_1


__ADS_2