AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 78 Diriku Yang Hina


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Kalau begitu memang kamu masih menginginkan wanita yang masih tidur dengan pria lain minggu lalu? kamu mau kah? kamu mau seorang wanita yang memiliki anak lain, kubilang selain Cheng Cheng aku masih memiliki seorang anak! kamu masih berani mau tidak? Minggu lalu aku masih bersama dengan ayah anak itu, kamu masih mau?” Emosinya tidak terkontrol, ekspresinya penuh dengan kekecewaan, sakit, tak berdaya. “Qin Yinuo, kuberitahu kau! Aku bahkan tak sebanding dengan pelacur, aku lebih tak bermartabat dibanding mereka! Aku tidak pernah berpikir untuk mencari pria manapun, aku hanya ingin melewati hari-hariku dengan tenang, harap kau, kumohon kamu tidak lagi datang menggangguku, oke? kamu beritahu aku, sebenarnya aku harus bagaimana agar kamu bisa melepaskanku?”


Kenapa pria ini selalu seperti ini? Ia benar-benar tidak berani bersamanya! Ia hanya ingin melewati hari-hari yang tenang, berharap mereka tidak pernah saling mengenal!


Hello! Im an artic!


Qin Yinuo tiba-tiba memincingkan matanya, lalu mundur selangkah, ekspresi Mu Xue yang seperti ini membuatnya merasa bersalah sekali padanya, dirinya yang menertawakan dirinya sendiri, merendahkan dirinya sendiri, membuat wajahnya yang ganteng jadi merasa penuh bersalah, ia tak mengira, trauma dalam hati wanita ini seberat ini, seberat ini, tiba-tiba Qin Yinuo takut sekali kalau wanita ini tahu kebenaran ini, ia akan sesengsara apa! Dirinya harus bagaimana memberitahunya?


Tiba-tiba ia menarik Mu Xue, sepasang tangannya memegang wajahnya, ia menengadahkan dagunya, memaksanya untuk bertatapan dengannya, “Xiao Xue, maaf!”


Mu Xue melongo, wajah sedihnya penuh dengan air mata, ia menatapi sepasang mata pria itu yang terlihat menderita, “Aku tak butuh permohonan maafmu, harap ke depannya kamu jangan ganggu aku lagi, oke? Aku sangat lelah, sangat lelah! Benar-benar sangat lelah!”


Entah apakah karena dirinya, atau karena Mei Xiyun, atau mungkin karena anak, tiba-tiba Mu Xue merasa, saat ini kalau ia ingin mati pun ia tidak bisa mati! Ingin menangis pun ia tidak dapat menemukan pojokan untuk menangis.


Hello! Im an artic!


“Maaf!” Selain berkata maaf, seolah ia tidak tahu harus berkata apa lagi!


“Jangan menggangguku lagi, bisa?” Suara Mu Xue terdengar penuh kesedihan.


“Baik!” Ia menjawab.


“Kamu benar-benar benci padaku kah?” Qin Yinuo menatapinya, menggumamkan pertanyaan itu, sepasang matanya tanpak muram. Seolah mata itu hendak menelannya, tapi ia masih mempertahankan logikanya.


Ia menggeleng. “Aku tidak benci padamu, aku hanya benci diriku sendiri! Aku kotor sekali, benar, jauhi aku! Jangan biarkan diriku yang kotor menghancurkan dirimu yang bersih! Ok?”


Qin Yinuo tertegun, ia terisak, lalu mengecup dahinya, ciuman yang murni sekali. “Anak bodoh, kamu tidak kotor, tak ada orang yang boleh merendahkanmu!”


Hati Mu Xue bergetar, ciuman ini seolah masuk ke dalam hatinya, berat sekali, rumit sekali, ia menatapi Qin Yinuo dengan ragu, tatapan pria itu terpancar kesengsaraan, seketika membuatnya bingung.


“Kamu tak mengerti!” Ia menunduk, air matanya berjatuhan, jatuh ke tangan Qin Yinuo, terasa panas sekali.


“Aku mengerti!” Ia berkata dengan keras kepala.


Mu Xue malah mendorongnya, pergi seolah tengah melarikan diri.


Di dalam rumah ini hanya tersisa dirinya seorang, wajah Qin Yinuo penuh dengan kesedihan, ia tidak tahu harus bagaimana lagi. “Maaf…”


Mu Xue berlari dengan cepat, lalu ia menabrak seseorang, ia menengadah, matanya penuh dengan air mata, lalu mengusapnya dengan punggung tangannya, sesaat kemudian ia melihat Mao Zhiyan.


“Ini kau? Tuan Mao?”


Mao Zhiyan terkejut seekali, kenapa ia bisa bertemu dengan Mu Xue di mana-mana? “Heh! kamu ya!”


“Kenapa kamu bisa ada di sini?” Mu Xue merasa terkejut sekali, sebelumnya di perusahaan Qin, kali ini di kediaman Qin, apa dia punya hubungannya dengan keluarga Qin? “Tuan Mao, kamu beritahu aku, bagaimana keadaan anakku disana? kamu pasti tahu orang itu tinggal di mana, iya kan?”


Mao Zhiyan kaget, sementara saat ini Qin Yinuo juga sudah berjalan keluar, ia melihat Mu Xue yang tengah berbicara bersama Mao Zhiyan di depan rumah.


Mao Zhiyan meliriknya dengan tatapan meminta bantuan.


Sementara Qin Yinuo menggeleng pelan. Mao Zhiyan hanya bisa menghela nafas. “Nona Mu, sebenarnya aku juga tak tahu apa-apa, aku bahkan belum pernah melihat sosok orang itu, sehingga aku tak bisa memberitahumu!”


“Kamu juga belum pernah bertemu dengannya kah?” Ia merasa hatinya jadi kosong, begumam pelan, tidak bisa menahan air matanya yang jatuh.


Mao Zhiyan tidak tega melihatnya, namun saat ini Qin Yinuo malah berjalan kemari. “Apa kabar! Tuan Mao!”

__ADS_1


Melihat mereka saling menyapa, Mu Xue mengelap air matanya, namun air mata yang dilapnya langsung mengalir keluar lagi, ia tidak bisa mengeringkan air matanya.


Qin Yinuo menunduk menatapnya, memberikan sepucuk sapu tangan. “Kamu tak apa-apa?”


Mu Xue tidak menerimanya, ia hanya mengusap air matanya dengan tangan, tiba-tiba ia terdiam, bertanya tajam: “Kalian saling kenal?”


Qin Yinuo langsung menegang, namun kemudian ia mengangguk, “Ya, aku dan Tuan Mao menjalin kerjasama bisnis!”


“Dia bukannya manajer di perusahaan Qin?” Mu Xue ingat sebelumnya pernah bertemu dengannya.


“Bukan! Aku bukan manajer di Perusahaan Qin, aku dan Presiden Qin punya kerja sama bisnis!” Mao Zhiyan segera menjelaskan.


Meski Mu Xue curiga sekali, tapi ia tak tahu harus bertanya apa lagi, ia kecewa sekali, lalu berajalan pergi.


Tunggu sampai wanita itu berjalan jauh, Mao Zhiyan bertanya penuh khawatir: “Presiden, benar boleh kah kita berbuat seperti ini?”


“Sudah terlanjur, sulit untuk dihentikan!” Qin Yinuo menghela nafas. “Untuk sementara kamu jangan muncul di sini dan di perusahaan!”


“Baik!” Mao Zhiyan merasa aneh, “Kalau begitu lebih baik saya dinas keluar negeri ke Austria, kapan bisa pulang, Anda telepon saja!”


“Kalau begitu maaf merepotkan!” Qin Yinuo menepuk-nepk bahunya–


“Xiao Xue, kamu kenapa?” Mei Xiyun melihatnya yang datang ke hall utama sambil menangis, maka untuk sesaat ia jadi khawatir.


Mu Xue menengadah menatapnya, kemudian tertegun, lalu ia mengelap air matanya, ia tak akan membiarkan Mei Xiyun melihat airmatanya sendiri, maka ia berjalan masuk dengan dingin.


“Xiao Xue!” Mei Xiyun menariknya. “Kamu kenapa?”


Ia menepis tangannya dengan kesal. “Kamu mau ngapain? Memang aku kenal denganmu? kamu siapa?”


“Nyonya satu ini, harap Anda pergi melewati hidup Anda yang mewah, aku tidak kenal denganmu!” Mu Xue hendak berjalan pergi.


Tapi Mei Xiyun malah menariknya. “Xiao Xue, kenapa kamu menangis? Siapa yang menganggumu?”


Atas dasar apa wanita ini peduli padanya, ia tidak kenal dirinya, bukannya ia yang bilang tidak kenal? Kalau begitu apa maksudnya sekarang? Atas dasar apa ia peduli padanya?


“Jangan tarik aku! Lepaskan!” Ia berkata dengan dingin.


“Xiao Xue, jangan begitu, sudah didengar orang!” Mei Xiyun melirik sekeliling dengan penuh khawatir, untung saja sekarang malam, jarang ada yang berdiri di pintu hall, hanya beberapa bodyguard, Mei Xiyun tahu orang-orang itu takkan bergosip.


“Aku tak takut! Aku tak takut pada apapun! kamu lepaskan! Memang aku kenal denganmu? Aku kenal denganmu kah?” Ia hanya merasa sedih sekali! “Kalau aku tidak salah ingat, kita baru saling kenal barusan?”


“Xiao Xue!” Mei Xiyun memanggilnya dengan terburu-buru, suaranya rendah sekali. “Kita berbicara, bisa kah? Kita berbicara baik-baik?”


“Lepaskan tanganmu!”


Tatapan Mei Xiyun penuh dengan ekspresi rumit. “Xiao Xue, aku punya kesulitanku tersendiri, aku benar-benar bukannya sengaja begitu! kamu dengar penjelasanku, oke?”


Ia tertawa, “Aku tak ingin tahu!”


Sekarang dirinya hanya merasa, ia sudah dipaksa sampai tak bisa bernafas. Kenapa hidup ini sungguh tidak adil?


Mei Xiyun menarik tangannya erat-erat, berkata dengan terburu-buru: “Xiao Xue, ayahmu…”


“Lepaskan tanganmu!” Tubuh Mu Xue langsung membeku, melepaskan tangannya, saat ini Qin Yinuo juga berjalan kemari, ia melihat dari jauh bagaimana ia dan Nyonya Lu saling tarik-menarik, maka ia jadi tidak mengerti.


“Kenapa?” Qin Yinuo berjalan dengan langkah besar-besar.

__ADS_1


Begitu Mei Xiyun melihat Qin Yinuo, ia langsung melepaskan tangannya, agak kaget.


Mu Xue tidak membalikkan tubuhnya, namun tubuhnya membeku, ia menegakkan punggungnya, berjalan ke arah hall utama.


“Nyonya Lu kenal dengannya?” Tatapan Qin Yinuo jatuh pada wajah Mei Xiyun, ia hanya merasa wajah ini tidak terasa asing.


Mendengar pertanyaan ini, Mei Xiyun jadi merasa kaku, berkata: “Tidak, tidak kenal!”


Ia jelas-jelas tengah berbohong!


Bagaimana Nyonya Lu bisa kenal dengan Mu Xue? Qin Yinuo tidak terlalu paham, sementara kenapa Nyonya Lu jelas-jelas berbohong? Tatapannya jatuh pada sosok yang pergi itu, lalu ia melihat lagi ke arah Mei Xiyun, seperti tengah memikirkan sesuatu.


“Tuan Qin, anakku Tianer tengah mencarimu loh!” Mei Xiyun menenangkan emosinya, lalu tersenyum. “Bagaimana kesan Tuan Qin pada Tian Er?”


Qin Yinuo tersenyum. “Nona Lu sangat aktif sekali!”


Keduanya berjalan masuk ke hall utama, dan Qin Maoxiang tengah mencarinya!


“Pa! Ada apa?” Qin Yinuo berjalan pergi sambil membawa segelas bir, Lu Xinpei dan Gong Tianer tengah berbicara di tempat yang tidak jauh, semua orang-orang tua di pesta melirik sekilas ke arahnya, seolah agak khawatir kalau kedua keluarga ini benar-benar akan bersatu.


Setelah Qin Yinuo duduk, ia melirik sekilas pada sekitar, tatapannya jatuh pada sosok lemah yang tengah bersama Mi Lei dan Zeng Li. Begitu melihat Zeng Li yang tengah membantunya mengusap air mata dengan sapu tangan, di bawah rambutnya yang tebal, mata Qin Yinuo menatap seedih, untuk sesaat ia merasakan sakit berdecit.


“Menurutmu Nona Lu bagaimana?” Qin Maoxiang bertanya dengan suara rendah.


Ia tadi sudah membahasnya bersama Gong Peixin, pihak Lu juga hendak mempersatukan kedua keluarga, tak peduli jika Qin Yinuo sudah memiliki seorang anak.


Qin Yinuo tersenyum dingin pada ayahnya, “Pa, ini tidak mungkin!”


“Kenapa? Tadi kulihat kalian berbicara dengan baik sekali!”


“Aku berbicara dengannya kah?” Qin Yinuo menaikkan alisnya. Suaranya dingin sekali, membuat raut wajah Qin Maoxiang muram.


“Sebenarnya kamu suka padanya atau tidak?”


“Tidak!” Qin Yinuo menjawab dengan dingin. “Aku akan membawa ibu kandung Tian Yu kembali, tak perlu terus memaksaku untuk dijodohkan lagi!”


“Ibunya Tian Yu?” Qin Maoxiang tertegun, setelah suaranya ditinggikan ia takut terdengar orang lain, maka ia melirik sesaat ke sekeliling, lalu berkata sambil menurunkan suaranya: “Tidak bisa!”


“Kamu masih ingin menghentikanku?” Jari-jari Qin Yinuo yang memegang gelas bir jadi memutih.


“Aku tidak bisa membiarkan seorang wanita hamil pengganti untuk menjadi wanita keluarga Qin! Kekotoran di tubuhnya untuk selamanya takkan bisa dibersihkan!” Qin Maoxiang adalah orang yang tradisional sekali, ia tidak bisa menerima hal ini. “Kamu bisa berhubungan dengannya, mau merawatnya atau apa terserah, tapi kalau menjadi wanita kepala keluarga Qin, ini tidak mungkin!”


“Kalau begitu kamu pergi cari bidadari saja!” Qin Yinuo tertawa dingin, ia berdiri, ia tidak berkata lagi, saat ini dirinya sungguh tak berdaya.


“Kamu ini benar-benar bikin aku marah sekali!” Ekspresi wajah Qin Maoxiang tak enak dilihat, ia berdiri dan berjalan pergi.


Saat ini Gong Tianer tiba-tiba berjalan kemari, “Kakak Qin, tadi kamu kemana? Aku tidak bisa menemukanmu di manapun!”


Tatapan Qin Yinuo jatuh pada wajahnya yang berpura-pura, tersenyum. “Kau, tak perlu memaksakan dirimu!”


“Kakak Qin, apa maksudmu?” Gong Tianer tertegun, berpura-pura tidak mengerti.


“Kamu jelas sekali dalam hatimu! Reporter diluar pintu itu kamu yang bawa?” Qin Yinuo meletakkan gelas birnya, ia tersenyum, mau bermain dengan dirinya, wanita ini terlalu polos!


Ekspresi Gong Tianer membeku, “Kakak Qin, reporter apa, aku tidak tahu!”


Qin Yinuo menengadah, tatapannya yang dalam jatuh pada mata Gong Tianer, “Kalau tidak pandai berbohong jangan berbohong!”

__ADS_1


__ADS_2