AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 541 Kesepian Mendalam


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Segera setelah masuk, terlihat seorang resepsionis yang bergegas berlari ke arahnya dengan tatapan sopan, menariknya ke meja resepsionis.


“Kak, ada apa?” Su Yan melihat dengan heran ke arah resepsionis yang terlalu ramah itu.


Hello! Im an artic!


“Su Yan, itu…” Ada tiga wanita di meja resepsionis dan salah satu resepsionis tertua, yaitu Kakak Li mengertakkan gigi dan akhirnya bicara, “Apakah Presiden itu sadis?”


Su Yan mengedipkan matanya, sedikit terkejut, suasana salah satu malam terlintas di benaknya, wajahnya terasa panas, tapi dia berusaha menyembunyikan rasa malunya dengan cepat dan bertanya, “Kakak-kakak sekalian, mengapa kalian menanyakan hal itu?”


Kak Li menelan ludah, “Ayo beritahukanlah pada kami, kami sangat penasaran. Semuanya sudah tertulis di koran, dikatakan bahwa kamu adalah wanita milik Presiden. Apakah dia pandai di ranjang?”


“Tertulis di koran?” Su Yan terkejut, “Di mana?”


Hello! Im an artic!


Segera ada seseorang yang menyerahkan koran. Halaman pertama di koran adalah foto di mana Feng Baiyi merangkulnya di tempat parkir kemarin, disertai dengan kata-kata: Kekasih Presiden Feng Group, Feng Baiyi, akhirnya muncul di depan publik…


Kepala Su Yan berdengung dan nyaris meledak, dia sedikit malu dan dia tertegun saat melihat berita di koran.


“Su Yan, kamu adalah kekasih Presiden. Jadi katakanlah, bagaimana keahliannya di ranjang?”


Su Yan tersipu malu dan segera menjelaskan: “Gosip gosip, ini benar-benar gosip. Aku tidak tahu. Jika kalian ingin tahu, coba tanyakan saja padanya! Aku naik dulu!


Suasana lobi pagi hari ini agak ribut, banyak orang-orang yang lewat saat bekerja dan semua tatapan mereka tertuju pada Su Yan, membuatnya merasa semakin tidak nyaman. Berita ini membuatnya menjadi topik pembicaraan hangat semua orang di perusahaan.


Dia pergi dengan panik, meninggalkan beberapa orang yang saling menatap satu sama lain, “Apakah ini benar-benar gosip?”


Departemen Amal.


“Eh! Yanyan, akhirnya kamu datang juga, kamu baik-baik saja kan kemarin?” Song Yan berlari dan meraih tangannya begitu dia melihatnya. “Kemarin kakak yang salah, kakak seharusnya tidak melakukan hal bodoh seperti itu! Ya ampun, dahimu terluka!”


“Kak Song, aku baik-baik saja, kakak juga baik-baik saja, itu bagus!” Su Yan mengerutkan hidung kecilnya yang lucu, matanya pun terlihat lebih ceria.


“Kemarin itu benar-benar terlalu nekat. Katakan padaku bagaimana kamu melompat kemarin, aku hampir mati ketakutan karenamu!”


“Ceritanya panjang, aku akan memberitahumu nanti!” Yang sekarang Su Yan pikirkan adalah skandalnya dengan Feng Baiyi, bukankah seisi perusahaan mengetahuinya? Uh! Tidak! Mungkin seisi negara telah mengetahuinya?


“Oh ya, koran, apakah kamu sudah membaca koran? Apakah kamu benar-benar menjalin hubungan dengan Presiden?” Song Yan juga ikut bergosip.


“Um! Tidak, tidak!” Su Yan menggeleng dengan panik.


Song Yan memutar matanya dan tertawa jahil, “Apa yang kamu takutkan, kakak juga tidak akan asal bicara, jadi benarkah itu? Bagaimana keahlian Presiden di ranjang?”


“Kak Song!” Kenapa Song Yan pun menanyakan hal ini! “Aku dan Feng Baiyi bukan seperti yang kamu pikirkan! Sungguh!”


“Oh! Apa yang kami pikirkan?” Suara seorang pria tiba-tiba terdengar.


Su Yan dan Song Yan menoleh ke belakang pada saat yang bersamaan dan mereka melihat Mu Siyuan yang sedang bersandar di pintu departemen amal, sambil menatap Su Yan dengan sepasang matanya yang sangat indah, “Selamat pagi, wanita-wanita cantik!”


“Direktur Mu, selamat pagi!” Su Yan segera berubah menjadi serius. Dia tidak lupa bahwa Song Yan pernah menyuruhnya untuk menjauh dari pria ini dan semalam dia juga melihat pria ini bersama dengan seorang wanita, dia juga melepaskan pakaian wanita itu di hotel. Jika bukan karena dia melompat ke bawah, wanita itu pasti sudah diapa-apakan olehnya, jadi dapat dilihat bahwa dia benar-benar pria yang mengerikan!

__ADS_1


“Mengapa kamu datang bekerja? Bukankah kamu hanya datang seminggu sekali?” Song Yan memandang Mu Siyuan dengan heran seolah seperti matahari yang sedang terbit dari barat.


Mu Siyuan tersenyum licik, “Kemarin, seingatku Su Yan pulang bersama Presiden, ya kan? Ada berita yang sangat heboh muncul di koran hari ini, tentu saja aku tidak akan melewatkan pertunjukan yang bagus ini. Di mana ada keramainan disanalah ada aku, Mu Siyuan !”


“Apa kamu tidak ada kerjaan?” Song Yan meliriknya, “Kebetulan sekali kamu datang kemari. Penggalangan dana ini benar-benar terlalu menjengkelkan. Aku dan Su Yan hampir gila. Ini bukanlah amal, ini jelas-jelas untuk dijual. Beritahukan pada Presiden, jika Feng Group tidak bisa mendapatkannya dana, tutup saja perusahaan ini. Aku tidak akan menarik Su Yan untuk mengumpulkan uang lagi!”


“Oke! Kebetulan sekali aku juga sedang mencarinya!” Mu Siyuan berkata sambil tersenyum: “Bagaimana jika kita pergi ke lantai atas bersama-sama dan membicarakannya dengan Presiden!”


“Aku tidak mau!” Su Yan segera menggelengkan kepalanya.


Mu Siyuan dan Song Yan menatapnya bersamaan, “Kamu tidak benar-benar berhubungan dengan Presiden, bukan?”


“Aku sudah bilang tidak!” Su Yan membantah,”Memberi laporan adalah tugas Direktur Mu, aku hanya karyawan kecil dan levelku tidak mencukupi!”


Mu Siyuan sedikit tersenyum, dengan tatapan jahil di matanya.


“Levelku juga tidak cukup, kamu pergi saja sendiri!”


“Kalau begitu tunggu kabar dariku. Kemarin itu benar-benar mendebarkan. Dia adalah wanita super yang melebihi Superman!” Mu Siyuan berkedip pada Su Yan dan naik ke atas.


 


Dengan kemeja hitam klasik dan setelan jas hitam, ditambah pantulan bayangannya di jendela, dia terlihat sangat stress dan kesepian. Berita di koran membuat alisnya berkerut.


“Presiden, Direktur Mu ada di sini!”


“Masuk!” Feng Baiyi berbalik dan melihat Mu Siyuan berjalan masuk.


“Yi oh yi, selamat pagi!” Mu Siyuan memasuki ruangan dan duduk di sofa tanpa segan-segan.


“Tidak ada apa-apa!”


“Jika kamu tidak ada pekerjaan, pulanglah!”


“Apakah kamu benar-benar menyukai kelinci putih?” Mu Siyuan berkata dengan wajah tersenyum.


“Kamu sebaiknya lebih berhati-hati, ayahmu itu akan menyerahkan bisnis keluargamu kepada kakakmu, kamu masih bisa tertawa?” Feng Baiyi mengingatkannya dengan suara dingin tapi bermaksud baik.


“Aku sebenarnya juga tidak berniat untuk ikut serta dalam urusan keluarga itu, justru kamu, berita di koran ini sepertinya bukannya tidak berdasar! Barusan, kelinci putih itu bersikeras menolak untuk datang menemuimu. Jangan-jangan memang ada sesuatu diantara kalian?”


“Dia datang bekerja?” Feng Baiyi sedikit mengerutkan kening.


“Ya!” Mu Siyuan berkedip dan tiba-tiba tersenyum licik, “Yi, kamu tidak benar-benar memiliki hubungan khusus dengan kelinci putih kecil itu, kan?”


Tidak peduli apa yang Mu Siyuan katakan, Feng Baiyi hanya mengeluarkan telepon dan menghubungi Su Yan.


Mu Siyuan tercengang, melihat ekspresi Feng Baiyi, dia seolah-olah benar-benar sangat peduli pada Su Yan. Tampaknya hal ini tidak sesederhana yang di bayangkan. Saat Feng Baiyi tiba-tiba muncul di Kai Yue semalam, Mu Siyuan pun sudah merasakan keanehan.


Wajah Feng Baiyi pucat, ada rasa kekhawatiran yang disembunyikan dengan sempurna.Telepon pun terhubung dan Su Yan mengangkat panggilan itu.


“Bukankah aku sudah menyuruhmu untuk tidak pergi bekerja?” Ternyata wanita ini tidak patuh.


Su Yan terkejut, “Mengapa kamu bisa menelepon ke ponselku?”

__ADS_1


“Segeralah pulang!” Feng Baiyi berteriak dengan dingin dan kemudian menutup telepon.


Su Yan melihat ke ponsel, mengerutkan kening dan berbisik, “Apa sih? Kamu bilang tidak usah bekerja lalu aku harus tidak bekerja?”


“Su Yan?” Song Yan menunjuk ke telepon dengan ekspresi terkejut dan juga tidak bisa percaya: “Itu, telepon itu dari Feng Baiyi?”


“Emm!” Su Yan mengangguk dengan tidak sadar.


“Ya Tuhan, kamu masih bilang kamu tidak ada apa-apa dengannya, jika kamu tidak ada apa-apa dengannya, berarti mataku sudah rabun!” Song Yan berseru sambil menggelengkan kepalanya, lalu menyenggol bahu Su Yan dengan curiga, “Hei! Apakah Feng Baiyi benar-benar bisa menjalin hubungan dengan seorang wanita? Dia bukan Gay?”


Ketika Su Yan mendengar bahwa Song Yan menghubungkan- hubungkan dirinya dengan Feng Baiyi lagi, dia bisa melihat bahwa Mu Siyuan dan Song Yan adalah orang yang suka bergosip, dia tersipu malu dan langsung berkata, “Kak Song, dia memang gay! Bahkan dia yang jadi wanitanya. Saat sedang berdua, aku akan memanggilnya Kak Xiaobai!”


“Ya Tuhan!” Song Yan tercengang. “Benarkah? Dia benar-benar GAY?”


“Iya!” Su Yan mengangguk sembarangan, kedua matanya tidak berani menatap Song Yan karena dia takut bahwa dia akan ketahuan sedang berbohong.


Sedangkan Song Yan jelas terlihat mempercayainya, “Ya Tuhan, pantas saja dia tidak pernah digosipkan bersama wanita manapun selama bertahun-tahun. Ternyata dia benar-benar gay, ya ampun! Tapi sepertinya tidak mungkin? Melihat sosok Presiden, dia harusnya yang menjadi prianya, bagaimana mungkin dia yang menjadi wanitanya?”


“Kak Song, jangan beri tahu siapa pun!” Su Yan tidak ingin Feng Baiyi tahu bahwa dia memfitnahnya seperti ini di belakangnya.


“Jangan khawatir, kakak tidak akan mengatakannya!” Song Yan berjanji dengan sangat serius. “Ayo kita pergi, kita ke panti asuhan dulu untuk mengantar ceknya!”


********************


Rong Group.


Sosok kurus itu berdiri di dekat jendela, memegang koran pagi di tangannya. Ujung koran itu sudah sedikit sobek karena tangan yang terlalu kuat menggenggam koran. Berapa banyak kali dia membayangkan bahwa orang di sisi Su Yan adalah dirinya sendiri, membayangkan bahwa suatu hari Su Yan adalah miliknya, memanjakannya seumur hidup, mencintainya seumur hidup, tapi…


Tangan yang memegang ujung koran tiba-tiba menegang dan mata Rong Hanchi dipenuhi dengan kesedihan, tapi sebenarnya dialah yang justru paling menyakiti Su Yan, dia sendirilah yang telah membuang Su Yan! Dan dia jugalah yang mendorongnya kepada pria lain.


Memikirkan hal ini, dia melempar koran itu ke atas meja, mengambil jasnya, berbalik dan pergi meninggalkan kantor.


Begitu pintu dibuka, terlihat Feng Ling’er yang sedang tersenyum lembut.


“Chi, kamu mau keluar?” Dia membawakan sup ayam dengan bumbu cinta. Rong Hanchi bekerja lembur semalam dan tidak pulang. Dia pun pagi-pagi datang membawakan sup ayam untuk mengisi tenaga.


“Emm!” Rong Hanchi pergi tanpa memandangnya.


“Chi, minum dulu supnya sebelum kamu pergi, oke?” Feng Ling’er berusaha mempertahankan senyuman dan sikapnya.


Namun, Rong Hanchi tidak mengucapkan sepatah kata pun dan langsung pergi.


Feng Ling’er menggigit bibirnya, air mata hampir mengalir dari matanya, dia pun mengangkat kepalanya dan memasukkan kembali air matanya. Memasuki kantor Rong Hanchi, pandangan Feng Ling’er tertuju pada ujung koran yang kusut dan sobek itu. Air mata yang tadi sempat dia tahan sekuat tenaga akhirnya keluar juga, mengalir deras…


Saat Su Yan dan Song Yan baru saja turun dari Gedung Feng Group, dari kejauhan, mereka melihat sebuah Ferrari merah yang diparkir di samping gedung. Su Yan mengenali mobil itu, itu adalah hadiah ulang tahun dari Kak Chi untuknya, tapi bukankah sudah dibawa pergi oleh Lan Si?


Saat dia sedang tertegun, terlihat Rong Hanchi turun dari mobil. Su Yan pun terkejut, teringat kata-kata di telepon hari itu, tatapannya terlihat dipenuhi rasa sakit, dia pun pura-pura tidak melihat pria itu.


Tapi sebenarnya hatinya sudah kacau sejak awal. Kak Chi kurusan, padahal baru tidak bertemu selama beberapa hari. Dia terlihat sangat kurus dan kelelahan.


Katanya tidak ingin melihat, tetapi dia masih tidak bisa menahan diri untuk tidak memandangan pria itu. Tatapan keduanya saling bertemu. Dulunya adalah sepasang kekasih, tapi dalam sekejap semuanya berubah. Pria itu menatapnya dengan penuh dengan rasa sakit dan putus asa.


Song Yan pun memperhatikan Rong Hanchi. “Hah? Bukankah itu Rong Hanchi? Kenapa dia bisa datang kemari?”

__ADS_1


“Ayo pergi, Kak Song!” Su Yan mendesak, dia tidak ingin bertemu dengan Kak Chi, dia tidak ingin menyakiti Feng Ling’er, juga tidak ingin merusak kebahagiaan orang lain.


Namun, tatapan mata Rong Hanchi tertuju padanya, pria itu melangkah kearahnya dengan wajah datar, masih dengan sosoknya yang tinggi, ditambah dengan jas hitam, wajah dingin, tapi juga terlihat ada kesepian yang mendalam.


__ADS_2