AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 44 Sedia Setiap Saat


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Aku tidak takut!” jawab Mu Xue. Dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan.


“Besok jam 11, di tempat ini!” Qin Yinuo tidak melepaskan Mu Xue begitu saja.


Hello! Im an artic!


Mu Xue tidak bisa menolaknya, “Baiklah …”


Qin Yinuo kembali masuk ke dalam mobil kemudian beranjak pergi.


Di dalam mobil Tianyu berkata, “Daddy, tante itu sangat cantik!” Dia berharap bahwa ibunya kelak akan secantik itu.


“Iya. Duduk yang benar,”ujar Qin Yinuo.


Hello! Im an artic!


“Apakah daddy marah?” tanya Tianyu.


“Tidak!”


“Maafkan aku!”


“Berjanjilah untuk tidak mengulanginya lagi!”ujar Qin Yinuo sambil mengelus kepala Tianyu, “Apakah kamu menyukai tante itu?”

__ADS_1


“Daddy, apakah mami secantik tante itu?” tanya Tianyu.


“Kurang lebih, iya!” jawab Qin Yinuo.


“Daddy, kenapa mami meninggalkanku? Apakah karena aku nakal?” mata Tianyu tampak berkaca-kaca.


Qin Yinuo merasakan pedih di dalam hatinya, “Tianyu, apakah kamu sungguh menginginkan seorang ibu?”


“Iya!” jawab Tianyu sambil menganggukkan kepalanya, “Tapi apakah daddy akan marah? Jika daddy sedih, aku tidak akan meminta seorang ibu lagi. Tante itu juga sudah mengijinkanku untuk bermain ke tempatnya kapan saja! Asalkan tante itu sering memasak dan bermain dengaku, aku tidak keberatan jika tidak memiliki ibu …”


“Dia memasak untukmu?” tanya Qin Yinuo.


“Iya. Rasa masakannya sangat berbeda dari yang aku makan di rumah. Enak sekali!” ujar Tianyu, “Lebih enak dibanding dengan chef yang memasak di rumah.” “Oh ya?” Qin Yinuo merasa sangat iri dengan anaknya, “Kalau begitu daddy akan sering mengantarmu untuk makan di rumah tante itu!”


“Sungguh?”


Malam ini Mu Xue tidak bisa tidur. Dia selalu membayangkan ajakan makan siang Qin Yinuo.


Pagi telah tiba, waktu sudah menunjukkan pukul 10 Mu Xue merasa sangat tidak tenang. Dia merasa sangat tegang, namun dia tidak mengerti apa yang dia khawatirkan.


Tidak berapa lama kemudia sebuah panggilan masuk. Dia mengangkat panggilan tersebut, “Hallo?”


“Aku akan tiba dalam 10 menit,” jawab Qin Yinuo.


“Bukankah jam 11?” tanya Mu Xue.

__ADS_1


“Aku akan membawamu ke rumah sakit terlebih dahulu.” Qin Yinuo langsung mematikan ponselnya. Mu Xue berganti pakaian kemudian bersiap-siap. Dia berjalan menelurusi jalan kecil tersebut.


Selama ini Qin Yinuo tidak pernah mengejar perempuan, selalu perempuan yang mengejarnya. Tetapi kali ini berbeda …


Dari kejauahn Mu Xue melihat mobil Qin Yinuo, dia berjalan mendekat kemudian menyapa, “Selamat siang!” “Masuklah!” ujar Qin Yinuo sambil membukakan pintu mobil. “Kenapa kamu tampak sangat lesu?” tanya Qin Yinuo sambil tersenyum.


“Aku … aku tidak bisa tidur semalaman,” jawab Mu Xue.


“Kenapa? Apakah makan siang bersamaku semenakutkan itu sampai membuatmu susah tidur?”


“Bukan, bukan itu.Aku tidak tahu apa yang akan kamu lakukan kepadaku. Aku takut kamu akan memintaku untuk membayar ganti rugi, aku rasa aku tidak akan pernah mampu melunasinya,” jawab Mu Xue. Wajahnya memerah ketika dipandangi oleh Qin Yinuo.


“Makanya, kamu harus selalu siap sedia ketika aku panggil!” Qin Yinuo tertawa mendengar jawaban Mu Xue.


“Apakah kamu begitu takut padaku?” tanya Qin Yinuo sambil menatap Mu Xue.


“Iya, aku sangat takut kepadamu,” jawab Mu Xue.


***


Setelah membantu Mu Xie memakai sabuk pengaman, Qin Yinuo kembali bertanya, “Mu Xue, kenapa kamu takut kepadaku?”


“Pak, sudahlah lebih baik kita pulang saja. Aku akan makan siang di rumah,” pinta Mu Xue.


“Benar juga, kalau begitu akan ikut pulang dan makan bersama di rumahmu,” jawab Qin Yinuo yang kegirangan mendengar itu. Dia sangat menanti-nantikan kesempatan untuk mencoba masakan Mu Xue.

__ADS_1


“Kalau begitu makan di luar saja!” Mu Xue tentu tidak ingin dia masuk ke dalam rumahnya.


“Tampaknya kamu sangat menghindariku, dengan sikapmu yang seperti ini semakin membuatku penasaran,” Qin Yinuo melirik sambil tersenyum kepada Mu Xue.


__ADS_2