AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 585 Kecantikan Yang Lembut


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Meskipun Su Yan adalah seorang yang periang, tetapi perkataan dari Guan Xiaojin masih membekas di hatinya. Dia sedikit tidak fokus mengikuti kelas pagi tersebut.


Setelah kelas, Su Yan tidak makan apa pun dan segera menuju ke rumah sakit.


Hello! Im an artic!


Kamar pasien.


Feng Baiyi masih ada.


Ketika Su Yan tiba, dia mendengar Feng Baiyi berbicara dengan Chen Huilin dengan nada yang lembut: “Huilun, kamu pasti bisa berdiri. Jangan khawatir, aku percaya padamu!”


Hanya Feng Baiyi yang berbicara, tetapi tidak ada jawaban dari Chen Huilun.


Hello! Im an artic!


Su Yan menunggu sebentar, dan ketika tidak ada lagi aktifitas, dia baru mengetuk pintu dan masuk.


“Masuk!” Disertai suara laki-laki yang rendah, Su Yan menarik nafas dalam-dalam lalu mendorong pintu dan masuk.


Di dalam ruangan hanya terdapat Feng Baiyi dan Chen Huilun. Su Yan melihat orang yang ada di tempat tidur telah lepas dari tabung oksigen dan berbaring diam di tempat tidur dengan mata terbuka. Dia adalah seorang wanita yang cantik. Meskipun dia telah terbaring di ranjang rumah sakit selama berhari-hari, sepasang matanya yang besar tetaplah indah, ditambah dengan senyumannya yang tenang.


Dapat dilihat bahwa Chen Huilun adalah seorang wanita yang berkarisma!


“Yanyan?” Feng Baiyi baru melihat jam. “Kelas selesai begitu cepat?”


“Ya!” Su Yan berjalan ke ranjang pasien tersebut. Dia membungkuk kepada Chen Huilun dan kemudian dengan tulus meminta maaf: “Nona Chen, maafkan aku, itu semua salahku yang menyebabkanmu harus terbaring di tempat tidur begitu lama! Kamu harus menjadi sembuh, kalau tidak seumur hidupku aku tidak akan bisa tenang!”


“Sudah! Huilun masih belum bisa berbicara untuk saat ini. Dia masih membutuhkan waktu, dia tidak akan menyalahkanmu!” Feng Baiyi sama sekali tidak menyangka bahwa hal pertama dilakukan olehnya ketika masuk ke dalam ruangan adalah membungkuk kepada Huilun, dan dengan hormat dan tulus meminta maaf kepadanya. Membuat Feng Baiyi merasa senang, tetapi juga tertekan.


Su Yan memandang Chen Huilun. Matanya yang besar bergerak melirik melihat Su Yan, tetapi kembali menoleh ke arah Feng Baiyi.


“Ini adalah Su Yan, istri kecilku, aku sudah menikah dengannya! Huilun, dia yang menabrakmu. Akhir-akhir ini dia merasa sangat terbebani dan merasa bersalah!” Ucap Feng Baiyi seraya menjelaskan.


Mata Chen Huilun tampak gelap, tetapi dia kembali melirik ke arah Su Yan, dan kemudian mengeluarkan senyum kecil di sudut bibirnya.


“Lihatlah, dia tidak menyalahkanmu!” Feng Baiyi berkata: “Aku sudah bilang, Huilun adalah orang yang paling baik!”


Kata-kata Feng Baiyi membuat Chen Huilun sedikit tersenyum, dan terlihat jejak kebahagiaan melintas di antara alisnya. Dengan penampilannya yang masih sakit, tetapi terlihat lembut dan indah semakin menonjolkan sebuah kecantikan yang lembut yang tak terlukiskan.


“Nona Chen, maafkan aku!” Su Yan kembali meminta maaf. Sama sekali tidak seperti dengan apa yang dikatakan oleh Guan Xiaojin, dengan segera hatinya pun terasa menjadi lebih cerah.


Pada saat ini, telepon Feng Baiyi berdering dan dia pergi ke koridor untuk menjawabnya.


Su Yan duduk di tempat yang baru saja diduduki oleh Feng Baiyi. Tatapan Chen Huilun kembali jatuh ke wajah Su Yan lagi. Tatapan matanya berangsur-angsur menjauh, tidak tahu apa yang sedang dia pikirkan.


Seorang perawat khusus kembali masuk ke dalam ruangan. Su Yan menoleh kepadanya dan bertanya mengenai kondisi dan perawatan Chen Huilun dalam beberapa hari terakhir.


Perawat datang dan meminta keluarganya untuk mengambil formulir di kantor, Su Yan pun bangkit berdiri mengikutinya dan keluar. Feng Baiyi sedang berbicara dengan dokter di depan tangga, dan Su Yan dapat mendengar percakapan mereka dengan jelas ketika dia mendekat.


“Masih butuh berapa lama lagi agar dia dapat berbicara?”


“Dia sudah pulih dengan cukup baik. Dia dapat mengenalimu, dan ini adalah sebuah keajaiban!” Dokter Song menyapa ketika melihat Su Yan.


“Jaga dia dengan baik, dia pasti akan membaik!” Kata dokter Song.

__ADS_1


Dokter Song pamit lebih dulu.


Su Yan melihat Feng Baiyi tampaknya masih sangat cemas. Tiba-tiba dia berbalik, kedua tangannya melingkari lehernya, “Jangan khawatir, kali ini aku sangat percaya diri!”


Feng Baiyi tertegun sejenak, lalu berbalik memeluk Su Yan dan berkata: “Ya, dia pasti akan sembuh!”


Su Yan mengatupkan mulutnya dan berkata: “Aku pergi ambil formulir, perawat meminta anggota keluarga untuk mengambil formulir. Ngomong-ngomong, apakah nona Chen tidak memiliki anggota keluarga? Mengapa dia sakit begitu lama tetapi tidak ada orang yang datang menjenguknya, atau pun datang mempermasalahi diriku?”


Feng Baiyi meraih tangan Su Yan lalu berkata dengan suara rendah: “Dia adalah seorang yatim piatu! Dia adalah penyelamatku, dan aku adalah satu-satunya kerabat darinya. Ke depannya nanti juga ada kamu, kita semua adalah kerabatnya!”


“Oh!” Su Yan terkejut dan mengangguk. “Baiklah, sungguh memprihatinkan!”


Sebenarnya, bukankah kamu juga?


Feng Baiyi menatap Su Yan dengan kasihan.


Su Yan telah mengambil formulirnya dan Feng Baiyi telah menandatanganinya.


Kemudian keduanya kembali ke ruang rawat pasien, dan ketika ia melihat Feng Baiyi, Chen Huilun langsung tertawa.


Ada semacam pesona yang lembut terpancar dari wajahnya. Su Yan terkejut, dia baru menyadari bahwa perhatian daripada Chen Huilun hanya tertuju kepada Feng Baiyi. Untuk sesaat wajah Su Yan menjadi pucat tak beralasan.


Melihat wanita yang ada di atas ranjang rumah sakit, melihat wajahnya yang lembut nan pucat. Su Yan tiba-tiba merasakan perasaan bersalah yang dalam, dia takut bahwa Chen Huilun adalah orang yang paling terluka di sana.


Dia berpikir, apa yang dikatakan oleh Guan Xiaojin adalah benar! Chen Huilun menyukai Feng Baiyi!


Kemudian, dia baru menyadari bahwa pandangan mata Chen Huilun benar-benar hanya tertuju pada Feng Baiyi seorang. Meskipun ada empat orang di dalam ruangan itu, dia, Feng Baiyu, dan dua perawat penjaga, tetapi matanya hanya berputar di sekitar Feng Baiyi.


Mereka tetap di sana sampai pukul tiga sore. Su Yan belum makan siang, dan dia merasa sedikit pusing. Dia merasa bahwa dirinya adalah seekor babi kecil, selalu suka makan, dan entah kenapa selalu merasa lapar!


Su Yan mendengarkan dengan tenang Feng Baiyi yang sesekali berbicara dengan Chen Huilun. Sepertinya, sore ini adalah hari yang paling tenang di dalam hidupnya.


Kemudian, Su Yan merasakan bahwa dia tidak dibutuhkan di sini, dan Feng Baiyi sepertinya tidak pergi bekerja, oleh karena itu dia bangkit berdiri. “Aku pergi makan dulu, dan akan kembali lagi nanti!”


“Kamu belum makan?” Feng Baiyi sedikit terkejut.


“Tidak, aku hanya merasa sedikit lapar!” Su Yan tertawa, lalu berkata kepada Chen Huilun: “Nona Chen, apakah kamu keberatan jika aku pergi makan?”


Chen Huilun berkedip dan tersenyum lembut.


Su Yan lalu pergi.


Tatapan Feng Baiyi menjadi sedikit rumit. Gadis kecil ini ternyata belum makan siang sama sekali, dan bertahan sampai jam tiga sore. Dia sendiri pun juga sangat ceroboh, tidak menyadari bahwa Su Yan sedang kelaparan.


Su Yan baru saja sampai di kantin rumah sakit, tetapi makan di sana sudah habis dari tadi. Dia membeli sepotong roti di supermarket yang berada di rumah sakit, lalu ia duduk sendirian di kursi istirahat di luar supermarket untuk makan roti.


Roti tersebut agak kering, dia harus menelannya dengan sedikit mengeluarkan tenaga. Dia tersedak tidak nyaman, dan tenggorokannya agak sesak.


Tiba-tiba kegelapan menutupi di depan matanya. Sesosok tubuh menutupi cahaya yang ada di atas kepalanya, dan sebuah ******* yang panjang terdengar. “Kenapa kamu tidak bilang kamu belum makan siang?”


“Hehe, aku sudah makan. Siapa yang bilang aku belum makan? Ini adalah jadwal makan the sore! Aku hanya lapar!” Su Yan tiba-tiab menampilkan senyumnya yang cerah, lalu menyerahkan roti kepadanya, “Apakah kamu mau?”


Feng Baiyi menatapnya dengan tatapan rumit. Wajah kecil yang sedang tersenyum ini membuat hatinya tertekan. Ia mengulurkan tangan dan membelai kepalanya, lalu ia mengambil roti tersebut dan membuangnya ke tempat sampah yang ada di samping.


“Hei! Sayang sekali!” Su Yan berteriak pelan. “Aku masih belum selesai makan!”


“Aku ajak kamu pergi makan!” Dia berkata dengan serius, lalu mengulurkan tangan dan menggandeng tangan kecilnya tersebut. “Ayo jalan!”

__ADS_1


“Tidak perlu! Aku sudah cukup dengan makan ini!” Su Yan menggelengkan kepalanya.


“Bonekaku, apakah kamu marah kepadaku karena telah mengabaikanmu?” Dia berhenti dan menatapnya dengan tatapan yang dalam.


Su Yan terkejut, seluruh raganya terasa seperti sedang terjun ke dalam matanya yang gelap dan dalam. Membuat dia tidak tahan lalu memalingkan kepalanya. “Apa? Apakah kamu terlalu banyak berpikir? Aku hanya ingin makan, mengapa kamu berpikir terlalu banyak?”


Dia menggenggam erat tangan kecilnya itu, matanya menyala membara, dan bibir tipisnya terbuka ringan: “Bonekaku, ayo kita pulang! Sudah ada perawat khusus yang menjaga Huilun, besok kita baru kembali lagi!”


“Pulang?!” Dia merasa kebingungan. “Tetapi aku sudah bilang kepadanya bahwa aku akan kembali kepadanya!”


“Tidak usah kembali!” Suaranya agak lembut, tetapi sangat tegas. “Aku berharap kamu dapat seperti sebelumnya yang selalu bahagia, dan menjalani hidup dengan sederhana dan simpel. Jangan khawatir dengan Huilun, apalagi sampai membuat dirimu kelaparan karenanya. Dia sudah ada orang yang mengurusnya. Yang harus kamu lakukan adalah, menjaga dirimu sendiri!”


Mendengarkan itu, hati Su Yan merasa tersentuh. Ia lalu menggelengkan kepalanya, dan mengangkat kepalanya menatap kepadanya, “Baiklah! Aku akan menjaga diriku sendiri dengan baik. Jangan khawatir, aku ada orang yang paling bisa menjaga diri sendiri. Tidak akan bisa mati kelaparan!”


Tetapi dia sekarang masih merasa lapar, meskipun dia tidak mengatakannya. Feng Baiyi meremas tangannya erat. Su Yan melihat profilnya, tampan dan gagah, dan tangannya juga besar. Terasa kekar ketika sedang memegang tangan mungilnya yang mengenakan cincin berlian.


Dia tidak mengizinkannya untuk melepas cincin berlian tersebut. Dia pun juga tidak mengambilnya, jadi dia akan mengenakannya sesuka hatinya!


Feng Baiyi mengajaknya pergi makan, dan kemudian membawanya ke pusat perbelanjaan setelah makan.


“Hah? Apakah kamu pergi mengunjungi pusat perbelanjaan?” Su Yan terkejut, “Bukankah kamu mengatakan bahwa bos besar tidak suka pergi ke supermarket?”


“Karena aku ingin membeli barang yang penting!” Dia tidak lupa untuk melindunginya dari kehamilan. Dia masih anak-anak, jadi dia tidak mengerti. Tetapi dia tahu, dia harus melindungi tubuhnya.


Su Yan diseret olehnya ke suatu area rak, “Bonekaku, coba lihat mana yang kamu sukai?”


“Apa?” Su Yan kebingungan. Matanya tertuju pada kotak warna-warni di rak yang ditunjuk oleh Feng Baiyi. Ketika dia melihat benda tersebut, seketika wajahnya tersipu malu dan berkata: “Apa sih kamu ––”


“Aku tidak mengijinkanmu untuk minum obat. Itu dapat merusak tubuhmu, jadi aku yang harus mengalah!” Bibir tipisnya yang melengkung seperti bulan sabit tersebut terlihat seperti sedang mengejek. Mungkin karena Chen Huilun sudah siuman, sehingga membuat beban mereka berdua terasa menjadi lebih ringan, dan senyumnya pun menjadi lebih jahat.


Su Yan berpura-pura bodoh. “Apa-apaan ini! Jangan bilang kalau kamu kenal aku!”


Dia merasa sangat bahagia di dalam hatinya, tergerak oleh perhatian darinya.


Melihat Feng Baiyi yang memilih dengan serius, dia menjadi bingung. “Ambil dua kotak masih belum cukup? Apa yang kamu pilih?”


“Kita harus memperhatikan ukurannya!” Ucapnya dengan sungguh-sungguh, lalu ia memilih segala varian dengan ukuran XXXXL, masing-masing lima kotak.


“Ah! Banyak sekali?” Seru Su Yan, lalu tersipu lagi setelah berteriak. “Aku tidak peduli lagi. Feng Baiyi, kamu beli sendiri, aku pergi!”


Dia tidak ingin membayar bersama dengannya. Akan sangat memalukan apabila dia dilihat oleh orang lain telah membeli semua set besar di rak sekaligus. Pria ini sepertinya terlalu kuat?


Pria gagah nomor satu!


Feng Baiyi hanya melirik Su Yan yang bersiap untuk kabur darinya. Dia pun tidak keberatan melihatnya yang telah berjarak begitu jauh darinya. Dia pun berjalan ke meja kasir dengan bangga layaknya seekor ayam jago.


Su Yan mendorong kereta keranjang yang lain, lalu pergi mengambil pembalutnya. Periode haidnya sudah mau dekat, jadi dia akan mempersiapkannya terlebih dahulu!


Su Yan membeli segela kebutuhannya, lalu membayarnya sendiri. Lalu dia berjalan keluar sambil menjinjing tas jinjing, dan Feng Baiyi juga berjalan petentang-petenteng sambil membawa tas jinjingnya. Su Yan pun tidak ingin ketinggalan untuk melihat tampang wanita kasir saat dia melakukan pembayaran, wajah kasir itu terlihat seperti terkejut dan salah tingkah. Sepertinya tidak pernah melihat seseorang yang membeli begitu banyak alat kontrasepsi dalam sekali pembelian, pria ini benar-benar terlalu hebat!


Su Yan buru-buru berjalan melewatinya, tidak ingin menyapanya.


Feng Baiyi mengulurkan tangannya lalu dengan segera meraih tangan kecil Su Yan.


“Ah –– Lepaskan!” Su Yan buru-buru berteriak.


“Apa yang kamu lakukan?” Dia mengerutkan keningnya, terlihat tidak senang melihat gelagat Su Yan yang seperti ini.

__ADS_1


“Aku, jangan bilang kamu mengenaliku. Feng Baiyi, kamu sungguh tidak tahu malu, beraninya kamu membeli begitu banyak!” Su Yan mencoba melepaskan diri dari genggaman tangannya seperti sedang ingin menghindar dari serangan ular.


__ADS_2