AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 479 Aku Akan Mengabulkan Permintaanmu


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Setelah sekian lama terdiam, hati Yu Jinglan merasa sangat masam dan dia berusaha memaksakan senyumannya sambil menatap Mu Xue. “Apakah sebelumnya kamu pernah keluar?”


“Apa yang kamu maksud dengan keluar?” Mu Xue masih saja bertanya dengan polos. “Aku juga sangat ingin keluar! Kemarin aku pergi ke kantor polisi lagi. Setelah itu, aku di pulangkan ke sini lagi. Aku telah membuat pengakuan, tetapi polisi masih ngotot untuk menuntutku! Sepertinya aku akan masuk penjara!”


Hello! Im an artic!


“Xue, apakah kamu pergi ke pantai dua bulan yang lalu? Dengan mengendarai mobil?”


“Lan, aku…” Ketika mendengarkan kata-kata yang begitu lembut dan pemaaf itu, Mu Xue baru saja akan membuka mulutnya, tetapi Yu Jinglan mengangkat tangannya untuk menghentikan Mu Xue. Jari-jarinya yang ramping menekan bahu Mu Xue dan tersenyum kepadanya dengan lembut. Mata Yu Jinglan yang jernih telah kehilangan kelembutan yang ada selama tahun-tahun ini dan berbubah menjadi mengerikan: “katakan padaku, apakah kamu pernah ke sana? Apakah ada sesuatu hal istimewa yang tidak bisa kamu lupakan?”


Tidak ada yang boleh melukai Yin Yin-nya, bahkan jika itu adalah Mu Xue. Bila perlu, dia lebih memilih untuk mencelakainya daripada membiarkan Mu Xue menyakiti Song Yin lagi.


Mu Xue tertegun sejenak, lalu menatapnya dengan tatapan mata yang kacau: “Lan, aku tidak tahu mengapa kamu bertanya hal seperti ini kepadaku. Aku juga ingin pergi ke pantai, tetapi sepertinya aku masih tidak boleh keluar! Bagaimana bisa Aku pergi ke pantai? ”


Hello! Im an artic!


“Kamu berbohong! ” Yu Jinglan tiba-tiba menjerit, kemudian tangan besarnya mencekik leher Mu Xue dan tatapan matanya penuh dengan amarah.


“Ah -” Mu Xue merasakan cekikan yang kaut!


Yu Jinglan menyeretnya dan menekan dia di dinding. Kekuatan tangannya hampir mematahkan lehernya yang lembut. Dia pun memerintahkannya dengan penuh emosi: “Katakan yang sebenarnya. Siapa yang kamu tabrak dengan mobil plat nomor XXXXX? Apakah kamu masih tidak bersedia mengatakannya?”


Wajahnya yang ganteng seperti ditutup oleh lapisan es yang sangat dingin, dan kedua matanya yang hitam seperti ada genangan air yang gemetaran.


Seluruh tubuh Mu Xue terkejut dan gemetaran karena perlakuannya itu. Matanya terlihat sangat panik dan dia ingin mengatakan sesuatu, tetapi dia tidak bisa bersuara, karena tercekik dengan begitu kuat.


“Apakah kamu mengira aku tidak berani membunuhmu?” Dia memelototinya dan berkata dengan dingin. Matanya yang dingin dan kejam pun dengan cepat beralih ke arah lain karena dia merasa sangat jijik denganya.


Mu Xue mengerutkan keningnya. Karena harga dirinya, dia harus menahan dan menghilangkan rasa frustrasi yang meledak-ledak di dalam hatinya.


Yu Jinglan mengigit bibirnya dengan keras, begitu keras sampai bisa merobek bibirnya sendiri. Tetapi dia berusaha menahan dirinya dan hanya berkata dengan kejam: “Cepat katakan!”


Mu Xue merasa sangat tidak berdaya. Dia tidak pernah sanggup mengendalikan Yu Jinglan . Kemandirian, kekerasan, dan ketidakpeduliannya benar-benar membuat Mu Xue tidak bisa mendapatkannya.


Dia bahkan tidak bisa menemukan kelebihan apa yang bisa membuat dirinya menyukai Yu Jinglan , tetapi ketika pria itu berdiri didepannya, dia hanya merasa ingin bersamanya.


Setelah kesunyian yang menghampiri tidak lama.


“Aku tidak sengaja!” Mu Xue bergumam.


Setelah mendengar itu, Yu Jinglan terhuyung-huyung sebentar dan hampir tidak bisa berdiri dengan tegak.


Setelah terdiam untuk waktu yang lama, akhirnya Yu Jinglan bisa berdiri dengan tegak. Dia perlahan-lahan berjalan ke arah jendela dan melihat ke langit biru yang ada di luar dengan tenang, rupanya itu sungguh-sungguh adalah dia, dia sudah mengakuinya! Rupanya karena ini anak itu bisa tiada!”

__ADS_1


“Kurang ajar kau!” Yu Jinglan berteriak dengan keras dan di dalam suaranya terdapat kesedihan dan rasa sakit yang mendalam.


Kata-kata tegasnya itu jelas masuk ke dalam telinga Mu Xue. Tubuh Mu Xue bergetar dan dia menutup matanya lalu setetes air mata pun mengalir keluar. “Lan, apakah aku benar-benar sangat buruk di dalam hatimu?”


Dia tidak perlu memiliki simpati kepada wanita jahat seperti dia. Dia menarik kembali tangannya dengan dingin, dan berkata kepadanya dengan tidak ada emosi: “Katakan saja, bagaiman kamu ingin dibunuh?”


“Lan …” Mu Xue menggigil dan wajahnya memucat. “Aku tidak sengaja, sungguh!”


“Apakah kamu tidak mau menjawabku? Kalau begitu akan kuputuskan sendiri untukmu.” Yu Jinglan mengatakannya dengan dingin sampai udara dingin tersebut seperti tertiup menusuk ke dalam tulangnya,”Apakah dengan mencekik kamu sampai mati? Atau aku tabrak kamu sampai mati?”


Kedua mata Mu Xue terbuka dengan le bar, dia pun menatap Yu Jinglan dengan tatapan yang ketakutan dan berteriak:” Aku telah dicelakai! Kenapa kamu tidak mempercayaiku? Aku tidak sengaja menabraknya…”


Yu Jinglan mengerutkan keningnya dan berkata dengan kejam: “Kamu memang tidak sengaja, tetapi ketidaksengajaan yang disengajai. Hatimu sangat busuk, mengapa aku sekarang baru bisa melihat wajahmu yang sebenarnya? Aku benar-benar sudah buta!”


Kedua mata Mu Xue dipenuhi dengan kebencian dan air mata hangat yang bergelinang,”Sudah kubilang bahwa aku tidak sengaja!”


“Aku akan mencekikmu dan memberitahumu bahwa aku tidak sengaja.”Dia langsung membungkukan diri dan mencengkeram lehernya dengan kuat.


“Cekik aku sampai mati saja, aku sudah tidak ingin hidup lagi! Aku sudah mengatakan bahwa aku tidak sengaja, tetapi kalian semua tidak percaya, kalau begitu cekik saja aku sampai mati. Daripada menjalani hidup yang sengsara ini, lebih baik aku mati saja!”


Dia sudah melakukan percobaan bunuh diri selama 2 kali! Tetapi sampai sekarang masih belum matai, hari ini dia benar-benar ingin mati lagi! Daripada hidup sengsara, lebih baik mati saja.


Memikirkan kejadian ketika Song Yin ditabrak sampai terbang dan darahnya bercucuran keluar, terlebih lagi anak mereka dengan begitu mudahnya juga meninggal di dalam kandungan. Yu Jinglan merasakan sakit hati yang sangat mendalam seperti hatinya dikoyak-koyak, wajahnya pun terlihat tidak bisa tenang lagi.


Tiba-tiba, wajah dingin Yu Jinglan tidak menunjukkan ekspresi apa pun. Setelah semua yang terjadi, dia sungguh-sungguh ingin mencekik Mu Xue dengan tangannya sendiri, sungguh-sungguh ingin, demi Song Yin, demi membalaskan dendam karena kehilangan seorang anak! Namun, bagaimanapun akar dari semuanya adalah dirinya sendiri.


Menghadapi Yu Jinglan berdiri jauh darinya, Mu Xue pun berdiri dengan tegak dan berkata: “Cekik saja aku, aku tidak akan melawan!”


Yu Jinglan merasa sedikit kesal dan berkata: “Kamu pikir aku tidak berani?”


Mu Xue mengangkat kepalanya dan membuka kedua matanya dengan lebar lalu melihat Yu Jinglan dengan mata yang berkaca-kaca, “Bisa mati di tanganmu adalah salah satu kebaahagiaanku! Lagipula, menurutku lebih baik mati di tangan pria yang aku cintai daripada mati di tanganku sendiri!”


Yu Jinglan tidak mengomentari kata-katanya dan mengulurkan tangan besarnya lalu membelai pipi Mu Xue dengan lembut. “Mu Xue, sudah berapa lama kita saling kenal?”


“Dua belas tahun!” Wajah cantik Mu Xuejiao terlihat masih berharap, tetapi setelah melihat mata pria itu yang dingin, hatinya menjadi kecewa.


“Kalau begitu kamu seharusnya sangat mengerti dengan temperamenku!” Mata Yu Jinglan bersinar mengeluarkan cahaya dingin dan membuat tubuh wanita itu menjadi tegang.


“Tahu, jangan membuatmu kecewa. Jika seseorang membuatmu kecewa, maka orang itu akan menerima akibatnya.” Wajah Mu Xue menjadi kaku sesaat dan akhirnya kembali menjadi tenang.


“Mu Xue, aku selalu memperlakukanmu sebagai adikmu. Aku sangat menyayangimu, tapi kamu telah mencelakai anakku!” Yu Jinglan menatapnya dengan tatapan yang mengerikan, kata-katanya yang kejam membuat orang yang mendengarnya pun merasa sakit hati, “jadi, sekarang, aku akan mencekikmu untuk membalaskan dendam Yin Yin dan juga anakku!”


Mendengar ini, Mu Xue langsung menutup kedua matanya. “Itu adalah yang kuharapkan! Tapi, jika kamu mencekik aku sampai mati, maka kamu harus masuk ke dalam penjara! Apakah kamu rela meninggalkan wanitamu?”


“Kamu -” Yu Jinglan menjerit dengan suaranya yang dingin karena merasa sangat kesal. “Aku sudah sekali lagi mempertimbangkannya karena melihat hubungan kakak adik kami, tetapi kamu sama sekali tidak ada rasa bersalah, apakah kamu kira aku tidak akan berani?”

__ADS_1


“Lakukan sesukamu, aku sudah mengatakannya, aku ingin mati!” Mu Xue membuka matanya dan air matanya mengalir keluar lagi. “Sudah kubilang aku tidak sengaja menabraknya, aku juga tidak menyangka dia bisa tiba-tiba keluar. Aku sama sekali tidak tahu dia ada disana, sungguh-sungguh tidak!”


“Muxue, mengapa kamu masih bepura-pura?” Yu Jinglan memegang bahu Mu Xue yang sedang gemetaran dengan sangat hebat. Nada suaranya sangat tidak senang dan dia melototi Mu Xue dengan wajahnya yang hitam sehitam kabut sebelum badai terjadi.


“Aku tidak berpura-pura! Kenapa kamu tidak percaya padaku ketika aku mengatakan yang sebenarnya?” Teriak Mu Xue.


Di luar pintu, dua orang yang ditugaskan oleh Gong Ben Yi Nan melihat situasi ini dan segera menelepon Gong Ben Yi Nan.


Di koridor, Song Yin berjalan datang dari satu sisi. Dia sama sekali tidak tahu Yu Jinglan ada disini, dia hanya tiba-tiba teringat Mu Xue dan ingin bertemu dengannya, itu saja.


“Aku sekarang sudah mengerti orang macam apa kamu!”


Wajah Mu Xue yang secantik dan selembut bunga sangat jelas tidak bisa melunakkan hati Yu Jinglan .


“Sampai sekarang, kamu masih tidak bersedia untuk bertanggung jawab!” Yu Jinglan mengangkat wajahnya yang dingin dan berkata dengan nada suara yang keras: “Apakah kamu ingin menunggu sampai semua orang melupakan kasus ini baru kamu ingin sadar?”


Air mata Mu Xue yang menetes keluar membasahi pipi sampai ke mulutnya yang sedikit tersenyum dengan dingin : “Aku sudah mengatakannya bahwa aku tidak sengaja, tetapi kamu tidak mempercayainya. Kalau begitu akan kukatakan bahwa aku sengaja, agar kamu bisa membunuhku sekarang!”


Yu Jinglan merasa kaget dan marah lalu tangannya pun mencekik leher wanita itu sampai gemetaran dan berteriak: “Karena begini, aku akan mencekik kamu sampai mati!”


Yu Jinglan menjadi sangat galak dan mengerikan, dia pun menatap mata Mu Xue dengan marah dan berteriak: “kamu telah membunuh aku, Yin Yin dan anakku. Jika dia tahu itu adalah kamu, takutnya dia tidak akan bisa memaafkan aku juga. Jika aku mencekik kamu, aku juga tidak bisa memuaskan amarah yang ada di dalam diriku! Tetapi aku harus mencekik kamu sampai mati, aku ingin kamu memberikan penjelasan langsung kepada anakku diatas! Matilah kamu!”


Tubuh Mu Xue gemetaran , dia menatap Yu Jinglan dan tidak mengatakan apa-apa sambil meneteskan matanya!


Sebuah cahaya merah melintas ke tatapan mata Yu Jinglan , tangannya yang dingin dengan perlahan-lahan mencekik lehernya dan perlahan-lahan semakin keras. Wajah Mu Xue yang begitu cantik dan bibirnya yang merah tidakmenghalangi niatnya untuk membunuhnya. “Pergi ke neraka!”


Dia menambahkan tenaganya dan wajah Mu Xue sudah menjadi pucat, perlahan-lahan dia akan kehabisan nafas dan mukanya akan berubah menjadi warna ungu!


Mata Yu Jinglan yang haus akan darah menatapnya dengan tatapan mata yang ganas.


Air mata Mu Xue mengalir keluar tetapi dia tidak memohon ampun. Mungkin saat ini, dia benar-benar ingin mati, mungkin lebih baik mati daripada menjalani hidup yang sekarang ini! pemadangan didepannya dengan cepat berlalu, dan kesadarannya juga ikut cepat berlalu…


Dalam kondisi dekat dengan kematian, Mu Xue merasa dirinya sangat putus asa. Ketika disaat beberapa detik terakhir hidupnya, hasrat menyelamatkan hidupnya datang dengan cepat dan kuat,Mu Xue menahan sakit dan mengulurkan kedua tangannya mendorong dada Yu Jinglan dengan sekuat tenaga yang tersisa dalam dirinya.


Yu Jinglan mengerutkan keningnya dan menjerit: “Dasar wanita kejam, aku akan mencekikmu sampai mati!”


Yu Jinglan tidak melepaskan tangannya dan dia pun menatapnya dengan tatapan mata yang penuh kebencian lalu berkata: “Bukannya kamu ingin mati? Aku akan mengabulkannya untukmu!”


“Hmm -” Mu Xue mengeluarkan suaranya yang lemah.


“Dasar wanita brengsek!” Yu Jinglan mencekik dengan lebih kuat lagi.


Tubuh Mu Xue tiba-tiba tertengun, lalu pupilnya membesar dan matanya menjadi putih.


Dia merasakan bahwa dirinya tidak bisa bernafas, sebuah perasaan mengerikan dengan cepat menyapu ke seluruh tubuhnya dan membuat sekujur tubuhnya menjadi kaku, ketakutan akan kematian membuatnya menjadi ingin melarikan diri.

__ADS_1


__ADS_2