
Hello! Im an artic!
Saat ini, dia masih takut dia bisa tiba-tiba melakukan sesuatu padanya. Ingatannya terhadap pemaksaan pengguguran janin itu terlalu buruk, membuatnya setiap kali teringat dengan kejadian itu selalu ketakutan. Jadi setiap kali dia mendekatinya, dia bisa spontan menghindar.
“Jingxuan, kamu tidak boleh keluar!” tiba-tiba sepasang lengan Pei Lingfeng memeluknya semakin erat, berbicara dengan suara rendah, “Aku berjanji aku tidak akan melukaimu!”
Hello! Im an artic!
“Aku mau pergi!” kata JIngxuan dengan santai, dia tidak menolak pelukannya, melainkan bergumam dengan suara rendah: “Biarkan aku pergi, kamu pernah bilang bahwa aku sudah bebas!”
Lalu, dia menurunkan tangannya, mengambil tas selempangnya, berjalan keluar.
Pei Lingfeng melepaskan tangan, bersandar ke pintu sambil menatapnya pergi.
“Kamu berhenti!” dia akhirnya menyebutnya.
Hello! Im an artic!
Tubuhnya menegang, langkah kaki terhenti, memejamkan mata, menutup kepanikannya, kemudian berbalik badan sambil menatapnya, “Apa yang sebenarnya kamu inginkan?”
Sepasang lengannya dilipat di dada, tatapannya emosi, dia hanya bisa menatapnya seperti ini, namun tidak bisa berkutik. Dia menjadi bimbang, tidak tahu apa yang harus dilakukan. Jika dia pergi, dia tidak mengijinkannya, semua ini sia-sia. Tapi, dia benar-benar tidak tahan seperti ini, sebagai status apa? kekasih ****? Bukan, dia sudah bebas!
“Balik ke kamar dan tunggu!” desak dia, tidak memberikannya kesempatan untuk menolak.
“Kamu tidak boleh kurung aku!” jawabannya agak terlambat, tapi telah terucapkan.
“Aku tidak mengurungmu, tapi kamu tidak boleh pergi!” jawab Pei Lingfeng pilu, nada bicaranya sangat egois.
***
Tepat saat ini, ponsel Wu Jingxuan berbunyi. Pei Lingfeng menatapnya, pandangan jatuh pada tas nya.
“Teleponmu!” katanya.
Dia pun mau tidak mau kembali ke kamar, mengangkat telepon, ternyata telepon itu dari Mi Le. Suara yang berat dan serak itu berkata: “Jingxuan, aku akan tunangan!”
Dia tertegun, meski dia sudah mengetahuinya lebih awal, tapi dia masih tegang, “Selamat ya, Mi Le!”
“Tidak ada yang mau dibicarakan?” tanya Mi Le.
Pei Lingfeng tidak pergi, melainkan di depan pintu melihat Wu Jingxuan telepon, dia spontan menolehkan kepala menatap Pei Lingfeng, ekspresi wajahnya datar, “Selamat ya, semoga kamu dan Nona Gong bisa langgeng hingga tua, cepat punya momongan!”
“Apakah kamu tulus mengucapkannya?”
“Iya! Aku tulus memberkati kalian berdua!” katanya, tatapan matanya terus pada Pei Lingfeng: “Kalian harus bahagia ya!”
“Qin Yinuo dan Xiaoxue telah datang mencariku!” kata Mi Le.
“……” dia termenung, tidak disangka mereka bisa pergi mencari mereka. Berarti dia sudah tahu masalah dia? Jadi dia pun menjawab: “Kamu jangan masukkan ke dalam hati ya!”
“Kalau gitu hadirlah di acara tunangan kami!” katanya.
“Jika kamu berharap aku hadir, aku akan hadir!” suaranya keluar setelah berpikir tujuh keliling, wajahnya tampak pucat, namun juga sedikit gembira, “Nona Gong sangat cantik, kamu sudah seharusnya menikahinya, dan bukan hanya tunangan!”
Jika saat itu mereka telah menikah resmi dan bukan sekedar tunangan, mungkin dia sekarang bukan lagi kekasih Pei Lingfeng, melainkan Nyonya Mi!
“Kalau gitu datang lah lusa!” kata Mi Le, “Aku tutup telepon ya!”
“Baik, sampai jumpa!” telepon pun berakhir dengan begitu sederhana, Pei Lingfeng masih menunggunya menutup telepon.
“Mi Le mau tunangan?” tanyanya dengan suara rendah.
“Iya!” Wu Jingxuan mengangguk kepala.
“Apakah kamu masih mencintainya?” tanya dia.
__ADS_1
“……” Wu Jingxuan tidak menjawab, hanya berkata: “Tidak bisa kembali lagi!”
“Aku tahu!” dia mengangguk kepala, berbalik badan dan berjalan keluar, tidak mengatakan apa pun.
Wu Jingxuan terkejut, melihat bayangan punggung Pei Lingfeng, tidak tahu apa yang dia maksud.
Lusa.
Tunangan Mi Le diselenggarakan di restoran “Menanti”.
Vas bunga besar diletakkan di kedua sisi pintu depan restoran. Bunga segar, balon, spanduk membuat acara ini terlihat sangat resmi dan ramai.
Orangtua Mi Le, Gong Peixin dan Meixiyun sedang berdiri di depan pintu, menyambut para tamu undangan.
Meski ini hanyalah tunangan, tapi suasananya dibuat seperti pernikahan. Anak perempuan satu-satunya keluarga Gong akan tunangan.
Mi Ling tidak terlihat tidak senang.
Pakaian jas Mi Le sangat rapi, dia berdiri di depan pintu seperti sedang menunggu seseorang.
Saat tiba tadi, Mu Xue yang duduk di mobil melihat dari jauh kondisi di sana, sedangkan Wu Jingxuan yang duduk di belakang tampak tenang.
“Turunlah!” kata Wu Jingxuan dengan tenang.
“Em, iya!” Mu Xue dan Qin Yinuo saling bertatapan, mereka berdua juga turun dari mobil.
Dari jauh mereka dapat mendengar suara tertawa Zeng Li: “Hai! Tidak disangka kita bisa bertemu di sini. Apakah kita sebaiknya mencari waktu untuk minum bersama?”
Mu Xue menolehkan kepala, melihat itu adalah Zeng Li, sedangkan yang di sampingnya itu adalah Zeng Yangyang. Mereka berdiri bersama terlihat sangat cocok. Zeng Yangyang tersenyum dengan sangat menawan.
Qin Yinuo melirik sekilas pintu ruang tunggu, “Minum bersama apanya!”
Zeng Li tidak mempedulikannya, tertawa: “Eh, kamu sudah menderita cukup lama, jika terus seperti ini, tubuh tuan tidak akan tahan! Kapan pergi bekerja?”
“Mi Le telah berada di depan pintu!” Qin Yinuo mengingatkannya, dia melirik Wu Jingxuan, semua orang menatapnya, tatapan matanya penuh dengan perhatian.
“Xiao Xue, lama tidak berjumpa!” setelah Zeng Li menaikkan bahu menyampaikan salam pada Xiao Xue.
“Halo Kakak Zeng, halo Yangyang!” Mu Xue menyapa mereka.
Pada akhirnya mereka tahu Mu Xue adalah wanita milik Qin Yinuo. Sikap Zeng Yangyang segera menjadi akrab. “Xiao Xue, sejak kapan kamu menikah dengan kakak Qin Yinuo?”
Wajah Mu Xue memerah, dia tidak pernah memikirkan masalah ini!
“Kalau gitu suruh Qin Yinuo melamar dulu! Jika tidak melamar mana bisa menikah?” Zeng Li mengetuk kepala Zeng Yangyang. “Sudah, jangan ribut, ayo kita masuk!”
Zeng Li berjalan ke hadapan Wu Jingxuan, suaranya pelan dan lembut: “Jingxuan, akhirnya kamu keluar juga! Mungkin keadaan bisa berbalik, kamu tidak perlu terlihat begitu menakutkan!”
“Apanya!” Wu Jingxuan menggelengkan kepala tertawa, tangannya mengelus perut kecil. Dia sekarang adalah seorang calon ibu, segala hal lain tidak perlu diprioritaskan. “Kami datang untuk merestui Mi Le dan Gong Tian’er!”
Selesai bicara, dia berjalan melangkah ke depan.
Semua orang termenung di belakang.
“Qin Yinuo, apakah kamu merasa kondisi Jingxuan sekarang normal? Kenapa aku merasa dia berubah? Tatapan matanya seperti yang ada di layar televisi. Apakah mataku yang sudah rabun?” Zeng Li bergumam.
Qin Yinuo melototkan mata: “Tidak, matamu tidak rusak, dia memang sudah berubah! Berubah menjadi tidak bisa ditebak!”
Selesai bicara, Qin Yinuo menggandeng tangan Mu Xue, berjalan kearah sana.
Kedatangan Wu Jingxuan membuat orang tua Mi terkejut.
Sedangkan kedatangan Mu Xue membuat Mei Xiyun menjadi pucat.
“Paman, Bibi, selamat ya!” Wu Jingxuan menyapa mereka dengan sopan, kemudian berjalan menuju Mi Le, “Mi Le, selamat ya!”
__ADS_1
Mu Xue dan Qin Yinuo juga berjalan menuju orang tua Mi, kemudian menyapa mereka. Dari awal hingga akhir Mu Xue tidak melihat Mei Xiyun sama sekali.
Ekspresi wajah Mi Le sangat kacau, dia melihat wajah Wu Jingxuan yang tenang, dia tiba-tiba merasa menyesal! Apa boleh tidak tunangan?
Dia menolehkan kepala menatap orang tua, entah kenapa, Gong Tian’er masih belum datang!
Semua orang bersama-sama naik ke lantai atas, para tamu juga rata-rata sudah tiba, sekarang tinggal menunggu pengantin.
“Jingxuan, tunggu!” Mi Le tiba-tiba menghadap Wu Jingxuan yang berjalan ke depan.
Wu Jingxuan berhenti, lalu dia melangkah ke depan, berhenti lagi, berbalik badan, tersenyum, tangannya mengelus perut kecilnya, seperti mencari keberanian.
Dia tahu dia seharusnya akan segera naik ke lantai atas, tapi ada sesuatu yang harus diselesaikan sepenuhnya, agar dirinya sendiri mati rasa, dan orang lain mati rasa, melainkan bukan menunggu di sana seperti orang bodoh!
Tapi, kedua kaki seperti terpaku di tempat. Bagaimana pun dia tidak bisa melangkahkan kaki, dia hanya seperti itu menatap Mi Le, lalu tersenyum bertanya: “Ada urusan?”
Wajah Mi Le menunjukkan ekspresi berantakan. Sudah berumur 30 tahun, dia tidak terlihat semuda dulu lagi. Wajahnya itu tidak lagi terlihat mulus. Wajah itu pernah membuatnya tersentuh, juga pernah membuatnya jadi rindu. Tapi sekarang, sepertinya semuanya telah berakhir……
***
Dia berdiri di sana dengan heran, sementara dia melihat sosok dirinya itu.
Dia akhirnya berdiri di hadapannya, aroma dan nafas yang tidak asing itu seketika menyapu, dia menggerakkan sepasang bibirnya, berkata: “Mi Le, di mana tunanganmu?”
“Apakah kamu benar-benar ingin aku menikahinya?” dia berjalan mendekatinya, memegang tangannya, lalu menariknya menuju sudut gedung. Di sini, tidak ada ada orang lain yang bisa menemukan mereka.
Wu Jingxuan terdiam. Tubuh Mi Le yang kokoh itu dan nafasnya itu berhembus di wajahnya, membuatnya semakin tergoda, dia merasa sekarang seperti di dalam mimpi, “Mi Le, hari ini adalah hari tunanganmu!”
Dia mencoba untuk mengingatkannya, suaranya bergema.
Mi Le tiba-tiba merendahkan tubuhnya, ciuman panas tercetak di dahinya, di matanya, di hidungnya, terakhir di mulutnya. Dia tidak bergerak, dia hanya merasakannya, sudah berapa lama tidak ada perasaan seperti ini lagi?
Tidak asing lagi?
Dia memejamkan mata, air mata mengalir dari sudut matanya, hanya satu tetes, seketika menghilang. Kemudian dia mendorong Mi Le, “Maaf, Mi Le, kita tidak bisa kembali lagi!”
“Benarkah?’ suaranya serak, dan rasa sakit itu menembus hingga ke tulang-tulang.
“Benar! Aku telah hamil! Sudah lebih dari tiga bulan!” dia tertawa, wajahnya sedikit memerah, senyuman itu terlihat begitu ceria, namun sangat menyakitkan mata.
Mi Le terdiam, meski dia tahu selama lima tahun ini dia telah memiliki orang lain. Tapi kali ini dia mendengarkannya dari dia sendiri. Mi Le tergertak.
“Punya siapa?”
“Mi Le, aku mencintai orang lain, dia adalah ayah dari anak ini!” katanya dengan tenang.
Begitu kata itu keluar, hatinya tergoreskan rasa sakit. Perasaan yang begitu nyata, hatinya bergetar, sangat sakit, sangat sakit. Apakah ini berarti dia melukai diri sendiri? Dia tidak tahu! Sungguh!
“Kamu mencintai orang lain?” Mi Le mengulangi terus perkataan ini.
“Iya!” dia tertawa santai, lalu ingin berjalan keluar.
Tapi dia menangkapnya. “Beberapa tahun ini kamu berada di sisi pria itu?”
Dia ingin sekali memutus hubungan ini: “Benar, aku menemaninya setiap malam, setiap malam!”
Mi Le menegang, tidak bergerak!
Dia menarik tangannya dengan kuat, berjalan keluar, tapi tidak disangka begitu dia keluar, dia melihat Mi Ling. Mi Ling keheranan menatap Wu Jingxuan, “Apakah kamu terus bersama dengan pria lain?”
Wu Jingxuan melihat wajah Mi Ling direndahkan. “Iya!”
“Bam!” Wajah Wu Jingxuan membekas jejak tamparan, dia menolehkan kepala, menggigit bibir, tidak ada yang aneh.
Mi Ling melototkan mata padanya. “Kenapa kamu berani seperti itu terhadap kakakku? Apakah kamu tidak tahu seberapa cintanya dia padamu? Aku kira kedatanganmu hari ini agar cinta kalian bisa bersemi kembali, tapi tidak disangka, kamu malah datang ke acara tunangan ini dengan membawa anak orang lain. Kamu ini sungguh kejam!”
__ADS_1