
Hello! Im an artic!
— Mu Xue menelepon pada Qin Yinuo di dalam mobil. Ketika ini ia pasti akan khawatir sekali, maka yang bisa dilakukannya hanyalah memberinya tenaga.
Tapi telepon itu dalam keadaan dimatikan. Ia sudah menelepon beberapa kali namun tetap dimatikan, ia tak bisa mengontaknya. Maka Mu Xue semakin kalut, ia hanya bisa mengirim pesan.
Hello! Im an artic!
“Qin Yinuo, tak peduli apapun yang terjadi, aku percaya kau bisa menyelesaikannya, bisa mengatasi segala kesulitan. Aku percaya dan mencintaimu selamanya!”
“Xiao Xue, jangan khawatir. Perusahaan Qin itu besar sekali. Rumor sekecil ini takkan mengakibatkan apapun!” Du Jing menenangkan.
“Aku tahu!” Mu Xue mengangguk. “Tapi aku tak bisa menahan diri untuk khawatir, katanya akan terus memberitakan isi beritanya. Du Jing, menurutmu apa lagi isi yang akan diberitakan mereka? Jangan-jangan perusahaan Qin itu benar-benar berdiri atas penipuan dan penggelapan pajak beserta suapan pada pejabat tinggi?”
Du Jing hanya berkata, “Xiao Xue, kau tahu bagaimana ayahmu bisa bangkit?”
Hello! Im an artic!
“?”
“Penyelundupan!” Du Jing berkata dengan muram, “Orang-orang bisnis tidak ada beberapa yang benar-benar bersih untuk menghasilkan uang pertema mereka, sehingga setelah sukses banyak yang akan berbuat baik. Karena mereka sudah melakukan terlalu banyak dosa, harus mencuci dosa mereka sendiri sampai bersih!”
Mu Xue melongo, “Kalau keadaannya benar-benar seperti itu?”
“Cuci bersih!” Du Jing berkata singkat.
“Bisa dicuci bersih kah?”
“Tentu!”
Di kediaman Qin.
Qin Maoxiang juga sudah melihat berita di koran. Wajahnya tidak berekspresi sama sekali.
Kedatangan Mu Xue membuat wajahnya yang mulanya tak berekspresi jadi bingun, “Kenapa kau datang?”
“Paman… aku datang untuk menjengukmu!” Mu Xue tidak berani mengatakan masalah koran, ia kira Qin Maoxiang yang setenang ini harusnya belum membaca koran itu.
“Kau datang karena berita itu?” Nada suara Qin Maoxiang jadi melembut. Ia tak menyangka saat ini Xiao Xue akan mengunjunginya. Tatapan Qin Maoxiang jadi melembut. Gadis ini baik hati sekali! Yinuo tidak salah pilih, dan dirinya pun tenang.
“Anda sudah membacanya?” Mu Xue tertegun.
Qin Maoxiang mengangguk, “Ikutlah denganku!”
Mu Xue mengikuti Qin Mao Xiang ke ruang membaca di lantai dua dengan bingung.
Setelah Qin Maoxiang duduk di meja, ia mempersilahkan Mu Xue untuk duduk juga.
Mu Xue duduk di atas sofa, dan Qin Maoxiang menyalakan sebatang rokok.
“Paman, Anda tidak khawatir kah?” Dirinya sudah kalut setengah mati. Berita buruk seperti ini akan memengaruhi saham dan membuat keributan, mungkin akan membuat keributan besar.
“Takut apa?” Qin Maoxiang mengerutkan alisnya, ekspresinya yang arogan mirip sekali dengan seseorang.
Dalam otak Mu Xue muncul kilasan Qin Yinuo. Benar-benar ayah dan anak, entah ekspresi apa di wajah Qin Yinuo saat ini. Tapi begitu melihat Qin Maoxiang yang seperti ini, ia juga jadi agak tenang.
Di hadapan Mu Xue, Qin Maoxiang menelepon, “Pergi periksa koran mana yang membuat laporan seperti ini, kemudian periksa orang yang menulis berita ini! Jangan gegabah, ambilkan benda yang dimiliki orang-orang itu padaku!”
__ADS_1
Medengarnya, hati Mu Xue jadi gugup lagi.
Meletakkan telepnnya, Qin Maoxiang menatapi Mu Xue dengan serius, berkata, “Xiao Xue, dalam dunia bisnis, setiap pergerakan harus dilakukan dengan hati-hati , mengerti?”
“Hah?” Mu Xue bengong.
“Dan lagi, simpan rasa gugupmu sama seperti ketika pertama kali diriku mengancammu. Kenapa sekarang kau tidak bisa menahan ancaman lagi?”
“Paman, ini tidak sama!” Ketika itu Mu Xue tidak berharap, hatinya juga tidak takut. Tapi sekarang yang bermasalah adalah perusahaan Qin, ia benar-benar khawatir.
“Caranya sama! Jangan gugup!” Qin Maoxiang mengatakannya sambil menarik laci.
Mu Xue agak bingung, “Paman benar-benar yakin perusahaan tidak akan mendapat imbas besar kah?”
***
“Kali ini perusahaan akan terimbas!” Ini adalah tekanan terhadap saham dan kepercayaan. Hanya saja Qin Maoxiang tidak menunjukkannya.
Mu Xue tertegun, “Kalau begitu kita harus bagaimana?”
Ia sudah menganggap dirinya sebagai bagian dari Perusahaan Qin, hal ini membuat Qin Maoxiang merasa puas. “Periksa, kita tidak mungkin akan bisa menahan hal ini. Maka kita hanya bisa memeriksa siapa yang menjadi setan di balik layar! Kita kembalikan senjatanya pada tuannya!”
“Paman ingin menggunakan orang itu untuk membersihkan masalah ini?” Mu Xue langsung mengerti.
“Pintar!” Qin Maoxiang menangguk, “Tunggu orang saja hingga orang itu muncul!”
Tak lama kemudian, telepon Qin Maoxiang berdering, “Yinuo! Katakan!”
Hati Mu Xue gugup, yang di seberang telepon itu Qin Yinuo kah?
“Ya! Xiao Xue juga ada disini!” Mendengar ketenangan putranya, hati Qin Maoxiang juga senang, “Kuberikan telepon pada Xiao Xue!”
Qin Maoxiang memberikan teleponnya dan Mu Xue segera menerimanya. Ia menenangkan hatinya, namun suaranya masih menyiratkan kekhawatiran, “Qin Yinuo, kau dimana?”
“Xiao Xue, aku di bandaara. Aku sudah tahu siapa yang mengirim informasi ini. Sekarang aku akan segera mengurusnya, kau jangan asal berpergian, mengerti?”
“Siapa?” Mu Xue tidak menyangka Qin Yinuo akan tahu secepat ini. Pantas saja paman tidak khawatir. Beban di hatinya langsung terangkat.
“An Qian! Qin Yinuo mengatakan sebuah nama.
“Kenapa ia berbuat seperti itu? Benar tidak apa-apa kah?”
“Kalau bertemu dengannya pasti akan langsung tahu. Kau tak perlu khawatir, semuanya akan segera diurus. Istriku, percaya padaku! Aku sudah melihat isi pesanmu, nanti setelah aku mengurus semuanya baru kita bicara lagi. Aku pergi mengurus urusan dulu, kau jangan pergi dari kediaman Qin, mengerti? Begini saja!” Qin Yinuo memutus telepon dengan terburu-buru, kelihatannya memang darurat sekali.
An Qian?!
Mu Xue jatuh dalam pikirannya. An Qian adalah orang yang dipecat Qin Yinuo. Ketika itu juga ada hubungannya dengan dirinya. Meski Qin Yinuo bilang ia mengusir An Qian bukan karenanya, tapi kalau dipikir-pikir sekarang, sepertinya memang karena dirinya–
“Nu, sepertinya ini masalah pribadi!” Zeng Li mengemudi, membawa Qin Yinuo pergi mencari An Qian. Ketika mengetahui hasil dari pemeriksaan, Zeng Li langsung kaget. “Wanita kalau balas dendam memang mengerikan, awalnya kan sudha dibialng kalau wanita seperti An Qian jangan dibuat marah!”
Qin Yinuo baru turun dari pesawat. Hari ini dirinya memakai pakaian santai. Sehelai baju katun kecoklatan, celana panjang warna putih, berbeda sekali dengan imagenya yang selalu kelihatan serius. Dandanan seperti ini membuat orang-orang memerhatikannya. Hanya saja rokok tetap ada diantara jarinya yang terus mengepulkan asap.
Ia duduk di dalam mobil sambil merokok, berkata dengan muram, “An Qian hanya sebuah pion, di belakangnya masih ada orang!”
“Masih ada?” Zeng Li tak menyangka.
“Ya!” Qin Yinuo mengangguk, berkata dengan sangat yakin, “An Qian itu pintar sekali. Tapi dia tak cukup berhati-hati, melakukan ancaman seperti ini pasti karena ada yang mengobarkan api di belakangnya, dan lagi orang itu hebat sekali, sangat mengerti perusahaan Qin!”
__ADS_1
“Pihak lawan?”
“Musuh!” Sudut bibir Qin Yinuo berkedut, kembali teannag. Sepasang matanya setenang cheetah. Berani-beraninya mencelakai perusahaan Qin, pihak lawan pasti datang dengan persiapan, sementara dirinya tak boleh ceroboh.
Kemudian ia mengeluarkan handphone, memencet nomor dan berkata, “Segera perintahkan orang ke seklahan. Lindungi Tuan Muda kecil dan Tuan Muda Cheng Cheng diam-diam. Pastikan mereka aman!”
“Nuo, kau sudah berfirasat buruk akan sesuatu?” Ini pertama kalinya Zeng Li melihat Qin Yinuo sewas-was ini.
“untuk berjaga-jaga!” Tatapan Qin Yinuo seberbahaya seekor binatang yang telah melihat mangsanya. Tatapan seperti itu mirip seperti seekor cheetah, penuh dengan tatapan yang hendak memangsa.
“Nuo, kenapa anehnya aku merasa kau ini senang?” Ia berkata, Zeng Li tersenyum menyipit, “Aku ini gugup untuk lawanmu itu, entah pihak lawan yang mengganggumu itu bisa mati tidak?!”
Ia mendengus dingin, lalu mengerutkan alisnya, “An Qian mengirim berita itu, dan orangnya ada di Kota Lu. Benar-benar berarti, dia kira dengan begitu aku tak bisa menemukannya?”
Tapi kalau berani menyebar informasi seperti itu, hitungannya An Qian berani juga. Akhirnya ada sedikit ekspresi di wajah Qin Yinuo. Kelihatannya belakangan ini ia sudah stabil, tak disangka musuh punya kesempatan seperti ini. Orang yang sebegitu memahami perusahaan Qin benar-benar sedikit. Tapi ia sudah memutuskan kalau musuh adalah orang dalam perusahaan. Perusahaan Qin ini menyimpan banyak orang-orang berbakat hebat. Ternyata ada keberadaaan yang tak diketahuinya, dan itukah musuhnya?
“Aku suruh orang pergi periksa lagi!” Zeng Li berkata.
“Jangan! Takkan dapat!”
“Nuo, kau ini terlalu meremehkanku kah?” Zeng Li tersenyum menyipit, “Aku ini bukan sampah!”
“Bukannya merendahkanmu, aku tak pernah meragukan kemampuanmu! Tapi musuh ini terlalu memahami perusahaan kita. Ia sudah menyembunyikan segala kontaknya, lalu mengganti lokasinya melalui handphone. Kemampuan investigasinya hebat sekali, pihak musuh terlalu licik!”
“Kau masih merendahkanku!” Zeng Li meliriknya sekilas.
“Kau kira aku tak tahu kemampaunmu.” Ia meliriknay dengan penuh peringatan, lalu menggelng. “Aku tidak ingin kau membeberkan hal ini terlalu banyak! Lebih baik kau jadi orang bisnis yang polos saja! Memang kau tidak mau kerja lagi?”
Lebih baik ia mengerahkan kemampuan Feng Baiyi juga tidak akan membiarkan Zeng Li membeberkannya. Terlihat dari luar mereka ini orang bisnis, orang bisnis yang polos.
Meski ia tahu Zeng Li masih bekerja untuk pemerintah diam-diam, tapi ia takkan menggunakan hubungannya.
“Kau tahu?” Ia mengerutkan alisnya.
“Kau ini apapun mau, memangya aku tak tahu? Kasus penyuapan bisnis selama beberapa tahun ini, satu demi satu terungkap, pasti ada karena kau kan? Segala perusahan yang pernah kerja sama dengan Perusahaan Qin, lalu perusahaan yang pernah melakukan penyuapan akan kau antar ke kantor polisi!” Tatapannya yang tajam melihat keluar jendela. Qin Yinuo berkata dengan dingin, “Kau ini sudah tergila-gila dengan pekerjaann satu ini, maka aku tak bisa merebut pekerjaanmu satu ini kan?”
“Astaga!” Semakin dikatakan semakin mengejutkan. Zeng Li kagetnya sampai langsung mengangkat tangannya, ekspresinya juga berubah. Qin Yinuo ini terallu mengerikan, ia kira dirinya bisa bekerja demi pemerintah diam-diam dengan beradda di perusahaan Qin. Ini adalah tim yang paling dirahasiakn di muka bumi ini, tapi pada akhirnya masih akan ketahuan oleh Qin Yinuo.
“Jangan beberkan identitasmu!” Ia melirik sekali lagi pada Zeng Li. Tatapan Qin Yinuo tajam, “Selama beberapa tahun ini perusahaan Qin selalu bersih. Ini adalah hasil keringat ayahku, takkan kubiarkan jatuh di tanganku. Selama ini selalu bersih, yang tak bersih sudah berlalu! Li, kau paham?”
“Nuo! Aku tidak memeriksa perusahaan Qin, ini adalah tempatku bersembunyi! Aku tidak ingin menghancurkannya!” Zeng Li menggeser bahunya tanpa daya, lalu tersenyum menggoda. Wajahnya terlihat jahil, “Nuo, bagaimana kau bisa tahu identitasku?”
Qin Yinuo meliriknya sekilas, tidak meladeninya.
***
“Aku tidak berbuat sesuatu yang merugikan perusahaan Qin!” Zeng Li berkata cepat-cepat.
“Kalau orangnya kau, kau kira kau masih punya kesempatan untuk duduk dan berdiskusi tentang siapa yang menyuruh An Qian mengirim informasi tersebut?” Tatapannya yang dingin sedingin salju musim dingin. Qin Yinuo mendengus dingin, wajahnya terlihat dingin.
“Lebih baik kujelaskan dulu, aku tidak sesantai itu!” Tatapan Zeng Li terlihat jahil, “Aku juga penasaran siapa orang itu! Meski jika identitasku terungkap dan mungkin aku akan kehilangan kerja, tapi aku ingin memeriksa siapa yang seberani itu!”
“Akan segera tahu!” Qin Yinuo mematikan puntung rokoknya dan dibuang keluar jendela.
Ia melihat pada jam tangan sekilas, pas sekali saat ini telepon berdering.
Ia mengangkatnya, dan bertanya dengan muram, “Bagaimana hasilnya?”
__ADS_1