AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 77 Topeng Senyuman


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Ia tersenyum, sudut bibir Qin Yinuo tersenyum jahil.


Sementara Mu Xue selalu tidak bisa menahan diri untuk melirik ke sudut itu, wanita itu adalah tokoh utama malam ini kan? Wanita yang cantik sekali! Ia harap Qin Yinuo bisa mencari ibu tiri yang baik untuk Tian Yu!


Hello! Im an artic!


Tatapan Zeng Li juga terus jatuh pada orang di sudut, kalau ia tertarik pada Xiao Xue, kenapa masih ikut perjodohan?


“Xiao Xue! Kopi buatanmu enak sekali! Gimana ya? Sepertinya aku tidak bisa lepas dari kopimu ini! Aku juga tak bisa lepas darimu!” Zeng Li minum seteguk, tiba-tiba meneyentuh tangan Mu Xue dengan lembut, lalu menekankan tangannya di dadanya, “Kamu sentuh, detak jantungku cepat sekali bukan?”


“Kakak Zeng?” Mu Xue tertegun, tak disangka Zeng Li tiba-tiba akan memegangn tangannya, lalu ia menengadah melihat matanya, tak ada sedikit pun keinginan, maka Mu Xue tertawa, “Kakak Zeng, kamu ini suka bercanda!”


“Astaga, Xiao Xue, aku sudah ketahuan olehmu!” Zeng Li bercanda, melepaskan tangannya dengan tidak rela, “Baiklah, tidak akan bercanda lagi!”


Hello! Im an artic!


Sudah cukup candaannya!


Karena ia bahkan bisa merasakan tatapan dari suatu sudut yang rasanya bisa menyemburkan api, Qin Yinuo memegang gelasnya dengan semakin erat, sayangnya baru ia berdiri, langsung ditahan oleh Gong Tianer. “Kakak Qin, kamu ini benar-benar tidak suka padaku ya?”


Qin Yinuo sadar dirinya agak kelewatan meski ia tetap mengucurkan aura dingin, tapi ketika tatapannya meliriki Mu Xue dan Zeng Li, ia sudah bilang pada wanita itu tidak boleh berselingkuh, dan sekarang ia masih tertawa sesenang itu pula, benar-benar parah sekali!


Lagu menari mulai berbunyi.


Mu Xue melihat Qin Yinuo yang menari bersama Gong Tianer, banyak orang yang juga ikut menari bersama mereka.


Di bawah pancaran lampu, mereka berdua terlihat cocok sekali, membuat orang-orang tidak bisa melepaskan pandangan dari mereka.


Qin Yinuo adalah pria yang tak bisa diabaikan siapapun, sementara Gong Tianer kecil dan imut, wajahnya yang cantik selalu tertawa, dirinya bagai tengah bercahaya.


“Bagaimana? Cocok tidak?” Lengan Mi Lei mendesak Zeng Li.


Ia memincingkan matanya, “Meski mereka bersama, tapi hati mereka tidak menyatu!”


“Kamu melihatnya dengan detail sekali?” Mi Lei kaget.


“Ya! Dari dulu tatapanku memang tajam!”


“Li, kenapa kurasa Qin Yinuo tertarik pada Xiao Xue?” Mi Lei agak curiga, “Mereka sudah kenal lama kah?”


“Kalau ini harus tanya pada Nuo, belakangan ini dia makin aneh!” Zeng Li menaikkan bahunya, “Tapi aku malah merasa suasana hatinya itu lebih baik, setidaknya jauh lebih baik daripada tiga tahun belakangan ini!”


“Ya kah?” Mi Lei tertawa: “Kalau begitu bagaimana denganmu, ada apa dirimu dengan asistenku Mu Xue?”


Zeng Li langsung menoleh, melihat sekilas pada Mi Lei. “Mi Lei, kamu tahukah? Semakin lama, kusadari kamu semakin penggosip, perlu kuberikan kamu julukan?”


“Apa?” Mi Lei mengangkat alisnya.


Zeng Li tersenyum tipis, berkata. “Bajingan!”


“Heh!” Mi Lei tertawa, “Ini kupelajari darimu, kamu juga sangat bajingan!”


Mu Xue tidak terlalu fokus, maka ia menoleh, lalu diam-diam keluar.

__ADS_1


Pesta seperti ini tidak cocok untuknya, tidak cocok selamanya.


Ia menunggu seorang diri di sudut, berharap pesta ini cepat berakhir, entah bagaimana keadaan Cheng Cheng seorang diri di rumah! Dan Tian Yu? Kenapa Tian Yu tidak muncul? Ini bukannya rumah mereka kah?


“Xiao Xue!” Tiba-tiba terdengar suara wanita yang memanggil, maka Mu Xue menengadah dan melihat ke arah suara itu.


Ia melihat dengan teliti, orang itu agak mirip dengan Mu Xue, itu adalah wanita yang bertemu dengannya di pemakaman, juga adalah ibu Mu Xue– Mei Xiyun.


“Sekarang kamu kerja di sini kah?” Mei Xiyun bertanya penuh perhatian.


Mu Xue menengadah, ia agak dingin, menatapnya bagai menatap orang asing. “Nyonya Mei, ini bukan urusanmu kan?”


“Xiao Xue, kita ibu anak perlu sedingin ini kah?” Mei Xiyun bertanya dengan sabar.


Mu Xue menaikkan alisnya yang tipis, ia terlihat tidak sabaran, melihati wajahnya yang putih, seorang wanita berusia empat puluh tahun, namun tetap memesona, ia terpaksa mengakui waktu seolah tak bekerja pada kulit wajah orang ini! “Harap jangan mengganggu aku bekerja!”


“Xiao Xue!” Nada suara Mei Xiyun meninggi.


“Kenapa? Ingin memukulku?” Suara Mu Xue ringan sekali, tapi ia malah tidak peduli. Nada suaranya penuh dengan arti mendalam, langsung menusuk ke titik pusat Mei Xiyun: “Atas dasar apa?”


Mei Xiyun menggigit bibirnya tak berkata, ia berdiri tegap sekali.


“Tante Mei?” Ketika suasana membeku, Gong Tianer tiba-tiba berjalan keluar.


Mu Xue melihat tubuh Mei Xiyun jelas-jelas membeku sesaat, tatapannya jatuh pada wajah Mei Xiyun, seolah ia agak gugup, begitu menoleh melihat Gong Tianer, ia langsung tersenyum: “Tianer, kenapa kamu keluar?”


“Tante Mei, nona ini….bisa kenalkan sebentar?” Gong Tianer seolah tertarik sekali pada Mu Xue, tak disangka Tante Mei malah kenal padanya.


Mu Xue hendak pergi, tak disangka ia malah mendengar Mei Xiyun berkata: “Tianer, aku…baru kenal dengan nona ini…masih…masih belum tahu namanya!”


Begitu Mei Xiyun selesai mengatakan kalimatnya, tiba-tiba ia menunduk, tidak berani menatap Mu Xue.


Selesai mengatakan kalimat ini, ia pergi.


“Tunggu sebentar!” Gong Tianer berteriak tiba-tiba.


“Nona masih ada masalah?” Wajah Mu Xue tak berekspresi, hatinya tidak bisa mendeskripsikan perasaannya.


“Bisa tahu namamu?” Gong Tianer tersenyum, wajahnya seperti tidak menyimpan bahaya, mata besarnya malah tengah berkilau.


“Heh! Menjawab nona, aku hanyalah seorang pelayan di sini, kalau nona ada butuh, silahkan langsung panggil saja!” Selesai berkata, ia berbalik dan pergi. Sementara wajah Mei Xiyun penuh dengan ekspresi rumit.


“Tante Mei?” Gong Tianer menyipitkan matanya, tatapannya yang setajam pisau jatuh pada wajah Mei Xiyun, tapi suaranya yang rendah menunjukkan perhatian, “Ayo kembali, papa sedang mencarimu!”


“Oh! Aku segera kembali!” Mei Xiyun langsung kembali ke hall utama, menyadari kalau tatapan Gong Peixin tidak senang. “Tuan, kalian sudah selesai berdiskusi?”


“Kemana?” Suara Gong Peixin terdengar marah.


“Oh! Tidak, keluar untuk menghirup nafas segar, kukira kamu akan berdiskusi lama!” Mei Xiyun menunduk.


“Ya, kalau tak ada apa-apa jangan asal lari!” Nada suara Gong Peixin jadi lebih tenang.


Mu Xue menatapi mereka dari jauh, ibunya menemani pria asing, sementara ia berkata pada orang lain kalau ia baru mengenalnya, lucu sekali.


Tapi bagus juga, sebenarnya ia juga tidak ingin berhubungan lagi dengannya, kalau bertemu tak ingin mengenalnya, sedari awal inilah akhir mereka.

__ADS_1


“Xiao Xue? Kenapa? Kenapa wajahmu pusat pasi?” Zeng Li bertanya penuh perhatian.


Mu Xue menatapi Zeng Li, wajah pucatnya menampakkan senyum, senyum yang terlalu tipis sehingga orang lain tidak bisa melihatnya, “Tak apa, kakak Zeng, aku baik sekali…” Ia terdiam, lalu tersenyum, “Betul-betul baik sekali…”


“Benar-benar tidak ada masalah kah?” Zeng Li agak mengkhawatirkannya, lalu melirik sekilas pada seluruh ruangan, ia tak melihat sosok Qin Yinuo, tadi setelah menari, sosok itu menghilang.


“Kakak Zeng, aku keluar lagi sebentar!” Mu Xue melihat Gong Tianer dan Mei Xiyun yang berjalan masuk, tiba-tiba ia merasa hall ini terlalu sempit, lebih baik dirinya pergi mencari angin segar!


Zeng Li menatapi sosoknya, ketika ia membalikkan bada, Zeng Li berteriak, “Xiao Xue!”


Langkah Mu Xue terhenti, menoleh menatapnya. “Ya?”


Wajah ganteng Zeng Li penuh dengan kehangatan, di bawah pancaran lampu, sekitarnya tampak tidak jelas. Mu Xue menunggu dengan diam, setelah beberapa saat menyadari pria ini tak berbicara, raut matanya terlihat rumit, maka Mu Xue berkata: “Kakak Zeng, aku benar-benar tidak apa-apa!”


“Kalau ada masalah jangan ditahan dalam hati, kalau ada masalah aku bisa jadi pendengarmu, kupastikan takkan ketahuan orang lain!”


Hati Mu Xue berkerut, ternyata dirinya semudah ini ditebak oleh orang lain, ia menggeleng sambil tersenyum, wajahnya tetap pucat. “Terima kasih Kakak Zeng!”


Ia tak ingin menunjukkan kelemahannya, maka Mu Xue mengenakan memalsukan senyum, ia datang sekali lagi ke taman bunga rumah keluarga Qin.


Saat ini, ia mendengar suara panggilan bodyguard yang memanggil bersamaan: “Tuan muda!”


Bersamaan saat ini, Mu Xue menoleh, ia melihat sebuah sosok tinggi berjalan keluar dari pintu samping, auranya yang berat sekali lagi datang menimpa, Mu Xue tertegun, lalu membalikkan tubuh dan berjalan masuk ke dalam rumah.


Tapi tak disangka ia berjalan datang dengan langkah besar-besar, langsung menangkap pergelangan tangannya, menariknya ke arah belakang vila. Tenaganya besar sekali, Mu Xue sama sekali tak bisa melepaskan diri.


“Hei! kamu lepaskan aku!” Mu Xue berteriak.


Para bodyguard pun melongo melihatnya, sebelumnya mereka tak pernah melihat tuan muda sekasar ini, wanita ini siapa? Bukannya tokoh utama malam ini adalah Nona Lu? Kenapa berganti jadi pelayan?


Mu Xue tak tahu dirinya dibawa kemana, rasanya di sebuah rumah yang diam, ia tak lagi melihat keributan diluar asana, tapi ia tetap bisa mendengar musik yang dimainkan.


Kemudian dirinya disandarkan ke dinding, tubuhnya tak bisa bergerak, ciuman bossy langsung menimpanya, kejam sekali, liar sekali, seolah hendak mengambil seluruh nafasnya.


Sementara ia hanya merasakan kekosongan di otaknya, kenapa pria ini lagi-lagi menciuminya? Kenapa rasanya sekarang dirinya seperti nona prostitut?


Kenapa dirinya tragis sekali?


Di acara perjodohan, pria ini menari dengan wanita utama, lalu datang mengganggunya, atas dasar apa ia berbuat begitu? Malam ini tak disangka dirinya juga bertemu dengan Mei Xiyun, padahal suasana hatinya sudah jelek sekali, lalu diganggu lagi oleh pria ini, saat ini ia merasa tak berdaya, sedih sekali.


Ia menendangnya sekuat tenaga, memukulnya. “Lepaskan aku! kamu lepaskan aku, orang gila!”


Selesai Mu Xue berteriak ia rasa dadanya makin sesak.


Pria itu menunduk menatapnya, tatapannya rumit, namun wajahnya tak berekspresi.


Mu Xue menaikkan alisnya, menatapi pria yang entah memikirkan apapun itu. Hati orang itu terlalu sulit ditebak, sebenarnya ia ingin apa?


“Qin Yinuo, sebenarnya kamu mau bagaimana? kamu mau bagaimana?” Ia meneriakinya sekali lagi. “Kenapa kamu selalu menggangguku? Aku bukan wanita seperti yang kamu kira, bukan selirmu, kenapa kamu selalu menggangguku? Aku benci kau, benci kau!”


Mendengar kata-katanya, lalu menatapi wajahnya yang penuh dengan kebencian, tiba-tiba ia bergetar, hatinya berkerut, ia hanya merasakan sakit. “Jadilah wanita milikku!”


Masih tetap kalimat yang sama!


Ia malah tertawa, ekspresinya menertawakan dirinya sendiri. “Qin Yinuo, kamu bilang apa? Jadi wanita milikmu?”

__ADS_1


Ini pertama kalinya Mu Xue mendengar pertanyaan formal seperti ini. Sesuatu langsung menerobos ke dalam hatinya.


“Ya!” Qin Yinuo meyakinkan.


__ADS_2