AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 367 Kesedihan Dalam Hati Diri Sendiri Yang Tahu


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Dalam pandangan mata Xing Jia Bai tersirat suatu kehilangan, jika dapat melihat Song Yin bahagia, maka ia akan merasa terhibur.


Setelah selesai makan, Yu jing lan membawa Song Yin pergi, Xing Jia Bai juga mengantarkan Wen Xiao Xing pulang. Di dalam mobil, Wen Xiao Xing bertanya: “Xing Jia Bai, apakah kau menyukai Song Yin?”


Hello! Im an artic!


Tertegun sejenak, Xing Jia Bai merasa senang. “Wen Xiao Xing, kau tidak akan puas kalau belum membuat orang


terkejut!”


“Suka ya suka, tidak suka ya tidak suka, buat apa menyembunyikannya? Tetapi sangat disayangkan, jika Song Yin sekarang bersamamu, dia pasti akan lebih bahagia dibanding dengan bersama Yu jing lan !”


“Pernikahan itu seperti sepatu, bagus dilihat, kau akan tahu cocok atau tidak di kaki pada saat memakainya, orang lain lihat mungkin tidak cocok, tetapi ketika dipakai sangat nyaman!” KataXing Jia Bai tersenyum. “Cantik, bolehkan aku merokok?”


Hello! Im an artic!


“Silahkan saja, ini mobilmu!” Kata Wen Xiao Xing tertawa menggelengkan kepalanya. “Kau benar, semoga Song Yin berbahagia! Tampan, terima kasih telah mengantarku pulang! Senang berkenalan denganmu!” “Sama-sama!” Kata Xing Jia Bai mengangkat alisnya, tersenyum kepada Wen Xiao Xing. Mobil berhenti di depan gerbang balai kota, Wen Xiao Xing turun dari mobil.


Xing Jia Bai juga ikut turun dari mobil, berdiri di samping mobilnya.


“Sampai jumpa!” Wen Xiao Xing baru saja mau beranjak.


Xing Jia Bai segera berkata: “Cantik!”


Wen Xiao Xing menoleh, “Ada apa?”


“Bolehkah aku memintamu melakukan sesuatu?” Kata Xing Jia Bai tersenyum.


Wen Xiao Xing mengerutkan alisnya, kemudian melangkah mendekat sampai di hadapanXing Jia Bai.


“Katakan, jangan sungkan, kakakmu ini paling senang membantu orang!”


“Siapa yang kau sebut kakak, gadis kecil?”


“Baiklah, katakan saja!”


“Pada saat aku tidak berada di sini, jika ada hal yang tidak bisa ditangani oleh Song Yin, maksudku jika ada hal yang tidak bisa ditangani olehLan, teleponlah aku, bisakah kau lakukan itu?”


“Kau mencintai Song Yin!” Kata Wen Xiao Xing tidak dapat menyembunyikan emosinya.


Xing Jia Bai tersenyum ringan, ada kepahitan yang terlintas di pandangan matanya. “Hanya berharap dia berbahagia saja!”


“Baiklah!” Wen Xiao Xing menganggukkan kepala, dengan serius ia berkata: “Xing Jia Bai, kau adalah orang yang baik, orang baik pasti mendapatakan balasan yang baik juga, Song Yin tidak memilihmu, sangat disesalkan!”


“Ha ha ha, perkataan ini seharusnya kau katakan kepada Song Yin!” KataXing Jia Bai yang kelihatannya tersenyum santai, tetapi dari sudut bibirnya terpancar senyum yang memperlihatkan kesepian, yang tidak dapat menipu orang.


Wen Xiao Xing menggelengkan kepalanya. “Yu jing lan tidak sebanding denganmu!”


“Itu karena kau belum melihatku menjadi berandalan, ha ha ha…”


“Kau dan dia sama-sama berandal?” Wen Xiao Xing menautkan alisnya. “Masih ada saja orang yang seperti dia?”

__ADS_1


“Banyaklah!” Xing Jia Bai cemberut. “Hei, pria itu mencarimu, ya? Kelihatannya dia tidak baik! Teman priamu?”


Dengan ragu Wen Xiao Xing menoleh, ia melihat Ye Jin Tang berdiri di depan pintu dengan wajah yang muram, tubuhnya seperti sedang diliputi kedinginan, dilingkupi suasana yang suram.


Kemeja sutra abu-abunya memantulkan wajahnya yang dingin, dengan rambut yang hitam, dan postur tubuh yang elegan. Matanya dengan serius sedang melihat tajam kepada Wen Xiao Xing dari kejauhan, tidak!Ia sedang melihat Xing Jia Bai dan Wen Xiao Xing.


Wen Xiao Xing menatapnya dengan keheranan, ia hanya berjarak dua atau tiga mil saja, pandangan mata Wen Xiao Xing menjadi gelap, ia membalikkan badannya bersikap seolah-olah sangat tenang, “Oh, dia? Aku tidak kenal.”


Xing Jia Bai mengangkat alisnya “Oh, iya?”


“Kau tidak percaya?” Kata Wen Xiao Xing sedikit kesal.


“Tidak percaya, benar-benar tidak percaya, keihatannya jelas sekali ia ingin membunuhku dengan pandangan matanya itu! Aku tebak dia pasti telah salah paham, mengira aku dan kau…ha ha, mau tidak kita melakukan suatu percobaan?” Xing Jia Bai mengerjap, maju mendekat selangkah.


Wen Xiao Xing tertegun. “Melakukan percobaan apa?”


Xing Jia Bai mengulurkan tangannya, merangkul pelan pinggang Wen Xiao Xing ke dalam pelukannya. “Kita buat sebuah permainan, Cantik! Dia mendekat!”


Ye Jin Tang berjalan mendekat, dingin bagaikan es.


Xing Jia Bai melepaskan tangannya, tersenyum usil. “Cantik, pria itu nebty itu menyukaimu, aku pergi dulu!”


“”Apa!” Wen Xiao Xing cemberut, baru saja ia mengira Xing Jia Bai akan menciumnya. Xing Jia Bai ini menarik sekali! Wen Xiao Xing menggelengkan kepalanya sambil tertawa.”Xing Jia Bai, selamat sampai tujuan!”


Setelah Xing Jia Bai masuk ke dalam mobil, ia menurunkan kaca pintu mobilnya, melihat Ye Jin Tang yang berada sekitar dua puluh sentimeter di belakang Wen Xiao Xing, berkata lebih keras lagi: “Sayangku, jangan merindukanku! Teleponlah kalau ada waktu, dan lagi, teleponlah kalau kau sudah di New York!”


“Pasti!” Wen Xiao Xing menganggukkan kepala.


Wen Xiao Xing membalikkan badannya, saking kuatnya dia menbrak seseorang. “Ahh…”


Sambil memegang hidungnya, bertatapan langsung dengan bola mata hitam Ye Jin Tang. “Ada apa? Anjing baik tidak mengahalangi jalanan, apa kau tidak tahu dengan pepatah ini?”


“Siapa dia?” Ye Jin Tang bertanya dengan suara rendah, sedingin es.


Mendengar ia bertanya seperti itu, Wen Xiao Xing mengerutkan dahi. “Apa urusannya denganmu?”


Siapa dia?” Suara Ye Jin Tang bukan hanya dingin lagi, tetapi sudah sekeras dan sedingin logam emas.


Dengan agresif Wen Xiao Xing maju selangkah, dengan marah ia berteriak: “Ye Jin Tang, apa urusanmu? Apa urusanmu? Dia teman priaku, kau mau apa? Kau bisa mencari wanita lain, aku juga bisa mencari pria lain?”


“Dasar kau wanita murahan!” Kata-kata Ye Jin Tang membuat tubuh Wen Xiao Xing membeku.


Wen Xiao Xing tiba-tiba merasa pusing, syok berat merasa dunia yang damai ini tiba-tiba menjadi hitam, otaknya kacau, kata-kataYe Jin Tang seperti pisau tajam yang dihujamkan ke hatinya, Wen Xiao Xing merasa tertusuk duri landak, “Benar, aku memang suka menjadi wanita murahan, jangan berpikir aku tidur denganmu lantas harus bertanggung jawab!Hm!”


“Wen Xiao Xing!” Hari ini cuaca begitu bagus, langit sangat cerah, cahaya matahari bersinar langsung mengenai tubuh mereka, tetapi secerah apapun hari ini, tidak akan dapat menghangatkan wajahYe Jin Tang yang keras itu.


Wajah tirusnya seperti pisau tajam yang dingin, hanya dengan melihatnya saja sudah dapat melukai hati orang.


“Ye Jin Tang, aku tidak peduli padamu, aku ingin pria yang lain!” Wen Xiao Xing mencela, “Kau tidak usah mengurusnya, kau tidak berhak! Kau boleh pergi berkencan, aku juga sama!”


“Bagus! Bagus sekali!” Tenggorokan Ye Jin Tang sepertinya terbuat dari es, setiap kata yang diucapkannya, sedingin salju: “Kau benar-benar tidak cocok denganku!”


Perkataan ini seperti siraman air es di musim dingin, dari kepala sampai ke kaki Wen Xiao Xing, dinginnya sampai membuatnya menggertakkan gigi.

__ADS_1


Tentu otaknya sudah rusak baru akan selalu menyukai Ye Jin Tang! Selalu menyukainya bertahun-tahun, sampai pada suatu ketika tidak lama ini karena mabuk telah kehilangan keperawanannya! Tetapi setelah itu ternyata ia mencari wanita lain? Bukankah itu malam pertamanya, yang selalu dia sisakan untuknya?


Wen Xiao Xing dapat mendengar kertakan giginya, yang begitu keras.


Ye Jin Tang tidak memperlihatkan ekspresi apapun, wajahnya begitu tenang, datar seperti tembok, pandangan sedingin es menatap Wen Xiao Xing, sekata demi sekata ia berkata: “Kalau begitu, kita pisah saja.”


“Dasar gila.” Melihat kepergiaannya, Wen Xiao Xing ingin menangis, air mata menggenangi kelopak matanya, tetapi tidak rela meneteskannya.


Ye Jin Tang, kau sangat kejam!


Memaksakan diri untuk tertawa, ada kepahitan di sudut bibirnya, Wen Xiao Xing menggertakkan giginya, meluruskan tubuhnya, kemudian melangkah masuk ke dalam huniannya. Yu jing lan membawa Song Yin pergi berbelanja, mereka bertemu dengan Song Si Tong, di pusat perbelanjaan, Song Si Tong sedang menggandeng seorang pria, pria itu kelihatannya sudah berumur sekitar lima puluh tahun.


Saat bertatap muka, Song Yin tertegun!


“Kakak!”


Song Si Tong menautkan alisnya, berpura-pura tidak mengenal Song Yin, dan berkata kepada pria tua yang berada di sampingnya: “Sayangku, aku ingin mengganti tas baru, bolehkah kau belikan aku?


Pria itu berwajah gemuk, perutnya besar, sudah pasti bukan seorang yang anggun, malah membuat orang muak, Song Yin benar-benar tertegun, tidak mempercayai pemandangan itu, hatinya lebih sakit lagi, mengapa kakaknya bisa melangkah sampai sejauh ini? Apakah ia sedang menghancurkan dirinya sendiri? “Sayang, asal kau menyukainya, Kakakmu akan membelikannya!” Kata pria tua itu memuakkan, sampai menyebut dirinya sendiri Kakak, ia seharusnya lebih pantas menjadi ayahnya!


“Kakak!” Song Yin maju menarik Song Si Tong.


“Yin Yin!” Yu jing lan juga telah menarik Song Yin.


“Yin Yin”


Sesaat kemudian suasanyanya menjadi sangat aneh. Melihat kekakuan di wajah Song Si Tong, Yu jing lan melepaskan tangan Song Yin. “Mengapa? Suami istri sedang berjalan-jalan, mau memamerkan kemesraan kalian? Bagus, bagus, bagus, sangat mesra, bergandengan tangan di pusat perbelanjaan, membuat orang iri saja!”


Pria tua melihat Yu jing lan , tiba-tiba tertawa menjilat. “Ah, bukankah ini Presiden Yu?”


Yu jing lan mengerutkan alis, sekilas melihat pria tua ini merasa mengenalnya.


Pria tua itu segera mengeluarkan kartu namanya, dengan dua tangan menyodorkan ke hadapan Yu jing lan . “Presiden Yu, saya adalah Chen Xing Huai dari Hao Nan Jian Kong, masih ingatkah anda? Kita pernah bekerja sama!”


Yu jing lan melihat kartu nama itu, Hao Nan Jian Kong adalah sebuah perusahaan kecil yang khusus menjual peralatan. Hotel dan perusahaannya memakaiperalatan yang dijual oleh Hao Nan, dengar-dengar Chen Xing Huai, bos perusahaan ini adalah seorang berandalan yang tidak tahu malu yang meninggalkan anak istrinya dan pergi bermain wanita muda, Yu jing lan selalu menilai jelek orang seperti ini.


Mengapa Song Si Tong bisa sampai bersamanya?


Tidak menerima kartu nama yang disodorkan oleh Chen Xing Huai, Yu jing lan menoleh kepada kepada Song Si Tong dan berkata: “Song Si Tong, kau sedang menghancurkan hidupmu sendiri!”


Chen Xing Huai menjadi canggung, dengan kecewa menyimpan kembali kartu namanya, matanya menyiratkan dendam, Yu jing lan meremehkannya, kejam sekali! Di dunia ini orang yang meremehkannya akan berakhir dengan menyedihkan!


“Yu jing lan , apa hubungannya denganmu?” Song Si Tong berkata dengan dingin, memandang hina kepada Yu jing lan dan Song Yin, suasananya sangat tidak bersahabat.


“Kakak, pulanglah bersama kami! Ayah dan ibu sangat merindukanmu!” Song Yin dengan sabar berkata kepada Song Si Tong, hari itu ketika ia meninggalkan rumah, tidak pernah kembali lagi, membuat ayah dan ibunya khawatir.


“Sejak awal aku sudah tidak punya rumah!” Song Si Tong tidak melupakan kata-katanya ketika meninggalkan rumah. “Song Si Tong, kau harus tahu mana yang baik dan mana yang buruk!” KataYu jing lan menunduk, menatap pria yang berada di samping Song Si Tong, nada bicaranya mengandung bujukan: “Kau masih belum jatuh terlalu jauh, bukan?”


“Yu jing lan , kuberitahu kau, aku sedang menyelidiki sumber video itu, takutnya pria itu ada hubungannya denganmu.” Song Si Tong menatap tajam kepada Yu jing lan : “Yu jing lan , aku Song Si Tong telah kalah satu langkah, aku mengakuinya, tetapi aku tidak akan menyerah begitu saja, kita lihat saja nanti!”


“Kakak, apa maksudmu?” Tanya Song Yin bingung.


Yu jing lan berkata dingin. “Kau sendiri yang tidak dapat menahan diri terhadap godaan, Song Si Tong, apakah kau kekurangan pria, sehingga harus mencari kepuasan seperti itu, ataukah kau sedang kesal terhadap seseorang sehingga kau berbuat seperti itu?”

__ADS_1


__ADS_2