
Hello! Im an artic!
Di lobby.
Feng Baiyi juga kebetulan keluar dari lift, keempat orang itu bertemu di lobby, Feng Bai melirik Su Yan dengan tatapan dingin.
Hello! Im an artic!
Begitu mata keduanya saling bertemu, Su Yan memelototinya dan membuang muka.
Saat menghadapi pria yang menodai dirinya, Su Yan benar-benar tidak bisa menunjukkan wajah yang baik.
Tentu saja Mu Siyuan memperhatikan tatapan mata Feng Baiyi dan Su Yan, oh, ternyata memang ada sesuatu. “Ayo jalan, Presiden tercinta kita juga akan ikut!”
Su Yan tertegun dan ingin mengatakan bahwa dia tidak ingin ikut pergi. Tapi jika dia tidak pergi, bukankah dia secara tidak langsung akan memberi tahu semua orang bahwa dia memiliki hubungan khusus dengan Presiden? Jadi, dia menggertakkan giginya, siapa yang takut padanya?
Hello! Im an artic!
Suasananya terasa agak aneh, saat keempat orang itu berjalan keluar gedung, mereka kebetulan bertemu dengan Feng Ling’er yang sedang menjinjing tas putih. Saat melihat keempat orang itu keluar, Feng Ling’er pun iri, “Kak!”
“Kakak ipar, kenapa kamu ada di sini?” Mu Siyuan mengangkat alisnya, “Dimana kakak Hanchi?”
Kakak ipar?
Su Yan tertegun sejenak, Mu Siyuan memanggil Feng Ling’er kakak ipar?
Apa dia punya hubungan saudara dengan Kak Chi?
“Dia sedang sibuk!” Feng Ling’er tersenyum canggung pada Mu Siyuan . “Kak Siyuan, tolong jangan panggil aku kakak ipar, aku merasa sangat canggung!”
“Bagaimanapun kamu adalah istri kakak kandungku. Tidak baik jika aku tidak memanggilmu kakak ipar. Ayo pergi makan malam bersama, kebetulan kami mau pergi makan sekarang!”
Feng Ling’er melirik Su Yan, lalu dia mengangguk.
“Oke, aku akan ikut dengan kalian!” Feng Ling’er meraih lengan Feng Baiyi dengan penuh kasih sayang dan keduanya berjalan keluar lebih dulu. Dia berbisik: “Kak, kamu dan Su Yan benar-benar seperti apa yang tertulis di koran? ”
Jumlah orang yang ikut pergi makan tiba-tiba menjadi lima orang.
Suasananya pun menjadi semakin aneh.
Feng Baiyi tidak menjawab kata-kata Feng Ling’er, dia hanya berkata: “Jika kamu merasa tidak bahagia, segeralah tinggalkan Rong Hanchi, jangan menyiksa dirimu sendiri!”
“Kak! Aku tahu itu!” Feng Ling’er mengangguk.
Su Yan dan Song Yan duduk bersama, tapi kebetulan mereka duduk di seberang Feng Baiyi. Melihat wajah Feng Baiyi, Su Yan teringat dengan kejadian semalam, dasar pria sialan, apakah pria itu ketahigan untuk menyiksanya? Dia harus membalas dendam dan menunjukkan kekuatannya!
Feng Ling’er dan Feng Baiyi duduk bersebelahan, sedangkan karena Mu Siyuan yang mentraktir, jadi dia duduk di posisi utama. Segera setelah makanan disajikan, Su Yan mengangkat sumpitnya tanpa memandang semua orang.
“Su Yan, karena kamu adalah adik angkat Hanchi, berarti kita juga adalah keluarga!” Suara lembut Feng Ling’er terdengar dan matanya menatap Su Yan dalam-dalam.
“Oh, aku lapar dan ingin makan!” Setelah berbicara, dia tersenyum ceria kepada Feng Ling’er, “Kakak ipar silahkan dinikmati!”
__ADS_1
“Su Yan, kamu adalah adik angkat kakakku?” Mu Siyuan memang tahu bahwa kakaknya mengangkat seorang gadis, gadis itu telah bersama kakaknya selama sepuluh tahun, tetapi dia tidak menyangka gadis itu adalah Su Yan.
“Kamu ini siapa?” Su Yan mengangkat alisnya. Kak Chi tidak pernah mengatakan bahwa dia memiliki seorang adik laki-laki, dia benar-benar tidak tahu siapa Mu Siyuan .
“Apakah dia tidak memberitahumu tentang keluarga kami?” Mu Siyuan tertegun. Wanita berwajah polos dengan tatapan mata yang apa adanya dan terlihat menarik, yang sekarang ada di hadapannya itu adalah gadis yang dulu disumpah oleh kakaknya untuk dinikahi dan demi menikahinya, dia hampir melepaskan seluruh harta warisan keluarga. Tetapi pada akhirnya, tidak tahu mengapa kakaknya justru melepaskannya.
“Direktur Mu, apakah kamu tidak lapar?” Su Yan tidak menjawab, tetapi tatapan matanya muram. Dia hanya tahu bahwa Kak Chi adalah pewaris keluarga Rong dan Kak Chi sangat baik, dia juga tidak punya alasan untuk tidak menikahi Feng Ling’er. Itu semua sudah menjadi masa lalu, Su Yan tidak ingin membahasnya lagi. Jika dihabas lagi, dia akan merasa sedih. Dia pun hanya berkata dengan dingin: “Ayo makan saja!”
Mengelak dari pertanyaan tapi merespon dengan sopan, membuat Mu Siyuan melirik ke arah Su Yan. Dia tidak menyangka, ketika tatapan mereka saling bertemu dan mereka saling menatap selama tiga detik, tatapan Su Yan tidak terlihat merendah ataupun sombong, juga tidak mengelak, itu membuat mata Mu Siyuan semakin dipenuhi dengan rasa penasaran dan rasa ingin tahu.
Feng Baiyi duduk di seberangnya dan mulai makan. Gerakannya sangat anggun, seperti bangsawan dari keluarga kerajaan Inggris. Meski hanya makan makanan Chinese, tapi gerakannya lebih elegan dari makan makanan Barat. Su Yan mengertakkan giginya dengan kesal, berpura-pura menjadi seperti pria jantan, tetapi sebenarnya dia adalah pria brengsek!
Su Yan memakan satu suapan, lalu memelototi Feng Baiyi. Setelah itu dia menunduk lagi dan makan dengan bosan. Ini sangat rumit, orang-orang di meja makan ini sangat rumit, hubungan diantara mereka juga rumit.
Mu Siyuan justru tidak makan dan terus menatap Su Yan. Dia tampak menatap mata Feng Baiyi dengan rasa benci, yang paling mengejutkan adalah bahwa dia sebenarnya adalah gadis yang disukai kakaknya!
Menyadari tatapan dari arah samping, Su Yan mengangkat alisnya dan menyipitkan mata, dia menatap Mu Siyuan dan berkata, “Kamu tidak makan, kenapa kamu terus menatapku?”
Dalam sekejab, Feng Ling’er pun memandang Mu Siyuan dengan tatapan bingung, sedangkan tatapan Feng Baiyi terlihat menjadi tidak senang dan Song Yan pun juga ikut bingung.
Pada saat bersamaan, menerima pandangan dari empat orang sekaligus, wajah tampan Mu Siyuan pun menegang dan dia batuk dua kali, “Tidak ada apa-apa, ayo makan.”
Su Yanp pun memonyongkan bibir dan melanjutkan makan. Wajah Feng Baiyi menjadi semakin suram dan dia tanpa sadar terus melirik Su Yan. Melihat tatapan menantang dari Su Yan, ada perasaan rumit dan sedikit senyuman yang melintas di wajah Feng Baiyi.
Song Yan terus melihat ke arah Feng Baiyi, dia berpikir dalam hati, apakah Feng Baiyi benar-benar gay? Kenapa sama sekali tidak terlihat? Apalagi jelas terlihat ada sesuatu yang aneh saat dia menatap Su Yan. Seorang gay harusnya melihat pria seperti Mu Siyuan , mengapa dia terus melihat wanita?
Song Yan menggigit sumpitnya dan menatap Su Yan, Su Yan mengangkat kepalanya.
Su Yan pun melirik Feng Baiyi, lalu dia mengangkat alisnya dan bertanya-tanya pada Song Yan, apa maksudmu?
Song Yan berkedip sambil mencondongkan tubuhnya ke telinga Su Yan dan berkata, “Apakah Presiden benar-benar gay?”
“Uhuk uhuk uhuk…” Su Yan yang baru saja meminum sup pun tersedak. Dia terus batuk dan tersenyum canggung: “Kak Song, kita sedang makan, tolong jangan membicarakan hal ini, uhuk uhuk uhuk…”
“Aku hanya penasaran, apakah itu benar?” Song Yan melirik Su Yan, lalu kemudian melirik Feng Baiyi lagi, tanpa menghindar sama sekali.
“Hati-hati!” Mu Siyuan menyerahkan cangkir berisi air hangat kepada Su Yan. Dia bahkan tidak melihatnya dan langsung meminumnya. Tiba-tiba, matanya berputar dan secercah cahaya menyala. Ini adalah kesempatan bagus untuknya membalas Feng Baiyi! Dasar pria sialan, tunggu saja pembalasanku!
Mata Feng Baiyi menyipit, tertuju ke wajah Su Yan, seolah-olah dia sedang mencari tahu sesuatu. Sedangkan, wajah Su Yan memerah karena batuk dan karena ketahuan berbohong.
“Kenapa kamu begitu ceroboh? Apakah kata-kataku sangat lucu?” Song Yan menatapnya dengan bingung.
“Apa yang dia katakan?” Mu Siyuan bertanya dengan rasa penasaran.
Untuk sesaat, Feng Ling’er juga sedikit penasaran, “Aku juga ingin tahu!”
Song Yan tidak ingin mengatakan apa yang sebenarnya dia katakan mengenai Feng Baiyi di depannya langsung. Dia merenung sejenak, lalu tersenyum dan berkata, “Kami hanya sedang membahas sebuah lelucon lucu, tentu saja itu hanya lelucon biasa, hehe!”
Ketika Song Yan mengatakan ini, tanpa sadar dia melihat ke arah Feng Baiyi.
Siapa yang tahu Su Yan tiba-tiba berkata, “Pernahkah kalian ke Wuyelunhui Bar?”
__ADS_1
“Ah! Sepertinya di sana ada Cowboy Bar, kan?” Song Yan pernah mendengarnya.
Feng Baiyi sudah meletakkan sumpitnya sejak Su Yan mulai bicara, mengambil serbet dan menyeka mulutnya dengan anggun, lalu menatap Su Yan sejenak.
Su Yan tertegun, tapi dia dengan berani menyambut pandangan Feng Baiyi dan melanjutkan kata-katanya: “Disana ada banyak wanita yang menawar harga untuk membeli para pria. Waktu itu, aku tidak tahu tempat itu dan asal masuk, lalu aku melihat Presiden sedang membeli seorang gigolo seharga lima juta yuan. Benarkan, kak Xiaobai?”
“Kak Xiaobai?” Mu Siyuan tertegun, lalu tiba-tiba ekspresinya berubah dan dia tertawa terbahak-bahak, “Ya Tuhan, mengapa dipanggil Kak Xiaobai?”
Su Yan mengabaikan Mu Siyuan , lalu dia melihat lagi ke arah Feng Baiyi dengan tatapan menantang, mudah sekali untuk membuatmu malu di depan semua orang, lihat saja, jika kamu berani melecehkan wanita lagi!
Semua orang melihat ke arah Feng Baiyi, tapi sama sekali tidak ada ekspresi marah di wajahnya. Sebaliknya, ada senyuman aneh di sudut mulutnya, senyuman itu membuat semua orang tidak tahu apa yang sedang dia pikirkan.
“Kak, apakah kamu benar-benar membeli seorang pria?” Untuk pertama kali, Feng Ling’er menanyakan pertanyaan dari lubuk hatinya.
“Ya benar! Untuk apa kamu menghabiskan begitu banyak uang untuk membeli seorang pria? Mengapa kamu tidak memberi uang itu untuk yayasan kita saja, jadi Song Yan dan Su Yan tidak perlu susah payah untuk pergi berbohong kepada bos perusahaan besar setiap harinya, mereka nyaris dilecehkan oleh bos-bos besar itu!” Kata Mu Siyuan sambil bercanda.
“Pria itu sangat keren, matanya tajam seperti pisau. Mungkin Kak Xiaobai jatuh cinta pada si pria itu sejak pandangan pertama!” Su Yan terus menambahkan ejekannya, “Benar, kan?”
“Yi, apakah rumor itu benar?” Mu Siyuan menatapnya.
Feng Baiyi berhasil melihat tatapan bahagia dan kepuasan dari mata Su Yan. Dia pun tersenyum dingin, melihat sekeliling dengan tatapan iseng dan tidak mengatakan apa-apa.
Ekspresinya bukan ekpresi bahagia ataupun ekspresi marah dan itu membuat Su Yan sedikit takut. Matanya masih terus tertuju pada wajah Su Yan, tetapi tidak bisa terlihat jelas apa yang sebenarnya dia inginkan.
“Kak, itu semua tidak benar!” Feng Ling’er menggelengkan kepalanya. “Kamu benar-benar membeli gigolo? Ya Tuhan! Untuk apa kamu membeli gigolo?”
“Tentu saja untuk dipakai!” Kata Su Yan. Dia terus menyebar rumor agar nama Feng Baiyi rusak.
“Apakah untuk dipakai atau memakai?” Mu Siyuan memandang Feng Baiyi dengan geli, lalu memandang Su Yan. Tentu saja dia tidak percaya bahwa Feng Baiyi adalah seorang gay. Yang ingin dia ketahui adalah bagaimana Feng Baiyi menghadapi Su Yan yang jelas-jelas berniat untuk memprovokasi semua orang.
“Presiden, sebenarnya kami tidak akan menertawakanmu. Kami sangat menghormati privasi pribadimu. Apa yang di bahas hari ini tidak akan kami beritahukan pada siapa-siapa!” Kata Song Yan ramah.
“Tidak mungkin!” Feng Ling’er menggelengkan kepalanya. “Kakakku tidak mungkin seorang gay!”
Su Yan mulai makan dengan perasaan puas, “Ayo makan yang banyak, Kak Song, lihat iga ini, lezat sekali!”
“Su Yan, apakah kamu benar-benar melihatnya?” Feng Ling’er bertanya dengan bingung.
“Ya, tentu saja kakak ipar, lima juta yuan, alangkah baiknya jika uang itu disumbangkan ke panti asuhan! Tidak ada artinya jika hanya digunakan untuk meniduri gigolo atau ditiduri gigolo selama semalam saja!” Kata Su Yan sambil makan, dia terus melihat ke arah Feng Baiyi dengan tatapan menantang. “Apa gunanya mendapat kepuasan ***? Sungguh perilaku yang menjijikkan!”
“Sialan! Kita sedang makan, jangan bahas topik menjijikkan lagi, oke?” Mu Siyuan tidak bisa menahan diri untuk tidak bersikap kasar, dia merasa mual saat memikirkan hal itu.
“Kamu kan bisa berhenti makan, kalau aku sih tidak peduli, aku tetap bisa makan dengan sangat bahagia!” Kata Su Yan tanpa memperdulikan Mu Siyuan .
Song Yan dan Feng Ling’er tidak bisa menahan perasaan jijik mereka. “Yanyan, jangan bicarakan topik seperti itu lagi, oke?”
“Baiklah! Kak, ayo makan lagi!” Su Yan tersenyum, nafsu makannya sangat baik.
“Sayang! Apakah baik jika kamu membohongi semua orang?” Feng Baiyi tiba-tiba berkata dengan nada bercanda, seperti ada cahaya kilat yang melintas di mata hitamnya yang tajam, dia pun menatap wajah Su Yan yang sedang berekspresi bingung.
“Kamu, siapa yang kamu panggil sayang?” Su Yan mengerutkan kening, sekujur tubuhnya terasa membeku.
__ADS_1
“Leluconnya sampai disini saja, kalau tidak jangan salahkan aku di malam hari nanti…” Feng Baiyi bersandar di pinggir meja, matanya tetap menatap dengan tajam dan dingin, semua orang tidak dapat melihat apa isi hatinya.