AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 154 Tidak Masuk Akal


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Atau mungkin tidak seperti yang kita pikirkan!” Mu Xue tidak mau memikirkan yang begitu dalam. Dia sebenarnya juga takut, jika sungguh dia ada hubungan dengan Presdir, bagaimana dia bisa menjelaskan ini semua kepada Mi Ling?


Teringat hal ini, wajah mungilnya itu menjadi tampak sedih, Qin Yinuo kasihan memeluknya, “Sudahlah, jangan pikirkan lagi. Kamu butuh istirahat. Semuanya serahkan padaku saja!”


Hello! Im an artic!


“Serahkan padamu? Apakah kamu bisa membuat Kak Mi an Kak Wu baik kembali?” dia ngomong agak gegabah.


Dia tidak menyangka: “Tidak tahu, tapi harus diselidiki dulu, apakah dia ada hubungan dengan ayah mertua, baru kita bisa membuat kesimpulan!”


“Hanya bisa begitu!” Mu Xue menghela nafas, melirik tasnya sendiri, mengambilnya.


“Aku telah membawakan tasmu. Beberapa hari ini tas ini ada di dalam mobil. Setiap kali melihatmu, aku merasa seperti telah melihatmu. Xiao Xue, tidak ada kamu di sampingku rasanya waktu berjalan sangat lama!” dia mengungkapkan isi hatinya.


Hello! Im an artic!


“Kamu tidak pernah membuka tas ku kah?” dilihat dari gayanya kelihatannya tidak.


“Tidak! Privasimu, aku tentu tidak berani menyentuhnya!” katanya.


Mu Xue tersenyum pahit. Jika seperti itu, berarti album foto itu masih ada! Dia membuka tasnya, mengeluarkan album foto, ditunjukkan di hadapannya.


“Apa?” dia mengangkat alisnya.


“Fotomu dan Nona Mo, tolong kamu kembalikan pada nona kedua Mo!” kata Mu Xue dengan tenang.


Setelah mengalami beberapa kejadian, dia sadar, dia sudah tidak lagi mempedulikan foto-foto ini. Setelah waktu berjalan, dia baru sadar, waktu adalah obat yang terbaik untuk mengobati luka. Dia sekarang sudah sangat tenang.


Qin Yinuo termenung, “Kurang ajar, sejak kapan dia memberikannya padamu?”


“Album ini aku yang lihat duluan, lebih duluan dari pada album yang ada di dalam apartemenmu!” kata Mu Xue dengan tenang.


Dia menggunakan nada bicara tenang, Qin Yinuo menjadi tidak percaya diri, merasa takut, “Xiao Xue, foto-foto ini akan segera kumusnahkan!” sambil bicara, dia menyalakan korek api, lalu pergi ke toilet.


“Tidak usah!” kata Xiao Xue dengan tenang, “Kamu kembalikan pada Nona Mo saja! Ini adalah barang milik Nona Mo. Dia memiliki hak untuk membuangnya!”


“Tidak! Barang seperti itu ingin aku bakar. Aku tidak ingin barang seperti ini masih ada!” katanya tegas.


“Sebenarnya Qin Yinuo, barang fisik jika telah dibakar, lalu bisa apa?” Mu Xue menghela nafas, berkata dengan tenang,”


Kenangan itu sulit dihapuskan, kamu dan dia memiliki masa lalu yang rumit, kalian hanya kurang satu pernikahan saja! Beberapa tahun ini, tidak ada yang bisa masuk ke dalamnya, jangan sengaja untuk memusnahkannya. Sekarang benda ini bagiku adalah satu-satunya album foto! Aku juga sebenarnya punya masalah lalu, sepertinya aku pernah menyukai kakak pemain basket di sekolah kami. Tapi itu hanyalah masa lalu! Tidak ada yang bisa menghapus masa lalu. Kita anggap saja itu semua telah berlalu!”


Qin Yinuo tiba-tiba memeluknya erat, jantung tiba-tiba berdegup kencang: “Xiao Xue, kamu pernah suka pada seseorang?”


Xiao Xue mengangguk kepala: “Iya, saat memasuki remaja, bukankah orang-orang suka dengan lawan jenis? Aku masih ingat kakak itu sangat tampan! Iya, tingginya kurang lebih sama denganmu! Sepertinya aku pernah mengambilkan bola basket untuknya. Tapi jarangnya terlalu jauh, aku bahkan tidak bisa melihat jelas dirinya!”


“Dia itu siapa?” mengapa saat dia mendengar dia pernah suka pada seseorang, rasanya itu sedih, rasanya itu cemburu?


“Aku tidak ingat namanya siapa!” Mu Xue menggelengkan kepala. “Saat itu aku masuk kecil, sepertinya berumur 13-14tahun, masa-masa yang indah!”


“Xiao Xue!” dia berteriak dengan suara rendah.


Mengapa nama pun tidak bisa tersebut, bahkan fakta di mana dia saat masa remaja bisa menyukai seseorang, tapi dia malah tidak bisa menerimanya bahkan bisa menggila?

__ADS_1


Mu Xue menolehkan kepala menatapnya, “Dulu ya dulu, setelah sekian banyak hal yang kualami, aku tahu aku harus berpikiran terbuka, agar diri sendiri bisa gembira! Untuk apa terus bersedih?”


“Tidak peduli, aku harus membakarnya!” dia berjalan menuju toilet, menyalakan api pada album itu, tidak ada sisa kenangan sedikitpun. Bukan tidak berperasaan, melainkan sungguh ingin melupakannya!


Dari dalam rumah tercium aroma plastik gosong, membuat Mu Xue terbatuk-batuk. “Uhuk uhuk uhuk……”


Qin Yinuo selesai membakar album foto, lalu menuangkan abu itu ke dalam wadah, lalu membiarkannya mengalir mengikuti air! Kemudian dia terburu-buru keluar ruangan, melihat Xiao Xue sedang batuk. “Xiao Xue, kita keluar dulu, setelah aku buka ventilasi baru kita masuk lagi!”


Mu Xue menghela nafas, hanya bisa berjalan keluar. Dia ini berlebihan, juga bodoh dan berhati-hati. Apakah dia adalah Presdir Qin Shi yang tegas itu? Dia sangat curiga.


***


Mu Xue mengerutkan kening, menatapnya, seperti tidak tenang, dia sungguh bingung, apa yang membuatnya tidak senang?


“Qin Yinuo, setiap orang punya masa lalunya sendiri. Aku saja tidak keberatan kamu sudah tinggal bersama dengan Nona Mo bertahun-tahun, tapi kamu malah keberatan dengan seorang kakak yang kusukai dulu. Kamu sungguh tidak masuk akal!”


“Xiao Xue, aku tidak bermaksud seperti itu!” dia berkata pelan.


Mu Xue merasa matanya mulai berat, perlahan menatap tatapan Qin Yinuo yang datang, mengangkat tangan, mengelak tangan besar yang mendekatinya, “Jangan sentuh aku.”


“Xiao Xue, aku tidak bermaksud seperti itu.” Berbalik tangan memegang pergelangan tangan Xiao Xue. Qin Yinuo dengan tenaga dan tubuh besarnya itu, memerangkap Xiao Xue dengan kuat di atas ranjang, “Aku hanya merasa tidak nyaman. Kenapa kamu bisa ada orang yang disukai?”


“Qin Yinuo, seharusnya kamu beruntung karena aku bukanlah wanita sembarang. Saat aku bersamamu, aku ini bersih, sementara kamu kotor, huft!” teringat dia telah melakukan hubungan dengan banyak wanita, suasana hatinya menjadi tidak senang.


“Xiao Xue, aku bersalah!” Dia berkata pelan, dia tahu yang dia katakan benar. Jika dibandingkan, ada banyak kesalahan yang telah dilakukannya dari pada dia. “Sudahlah! Yang penting kamu berjanji tidak lagi memikirkan pria itu!”


Mu Xue menggelengkan kepala, tidak setuju, “Aku bagaimana mungkin melupakannya! Sama sepertimu, juga tidak bisa melupakan Nona Mo! Kamu jangan menyuruhku ini itu. Aku tidak suka diperintahkan olehmu seperti ini!”


“Xiao Xue!” Qin Yinuo terburu-buru memeluknya, “Kamu milikku, aku hanya ingin kamu menjadi milikku seorang!”


“Tapi aku mencintaimu!”


“Kamu lebih mencintai dirimu sendiri!” katanya lagi.


“Xiao Xue!” dia masih memeluk erat dia. Dia ingin melepaskan diri, namun dipeluk lebih erat olehnya, dia tidak berdaya.


Qin Yinuo pun membaringkannya di samping, memegang erat tangannya, berkata dengan penuh perasaan, “Istriku, cinta itu egois. Aku tidak akan memikirkan orang lain, kamu juga jangan ya?”


Mendengar responnya seperti itu, ada sesuatu yang mengalir dari dalam hati yang sulit untuk dijelaskan, rasanya asam. Mu Xue hanya menatapnya, menatapnya. Dia yang begitu egois, sungguh membuatnya merasa takut, dan tidak berdaya!


“Bisa tidak?” dia menatapnya, tidak bisa menahan emosi, ingin sekali menciumnya.


Seketika bibir tipisnya itu mendarat, Mu Xue menolehkan kepalanya. Ciuman Qin Yinuo mendarat di pipinya, sentuhan dingin itu, Mu Xue menutup mata dengan tidak bertenaga, “Aku lelah, kamu keluar.”


“Baiklah, tidurlah! Aku tidak ganggu kamu!” katanya. Tapi hatinya menjadi tidak senang, kenapa rasanya sulit sekali untuk mendapatkannya?


“Aku tidak mau keluar!” suara yang lembut itu terdengar di telinga Mu Xue, seketika termenung.


Sedangkan kulit yang lembut itu, telinga yang hangat itu, mengutarakan gairah yang tidak bisa diucapkan, semakin membuat bagian bawah tubuh Qin Yinuo tegang, kurang ajar, lalu berdiri lagi!


Berdesis, Qin Yinuo tidak mungkin membuat diri sendiri pingsan, “Baiklah, kamu tidur, aku turun ke bawah!” —-


Malam hari di rumah Pei, kembali menjadi ramai lagi. Kedua anak telah dijemput pulang.


Setelah makan malam, Mu Xue mau pergi mandi, karena tadi pagi dibuat tidak nyaman oleh Qin Yinuo.

__ADS_1


“Ibu, aku menjagamu dari depan pintu!” Cheng Cheng memberanikan diri, telah berdesakan di hadapan Qin Yinuo, tidak mengijinkannya mendekati Mu Xue.


“Xiao Xue, aku ambilkan bajumu!”


“Tidak perlu, aku bisa bantu ibu mengambilnya!” Cheng Cheng tidak memberikan kesempatan sedikit pun pada Qin Yinuo, Cheng Cheng terus menjaga di depan pintu.


“Nak, aku ini adalah pria ibumu, hal-hal seperti ini memang seharusnya aku lakukan!” emosinya mulai membara. Qin Yinuo curiga si bocah ini sedang ingin menantangnya.


Dagu kecil itu sedikit diangkat, Cheng Cheng mendengus dari hidung, “Jika kamu berani mengancamku lagi, aku akan menyuruh Paman Du untuk mengejar ibu!”


“Uh! Nak, Emangnya Du Jing bisa memberimu manfaat apa?” Qin Yinuo mengedipkan mata, menatap ke tatapan provokatif Cheng Cheng, ekspresi berbahaya melintasi wajahnya yang dingin, “Cheng Cheng, tapi ibumu tidak menyukai Paman Du. Jika kamu menyuruh Paman Du untuk mengejar ibu, ibumu akan marah seumur hidup, dan mungkin akan tidak menyukaimu loh!”


“Uh! Tidak akan!” Mau berbohong? Dikiranya dia anak berumur 3 tahun? “Ibu, kamu tidak akan membuangku kan?”


Saat Cheng Cheng berjalan, dia menarik tangan Mu Xue, tatapan provokatifnya tadi itu seketika berubah menjadi tatapan kasihan, membuat orang tidak tega untuk menolaknya, “Ibu, apakah kamu tidak menyukai Cheng Cheng lagi?”


“Bagaimana bisa? Ibu tetap menginginkanmu!” kata Mu Xue menghiburnya, lalu mencium di wajahnya, “Patuh ya, di sini kamu jagain ibu. Ibu pergi mandi, jangan biarkan orang lain masuk ya!”


“Iya! Ibu pergi mandi lah!” Cheng Cheng segera menatap bangga pada Qin Yinuo.


“Nak, bagaimana caranya agar kamu tidak menghalangiku?” suara serak dingin itu keluar paksa dari giginya, sosok Qin Yinuo bergerak dengan cepat, menggendong Cheng Cheng, menatap wajah mungil Cheng Cheng yang menyebalkan itu, mendengus dingin, “Kamu percaya tidak jika aku melemparmu ke Benua Afrika untuk jadi makanan singa?”


“Heng! Kalau gitu kamu jangan pernah berharap bisa menikahi ibuku!” Cheng Cheng mengangkat dagu, “Ibu pasti akan membencimu!”


Dasar bocah kecil! Ekspresi wajahnya berubah, karena kekesalan ini bisa jadi membuat luka batin!


“Paman, malam ini aku dan Tian Yu akan tidur dengan ibu! Kamu tidak ada tempat untuk tidur, kamu pulang saja!” Cheng Cheng menepuk bahu Qin Yinuo dengan maksud baik.


“Kamu ini memang musuh bebuyutanku. Apakah kamu diutus untuk menghukumku?” Qin Yinuo menatap sepasang tangan itu, lalu mengerutkankening.


“Paman takut padaku?” Cheng Cheng merasa bangga.


“Aku takut padamu?” Qin Yinuo menurunkan Cheng Cheng, sedangkan saat ini, kebetulan ada telepon berbunyi.


“Feng Baiyi, bagaimana?” dia mengangkat telepon.


Setelah mendengar perkataannya, alis mata Qin Yinuo keriput, lalu kembali menatap pintu kamar mandi, kemudian tatapan elangnya seketika melintas, segera menutup lewat, menatap Cheng Cheng, “Nak, mala mini kalian tidak akan tidur dengan ibu!”


“Mengapa?”


“Karena dia membutuhkan sandaran dari dadaku yang lapang ini. Dada kalian terlalu kecil!” kata Qin Yinuo.


Kemudian, setelah Mu Xue selesai mandi, Qin Yinuo mengatakan sesuatu, Mu Xue langsung menyuruh Cheng Cheng keluar. Dia bilang: “Xiao Xue, hubungan Jingxuan dan ayah mertua tidak biasa!”


Chegn Cheng didorong keluar oleh Mu Xue, dia memberontak tidak senang: “Ibu, aku ingin tidur denganmu!”


“Patuh, ibu tidak sempat@” kata Mu Xue, menutup pintu.


Di dalam kamar hanya tersisa dua orang. Mu Xue termenung. “Yakin?”


Qin Yinuo mengambil handuk mengelap rambutnya. “Informasi dari Feng Baiyi dijamin bisa diandalkan. Jingxuan telah menjadi kekasih ayah mertua selama lima tahun!”


“Astaga!” Mu Xue merinding, seketika tubuhnya merasa dingin.


“Ada lagi rahasia yang menggemparkan, kamu jangan terkejut ya!” kata Qin Yinuo.

__ADS_1


“Apa?” dia merasa dirinya sudah tidak sanggup lagi.


__ADS_2