
Hello! Im an artic!
Pei Lingfeng belum masuk saja dapat mendengar Xiao Xue sedang memberikan pelajaran, sementara hatinya merasa kasihan pada cucu kecil yang aneh itu. Dia tidak memanggil Tian Yu, tapi saat ini dia memegang tangan Tian Yu, mau tidak mau berdiri keluar untuk membantu cucunya berbicara, “Xiao Xue, aku memang memanggil Tian Yu!”
Cheng Cheng menolehkan kepala dengan kaku, menatap Pei Lingfeng, sedikit tidak percaya bahwa kakek bisa membantunya berbohong, tapi dia tetap saja berkata dengan patuh: “Ibu, aku berbohong! Aku bersalah!”
Hello! Im an artic!
Menatap wajah kecil sedih itu, tampak kecewa, Qin Yinuo sedikit tidak tega, dia melangkah ke depan dan menggendong Cheng Cheng, berkata: “Xiao Xue, dia masih kecil! Sudah tahu salah dan bisa mengubahnya itu adalah anak yang baik!”
“Aku tidak perlu kamu membantuku memohon!” Cheng Cheng menolak Qin Yinuo, “Aku bersalah, aku pergi intropeksi diri!”
“Kakak?” Tian Yu berteriak dengan suara rendah, “Aku temani kamu intropeksi diri!”
“Ha? Tidak perlu tangkap hidung belang? Kenapa seketika jadi intropeksi diri?” jelas ini bukan tujuan dari Pei Lingfeng. “Cheng Cheng, tugas kita belum selesai!”
Hello! Im an artic!
“Presdir, jika melakukan kesalahan ya harus intropeksi diri, Anda jangan membantu mereka memohon! Cheng Cheng, kamu pergi lah! Tian Yu kamu tidak perlu pergi, kamu tidak berbuat salah! Cheng Cheng, jika salah harus menerima resiko, jangan biarkan orang lain menemanimu!” Mu Xue jelas dapat membedakan hukuman dan pujian kepada kedua anak.
Cheng Cheng memonyongkan mulut, tampak sedih, menggigit bibir dengan keras kepala: “Setelah paman keluar, aku akan pergi intropeksi diri! Aku tidak ingin paman menindas ibu!”
“Uh!” Qin Yinuo salah menilainya, dia sudah baik membantunya memohon, bocah ini malah tidak mau melupakan masalah ini, sungguh menyebalkan.
Pei Lingfeng tiba-tiba tertawa terbahak-bahak, berkata: “Ajaran yang benar! Baik, Qin Yinuo, kamu keluar lah!”
“Aku temani kamu intropeksi diri!” kata Qin Yinuo tidak senang, sambil menggendong Cheng Cheng: “Dasar bocah, kamu sampai sekarang tidak mau memaafkan paman kan?”
“Paman yang tidak menjaga ibu dengan baik!” Cheng Cheng meski terkejut melihat paman mau menemaninya intropeksi, tidak berarti dia sudah dimaafkan!
“Kita intropeksi diri di mana?” Qin Yinuo melihat koridor yang panjang, “Bagaimana dengan di sini?”
Cheng Cheng memipihkan bibir, berjalan lurus di sudut jalan, berdiri di sudut dinding, menghadap ke dinding, tidak berbicara.
“Cheng Cheng, mulai intropeksi diri?” Qin Yinuo heran, dia juga ikut berdiri di sana. Seorang dewasa dan seorang anak kecil berhadapan ke dinding.
Pei Lingfeng memegang dagunya dengan bangga, lalu menggandeng tangan Tian Yu: “Iya, kalian hadap dinding ya. Aku dan Tian Yu pergi sarapan!”
“Aku tidak butuh kamu temani untuk menghadap dinding!” kata Cheng Cheng dengan kesal.
“Anggap saja aku aku berusaha menyenangkanmu, bisa?”
“Aku tidak perlu disenangi olehmu, pokoknya aku tidak menyukaimu!”
“Mengapa?”
“Karena kamu membuat adik perempuanku tiada, aku tidak suka padamu!”
“……”
***
Saat Mu Xue keluar, dia melihat ke sudut dinding koridor, dua orang yang sedang intropeksi menghadap ke dinding, satu besar, satu kecil, bahkan gaya mereka pun sangat mirip.
Mendengar suara gerakan, Qin Yinuo menolehkan kepala, melihat Mu Xue: “Xiao Xue!”
“Tidak boleh berbicara!” kata Cheng Cheng, jelas dia sedang memerintah Qin Yinuo.
“Cheng Cheng, aku ini menemani kamu menghadap ke dinding, sudah lah, sekarang kamu menghadap ke dinding sendirian saja, aku mau temani ibumu!” komat kamit Qin Yinuo, melangkah mundur.
__ADS_1
Cheng Cheng mengerutkan kening, “Ibu, jangan pergi dengan dia!”
Meski dia masih kecil, tapi Cheng Cheng jelas sedang mengajukan peperangan dengan Qin Yinuo, dia menatap serius dan sungguh-sungguh pada Qin Yinuo.
“Cheng Cheng, 5 menit lagi turun makan ya!” Mu Xue tidak mempedulikan Qin Yinuo, dia langsung berbicara pada Cheng Cheng.
“Mengerti ibu!” seketika tatapan mata Cheng Cheng bertransisi menjadi anak kecil yang manja dan lemah, “Ibu……”
Karena dia sekarang melihat Qin Yinuo sudah merangkul pinggang ibunya, sedangkan Mu Xue menurunkan tangan Qin Yinuo, tapi Qin Yinuo masih memindahkan tangan ke sisi ibu.
Cheng Cheng tertegun, seketika pandangannya menjadi gelap: “Ibu, aku lain kali baru selesaikan berdirinya boleh? Hutang dulu?”
“Baik, lain kali saja!” Mu Xue memaksakan kalimat ini keluar, melototkan mata pada Qin Yinuo yang berada di belakangnya, langsung menurunkan tangannya yang ada di pinggangnya, lalu menggandeng tangan Cheng Cheng turun tangga.
“Ibu, malam ini aku dan Tian Yu temani kamu tidur ya, kami bantu kamu mengusir hidung belang!” kata Cheng Cheng serius, melirikkan mata pada Qin Yinuo, sadar bahwa ekspresinya sekarang tampak sedih, terlihat agak aneh.
“Baik! Malam ini kalian temani ibu tidur!” kata Mu Xue mengangguk kepala mengijinkan.
Cheng Cheng mengedipkan mata. “Paman, tidak turun makan?”
Kurang aja! Qin Yinuo menatap dua cocok yang menjauh itu, lalu memutarkan mata tidak berdaya. Setelah membereskan ayah mertua, sekarang harus membereskan bocah-bocah ini. Kenapa harus pintar sekali? Bersikap anak-anak sedikit kenapa?
Bayangkan saja sudah bisa membuat orang merasa kasihan, tidak disangka diri sendiri menjadi yang ditinggalkan itu!
Dia sedang berpikir, lain kali apa masih ingin memiliki anak? Punya dua anak ini saja cukup membuatnya tidak bersemangat, jika masih ada, mungkin dia akan lebih sulit mendapatkan perhatian dari Xiao Xue lagi?
Sangat membingungkan!
Pei Lingfeng melihat Xiao Xue membawa Cheng Cheng turun dari tangga, segera berakta: “Ayo cepat makan!”
“Pagi Presdir!” Mu Xue baru menyapanya.
Qin Yinuo mengangkat bahu, jelas waktu belum tiba, jadi Pei Lingfeng pun juga tidak berdaya.
Selesai makan, kedua anak akan pergi ke sekolah, Pei Lingfeng pergi ke kantor, tapi juga tidak tega Qin Yinuo di rumah Pei, merasa bingung, juga tampak malang.
“Presdir, kamu pergi bekerja saja, aku tidak apa!” kata Mu Xue.
“Aku tahu!” yang Pei Lingfeng khawatirkan itu adalah Qin Yinuo.
“Aku yang jaga Xiao Xue, ayah mertua tenang saja!” Qin Yinuo memberanikan diri.
“Tidak usah, biarkan dia pulang. Aku ingin menenangkan diri sebentar!” kata Mu Xue.
“Xiao Xue, kamu perlu dijaga!” Qin Yinuo mengangkat alis.
“Lihat tidak? Anakku sudah berkata agar kamu pulang. Memangnya kamu tidak perlu bekerja?” teriak Pei Lingfeng.
“Tidak perlu, tunggu kondisi tubuh Xiao Xue sudah membaik, aku baru pergi!” jawab Qin Yinuo dengan sepantasnya.
Pei Lingfeng seketika bingung, jika anaknya memang membenci Qin Yinuo, kenapa kemarin malam tidak mengusirnya? Tapi jika tidak benci padanya, pagi ini malah mau mengusirnya. Apa yang terjadi? Dia memutarkan bola mata. “Oh, Qin Yinuo dengar tidak. Sebentar lagi jika kamu tidak pergi, aku akan menyuruh orang untuk menembakmu! Aku pergi bekerja dulu!”
Jawabnya setelah membuat keputusan.
Qin Yinuo mengerti dengan maksud ayah mertua, dia membantu Xiao Xue dengan penuh perhatian, “Istriku, kita hari ini pergi menonton televise yuk?”
Dia sadar dia tidak pernah melakukan suatu hal bersama-sama dengannya, dia hanya ingin menambal rasa kesalahan ini.
“Aku tidak mau!” Mu Xue membantu Bibi Li membereskan barang, dua hari lagi dia akan keluar, tapi Bibi Li bilang apa juga tetap tidak mengijinkannya keluar, katanya masa nifas harus dilakukan, agar bisa sehat.
__ADS_1
Dia berbalik badan naik ke lantai atas.
Baru tiba di lantai atas, Mu Xue tiba-tiba berkata: “Apakah tasku ada padamu?”
Dia teringat di dalam tas itu masih ada sebuah foto album, di dalamnya ada foto Qin Yinuo bersama Mo Yilan. Beberapa hari ini dia tidak mengantarkan kemari, pasti karena dia belum pernah membuka tasnya.
“Iya!” Qin Yinuo mengangguk kepala. “Di dalam mobil, aku ambilkan ya!”
Selesai mengatakannya, dia langsung turun dan mengambil tas.
Mu Xue naik ke lantai atas, saat ini ada telepon masuk, Mi Ling yang menelepon.
“Xiao Xue, kak Jing Xuan menghilang, apakah kamu tahu dia di mana?”
“Dia bilang mau cuti, kenapa bisa hilang?” hati Mu Xue berdegup.
“Aku hanya bertanya apakah kamu tahu? Kakakku akan tunangan dengan Gong Tian’er! Resepsi akan diselenggarakan minggu depan. Aku ingin tahu, apakah kamu tahu kabarnya sekarang!” Mi Ling masih belum mati rasa. Di dalam hatinya, tidak ada orang yang lebih cocok menjadi kakak selain Wu Jingxuan!
“Kak Mi Ling mau tunangan dengan Gong Tian’er?” Mu Xue tertegun, “Kak Wu tidak pernah menghubungiku, aku coba telepon ya. Kamu tunggu!”
Jelas-jelas dua orang yang sangat cocok, tapi kenapa Kak Mi Ling bisa bersama dengan Gong Tian’er? Bagaimana dengan Kak Wu?” keluarkan ponsel, telepon nomor Kak Wu Jingxuan, dan ternyata ponselnya sedang mati.
Dia menelepon nomor kantor, katanya Wu Jingxuan telah mengundurkan diri.
Saat Qin Yinuo naik ke lantai atas, dia melihat ekspresi terkejut Mu Xue, segera bertanya dengan perhatian: “Xiao Xue, kamu kenapa?”
Mu Xue tidak mempedulikannya, melanjutkan menelepon Mi Ling. “Mi Ling, aku tidak bisa menemukannya. Dia telah mengundurkan diri. Awalnya bilang cuti, tapi kenapa mengundurkan diri? Apakah kamu tahu dulu dia tinggal di mana?”
Qin Yinuo tidak tahu apa yang telah terjadi, tapi melihat Mu Xue yang begitu panik, dia tahu pasti telah terjadi sesuatu.
Dia pun menutup telepon dengan tidak berdaya. Mu Xue duduk di atas sofa, “Qin Yinuo, apakah kamu tahu di mana rumah Wu Jingxuan?”
Sedikit kebingungan, Qin Yinuo akhirnya mengerti. “Kamu bilang Wu Jingxuan mengundurkan diri?”
“Iya!” dia mengangguk kepala. ” Kak Mi Le akan tunangan dengan Gong Tian’er. Telepon Kak Wu dalam keadaan mati, kita tidak ada yang tahu dia pergi ke mana! Apakah kamu bisa menghubunginya?”
“Aku bisa pikirkan caranya!” Qin Yinuo tidak menyangka Mi Le akan segera tunangan, juga merasa masalah ini kedengarannya sangat parah, “Aku suruh Zeng Li cari dia!”
Qin Yinuo menelepon Zeng Li, dia juga sangat terkejut.
Informasi ini membuat semua orang menjadi khawatir. Qin Yinuo menutup telepon, merangkul Mu Xue. “Xiao Xue, kamu jangan khawatir, kondisi tubuhmu belum pulih, jangan pikira yang lain!”
Mu Xue menghela nafas, bimbang: “Mengapa sepasang yang terlihat begitu cocok dan harmonis, terakhir tidak bisa bersama? Jelas-jelas saling mencintai tapi tidak bisa bersama. Tragedy seperti ini sungguh membuat pilu.
***
Qin Yinuo tiba-tiba teringat dengan hari itu Wu Jingxuan dan Pei Lingfeng di Jepang, seketika memahami sesuatu, lalu segera menelepon Feng Baiyi: “Feng Baiyi, bantu aku selidiki Wu Jingxuan selama 5 tahun ini, lebih cepat lebih baik!”
Mu Xue melototkan matanya, tidak mengerti, “Bisa terselidiki?”
“Iya, bisa. Tapi Xiao Xue, Wu Jingxuan seperti ayahnya, ada hubungan percintaan yang tidak jelas.
Mu Xue termenung, teringat hari itu Wu Jingxuan bilang tidak ada hubungan lagi. Tapi jelas-jelas mereka telah saling berciuman. Astaga, sungguh sangat rumit. Dia berbicara dengan khawatir: “Qin Yinuo, apa yang sedang kamu curigakan?”
“Xiao Xue!” Qin Yinuo menatap serius Mu Xue, setelah agak lama baru berkata: “Aku curiga pada hubungan antara ayah mertua dan Wu Jingxuan yang tidak normal, bisa jadi ini alasan Wu Jingxuan tidak berhubungan lagi dengan Mi Le! Awalnya mereka sudah akan menikah, namun JIngxuan tiba-tiba menghilang. Setelah dua tahun, dia kembali, menjadi desainer di WVL! Siapa pun tidak ada yang tahu selama dua tahun ini Jingxuan kemana, ini masih menjadi suatu misteri! Sedangkan kita pernah melihat dia dan ayah mertua berciuman di bandara. Hal ini berarti hubungan antara dia dan ayah mertua tidak normal!”
“Jika di amemang ada hubungan dengan Presdir, bagaimana dengan Kak Mi le?” tanya Mu Xue.
“Kenapa kamu tidak tanya ayahmu kenapa?” Qin Yinuo menghela nafas.
__ADS_1
“Iya!” Jika Kak Wu ada hubungan dengan dia, apakah Kak Mi Le bisa menerimanya? Bagaimana dengan Gong Tian’er?” Mu Xue termenung, ini semua terasa begitu rumit!