AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 579 Disiksa karena cinta


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Dia tidak ingin menghabiskan tenaganya untuk memikirkan masa lalu, selama dia bahagia, biarkan melankolis hanyut bersama angin!


Matanya tiba-tiba berkedip, ingin mencoba menggodanya, jadi dia mencium bibirnya dengan ganas, berbisik dengan malu-malu dan berani di bibirnya: “Feng Baiyi, bagaimana ini? Aku menginginkannya sekarang! ”


Hello! Im an artic!


Feng Baiyi kaget, seolah disambar petir. “Su Yan! Kamu—”


Dia malu sehingga membenamkan wajah mungilnya di dadanya.


Hati Feng Baiyi yang sunyi, sudah lama sekali tidak bersemangat seperti itu, hanya karena perkataan gadis kecil itu, seluruh tubuhnya seperti disambar petir, dan seluruh tubuhnya memanas, perasaan tak tertahankan mengalir ke dalam hatinya.


Penyihir kecil ini! Dia telah rusak! Tapi dia sangat menyukai godaannya yang begitu berani, dia pikir inilah yang dinamakan kekuatan cinta.


Hello! Im an artic!


Pada saat ini, hatinya seperti percikan api yang dalam sekejap terbakar, hati yang awalnya bisa haus tanpa digoda, dan saat ini dia hanya bisa bergetar dengan gila dan antusias karena godaannya yang disengaja.


Feng Baiyi tiba-tiba memeluk Su Yan dan langsung pergi ke mobil Veyronnya …


(Tidak bisa dijelaskan) …


Ketika semuanya tenang, dan ketika dia menarik tisu untuk membantunya menghapus karyanya, Su Yan dengan malu-malu bersandar di pelukannya, tubuhnya yang lemah dipenuhi keringat.


Feng Baiyi membersihkan sekresi mereka, dan kemudian tidak melepaskannya, dia masih membiarkannya duduk di pangkuannya, dan jasnya sudah kusut, dia menariknya dan menutup punggung Su Yan, membiarkan dia berbaring di pelukannya.


Di telinganya terdengar suara napas yang perlahan pulih, dan napas mereka bercampur.


Su Yan tidak bergerak, tapi dia sangat nyaman dengan bersandar malas di pelukannya.


Bibir Feng Baiyi terus mencium pipinya dari waktu ke waktu, dan di telinganya berkata: “Lihat aku!”


Su Yan mengangkat matanya yang malas. “Ya?”


“Apakah itu menyenangkan?” Tanyanya.


Dia menatap tajam dan menelan ludahnya. “Apa apaan!”


“Bukankah itu menyenangkan?” Hidungnya menempel padanya, sangat ambigu dan lembut.


Tiba-tiba telepon berdering, dan Feng Baiyi menunduk dan melihat sekilas. “Apa masih mau berkemah?”


“Lelah sekali! Bisakah kita pulang tidur?” Katanya dengan lembut.


Dia tertawa, dengan cepat mematikan ponselnya. Bahkan tdia idak menjawab panggilan Fengnan!


Dia terkejut, lalu mengguncangnya. “Kenapa tidak menjawab teleponnya?”


“Aku tidak ingin orang mengganggu kita!” Katanya.


Dia benar-benar ingin terus tinggal di sini, tidak pergi, begitu tenang, begitu menyenangkan, dan begitu manis!


Di vila Keluarga Rong, setelah Rong Hanchi pulang dari puncak gunung, Feng Linger sedang menunggunya di lobi, di atas lantai ada kopernya yang sudah dikemas rapi, sebuah surat perceraian ditaruh di atas meja, dia sedang menunggu Rong Hanchi pulang, dia sudah menandatangani perjanjian itu, dan tinggal menunggu Rong Hanchi tandatangan saja!


Ketika Rong Hanchi memasuki pintu dengan letih, matanya tertuju pada koper, dia sedikit terkejut, tapi itu menghilang dalam sekejap.


“Chi, kamu sudah pulang!” Feng Linger berjalan mendekatinya dan membantunya mengambil jas lalu menggantungnya di rak dekat pintu, dan kemudian memandangnya dengan senyuman yang tenang, berkata: “Aku telah menandatanganinya, kamu juga menandatanganinya!”

__ADS_1


Matanya tertuju pada meja, “Ya!”


Dengan suara pelan, dia tidak percaya bahwa Feng Ling’er begitu bahagia, dia pikir dia tidak akan berinisiatif untuk bercerai! Jika dipikir-pikir, sebenarnya Feng Ling’er juga sangat polos, dia memanfaatkan gadis ini, hanya khawatir disisa hidupnya, dia tidak akan bisa menyingkirkan identitas “Mantan suami Feng Ling’er” ini.


***


Rong Hanchi menandatangani tanpa membuat nostalgia apapun, dan kemudian memberi surat itu pada Feng Ling’er.


Feng Ling’er melihat dia menandatanganinya tanpa ragi-ragu, jadi dia tahu didalam hatinya tidak pernah ada dia. Dia tersenyum, ada kepahitan, tapi dia juga lega, setelah menerima surat cerai, dia berkata lagi: “Chi, jaga dirimu baik-baik!”


Rong Hanchi memandangi wajah damai gadis itu dan tersenyum lembut. Tiba-tiba dia berkata, “Aku tidak akan mengumumkan masalah perceraian. Sampai kamu merasa pantas, kamu boleh mengumumkannya!”


Dia terkejut dan mengangguk. “Baiklah! Terima kasih!”


Dia tahu bahwa Rong Hanchi tidak ingin memalukannya. Dia tidak ingin Nona Keluarga Feng-nya menjadi malu. Bagaimanapun, dia baru saja menikah dan sudah bercerai. Ini memang hal yang sangat sulit untuk diceritakan, terutama untuknya yang masih perawan.


Apakah wajahnya terlalu jelek?


Tapi dia bukan gadis jelek, dibandingkan dengan Su Yan, dia tidak merasa dirinya kurang apapun.


Namun, seseorang telah menanam di dalam hati orang lain, dan benih itu telah tumbuh menjadi pohon yang menjulang tinggi, tidak peduli seberapa keras dia berjuang, itu tidak akan membantu, selama pohon besar itu tidak layu, tidak peduli seberapa keras perjuangan bibit mudanya, dia tidak akan bisa tumbuh menjadi pohon yang menjulang tinggi di dalam hatinya.


Jadi, jika tidak saling mencintai, mengapa harus diikat! Dia lebih suka memenuhi cintanya dan memberinya kebebasan, dan juga berhenti memikirkan dirinya sendiri. Hal terpenting dalam cinta adalah membayar tanpa meminta imbalan, dan dia tidak ingin terus membayar tanpa meminta imbalan seperti ini!


Rong Hanchi tercengang lagi, matanya menyapu wajah Feng Ling’er lagi, gadis ini sangat penurut, tidak berbicara, tidak membuat masalah, dia memang cukup memenuhi syarat untuk menjadi istri ahli waris, tetapi dia tidak mencintainya!


“Chi, jaga dirimu baik-baik!” Feng Ling’er tersenyum lagi dan memasukkan file-file itu ke dalam tas. “Aku akan meminta pengacara yang menanganinya, dan pengacara atau aku akan memberikannya kepadamu saat surat cerai tiba!”


Rong Hanchi mengangguk dengan tenang.


“Selamat tinggal!” Feng Ling’er membungkuk dan menarik kopernya, tidak lagi menatap Rong Hanchi.


Rong Hanchi melihat punggungnya berjalan perlahan menuju pintu, punggung Feng Ling’er lurus, Feng Ling’er bisa merasakan mata di belakangnya tertuju pada punggungnya, ini pertama kalinya mata Rong Hanchi memperhatikan dirinya, hatinya sangat pahit, dia tidak menyangka keinginannya mendapatkan lirikan suami, ada pada hari dimana mereka menandatangani surat cerai.


Sopir menunggu di depan pintu, “Nona, apakah kembali ke rumah Feng?”


Feng Ling’er berkata, “Tidak, pergi ke bandara!”


Bagaimana dia bisa pulang dengan seperti ini? Kakek akan sangat khawatir ketika dia pulang saat suasana hatinya sedang tidak baik. Dia lebih baik pergi ke tempat lain dulu, dan kemudian kembali setelah membereskan diri.


“Kamu harus pulang dulu!” Suara berat Rong Hanchi tiba-tiba terdengar di telinga, Feng Ling’er terkejut dia berbalik dan melihat Rong Hanchi sedang berdiri di dekat pintu di belakangnya. “Lan Si!”


“Tuan Muda!” Lan Si berlari kemari.


“Kamu sendiri yang mengantarnya kembali ke rumah Feng!”


“Rong Han Chi!” Feng Ling’er tiba-tiba teriak pelan. “Ini urusan pribadiku, aku tidak akan pulang!”


“Itu tanggung jawabku untuk mengantarmu pulang!” Dia berkata dengan sungguh-sungguh, “Antar kamu pulang, setelah itu aku tidak ada tanggung jawab lagi jika kamu mau pergi kemanapun!”


Feng Ling’er sangat tertusuk oleh kata-katanya, dan tidak dapat berbicara untuk waktu yang lama. Ternyata itu hanya karena tidak ada tanggung jawab, baiklah, dia memenuhi permintaannya, agar dia tenang, sudah bercerai, jadi dia bisa melepaskannya, bagaimana mungkin hal kecil ini tidak ia penuhi?


Rong Hanchi menatap Feng Ling’er dengan dingin, tanpa ada guncangan apapun di pandangannya.


Dia tersenyum pahit dan menatap kosong pada mata dingin Rong Hanchi. dia hanya merasakan sakit hati yang berulang-kali, dia menutup matanya dan membiarkan air mata jatuh dari sudut matanya. Dia tahu bahwa dirinya tidak bisa menolak sama sekali, “Baiklah! Aku pulang dulu. ! ”


Air matanya mengalir dari sudut matanya, dan Rong Han Chi terbengong. Matahari sore menyinari wajah putih yang hampir transparan itu, Rong Han Chi baru sadar bahwa wanita ini tampak lebih kurus dari sebelum dia menikah. Dia pikir, wanita itu benar-benar mencintai dirinya! Dan tersiksa karena cinta!


Perasaan disiksa itu tidak nyaman, dan dia memahaminya lebih jelas dari siapapun, pada saat ini, seharusnya Feng Ling’er sama seperti dirinya, tersiksa di dalam hati.

__ADS_1


Dia berbalik dan berjalan ke kamar, dia tidak mengatakan apa pun, satu kata “maaf” yang ingin dia katakan, akhirnya tidak terlontar.


Keluarga Feng.


Lan Si mengantar Feng Ling’er kembali.


Begitu dia memasuki pintu, Feng Dongnian melihat kopernya. “Memang benar! Cucuku menderita! Lain kali pulang saja, dan jangan membuat diri sedih lagi!”


Orang tua itu melangkah maju untuk memeluk Feng Ling’er, ingin memberinya kehangatan dan kekuatan.


“Kakek, aku menandatangani surat perceraian! Kamu minta pengacara untuk mengurus perceraian saja. Mulai sekarang, aku yang akan memutuskan pernikahanku sendiri, boleh tidak?” Feng Ling’er sedikit mengernyit di pelukan Feng Dongnian, dia tidak ada energi, jiwanya seperti ditarik keluar.


Feng Dongnian terdiam beberapa saat, sepert sedang memikirkan sesuatu.


Feng Ling’er menunggu jawaban Kakek, dan suasananya menjadi sangat sunyi.


“Oke! Kakek tidak akan pernah memaksamu lagi!” Kata Feng Dongnian pelan. “Ling’er harus bahagia! Selama Ling’er bisa bahagia, Kakek akan menyetujuinya!”


Kalimat ini menusuk hatinya, kesedihan Feng Ling’er menumpuk dihati dan melonjak, air mata yang sudah lama tak tertahankan keluar. “Kakek–”


“Kembali ke kamar dan tidurlah! Semuanya akan berlalu!”


“Kakek … Hu hu … terima kasih!”


“Anak bodoh, apa yang kamu katakan pada kakek?”


“Kakek, aku ingin pergi ke Prancis, aku ingin pergi bermain, oke?”


“Oke! Asal kamu bahagia!” Feng Dongnian menepuk bahu cucunya.


“Kalau begitu aku akan pergi sekarang, oke?” Dia ingin memanjakan dirinya sekali, tapi dia tidak menyangka kakeknya bisa setuju begitu saja. Air mata yang menutupi matanya tiba-tiba jatuh.


“Anak bodoh, pergilah jika kamu ingin pergi! Aku akan menyuruh orang mengantarmu! Kenapa menangis? Asalkan jangan lupa jalan pulang, kapan kamu ingat ada rumah, kakek selalu menunggumu, tidak hanya kamu! Kakakmu juga, dia juga akan mendukungmu! ”


Air mata mengalir di pipinya, dan Feng Ling’er akhirnya tidak bisa menahan tangisnya. “Kakek……”


Feng Ling’er akhirnya tidak berangkat ke Prancis pada hari itu, melainkan memilih tinggal di rumah. Karena dia tidak ingin kakek terlalu khawatir!


Pasangan bahagia yang lain, saat ini masih duduk di dalam mobil, Su Yan masih duduk di pangkuan Feng Baiyi, berbaring di pelukannya, dan tertidur.


Feng Baiyi memberikan ciuman di bibirnya, dan melihat wajah tidurnya seperti boneka, tersenyum cantik.


Lalu dia melihat jam, dia sudah tertidur selama setengah jam.


Anu-nya bangkit kembali karena gayanya ini, tetapi Su Yan yang ada dalam pelukannya tertidur sangat nyenyak dan tenang, bahkan meneteskan air liur di dadanya, menodai kemeja mahalnya.


Sejak mereka bersama, dia memiliki nafsu yang sangat kuat padanya, selalu tidak bisa menahannya, dan selalu bisa ditaklukan dengan anehnya …


(Tidak bisa dijelaskan) …


Su Yan tidak tahu bagaimana dirinya pulang, dia hanya tahu bahwa hari sudah malam ketika dia bangun. Di apartemen, tidak tahu bagaimana dirinya kembali, dan juga tidak tahu bagaimana dia menggendongnya pulang, lalu bagaimana dengan pakaiannya?


Saat ini, dia sedang berbaring di tempat tidur besar yang hangat dan empuk tanpa mantel, dan tidak ada seorang pun di sampingnya. Sangat jelas dirinya sudah mandi, tapi dia tahu kapan dia dimandikan.


Hanya teringat bahwa seluruh tubuh sangat pegal dan lelah.


“Feng Baiyi?” Su Yan berteriak, tapi tidak ada tanggapan.


Lalu dia berdiri, mencari baju tidur, dan pergi mencarinya.

__ADS_1


Kamar sebelah menjadi ruang belajar setelah Feng Baiyi keluar dari rumah sakit. Pada saat ini, lampu di ruang kerja menyala, dan pria kurus itu sedang duduk di depan meja dengan buku catatan di atas meja, sepertinya sedang sibuk dengan sesuatu.


Wajah yang mempesona dan tampan, sepertinya merasakan ada orang, lalu Feng Baiyi mengangkat kepalanya dan tersenyum. “Sudah bangun?”


__ADS_2