AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 436 Cinta Sesama Jenis


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Ayahku mencintai pria, bukan?” Yu Jinglan mengepalkan tangannya, “Benar, bukan?”


Luo Cheng Dong tertegun dan tubuhnya jatuh ke kursi.


Hello! Im an artic!


Dalam sekejap, Luo Cheng Dong mengepalkan tinjunya dan berusaha menahan sesuatu. Dia menatap Yu Jinglan . Dia adalah putra Yu Yitian. Dia mewarisi kepintaran dan kebijaksanaan Yu Yitian, tetapi dia tidak memiliki kelembutan seperti Yu Yitian. Dia kuat dan dia pasti akan menanyakan kebenaran tentang apa yang dicurigai.


Yu Jinglan memandang Luo Cheng Dong dengan ragu. “Ayahku menyukai Song Qingquan . Orang yang dia cintai adalah Song Qingquan , bukan?”


“Bukan!” Di tatapan mata Luo Cheng Dong terdapa keraguan.


“Bohong!” Bukannya percaya pada Luo Cheng Dong, Yu Jinglan balas mencibirnya. Wajah Yu Jinglan yang dingin dan matanya yang tajam, menunjukkan aura yang menakutkan. Dengan tatapan dingin, Yu Jinglan menatap wajah frustrasi Luo Cheng Dong. “Ayahku menyukai Song Qingquan , dan kamu memiliki hubungan yang tidak bisa dikatakan dengan ayahku, kamu-”


Hello! Im an artic!


Wajah Luo Cheng Dong berubah. Yu Jinglan mengamatinya dengan mata tajam. Wajah Luo Cheng Dong menjadi pucat dan tidak bisa berkata-kata.


“Kamu juga bermasalah! Kamu jatuh cinta dengan ayahku! Apa aku benar?” Jika dia tidak salah menebak, seharusnya begitu. “Nyatanya, ayahku dan kamu adalah dua orang dengan kelainan. Kalian berdua adalah biseksual, jadi kalian punya istri. Tapi di masa itu, perasaan kalian tidak boleh diketahui, dan kalian tidak berani berbicara. Jadi kalian menikah, punya istri dan anak, tetapi juga menyakiti hidup istri dan anak-anak kalian sendiri. Kalian egois! Di antara kalian bertiga, hanya Song Qingquan yang normal. Apa aku benar? Ayahku mencintai tetapi tidak bisa, jadi sakit hati ayahku terus-menerus menumpuk dan pada akhirnya ayahku berada di jalan buntu!”


“Song Qingquan kasihan pada ayahku, karena dia normal dan tidak dapat menanggapi cinta rahasia ayahku yang tidak normal. Apalagi, kalian adalah teman yang sangat baik, jadi kalian pasti sangat kesakitan! Ayahku meninggal dan Song Qingquan merasa bersalah kepada ayahku. Kalian adalah teman yang baik, namun kamu menyukai ayahku, jadi kamu merasakan sakit hati. Presiden Luo, apakah aku benar? ”


Hati Luo Cheng Dong berdebar keras dan dia sedikit tidak sadar.


Melihat Luo Cheng Dong yang terdiam,Yu Jinglan merasakan sakit yang sangat. Ternyata ayahnya adalah orang seperti itu ?!


Wajah tampan Yu Jinglan tidak bisa lagi mempertahankan ketenangan sebelumnya.


Lup Chengdong akhirnya bergumam: “Yu Jinglan , tebakanmu benar! Benar, aku memiliki perasaan yang tak bisa dikatakan terhadap ayahmu. Tetapi perasaan ini terhenti karena kami saling menghromati, jadi kami tidak pernah mengatakannya! Aku tidak pernah mengatakan kepadanya apa yang kurasakan. Aku tidak menyangka kalau kamu bisa menebaknya. Sekarang aku tidak bisa menyangkalnya. ”


“Kamu tidak pernah mengatakannya?” Yu Jinglan sedikit terkejut.


“Tahukah kau mengapa Qingyuan tidak mau memberitahumu tentang kebenaran ini?”


“Mengapa?”


Karena dia ingin gambaran ayahmu dalam benakmu adalah seseorang sempurna dan penuh wibawa. Dan bukan orang dengan kelainan! Oleh karena itu, dia tidak pernah mengatakan apapun, dan karena dia berjanji kepada ayahmu bahwa dia tidak akan mengatakannya. Terlebih lagi, perasaannya terhadap ayahmu hanyalah sebatas teman saja. Yu Jinglan , Song Qingquan adalah pria yang gigih dan walikota yang baik. Dia merasa bersalah terhadap ayahmu karena ayahmu mengakui semuanya sehari sebelum dia meninggal dan menceritakan tentang perasaan yang menekannya. Selain kecelakaan tambang itu, ayahmu mabuk dan mengucapkan semua itu. Song Qingquan menolak ayahmu. Dia mengatakan kepada ayahmu bahwa perasaan ayahmu terhadap dirinya hanyalah sebuah ilusi. Jika tidak, bagaimana dia bisa menikahi ibumu? Tapi tidak ada yang mengira kalau keesokan harinya, ayahmu pergi … ”


“Ternyata begitu!” bahu Yu Jinglan menegak, “Ayahku… ternyata orang seperti itu … ”


Yu Jinglan tidak bisa mempercayainya. Dia merasakan rasa sesak menyebar di dalam hatinya.


Ternyata ayahnya adalah orang seperti ini. Ternyata ayahnya mencintai seorang laki-laki. Pantas saja dia begitu cuek terhadap ibunya dan dirinya. Pantas saja wajahnya selalu terlihat kusut.


Masa lalu sedikit demi sedikit, perlahan-lahan mengisi otaknya. Dia salah!

__ADS_1


Yang disebut balas dendam oleh ibunya ternyata sangat konyol! Namun, bahkan jika dia meninggal, dia tidak dapat membayar kesalahannya kepada keluarga Song.


Jantung Yu Jinglan berdebar-debar dengan kesakitan. Ekspresinya yang redup dipenuhi rasa sakit. Dia merasa hatinya ditelan oleh rasa sakit. Semua ini salahnya! Maaf Song Qingquan , maaf Song Sitong, maaf Song Yin!


“Jangan beritahu ibumu! Ibumu tidak mengetahui semua ini. Dia mungkin hanya curiga, tapi dia tidak tahu seperti apa ayahmu! Jadi, jangan ceritakan tentang percakapan kita hari ini! Biarkan ayahmu menjaga martabatnya, sedikit saja!”


Yu Jinglan tidak tahu bagaimana cara keluar dari kantor Luo Cheng Dong.


Di kamar.


Luo Cheng Dong melapor ke Song Qingquan , tetapi mereka tidak tahu kalau ada Song Yindi luar yang ingin mengantarkan termos berisikan sup untuk Song Qingquan . Ketika Song Yin mendengar kata-kata Luo Cheng Dong, pikirannya kosong. Ternyata ini barulah sebuah kebearan.


Otak Song Yin menjadi berantakan. Wajahnya seputih kertas, dan hatinya terasa asam dan sepat. Dia mendengar apa yang dikatakan Presiden Luo kepada ayahnya, dan Yu Jinglan juga sudah tahu. Song Yin merasa kepalanya seperti meledak. Dia melangkah mundur dan bersandar ke dinding.


Ternyata begitu! Agar tidak membiarkan martabat Yu Yitian diinjak-injak. Ayah mengorbankan dirinya dan kakaknya demi Yu Yitian. Salahkan dia? Tapi apa yang harus disalahkan?


Tidak lebih cepat, tidak lebih lamat. Itulah yang terjadi. Siapa yang salah? Sebenarnya, siapa yang salah?!


Apakah Yu Jinglan bisa menahan pukulan ini?


Apakah dia bisa menerima pukul saat mengetahui ayahnya adalah orang seperti itu?


Song Yin masih berdiri di sana, seperti pohon yang berakar di depan pintu. Dia tidak bisa tenang untuk waktu yang lama.


Song Yin g menekankan tangannya di pipinya. Tangannya dingin. Dia mencubit tenggorokannya dengan erat, dan dia bergumam pada dirinya sendiri, “Ternyata semua ini sangat konyol.”


Dia hanya takut kalau dia bertanya, ayahnya akan semakin sakit.


Setidaknya, ayahnya bukanlah pembunuh. Bukan orang yang sengaja menyakiti Yu Yitian. Begitu saja sudah cukup.


Kamar dengan pemandangan laut.


Yu Jinglan berbaring di tempat tidur, menatap langit-langit.


Sepanjang hari, dia tidak makan atau minum. Pikirannya kosong. Hari sudah gelap, ruangan juga menjadi gelap. Hanya lampu meja kecil di atas meja yang menyala, magnet putih berbentuk malaikan di atas lampu masih berdiri dalam diam.


Yu Jinglan mengalihkan pandangannya ke malaikat kecil itu dan mencoba memusatkan pikirannya, tetapi pikirannya tidak teratur dan tidak stabil. Akhirnya dia menutup matanya dengan sedih.


Begitu banyak hal terjadi akhir-akhir ini dan semua ini sangat mengejutkan. Semuanya datang secara terus-menerus dan tidak membiarkan dirinya berisirahat.


Ketika dia kembali dari tempat Presiden Luo, dia berbaring telentang. Dia merasa bahwa dia perlu diam. Rasa bersalahnya terhadap Song Yin dan keluarga Song mengalir deras seperti tsunami.


Yu Jinglan bangkit dari tempat tidur dan mendekati jendela, berdiri dalam diam. Kegelapan malam mencerminkan sosoknya yang kesepian dan dingin bagai patung.


Dia melihat ke laut yang jauh dengan mata dingin. Apakah nasib sedang mengejeknya?!


Ayahnya adalah orang seperti itu, dan dia sendiri begitu dangkal sehingga Song Sitong dan Song Yin menjadi korban dari apa yang disebut dengan dendam antara keluarga Song dan keluarga Yu.

__ADS_1


Waktu tidak bisa kembali, kerusakan yang terjadi tidak bisa diperbaiki.


Ponsel berdering di malam hari.


Yu Jinglan menarik napas dalam-dalam, berusaha menekan rasa sakit di lubuk hatinya dan membiarkan ekspresinya kembali menjadi dingin. Dia melihat nomor telepon. Ternyata dari Jian Yi. Dia tidak menjawab teleponnya. Matanya berangsur-angsur menjadi dingin dan gelap, dan aura malam semakin lama semakin tebal.


Yu Group.


Sinar matahari masuk.


Udara dipenuhi dengan hawa dingin. Yu Jinglan duduk di belakang meja hitam. Seluruh tubuhnya seperti dipenuhi sinar matahari. Dalam cahaya yang menyilaukan, wajahnya yang membelakangi cahaya terlihat semakin dingin.


“Presiden, ini informasi yang anda inginkan.”


Tan Li meletakkan folder di mejanya, dan Yu Jinglan membukanya tanpa suara. Itu adalah laporan analisis yang tebal dengan beberapa foto di dalamnya. Melihat pria muda di foto itu, bibir Yu Jinglan mengencang. Itu adalah foto Zhang Xuanming.


Setelah hening beberapa lama, Yu Jinglan bersandar kembali ke kursi kulitnya. Dia menutup matanya dan berpikir.


Setelah beberapa waktu, Yu Jinglan menarik napas dalam-dalam, membuka ponselnya, dan menelepon Jian Yi. “Datanglah ke perusahaanku!”


Hanya satu kalimat saja, dalam setengah jam, Jian Yi muncul di kantor presiden Yu Jinglan .


Tumpukan berkas dilemparkan ke wajah Jian Yi. Berkas-berkas itu jatuh bebas di dalam ruangan. Jian Yi melihat sebuah foto yang mengambang di tepi sepatunya. Di dalam foto tersebut ada seorang remaja yang cantik, yang merupakan foto dirinya bertahun-tahun yang lalu. Saat itu, namanya adalah Zhang Xuanming.


“Kamu menyelidiku?” Jian Yi membuka mulut, lalu dia berjongkok dan mengambil foto di tanah.


“Ya! Karena ayahmu, Zhang Dongchen tidak dipromosikan, dia melakukan balas dendam pribadi pada Song Qingquan . Apa yang disebut sebagai kesempatan balas dendam oleh kalian dan ibuku ternyata hanyalah sebuah lelucon yang bercampur dengan terlalu banyak niat egois dari kalian!”


“Karena promosi?!” Jelas kalau Jian Yi terlihat terkejut, “Tidak mungkin!”


“Lihatlah sendiri.” Yu Jinglan menunjuk ke berkas-berkas yang ada di tanah.


Jian Yi dengan cepat mengambilnya dan dengan cepat menelusuri berkas-berkas dari Yu Jinglan Yu Jinglan , ternyata——


Dia selalu berpikir bahwa Song Qingquan lah yang melakukan balas dendam pribadi pada ayahnya, karena ayahnya pernah berada di bawah Yu Yitian. Bagaimana mungkin ayahnya melakukan balas dendam pribadi? Dan bosnya, Du Liling , bagaimana mungkin?


Karena tertegun, wajah Jian Yi menjadi pucat. Sakit hati karena ditipu menyelimuti otaknya, otaknya seakan-akan mencabik-cabiknya sampai kepalanya ingin meledak.


“Bagaimana ayahku bisa berbohong padaku?” Di depan matanya hanya ada kegelapan yang mengerikan.


Dada Jian Yi seperti diperas dengan sangat kuat, nyeri di bagian bawah jantungnya membuat bibirnya seputih kertas. Setelah beberapa waktu, setelah kegelapan di matanya memudar, kertas yang berada di tangannya sudah menjadi lusuh.


Tatapan matanya gelap. “Bagaimana bisa begitu?”


“Bagaimana tidak? Ibuku membohongiku!” Yu Jinglan meraung, rasa sakit hatinya tidak lebih sedikit dari Jian Yi. “Kita hanyalah boneka di bawah tangan orang tua kita. Ayahmu menipu kamu dan ibuku menipu aku. Yang mereka sebut balas dendam hanyalah untuk memenuhi keinginan egois mereka sendiri. Itu saja. Dari awal sampai akhir, semua ini hanyalah lelucon!”


“Boneka!” Murmur Jian Yi. “Kita hanyalah boneka mereka?”

__ADS_1


“Jian Yi, pergilah ke Tokyo dengan ibuku!” Yu Jinglan mencoba untuk tenang dan berkata dengan dingin: “Kerusakan yang kita timbulkan tidak dapat diperbaiki. Song Sitong telah menjadi korban dari kejadian ini, dan kita sudah salah! Sangat-sangat salah! Song Qingquan tidak menyakiti ayahku sama sekali! Tidak. Dia juga tidak menyakiti ayahmu, jadi berhentilah sekarang dan jangan terus melakukan kesalahan lagi!”


__ADS_2