AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 99 Menggila Bersama


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Wu Jingxuan buru-buru pergi, dan Mu Xue mengejarnya sampai ke luar restoran, “Kak Wu, apa kamu baik-baik saja? Jangan ambil hati, Mi Ling hanya berterus terang saja, tidak bermaksud jahat!”


Wu Jingxuan menggelengkan kepalanya, lalu tiba-tiba melihat sebuah mobil datang menghampirinya, ia langsung berkata: “Tidak apa-apa, Xiao Xue, aku harus pergi, mobil yang menjemputku sudah datang!”


Hello! Im an artic!


Saat dia berbicara, sebuah BMW hitam berhenti di sampingnya. Mu Xue terkejut. Melihat jendelanya meluncur ke bawah, wajah seorang pria paruh baya yang tampan muncul di hadapannya. Entah kenapa, Mu Xue tertegun sejenak, ia merasa wajah itu agak familier dalam benaknya. Seolah-olah pernah melihatnya di suatu tempat.


“Cepat naik ke mobil!” Pria itu berkata dengan suara yang dalam.


“Sampai jumpa Xiao Xue!” Wu Jingxuan segera pergi ke sisi lain dengan patuh dan masuk ke dalam mobil.


Karena malam yang gelap, Mu Xue tidak bisa melihat wajah orang itu dengan jelas.” Sampai jumpa, Kak Wu!”


Hello! Im an artic!


Melihat mobilnya pergi, Mu Xue berpikir.


Di dalam mobil BMW, Wu Jingxuan sangat hening, duduk di posisi samping pengemudi.


“Siapa gadis tadi?” Pria itu bertanya dengan santai.


“Temanku!” Jawab Wu Jingxuan.


“Teman apa?”


“Lantas, apa ia menarik minatmu?” Wu Jingxuan mengangkat alisnya, “Sebaiknya jangan sampai menarik perhatiannya, dia adalah orang Qin Yinuo!”


“Uh! Sangat menarik!” Pria itu tersenyum lembut, wajahnya sangat tampan, meskipun usianya sudah lebih dari lima puluh tahun, tapi ia tetap memancarkan aura pria dewasa.” Namanya siapa?”


“Tidak tahu!” Wu Jingxuan menjawab dengan marah.


“Bagaimana kalau kamu tinggalkan aku saja? Sebagai pertukaran untuk kontrak kita?” Pria itu bertanya lagi.


Wu Jingxuan kaget, lalu mendengus dingin, “Apakah kamu akan benar-benar melepaskanku?”


“Kamu benar-benar mengenalku! Hahaha…” —


Siapa pria itu?


Kak Wu sepertinya takut padanya?


Mu Xue bergumam, ia merasakan khawatir dalam hatinya. Wu Jingxuan jelas mencintai Kak Mi Lei, dan Kak Mi Lei juga mencintai Wu Jingxuan. Kenapa harus saling menyiksa seperti ini?


Apa hubungan antara Kak Wu dan pria yang baru saja menjemputnya tadi?


“Apa yang kamu lakukan di sini?” Tiba-tiba terdengar suara rendah, dan Mu Xue tercengang, orang yang berbicara itu adalah Qin Yinuo.


“Kenapa kamu kembali begitu cepat?”


“Aku sudah menelepon Tianyu, aku tidak pulang!” Dia khawatir akan kembali bertengkar, ia tidak ingin membuat lelaki tua itu marah juga. Yang paling penting adalah, Qin Yinuo tidak tenang membiarkan Mu Xue di luar sendirian.


“Dia baik-baik saja kan?” Mu Xue langsung gugup.


“Kelihatannya sangat tertekan, tapi aku beritahu dia, selama dia patuh, aku akan segera menjemputnya! Ia pun langsung gembira.”


“Dia pasti sangat sedih!” Emosi Mu Xue jatuh saat dia berbicara, “Ini salahku, itu semua salahku!”


“Jangan tanggung semua tanggung jawab pada pundakmu saja, ayo kita naik untuk makan. Aku sangat lapar!” Dia tidak makan apapun selama seharian ini, cemilan di pesawat saja tidak dia makan. Oleh karena itu, ia benar-benar sangat lapar pada saat ini.


“Oh! Baik! Kita juga belum makan, aku baru saja mengantar Wu Jingxuan ke bawah!”


“Dia datang juga?” Qin Yinuo mengangkat alisnya.


“Apa kamu tahu apa yang terjadi padanya dan Kakak Mi? Sepertinya ada kesalahpahaman di antara mereka!” Mu Xue berkata dengan cemas.


“Itu urusan mereka. Mereka semua sudah dewasa. Mereka bisa menanganinya dengan baik. Kamu harus memikirkan ke mana harus bepergian denganku. Saat ini, kita bisa keluar dan bersenang-senang!”

__ADS_1


“Tapi Tianyu masih bersama ayahmu, aku sedikit khawati…”


“Perlahan akan membaik juga, mungkin saat kita kembali, pak tua itu akan mengerti! Ngomong-ngomong, dia suka punya lebih banyak anak di rumah. Jika kamu ingin membuatnya bahagia, bekerjalah keras untuk melahirkan anak lagi. Tugasmu sekarang adalah punya anak!” Dia berkata sambil tersenyum, lalu merangkulnya masuk ke dalam restoran,


Mu Xue dibuat terkejut oleh kata-kata Qin Yinuo, ia tersipu malu, wajahnya memerah semerah udang yang direbus, dia benar-benar tidak bisa berkata-kata lagi.” Aku bukan babi betina kecil!”


“Tapi kuharap kamu adalah babi betina kecil!” Qin Yinuo berkata di telinganya dengan nada bercanda.


“Kamu…” Dia tidak tahu harus berkata apa.


Tepat ketika lift mencapai lantai dua, mereka berdua naik, Mu Xue mengangkat kepalanya, dia melihat wajah tampan Mi Lei, tidak ada ekspresi ekstra, hanya acuh tak acuh saja.


Dia duduk di depan Gong Tian’er, Gong Tian’er entah sedang membicarakan apa.


Mi Ling juga terlihat sangat tertekan di meja makan di seberang sana.


“Qin Yinuo?” Teriak Gong Tian’er, saat melihat sekilas Qin Yinuo dan Mu Xue.


Mi Lei terbangunkan dari lamunannya, ia melihat Qin Yinuo.” Ayo duduk bersama!”


Kemudian, pramusaji meletakkan peralatan makan, dan lima orang duduk mengelilingi meja.


“Ha, Qin Yinuo, jadi kamu punya pacar?” Gong Tian’er berkata dengan cepat.


Mu Xue segera menundukkan kepalanya, mencoba mengatakan aku bukan pacarnya, tetapi Qin Yinuo berkata dengan acuh tak acuh, “Ya!”


Dia hanya bertanya-tanya kenapa dia ada di sini, dan ia bersama Mi lei juga. Apakah mereka saling mengenal pada saat kencan buta?


Pandangan Mi Lei seperti seberkas cahaya kosong, pikirannya sama sekali tidak ada di sini.


Mu Xue melihatnya mengeluarkan rokok, mulai menyalakannya, kemudian mulai menyesapnya. Dia terlihat sangat tertekan, seolah-olah jiwanya sudah diambil.


“Mi Lei, apakah Wu Jingxuan juga ada di sini?” Qin Yinuo melirik Mi Lei dan bertanya.


Mi Lei sedang merokok, ekspresi wajahnya yang acuh tak acuh seolah sedang ditutupi lapisan kabut, membuat semua orang tak bisa melihatnya dengan jelas. Wajahnya semain dingin, ia tidak berbicara sama sekali.


Mi Ling berkata dengan dingin, “Bukannya hanya seorang wanita ya, Kak, kamu ini sangat tidak mampu melepaskannya ya? Sudah waktunya bangun!”


Mata Mu Xue memberi isyarat pada Mi Ling untuk tidak berkata apa-apa lagi.


“Siapa Wu Jingxuan?” Gong Tian’er bertanya dengan bingung.


Tidak ada yang menjawab pertanyaannya, semua orang terdiam.


Mi Lei mengepul, wajahnya tertutup asap putih. Setelah keheningan yang lama, bibir tipisnya terbuka sedikit. Semua orang terpana oleh apa yang dia katakan, “Teman yang sudah berlalu!”


“Semoga benar-benar teman yang sudah berlalu!” Mi Ling melirik Mi Lei, lalu mengalihkan pandangannya kepada Gong Tian’er. Ia agak sedikit bingung, wajah gadis ini lumayan cantik, beraura bagus, manis sekali.


Mu Xue tidak pernah melihat Gong Tian’er, karena hubungannya yang rumit, dia tidak ingin berhubungan dengan orang-orang dari keluarga Gong.


Gong Tian’er tampaknya sangat tertarik pada Mu Xue, “Halo siapa namamu?”


Dia berbicara secara terbuka dan juga sangat santai.


Mu Xue terkejut, ia teringat saat dia bertanya pada dirinya sendiri dengan cara yang sama saat terakhir kali, tapi kali ini, dia tidak menghindar, ia berkata dengan ringan: “Mu Xue!”


Mungkin nadanya sangat lemah sehingga membuat Qin Yinuo sedikit aneh, kesan Mu Xue tidak seperti itu.


Qin Yinuo bertanya dengan tatapan matanya yang tertuju padanya, dia hanya tersenyum dan berkata, “Cepat makan, bukannya kamu lapar ya?”


Melihat Mu Xue tampak enggan untuk berbicara dengan dirinya sendiri, Gong Tian’er sedikit heran, mengerutkan kening, tidak mengatakan apapun. Ia berkata kepada Mi Lei: “Mi Lei, bagaimana kalau kita minum setelah makan nanti?”


Mi Lei menunduk, mengambil sebatang rokok, lalu mengangguk, “Oke!”


Dia butuh minuman yang enak karena suasana hatinya sedang buruk.


Tapi Mi Ling malah menghela nafas, “Minum di mana? Aku mau ikut juga!”


“Kamu mau pergi juga?” Gong Tian’er tertegun.

__ADS_1


“Iya!Aku takut, kalian, wanita dan pria sendirian pergi minum, lalu tidur bersama setelah mabuk-mabukan. Semua ini harus diawasi secara khusus!” Mi Ling berkata dengan marah.


Begitu kata-katanya diucapkan, beberapa orang itutiba-tiba terguncang, Gong Tian’er sedikit malu, “Nona Mi, kamu sangat lucu!”


Qin Yinuo sedikit mengerutkan bibirnya, tetapi wajahnya masih serius. Dia tidak menyangka teman Mu Xue, Adik Mi Lei, memiliki mulut yang tajam, “Ya, seseorang harus mengikuti dan membawa kalian pulang setelah itu!”


Mi Lei jelas sedang tidak ingin bercanda, pikirannya entah sudah pergi kemana.


“Tidak apa-apa, aku bercanda!” Mi Ling berpikir bahwa kemarahannya tidak seharusnya diarahkan pada Gong Tian’er, ia kembali menarik kata-katanya.” Bagaimana kalau kalian juga pergi bersama?”


Tanyanya, sambil melirik Qin Yinuo dan Mu Xue.


Pada saat ini, suara Ceng Li tiba-tiba terdengar.” Wow, pesta ya? Kenapa tidak mengajakku?”


Ketika dia mendongak dan melihat Ceng Li, Mu Xue langsung berdiri, “Kakak Ceng!”


Qin Yinuo memegangi sisi tubuhnya dengan posesif, dan Mu Xue pun duduk kembali.


Ceng Li melihatnya duduk di sebelah Qin Yinuo, lalu melihat tangan besar Qin Yinuo melingkar di pinggang Mu Xue. Ceng Li membeku, lalu tersenyum lagi, “Xiao Xue, sudah lama sekali tidak bertemu!”


Pelayan menyajikan kopi. Ceng Li menanyakan apa yang ingin dia makan, kemudian duduk bersama dengan yang lainnya.


“Aku berkata, Tuan Presiden Direktur yang terkasih, kapan kamu berencana meminta maaf pada ayahmu dan kembali bekerja?” Ceng Li sudah sering bekerja lembur akhir-akhir ini, tetapi Qin Yinuo malah bersenang-senang dan tidak bertemu siapa pun selama lebih dari seminggu.


“Kamu juga bisa mengundurkan diri!” Ucap Qin Yinuo.


Ceng Li tercengang, “Ya, kenapa aku tidak terpikirkan hal itu ya. Aku mengundurkan diri juga. aku sudah sangat kelelahan, aku juga ingin mengundurkan diri!”


Karena kehadiran Ceng Li, suasana di meja ini pun menjadi hidup kembali.


“Tuan Ceng, kami mau pergi minum, apa kamu mau ikut?” Gong Tian’er bertanya sambil tersenyum.


“Minum, oke, ke mana?”


“Bar, tempat untuk menggila!” Ucap Mi Ling tanpa daya. Mi Ling sangat antusias. Ia sangat cemas melihat kakaknya sedih seperti ini. Ia benar-benar ingin pergi menggila, bersenang-senang!


“Kenapa kita tidak pergi ke KTV saja, kita bisa bernyanyi, minum, keduanya benar-benar mengasyikan!” Ajak Gong Tian’er.


Qin Yinuo mengerutkan bibir. Dia baru saja kembali dari Amerika Serikat dan belum beristirahat. Setelah seharian berolahraga, dia benar-benar lelah. Yang paling penting adalah dia ingin berduaan dengan Mu Xue.


“Nuo, jangan bilang tidak, akhir-akhir ini aku kelelahan. Kalau ingin mengeluh padamu, kamu jangan sampai tidak pergi!” Ceng Li langsung angkat bicara sebelum Qin Yinuo berbicara.


Tak berdaya, Qin Yinuo pun mengangguk, “Baik! Kita pergi bersama!”


Akhirnya, semua orang pergi ke KTV setelah selesai makan. Mi Ling dan Gong Tian’er bernyanyi, Mu Xue duduk diam mendengarkan mereka bernyanyi, sedangkan Mi Lei benar-benar minum dan terlihat sangat kesepian.


Qin Yinuo dan Ceng Li keluar.


“Apa yang terjadi?” Tanya Ceng Li.


“Wu Jingxuan datang, entah apa yang terjadi. Mi Lei jadi seperti ini terus!” Ucap Qin Yinuo.


“Kalau begitu aku akan menelepon Wu Jingxuan dan memintanya untuk datang lagi! Sepertinya kita benar-benar perlu membantunya. Jika ini terus berlanjut, kita tidak tahu apa maraton cinta ini akan sampai ke tahun monyet!” Ucap Ceng Li, lalu menelepon seseorang.


“Jingxuan sayang, aku Ceng Li, kita keluar untuk bernyanyi yuk?”


Qin Yinuo tersenyum dan melihatnya menelepon, tiba-tiba ia mendapati Ceng Li tampak seperti seorang mak comblang, sangat menyanjung, baik-baik, dan terus membujuk.


“Tidak, aku ada urusan, sudah dulu ya!” Wu Jingxuan benar-benar menutup teleponnya.


“Halo…” Ceng Li berteriak dengan tergesa-gesa: “Jangan tutup du–”


Telepon tetap dimatikan.


“Masalah di antara mereka bukanlah satu atau dua hari, sudah beberapa tahun!” Qin Yinuo berkata: “Dia tidak akan datang!”


“Tutup telepon, sepertinya memang ada masalah! Waktu restoran dibuka bukannya masih sangat baik-baik saja?”


“Mereka semakin asing dan semakin terisolasi!” Qin Yinuo menghela nafas.

__ADS_1


“Masalahnya adalah perasaan terasing dan keanehan ini membuat kita, orang luar merasa sedih. Mereka terlalu cuek dan menakutkan. Aku tidak tahan, dulu begitu baik dan sekarang begitu asing. Aku ingin memanggil Mi Lei keluar, menanyakan semuanya!”


__ADS_2