
Hello! Im an artic!
Mau tidak mau dia harus mengungkapkan kecemasannya. “Aku selalu merasa bahwa kebahagiaan yang kurasakan beberapa hari ini seperti sedang menginjak awan. Aku tidak tahu kapan aku akan terjatuh. Kebahagiaan ini seakan-akan selalu dapat berlalu dengan cepat dan terasa tidak nyata.”
“Apa yang membuatmu selalu merasa cemas?” Setelah bertanya, Qin Yinuo tiba-tiba merasa seakan perasaan kecemasan Mu Xue disebabkan oleh dirinya. “Xiao Xue, mari kita membuat anak milik kita sendiri! Kali ini, aku pasti akan bersama denganmu menyaksikan kelahiran anak kita.”
Hello! Im an artic!
Mu Xue mengangkat matanya dan menatapnya, dia tidak bisa mengemukakan perasaannya ketika itu, seakan semua kecemasannya serasa hilang, tetapi di sisi lain juga merasa semakin khawatir.
Mereka saling menatap, seolah-olah ada ribuan kata-kata yang telah diucapkan, meskipun mereka tidak saling berbicara.
Qin Yinuo memeluk bahunya sambil melihat ke langit yang berwarna merah menyala, “Aku adalah orang yang tidak mudah membuat janji pada orang lain, tapi begitu aku telah memutuskan sesuatu, aku pasti akan terus menjalaninya, kecuali kamu bilang bahwa kamu tidak menginginkanku!”
Mu Xue tercengang, apakah dia memiliki hak untuk bilang tidak menginginkannya?
Hello! Im an artic!
Sekalipun tidak memiliki perasaan kepadanya, Mu Xue masih memiliki Tian Yu, dan dia rela berkompromi dengannya sekali lagi demi Tian Yu, apalagi saat ini perasaan Mu Xue terhadap Qin Yinuo sudah tidak lagi sesederhana sebelumnya!
“Aku tidak akan pernah! Selamanya tidak akan pernah!” Mu Xue berjanji.
Qin Yinuo menarik tubuh Mu Xue masuk ke dalam pelukannya, kemudian memeluknya dengan hangat dan erat-erat.
Mereka berpelukan seperti ini, bagaikan bunga mekar di dalam pelukan, dan ada cinta di mata mereka, semuanya tampak begitu sempurna. Betapa Mu Xue berharap waktu bisa berhenti dan tetap bersama seperti ini, maka semuanya luar biasa indahnya.
Qin Yinuo mengajak Mu Xue berlibur selama seminggu penuh di Hokkaido, dan Mu Xue menyukai ketenangan dan keindahan di sini, semuanya begitu indah.
“Apakah sudah waktunya kita kembali?”
Tidak terasa sudah seminggu, dan sangat tidak masuk akal jika mereka tidak kembali.
Qin Yinuo terus memeluki tubuh Mu Xue, “Kita di sini dua hari lagi, aku benar-benar tidak ingin kembali!”
Karena berada di sini tidak ada keramaian, juga tidak ada wartawan, maupun pekerjaan, jadi bisa benar-benar rileks. Qin Yinuo pun tidak dapat mengingat sudah berapa lama dia tidak bisa memiliki waktu untuk bersantai seperti saat ini, dia benar-benar tidak ingin pergi!
“Tapi aku mengkhawatirkan anak-anak!” Bisik Mu Xue di dalam pelukannya.
“Apakah saat ini kamu sedang memasuki masa bahaya?” Tanya Qin Yinuo secara tiba-tiba.
“Apa?” respon Mu Xue bingung.
“Maksudku masa ovulasi!” Qin Yinuo tersenyum sambil menghitung waktu, sepertinya sudah tiba waktunya. Jika dia berusaha cukup giat, dalam beberapa hari ini Mu Xue pasti bisa menghasilkan bayi mereka dalam perutnya.
“Qin Yinuo!” Mu Xue berteriak dengan suara rendah. Sebab telah hampir semingguan ini Qin Yinuo selalu membicarakan soal kehamilan dengannya, hampir setiap hari dia selalu memperhitungkan waktunya. Dan, dia memang benar. Beberapa hari ini adalah masa-masa berbahaya, tetapi Mu Xue masih belum berniat untuk memiliki anak. Karena kondisi hubungan antara mereka saat ini, sungguh tidak memungkinkan baginya untuk melahirkan lagi. “Aku tidak ingin melahirkan anak!”
“Kamu berani?” Qin Yinuo mengancamnya dengan suara rendahnya. “Jika kamu tidak mau melahirkan anak untukku, maka akan kubuat kamu tidak mampu turun dari tempat tidur selama tiga hari berturut-turut, dan mari kita lihat apa yang akan terjadi!”
“Dasar tidak tahu malu, ompong!” ejek Mu Xue.
“Aku punya gigi, dan masih utuh semuanya, bagaimana mungkin aku ompong?”jawab Qin Yinuo sambil tersenyum jahat, lalu segera menyerbu Mu Xue.
Mu Xue memberontak darinya dengan malu-malu, berusaha untuk menghindar dari tangan Qin Yinuo yang jahil.
Di dalam kamar hotel pemandian air panas, keduanya berguling-guling di tempat tidur.
Qin Yinuo terkekeh lembut, kemudian menciumi kulit leher Mu Xue agak dalam, sambil membisikkan kata-kata romantis di telinganya, “Lahirkan anak perempuan, lahirkan anak perempuan!”
Mu Xue berpikir bahwa Qin Yinuo pasti sangat-sangat mengharapkan dia dapat melahirkan seorang putri untuknya, sampai-sampai hampir gila!
Wajah Mu Xue memerah dengan sendirinya. Qin Yinuo memandang wajah cantiknya yang saat ini semerah apel, dia semakin tidak bisa menahan diri untuk terus mendekati dan menciumnya dengan lembut.
“Wajahmu menjadi sangat merah, seakan-akan meneteskan darah……” ejek Qin Yinuo, dia sama sekali tidak berencana untuk melepaskan Mu Xue.
__ADS_1
Mendengarnya berkata seperti ini, wajah Mu Xue yang sudah merah sekarang menjadi lebih merah, tetapi Qin Yinuo malah mendekati ke telinganya, lalu menggigit telinganya sambil bergumam, “Apakah kamu malu? Apakah kamu masih bisa merasa malu setelah bersamaku selama beberapa malam ini?”
Mu Xue bertambah malu setelah mendengarkan ucapan Qin Yinuo ini, dia merasa sangat malu dan saat ini dia benar-benar panik dan pikirannya terasa kacau, bahkan saat ini telinganya ikut memerah.
“Pergi……” Bisiknya lemah, sangat tidak berdaya.
Qin Yinuo malah berbuat nakal dengan menjulurkan lidah panasnya dan menjilat-jilat leher Mu Xue dengan lembut, lalu juga tulang selangkanya, terus hingga ke bawah!
“Qin Yinuo, aku mau tidur, jangan lakukan ini!” Dia berbisik rendah.
“Kamu tidur saja, biarkan aku melakukannya!” Qin Yinuo bahkan telah membuat roknya terbuka!
“Qin Yinuo……” Mu Xue berkata dengan malu-malu, Qin Yinuo menyentuh wajahnya, menundukkan kepala padanya dan menciumnya.
Gerakannya yang begitu mendominasi dan mengebu-gebu, dengan aroma khas tembakau-nya Qin Yinuo berhasil mencium lidah Mu Xue dengan sangat mudah.
Qin Yinuo terus menciumnya, seinci demi seinci, “Saat ini kamu harus memikirkan bahwa nanti kamu akan memiliki seorang anak perempuan,pastikan kamu tidak memberiku anak laki-laki lagi, aku tidak ingin punya anak laki-laki lagi!”
“Um……” Mu Xue mengerang tidak nyaman, dia tidak memiliki kekuatan lebih, benar-benar tidak berdaya, dia bahkan tidak dapat mendengar gumaman kosong yang diucapkan oleh Qin Yinuo.
Penampilan Mu Xue sangat imut, apalagi ketika sedang malu, hal ini semakin memancing rasa posesif Qin Yinuo untuk segera menguasai tubuhnya.
Langit malam hari di Hokkaido sangat indah, udaranya pun sangat segar, dan pakaian Mu Xue telah dilepaskan semua olehnya. “Apakah kamu menginginkannya?”
“Tidak……” Di saat Mu Xue menolaknya, Qin Yinuo malah memasukkannya dalam satu gerakan!
“Qin Yinuo……” Nafasnya terengah-engah tak terkendali, bagian bawah tubuh Mu Xue terus diserang oleh Qin Yinuo.
Saat Qin Yinuo sepenuhnya mendominasi di atas tubuh Mu Xue, Mu Xue langsung merasakan hawa hangat yang mengalir dan disuntikkan ke dalam tubuhnya, lalu Qin Yinuo bernafas berat di telinganya,”Semoga kali ini akan berhasil!”
Mu Xue berusaha menggunakan selimut untuk menutupi dirinya karena malu , mengapa pria ini begitu mengharapkan memiliki anak dengannya? Setiap usai berhubungan, dia hampir selalu mengatakan kata-kata yang sama!
“Haha……” Qin Yinuo menyelinap ke dalam selimut kemudian memeluk dirinya.
Pada saat ini, ponselnya tiba-tiba berdering.
“Nuo, kamu dimana?” Nada bicara Zeng Li tampak buru-buru.
“Ada apa?” Qin Yinuo mengangkat alisnya.
“Nuo, dengarkan ceritaku, jangan panik dulu!” Nada Zeng Li terdengar serius.
“Katakan saja!” Qin Yinuo terduduk, Mu Xue pun tidak tahu apa yang sedang terjadi, dia melihat Qin Yinuo tampak seperti gugup.
“Yi Lan, sesuatu telah terjadi padanya!”
“Apa yang telah terjadi?” Mu Xue melihat ekspresi Qin Yinuo bertambah serius, dia mendadak merasa sedikit khawatir.
Memandang Mu Xue sekilas, ekspresinya tiba-tiba berubah lebih serius lagi, “Xiao Xue, aku perlu pergi sebentar!”
“Apa yang sebenarnya terjadi?” tanyanya bingung.
“Sudahlah, kamu jangan bertanya dulu!” jawab Qin Yinuo tidak sabar. “Oya, kamu kembali dulu saja ke rumah! Aku mungkin tidak dapat menemanimu kembali!”
Dengan begini, Qin Yinuo segera pergi setelah ditelpon.
Meninggalkan Mu Xue sendirian di Hokkaido, di tempat yang asing ini, dan juga kesulitan untuk berkomunikasi karena tidak bisa bahasanya. Mu Xue baru sadar, bahwa dia tidak punya uang sedikitpun! Bagaimana dia bisa kembali?
Qin Yinuo pergi dengan tergesa-gesa sehingga lupa untuk memberinya uang!
Mu Xue tidak tahu apa yang telah terjadi. Tapi dia tahu pasti bahwa ada masalah serius yang sedang terjadi. Hal ini membuat Qin Yinuo sampai lupa untuk memberinya uang. Mu Xue kemudian membuka-buka bagasinya untuk mencari uang, tetapi tidak ada uang sepeserpun di sana!
Saat ini Mu Xue hanya ingin menangis tanpa air mata.
__ADS_1
Apakah Qin Yinuo tidak memikirkannya? Apakah Mu Xue harus tetap di sana menunggunya atau kembali ke rumah? Tapi bagaimana caranya untuk pulang, jika dia tidak punya uang sama sekali?
Selama tujuh hari berturut-turut di Hokkaido, Qin Yinuo terus bersikap sangat lembut dan mesra kepadanya, membuatnya merasa begitu bahagia berasa seperti tinggal didalam sarang madu. Namun, Qin Yinuo baginya seperti bintang di langit dan letaknya sangat jauh, bahkan jika bintang itu jatuh ke dalam pelukannya, Mu Xue masih tidak berani percaya bahwa dia adalah bintang miliknya!
Dia melihat-lihat waktu, Qin Yinuo sepertinya belum pergi lama, mungkin masih bisa terkejar!
Mu Xue berusaha mengejarnya, dia ingin mengatakan bahwa dia tidak punya uang, tetapi sesampainya di luar, dia menemukan bahwa Qin Yinuo sudah masuk ke dalam mobilnya, “Qin Yinuo……”
Mu Xue meneriakinya, tetapi mobilnya telah melesat pergi, sepertinya memang serius masalahnya!
Mu Xue berdiri sendirian di depan pintu hotel,tiba-tiba merasa tidak berdaya. Bagaimana dia bisa kembali tanpa uang? Apakah dia harus berenang menyeberangi laut untuk kembali ke rumah?
Di luar hotel sambil menghela nafas panjang, Mu Xue melirik ke sekitarnya begitu. Udara yang menyegarkan menenangkan hati banyak orang, tetapi hatinya tidak bisa tenang.
Tidak ada yang mendampinginya, ditambah dengan kendala bahasa, dan tidak punya uang sama sekali,saat-saat ini mungkin yang paling menyedihkan baginya, benarkah?
Dia merasa terlalu tidak berdaya, sehingga ada orang berdiri di belakangnya dia pun tidak menyadarinya, “Nona Mu, aku tidak menyangka akan bertemu denganmu di sini! Kita mungkin benar-benar bejodoh!”
Tiba-tiba terdengar suara yang berat dari belakang, membuat Mu Xue terkejut dan berbalik untuk melihatnya, dia menemukan adanya sosok bayangan panjang di jarak sekitar lima meter dari belakangnya. Ternyata ada Pei Lingfeng berdiri di sana dengan mata berbentuk bunga persik sedang menatapnya.
Mu Xue menyambut tatapannya dan dua pasang mata bertemu. Pancaran mata yang bersinar tajam diiringi motif yang kuat, membuat Mu Xue merasa tidak nyaman. Dia selalu punya firasat bahwa orang tua ini adalah orang yang sangat berbahaya. Dari garis-garis kaku raut wajahnya membuat sepasang mata yang tajam terlihat semakin menonjol. Meskipun fitur wajahnya sangat mirip dengan Zeng Li, tetapi menurutnya wajah Peng Ling Feng ini jauh lebih dingin daripada wajah Zeng Li!
“Tuan Pei ……” sapanya dengan sedikit rasa gemetar, dengan mata indahnya yang bulat Mu Xue menatapnya, lalu segera kembali fokus. “Aku tidak menyangka kamu juga akan ada di sini!”
“Ya! Kita memang ditakdirkan bertemu!” ucap Pei Lingfeng sambil tersenyum.
“Kakak Wu dimana?” Mu Xue tiba-tiba teringat pada Wu Jingxuan, karena Wu Jingxuan ada di sana, dia akhirnya bisa kembali. Dia dapat meminta sedikit uang kepadanya, kemudian mengembalikannya setelah kembali ke China. Tidak ada yang mustahil, Tuhan akan selalu menunjukkan jalan keluarnya.
Tapi selanjutnya kata-kata dari Pei Lingfeng sekali lagi mempupuskan harapan Mu Xue.
“Dia telah kembali!”
“Apa?” Mu Xue tercengang.
Pei Lingfeng mengangkat alisnya, “Nona Mu, kamu mencarinya untuk masalah apa?”
“Uh! Tidak, lupakan saja, tidak ada apa-apa!” Mu Xue tidak tahu harus bagaimana menjelaskan kepadanya.
Di tempat ini, Mu Xue tidak memiliki siapa-siapa. Dia hanya mengenal pria paruh baya ini. Apakah dia harus merendah dan meminta untuk dipinjami uang agar bisa kembali? Otak Mu Xue sedang bertempur sengit, merenungkan masalah ini.
Pei Lingfeng menyipitkan mata dan sedikit mengangkat bibir tipisnya. Dia melihat gadis cantik ini sangat mudah didekati. Meski riasan wajahnya tak sempurna, namun hal ini sama sekali tidak mengurangi kecantikannya, malah menjadi pesona tersendiri. Mu Xue bertubuh mungil, rambutnya hitam, halus dan disanggul, dan beberapa helai rambut dibiarkan menempel di samping telinga, membuatnya terlihat lebih feminim, dan matanya yang jernih menatapnya dengan tatapan gelisah, muncul rona kemerahan di pipinya yang semula putih bersih.
Penampilan gadis ini begitu cantik dan anggun, seperti bunga anggrek yang unik, membuat Pei Lingfeng sedikit terjerumus ke dalam momen ini……
Mungkin hanya ilusi Pei Lingfeng sendiri, tetapi dia benar-benar memiliki perasaan yang dekat dengannya. “Nona Mu, apakah kamu ingin pergi minum-minum?”
“Tidak!” Balas Mu Xue dengan gaya refleks.
Cepat sekali dia menolaknya! Pei Lingfeng tertawa.
“Sepertinya kamu sangat takut padaku?” Pei Lingfeng tiba-tiba menjawab dengan suara yang serak dan rendah, walaupun nada bicaranya pelan, tetapi suaranya terdengar memiliki power meski tidak sedang marah.
Nafas Mu Xue membeku, mata indahnya membelalak karena kaget, dia menatapi wajah laki-laki paruh baya di depannya, bibir merahnya sedikit membuka, tetapi tidak jadi berbicara.
“Apakah aku seseram itu?” Pei Lingfeng mengangkat alisnya.
“Bukan!” akhirnya gaya refleks memaksa Mu Xue untuk berbicara, dan akhirnya dia bertanya: “Tuan Pei, dapatkah Anda meminjamkan saya uang?”
“?” Respon Pei Lingfeng, menatapnya bingung. Dia mengangkat alis tebalnya lalu menatapnya dengan wajah yang penuh penasaran, seolah sedang bertanya padanya: Mengapa bisa kamu tidak punya uang?
“Begini, Tuan Pei, karena Qin Yinuo mendadak ada urusan dan harus pergi, saya tidak punya uang. Saya perlu uang untuk bisa kembali ke rumah. Dapatkah Anda meminjamkan saya sedikit uang, saya pasti akan mengembalikannya kepada Anda ketika saya kembali!” Setelah Mu Xue menjelaskan alasannya, ekspresi Pei Lingfeng merasa terkejut dan sedikit marah.
Melihat Pei Lingfeng terdiam saja, Mu Xue merasa sedikit kecewa, harga dirinya menguat, lalu berkata: “Lupakan saja, anggap saja saya tidak pernah mengatakannya! Terima kasih Tuan Pei!”
__ADS_1
Usai berbicara, Mu Xue hendak pergi.
“Tunggu!” Kata Pei Lingfeng. ” Apa-apaan Qin Yinuo! Dia membawa pergi gadis baik-baik sepertimu, tetapi tidak memberimu uang sepeserpun dan meninggalkanmu sendirian di sini. Sudah kamu jangan bersamanya lagi! Pria seperti ini tidak layak memilikimu!”