
Hello! Im an artic!
“Kak Chi, lepaskan!” Suaranya begitu tenang.
“Yanyan, Kak Chi tidak peduli, tidak peduli apakah kamu sempurna atau tidak, selama kamu mengatakan bahwa kamu masih mencintaiku, aku akan segera menceraikan Feng Ling’er!”
Hello! Im an artic!
“Kak Chi, ya benar, aku mencintaimu! Tetapi meskipun kamu bercerai, kita tidak akan bisa kembali bersama lagi!” Dia menarik tangannya dengan acuh tak acuh.
Dia menyelipkan sebuah kartu di tangan Su Yan. “Ini untukmu, jangan merugikan dirimu sendiri, aku akan datang mencarimu, aku akan menyelesaikan semuanya.”
Setelah memberikannya kartu, Rong Hanchi berbalik dan langsung pergi.
Su Yan menunduk dan melihat kartu kredit di tangannya. Dia mengenali kartu itu, itu adalah kartu duplikat dari kartu emas Rong Hanchi. Melihat sosok tinggi yang berbalik dan pergi itu, hatinya hancur berkeping-keping.
Hello! Im an artic!
Mencintai tapi tidak bisa memiliki adalah hal yang paling menyedihkan di dunia ini.
Chen Huilun berbaring dengan tenang di ranjang rumah sakit, wajahnya yang cantik itu terlihat sangat pucat.
Ketika Su Yan datang, para perawat khusus itu sedang memijat sekujur tubuhnya, ternyata mereka tidak malas bekerja.
Namun, Su Yan merasa semakin bersalah ketika dia melihat keadaan Chen Huilun yang masih belum membaik. Dia sangat berharap bahwa Chen Huilun bisa segera sembuh, jadi dia bisa pergi tanpa rasa bersalah, pergi menjauh dari sini, menjauh dari segalanya.
Sejak keluar dari rumah sakit, dia tampak seperti anak yatim piatu yang tidak tahu harus pulang ke mana, sampai sore hari, dia baru menyadari bahwa dia belum makan apa-apa. Ketika dia mendongakkan kepalanya, dia melihat Mc Donald’s dan segera masuk.
Dia memesan dua burger, secangkir coca cola, dua bungkus kentang goreng, dua sayap ayam dan dua paha ayam. Lalu dia duduk di dekat jendela, bahkan dia tidak tahu bagaimana cara dia memakan semua makanannya. Yang jelas, dia memakan semuanya sampai habis. Sangat-sangat banyak, sehingga dia langsung bersendawa kekenyangan dan merasa bahwa tenaganya telah sedikit pulih.
Pada saat ini, ponselnya berdering, dia mengeluarkan ponselnya dan melihat Song Yan menelepon.
Setelah terhubung, terdengar suara khawatir Song Yan, “Su Yan, kamu baik-baik saja, kan?”
“Aku baik-baik saja!” Su Yan menjawab dengan lemah, “Apakah kamu sudah mengantarkan ceknya?”
“Sudah diantar. Tadi siang Presiden datang kemari, sepertinya dia ingin melihat kamu sudah kembali atau belum!”
Dia? Su Yan terkejut, itu tidak mungkin, dia bukan siapa-siapanya. Menarik sudut bibirnya, Su Yan tersenyum pahit.
“Su Yan, kamu dan Rong Hanchi?”
“Oh! Dia adalah kakakku!” Su Yan menjelaskan.
Pada jam sepuluh malam, Su Yan pun kembali dan dia tidak melihat Feng Baiyi, dia ragu-ragu untuk waktu yang cukup lama sambil memegang ponselnya, baru akhirnya dia mengumpulkan keberanian untuk menghubunginya.
Saat telepon berdering, dia tiba-tiba menyesal dan langsung menutup telepon.
Mengapa dia harus meneleponnya?
Dia kan bukan siapa-siapanya?
Mereka hanya sebatas teman serumah saja, dia pun tidak mengerti mengapa Feng Baiyi ingin tinggal bersamanya.
__ADS_1
Feng Baiyi sedang berada di Huadi, rumahnya sendiri, sambil bersembunyi sendirian di dalam kegelapan. Sebotol XO di atas meja telah habis sekitar setengah botol, asbak rokok juga dipenuhi dengan banyak abu rokok.
Dia mendengar dari alat penyadap bahwa Su Yan menawarkan tubuhnya pada Rong Hanchi, dia juga mendengar suara berciuman mereka dengan jelas dan dia tidak memiliki keberanian untuk terus mendengarkannya lagi.
Pada sore harinya Su Yan juga tidak kembali. Dia sengaja pergi ke departemen amal untuk mengeceknya, tapi dia pun kembali dengan rasa kecewa. Dia pasti sedang menyerahkan dirinya pada Rong Hanchi saat ini, bukan? Tinjunya pun dikepalkan di samping tubuhnya.
Ketika ponselnya berdering, dia sedikit kesal, mata hitamnya yang sedang tertutup perlahan terbuka, baru saja akan menjawab telepon, telepon tiba-tiba terputus, keningnya mengerut, dia pikir itu adalah telepon iseng, tetapi ketika dia membuka daftar panggilan, dia melihat bahwa itu adalah telepon dari Su Yan. Bagaimana dia bisa meneleponnya?
Hanya karena telepon dari Su Yan, dalam sekejab rasa sedih di wajah yang dingin itu perlahan menghilang dan berubah menjadi ekspresi bahagia. Tanpa ragu-ragu, dia menelepon kembali.
Su Yan linglung, melihat telepon yang tiba-tiba berdering, dia terkejut. Itu adalah telepon dari Feng Baiyi. Apakah dia harus menjawab telepon itu?
Setelah mengertakkan gigi, dia menjawab telepon itu, dia ingin bertanya apakah Feng Baiyi pulang malam ini, tetapi tiba-tiba kata-kata itu tertahan di sudut mulutnya: “Aku hanya salah tekan, tidak ada apa-apa. Aku tutup ya teleponnya!”
Tanpa menunggu dia mengatakan apapun, Su Yan langsung menutup telepon.
Feng Baiyi memandangi telepon yang ditutup itu, bibir tipisnya melipat dengan erat, dia mendongakkan kepalanya dan meminum segelas besar XO, lalu dia berdiri dengan tiba-tiba, tidak peduli apa yang terjadi, dia tidak akan melepaskannya malam ini, wanita sialan, berani-beraninya dia menyerahkan dirinya untuk pria lain!
Su Yan segera menonaktifkan teleponnya, lalu berlari ke kamar dan mengunci dirinya. Dia benar-benar sudah gila. Untuk apa dia menelepon Feng Baiyi?
Sejak awal, dia memang tidak mengantuk. Ketika dia memasuki kamarnya, dia pun hanya memikirkan tentang perilaku aneh Kak Chi hari ini dan dia tidak bisa menahan air matanya, pada akhirnya dia hanya bisa menangis tersedu-sedu.
Jika Rong Hanchi memang ingin membawanya pergi, lalu mengapa dia malah menikahi Feng Ling’er? Mengapa? Meskipun Su Yan tidak bertanya, apakah dia benar-benar tidak akan menjelaskannya?
Lelah menangis, dia pun tertidur.
Kemudian, dalam tidurnya, dia memimpikan Rong Hanchi, di dalam mimpinya Rong Hanchi menciumnya lagi, begitu kasar dan semena-mena, sikapnya yang kasar dan semena-mena itu membuatnya sulit bernafas.
Dia berusaha melawan dengan keras, sosok tubuh itu berubah menjadi kabur, tidak tahu wajah siapa itu, dia hanya merasa seseorang terus-menerus menganggunya, seolah-olah ada yang sedang mencium keningnya, matanya, dan bibirnya…
“Sialan…” Kemarahan Feng Baiyi langsung meluap saat dia mendengar Su Yan membisikkan nama pria lain, dia pun mengguncang tubuh Su Yan dengan kuat, “Lihat dengan jelas siapa aku!”
Su Yan membuka matanya dengan panik dan Feng Baiyi menahan pinggang Su Yan yang sedang menyamping, dia jongkok di lantai, tubuhnya dipenuhi bau alkohol. Su Yan terkejut dan hampir berteriak kencang. Tapi sebelum dia sempat berteriak, Feng Baiyi mencium bibirnya dengan napsu.
Bau alkohol yang kuat, bercampur dengan bau tembakau yang menyengat, di tambah lagi dengan sedikit amarah. Bau itu pun membuat Su Yan menjadi pusing, gambaran di benaknya langsung berubah menjadi jernih dan stabil.
Ternyata itu bukan pencuri, tapi Feng Baiyi.
Dia termenung sambil menatap orang yang ada di hadapannya, pria ini tampak seperti sedang marah, apakah dia marah karena dia menutup teleponnya?
Su Yan tidak bergerak, tapi dia juga tidak terlihat menyambut ataupun menolak. Lidah Feng Baiyi dijulur masuk ke dalam mulutnya… terasa tidak asing, lembut dan dingin…
Aroma alkohol sangat menyengat, bau rokok juga sangat menyengat, semua itu membuat jantung Su Yan bergetar.
Tubuh Su Yan sangat tegang, ciuman penuh kemarahan itu menuju ke lehernya, tetapi Su Yan mendorongnya dengan kuat. “Jangan sentuh aku! Feng Baiyi, jangan menindasku lagi!”
“Tidak membiarkanku menyentuhmu, tapi kamu membiarkan Rong Hanchi menyentuhmu?” Suara rendah dan serak pria itu bercampur dengan amarah yang semakin dalam. “Kamu berniat menyerahkan tubuhmu untuknya, bukan?”
Su Yan membuka lampu dan menahan dirinya agar tetap tenang, Dia gemetar saat menghadapi tatapan dingin dan tajam Feng Baiyi, dia membuka mulutnya, tapi tidak bisa mengucapkan sepatah kata pun.
Dia berjongkok di samping tempat tidur, wajah tampannya yang dingin ada di depan mata, matanya dipenuhi amarah, bibir tipisnya tertutup rapat, penampilannya terlihat sangat serius tapi indah, tetapi keindahan ini begitu terasa dingin dan jahat, membuat orang-orang gemetar ketakutan!
“Apakah kamu sudah menyerahkan dirimu padanya?” Dia bertanya sambil mengertakkan gigi.
__ADS_1
Su Yan tercengang, “Bagaimana kamu tahu?”
Maksud Su Yan adalah dia bertanya bagaimana Feng Baiyi tahu apa yang dia katakan pada Kak Chi, tetapi Feng Baiyi mengira bahwa Su Yan benar-benar telah melakukan hal itu. Feng Baiyi pun mengepalkan tinjunya dengan kuat, matanya melotot, seperti macan tutul yang akan menyerang dan suaranya terdengar sangat berbahaya, “Bahkan jika kamu telah menyerahkan tubuhmu padanya, aku tetap bisa menghilangkan baunya yang menempel di tubuhmu!”
Setelah mengatakan hal ini, Feng Baiyi melepas pakaiannya dan terjun ke tempat tidur yang lebar itu, dia mengulurkan tangan dan menarik Su Yan ke arahnya, mendekap tubuhnya, memegang pinggangnya, mendekat ke bibirnya. Seperti ada api yang menyala di dalam matanya.
Dia membuka selimut, memeriksa tubuh Su Yan. Dia menyipitkan matanya dengan tajam ketika dia menemukan bahwa perban di punggungnya telah berubah, amarahnya naik dengan kencang, “Apakah dia telah menyentuhmu?”
“Feng Baiyi, kamu…” Su Yan menggigit bibirnya dan menatapnya dengan tajam. Pada saat ini, dia hampir merasa bahwa pria yang memasak untuknya adalah orang lain.
“Kamu tidak bisa mencampuri urusanku!”
“Katakan sekali lagi!”
Su Yan terperangkap dalam pelukannya, menatap matanya yang galak dan tidak biasa sambil menggigit bibirnya hingga memerah. Su Yan tidak ingin berbicara lagi, dia tidak memiliki kewajiban untuk memberi pria ini penjelasan.
Untuk sesaat, ruangan itu terasa sunyi, aura berbahaya terus meningkat. Dia dengan keras kepala mengangkat kepalanya untuk melihat langsung ke arah Feng Baiyi, tapi hatinya diselimuti oleh rasa dingin.
Melihat bahwa Su Yan tidak berbicara dan menatapnya dengan mata besar yang dipenuhi kebencian dan wajah kecil yang terlihat keras kepala, Feng Baiyi mengerutkan kening, bahkan lebih baik Su Yan membencinya daripada bersikap acuh tak acuh padanya.
Matanya dipenuhi dengan amarah yang besar, dia pun membungkuk dan menekan tubuh Su Yan.
“Um…” Su Yan mendengus.
Dia membuka baju tidurnya dan langsung menyerangnya, dengan raungan panjang dan kerinduan juga amarah yang sepertinya telah menumpuk seumur hidupnya.
Dia memaksanya dan bertanya, “Apakah dia juga melakukan hal seperti ini padamu?”
Su Yan tertegun, seluruh tubuhnya membeku, tubuhnya sakit seperti dirobek-robek. Dia menahan air mata dari penghinaan yang dia rasakan.
Tiba-tiba dia mendekat dan menggigit bibir Feng Baiyi, darah pun segera muncul, bau darah itu mengalir diantara mereka berdua.
Dia menggigit Feng Baiyi karena dia ingin melampiaskan kesedihan dan amarahnya, Dia bukan siapa-siapa Feng Baiyi, tetapi Feng Baiyi terus menerus memaksanya masuk ke dalam keadaan yang sulit.
Perasaannya bercampur aduk.
“Tidak bisa menggigit Rong Hanchi, bukan?” Feng Baiyi telah kehilangan akal sehatnya saat ini, dia memegang kepala bagian belakang Su Yan dengan kuat, membuka bibirnya dengan paksa dan menciumnya dengan brutal sehingga dia tidak bisa bergerak!
Bau darah memenuhi diri mereka dan ciumannya begitu kuat.
Su Yan mendorongnya dengan sekuat tenaga dan memukul dadanya, tapi pada akhirnya dia hanya bisa menangis.
Feng Baiyi akhirnya sedikit meregang, menatapnya dengan suram, tapi sepertinya Feng Baiyi tidak berniat melepaskannya, juga tidak peduli dengan luka di punggungnya.
Su Yan yang telah mendapatkan sedikit kebebasan, segera berteriak kesakitan, “Jangan sentuh aku, Feng Baiyi…”
Udara di ruangan itu terasa sangat berat, dia menderita dan Feng Baiyi juga menderita!
Bibir Su Yan seperti membengkak, seolah-olah diwarnai oleh darah dan berubah menjadi merah merona. Pada saat ini, bibirnya terlihat sangat sexy dan memikat.
Dan dia terus memohon pada Feng Baiyi, dia berusaha keras untuk menahan rasa sakit dan juga rasa kenikmatan yang bercampur menjadi satu. Dia menggigit bibir sendiri, agar dia tidak berteriak.
Tapi Feng Baiyi sepertinya bisa melihat isi hatinya, pria itu terus menyerang dengan kejam dan akhirnya membuatnya terisak pelan.
__ADS_1
Kemarahan seakan telah menghilang, tubuhnya seperti melayang, tubuhnya seperti kehabisan tenaga, dia terlihat lelah. Akhirnya dia menjauh dari tubuh Su Yan, membalikkan badan dan berbaring di ranjang.