
Hello! Im an artic!
“Tapi kamu ini playboy, kamu memiliki banyak sekali wanita, dan lagi, dan lagi semuanya…” Ia bergumam, wajahnya semakin memerah. Ia malu, tersipu, namun malah lembut sekali.
“Dan semuanya apa?”
Hello! Im an artic!
Ia menelan ludah, menggertakkan gigi berkata: “Wanita yang mengikutimu semuanya sudah kamu cicipi!”
“Mu Xue!” Ia berteriak.
“Sebenarnya begitu kan! kamu punya banyak sekali wanita, mana aku tahu kamu pernah mengatakan kata-kata ini pada yang lain, kamu pernah “takkan berubah seumur hidup” bersama berapa wanita? Aku di matamu ini cuma bagai butiran debu, bahkan tak sebanding dengan rumput liar. Aku ini tak memiliki apa-apa, masih pula memelihara anak yang kupungut, sehingga…”
“Sehingga apa?” Ia melototinya. “Kamu merendahkanku? Karena aku pernah memiliki wanita lain?”
Hello! Im an artic!
“Bukan!” Ia menggeleng. “Tapi aku ini anti kotor!”
“Aku juga!” Ia berkata.
“Aku tak suka pria yang dipakai wanita lain, dengan begitu rasanya kotor sekali!” Sambil berkata ia menunduk, wajahnya semakin memerah!
“Hahah…” Ia malah tertawa.
“Apa yang kamu tertawakan?” Ia kesal. Ia tengah menertawakan dirinya, sementara yang dikatakan dirinya saat ini jujur!
“Aku ketawa karena kamu bodoh!” Dagunya ditopang di rambut Mu Xue, menekan kepalanya yang ada di depan dadanya, “Aku juga tak suka wanita yang dipakai pria lain!”
“Tapi kamu sendiri malah pernah dipakai banyak wanita!” Ia berkata dengan suara rendah.
“Eh!” Ia tertegun. “Belakangan ini tidak ada! Belakangan ini hanya kamu seorang!”
“Qin Yinuo!” Sekarang wajahnya semerah tomat.
“ke depannya aku takkan biarkan orang lain pakai diriku lagi, cuma kamu seorang, oke?” Ia terus berkata dengan suara rendah, suaranya yang serak tersirat sebuah hasrat.
“Qin Yinuo, kamu jangan ngomong lagi!” Ia berteriak rendah karena malu. Ia bergetar di dalam pelukannya, dan getaran ini membuat hasrat Qin Yinuo semakin terbangun.
“Kenapa tak boleh bilang?” Ia tertawa.
Tiba-tiba sebuah beban berat terlepas, membuatnya jauh lebih tenang. Ia tak pernah mengkhawatirkan tentang Presiden perusahaan Qin, itu kan hanya harta keluarga Qin. Tapi dia adalah putra ayahnya satu-satunya! Dan di tambah lagi karena rasa bersalahnya pada ibu, barulah ia menjadi Presiden selama beberapa tahun ini. Tak disangka ayah semarah ini, sementara dirinya, tidak tahu harus bagaimana menghadapi ayahnya!
Ia menengadahkan dagu Mu Xue dengan salah satu tangannya, satu tangannya lagi diletakkan di pinggangnya, membuat wajahnya menengadah menatapnya. Mata Qin Yinuo berkilau menatapnya, tatapannya dalam. “Takut malu ya?”
Suaranya serak.
Tatapan Mu Xue memberi jawaban, ya!
“Bodoh!” Ia tertawa ringan. “Aku sudah kehilangan kerja loh! kamu juga tak boleh pergi kerja kalau begitu!”
“Eh!” Mu Xue tertegun, memikirkan seberapa bossy pria ini. “Kenapa bisa kamu bilang pada kak Mi kalau aku mengundurkan diri?”
“Kenapa tidak? kamu kerja disana akan kelelahan sekali, aku sih tidak berharap wanitaku berdiri di hall restoran sana lalu diganggu oleh para mata keranjang!” Ia berkata.
Sudut bibir Mu Xue membentuk senyum tersipu, rasanya siapapun tak semata keranjang pria ini deh. Pria ini orang yang paling mata keranjang, buaya darat abad ini. Sungguh pria bodoh yang selalu menganggap dirinya benar!
Ia menatapi senyum Mu Xue, lalu menunduk, lalu menyentuhkan bibirnya perlahan pada senyuman itu dengan hati-hati.
Bum–
Otak Mu Xue serasa mau meledak! Ciumannya biasa memaksa sekali, penuh dengan penyerangan. Tapi kali ini malah terasa lembut sekali, perhatian sekali. Mu Xue bahkan sampai tidak tahu harus bagaimana menghadapinya.
__ADS_1
Sekujur tubuh Mu Xue bergetar dan gugup. Tangan pria itu sekarang saja entah diletakkan diaman. Mu Xue masih duduk di atas pahanya, posisi pria ini sekarang begitu menggoda, membuatnya wajahnya memerah.
“Hehe.” Qin Yinuo tertawa, tawanya membuat Mu Xue semakin malu. Ia hendak melawan, tapi Qin Yinuo malah menjepit kakinya dengan kedua kaki pria itu sendiri, “Jangan bergerak! Bahaya loh!”
Mu Xue menengadah dengan kebingungan. Tangan Qin Yinuo mengerahkan tenaga yang pelan untuk menarik tubuhnya ke arahnya. Maka Mu Xue kagetnya sampai mulutnya ternganga.
Wajah Mu Xue memerah, lalu menarik bajunya erat-erat, bergumam: “Lepaskan aku!”
“Tidak mau! Aku sudah lapar!”
“Maka aku segera memasak untukmu!” Ia berkata dengan terburu-buru.
“Aku laparnya bukan di bagian sana!” Ia memegang dagunya.
Mu Xue belum sempat merespon, namun wajah itu sudah menunduk dan menciumi bibirnya dengan paksa. Ini barulah ciumannya, selalu begitu bossy, selalu penuh dengan penyerangan.
Mu Xue memukulnya, namun ia menangkap tangannya, tangan besarnya membungkus tangan kecil Mu Xue. “Kamu harus mengenyangkanku!”
“Qin Yinuo!” Ia berkata, tapi kemudian ditutupi oleh pria itu lagi. “Uh…”
Mu Xue mungkin akan mati karena wajahnya saking memerahnya. Dirinya sudah memerah jutaan kali, dan wajahnya panas sekali, hatinya berdegup kencang berkali-kali, kali ini mungkin dirinya benar-benar bisa mati!
Ketika memikirkan ini, ciumannya sekali lagi menerjangnya. Mu Xue menghindar dengan kaku, tapi mau bagaimanapun ia gagal menghindar, ciumannya yang dalam hampir membuatnya sesak nafas. Lalu Qin Yinuo menindihnya di sofa, entah sejak kapan posisi mereka berubah.
Mu Xue segera mendorongnya dengan tergesa-gesa, “Qin Yinuo, jangan!”
Tubuh Qin Yinuo mematung. Nafasnya terengah-engah, tapi bibirnya masih menempelinya. Ia hanya melonggarkan gerakannya sedikit, tapi bibirnya tetap menempel di bibir Mu Xue. Begitu ciuman yang membawa bau nikotin yang samar-samar itu datang, Mu Xue jadi agak pusing, perutnya juga ikut sakit.
Setelah Mu Xue merasa malu untuk beberapa saat, akhirnya ia berkata. “Tamuku datang!”
Selesai berkata, wajahnya memerah.
Qin Yinuo tertegun, setelah sesaat ia baru mengerti. Ternyata “tamu” yang dimaksudnya itu tamu bulanan! Kemudian dirinya tertegun sesaat lagi, “Dua hari lalu kan belum! kamu bohong!”
Ia langsung menciuminya seolah tengah menghukumnya, tangannya juga meraba kemana-mana.
Heh!
Wajah Qin Yinuo berkerut, sungguh merusak kesenangan orang! Kalau begitu ini artinya dirinya harus menunggu seminggu dong?
Memikirkan ini dirinya jadi kesal. Dalam sekejap dirinya kehilangan pekerjaan, maka sekali makan kenyang, berpakaian yang hangat, begitu hari-harinya jadi santai, ia mulai menginginkan hal itu!
Ada satu kalimat kuno yang klasik sekali– Setelah kebutuhan pangan dan pakaian seseorang tercukupi, maka orang tersebut akan mulai memikirkan kebutuhan hati yang lain.
Dan ternyata benar!
Qin Yinuo menindihnya, menarik tangan kecilnya, lalu menggunakan tangan kecilnya untuk mengelus bagian tubuhnya yang panas itu.
Mu Xue melongo, rasanya ia hampir tak bisa bernafas. Mengapa pria ini bisa membiarkannya mengelus segala sesuatu? Ia langsung menarik kembali tangannya, tapi tangan besar Mu Xue langsung gugup, tatapannya yang penuh dengan kekacauan masuk ke dalam cahaya api dalam mata Qin Yinuo. Dan tatapan pria ini membuatnya semakin ketakutan, semakin gugup.
“Qin Yinuo, kalau kamu sebangsat ini lagi maka aku akan menghancurkanmu!” Ia mengatakannya dengan kesal sekaligus malu-malu. Lalu membenamkan wajahnya di dada pria itu, tidak melihatnya. Tangannya yang mati rasa tetap dipegangnya dengan erat, yang penting dirinya sendiri sih takkan asal mengelus begitu!
Membenamkan wajahnya di dadanya, ia mendengar detak jantung yang terus berdetak tanpa henti.
“Hehe…” Qin Yinuo tak bisa menahan tawanya. Ia melepaskan wanita itu, lalu berdiri dari sofa. “Baiklah, kulepaskan kau!”
Qin Yinuo berpikir bahwa dirinya harus keluar negeri untuk memanfaatkan kesempatan ini.
Setelah bebas, Mu Xue langsung berdiri dan menarik bajunya dengan erat. Lipatan bajunya sudah ditimpa sampai rata, kemudian ia juga membenarkan rambutnya.
“Ayo pergi!” Ia menatapi wanita itu, suasana hatinya sedang baik sekali.
“Kemana?” Ia bertanya.
__ADS_1
Menatapi raut muka yang keras kepala dan bibirnya yang agak manyun, sesuatu dalam hati Qin Yinuo tengah bergerak, ia menghela nafas sesaat, berkata: “Pergi jalan-jalan! Jarang-jarang kan bisa santai!”
“Oh!”
Ia keluar dengan langkah besar-besar, sementara Mu Xue mengikutinya. Tapi setelah berjalan sampai di luar, tiba-tiba ia berkata: “Lebih baik tak usah jalan-jalan, aku mau pergi kerja!”
“Mu Xue!” Nada suaranya yang pelan tersirat ancaman di dalamnya. “Mundur dari pekerjaanmu, ke depannya biar aku yang menghidupimu!”
“Tapi……” Mu Xue menaikkan alisnya.
“Tapi apa?”
“Tapi kamu juga sudah tak punya pekerjaan lagi!” Ia berkata.
“Kalau tak punya kerja lagi aku juga harus menghidupimu!” Ia menariknya ke dalam mobil, bossy sekaligus penuh dengan hati-hati. “Ayo pergi, temani aku jalan-jalan!”
Setelah menaiki mobil, ia masih membantunya memakai sabuk pengaman. Mu Xue menahan nafasnya, karena pria itu dekat sekali dengannya. Qin Yinuo melihat wajahnya, lalu tertawa.
Mobil dinyalakan dan melesat maju ke tempat tujuan. Tapi Mu Xue malah tak tahu tujuan dirinya sendiri di mana……
Di depan sebuah toko perhiasan, Qin Yinuo menghentikan mobilnya. “Turun!”
“Oh?” Ia memiringkan kepalanya, dirinya yang tenang sekarang jadi curiga, ia bergumam penuh curiga, “Untuk apa datang kesini?”
“Beli cincin!” Ia berkata, lalu turun dari mobil.
Beli cincin untuk apa? Mu Xue sama sekali tak mengerti, tapi ia tetap turun. Sementara sosok tinggi yang mungkin di atas 180 cm berjalan di depannya. Ia tak bisa mengikuti langkahnya. Baru berjalan beberapa langkah, dirinya sudah mulai terengah-engah.
Sementara Qin Yinuo juga menyadarinya. Maka ia berhenti, sambil memegang tangannya ia berjalan ke arah toko perhiasan.
Mu Xue hendak menarik tangannya, tapi malah dipegang erat oleh pria itu. Maka hati Mu Xue jadi penuh dengan kecurigaan. Untuk apa ia memegang tangannya? Apakah ia masih adalah Presiden Qin yang dibicarakan majalah-majalah gosip itu?
Ia malah berinisiatif menarik tangannya, bukannya biasanya wanita yang menempelinya?
Mu Xue menunduk, hatinya kacau.
Kaca toko perhiasan itu jernih sekali, bisa memantulkan bayangan mereka. Mu Xue menatap ke arah kaca itu sekilas, tiba-tiba merasa pria di pantulan kaca itu ganteng sekali, sementara dirinya bagai bebek buruk rupa yang berdiri di samping angsa putih. Dirinya kecil sekali, mereka tidak cocok sekali!
Kemudian ia mundur sedikit untuk menjauhinya. Tapi Qin Yinuo malah jadi berhenti. “Kenapa?”
“Tidak…..tidak ada apa-apa!” Ia melihat orang yang lalu lalang, juga mobil yang lewaat, kemudian akhirnya ia melihat pria ganteng ini yang menggandeng tangannya, maka ia berkata: “Kamu bisa berjalan sendiri tidak? Kalau kamu begini aku jadi tidak bisa jalan!”
“Hahaha……” Mendengarnya, Qin Yinuo tertawa terbahak-bahak. Tawanya lepas, membuat orang-orang di jalanan melihatnya. Pria ini pasti sudah gila!
Mu Xue menunduk dengan marah, selucu ini kah?
Ia ditarik masuk ke toko perhiasan. Begitu pelayan melihat keduanya yang berjalan masuk, ia langsung menyambut. “Selamat datang.”
Pelayan toko menyambut mereka dengan ramah, lalu berkata, “Tuan! Nona! Kalian butuh apa? di sini kami punya cincin model terbaru loh! Cantik sekali, cincin pasangan itu paling cocok untuk kalian!”
Wajah Mu Xue memerah, lalu melepaskan tangan pria itu. Tapi kemudian pria itu menarik tangannya lagi, memegangnya dengan erat, maka ia bergumam kesal, “Kami bukan…”
“Benar, kami datang untuk membeli cincin!” Qin Yinuo memutus kalimatnya cepat-cepat, ia memiringkan tubuhnya untuk melihat cincin di dalam rak kaca, dan ia menarik Mu Xue. “Suka tidak?”
Ia tertegun. Belum sempat merespon, Qin Yinuo sudah menunjuk salah satu, berkata: “Coba keluarkan yang ini!”
“Ah!” Mu Xue jadi makin kaget. Ia mau ngapain? Membeli cincin berlian kah? Beli untuk siapa? Mu Xue tak mengira kalau Qin Yinuo hendak membeli untuk dirinya.
“Selera Tuan bagus sekali, model ini model terbaru yang baru saja datang, hanya ada satu ini! Tidak ada duanya!” Sang pelayan mengeluarkan cincin berlian itu.
Qin Yinuo melirik sekilas pada tangan Mu Xue, langsung memakaikan cincin itu di jarinya. Gerakannya bossy sekali, tapi tetap tidak kasar.
“Heh! Qin Yinuo……”
__ADS_1
“Diam!” Ia berkata pelan.
Maka ia langsung terdiam.