AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 256 Perlawanan Dalam Diam


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Benar, banyak presiden besar yang datang juga ada beberapa presiden muda seperti Yu Jinglan , Song Yin kamu benar-benar beruntung!”


Song Yin tersenyum tanpa daya dan dia tertegun lalu mengangkat bahunya dengan diam. Pada saat ini manajer Chen buru-buru datang dan bernapas lega setelah melihat Song Yin.


Hello! Im an artic!


Song Yin kaget melihat manajer seperti ingin mengatakan sesuatu.


Bagaimanapun juga Wen Xiaoxing sudah bekerja beberapa tahu sehingga dia tahu diri. “Aku ke sana dulu!”


Setelah Wen Xiaoxing pergi, manajer Chen baru berkata dengan pelan, “Nona Song, presiden menyuruhmu makan siang di kamarnya!”


“Ah! Aku sudah makan!” Song Yin tidak menduga jika Yu Jinglan akan menyuruh orang mencarinya.


Hello! Im an artic!


Manajer Chen tidak pergi tapi berkata, “Presiden mengatakan jika kamu tidak pergi maka dia akan mengurungmu di kamar tidur sore nanti sehingga membuatmu kehilangan pekerjaanmu di depan pemimpinmu!”


Dahi manajer Chen berkeringat setelah dia mengatakan ini karena kata-kata yang presiden suruh sampaikan sangat kekanak-kanakan dan dia yang seorang pria berumur empat puluhan malu mengatakan ini sehingga dia langsung pergi setelah itu tidak peduli Song Yin setuju atau tidak.


Song Yin mengerutkan keningnya dan hatinya jatuh sampai dasar.


Abaikan saja dia! Song Yin memutuskan untuk tidak pergi ke kamar Yu Jinglan , terserah dia mau melakukan apa!


Dia tidak bisa menggambarkan perasaannya dan merasa kesal lalu dia berbalik melihat ke arah Wen Xiaoxing dan berkata, “Wen Xiaoxing, mari makan?”


“Ah! Baiklah! Prasmanan di lantai bawah sangat bagus, ayo kita makan sehingga kegelisahan akan hilang semuanya!” Wen Xiaoxing menggandeng tangannya dengan mesra dan mereka berdua pergi makan.


Karena Song Yin tidak datang maka dia menelepon manajer Chen lagi dan dia mengatakan jika dia makan bersama rekan kerjanya di lantai satu, Yu Jinglan melihat makan siang yang khusus disiapkannya sambil mengatupkan bibirnya dan merasa emosi dengan wajah dingin.


Dia merasa tiba-tiba marah sambil menatap makanan yang ada di atas meja. Dia tidak pernah merasakan perasaan seperti ini, dia sangat marah sampai menarik rambutnya.


Jam satu siang, Direktur Luo datang terlebih dahulu dan para wartawan juga datang terlebih dulu sambil mengatur kameranya dan menunggu para presiden besar datang.


“Hai! Song Yin, kebetulan sekali!” Dia mendengar suara pria yang familier begitu berjalan masuk ke dalam ruangan.


Song Yin kaget ketika dia melihat sebuah kaca mata polos dan dia pertama kali melihat Luo Weihan yang membawa buku serta memakai kartu tanda wartawan di lehernya, ternyata dia benaran seorang wartawan. “Ah, Luo Weihan! Kamu benaran seorang wartawan?”


“Tentu saja!” Luo Weihan tersenyum. “Mana mungkin aku membohongimu! Bagaimana, apakah aku terlihat tampan?”


Luo Weihan tersenyum dan Song Yin juga, “Apakah kamu datang untuk melakukan wawancara?”


“Ya, ini adalah pertemuan besar maka banyak orang asing yang akan datang sehingga kepala editor kami khusus mengirimku ke sini untuk menulis artikel sehingga bisa mendapatkan sedikit bonus!”

__ADS_1


“Kamu lucu sekali!” Song Yin tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


Yu Jinglan melihat Song Yin dan Luo Weihan saling bertatapan dan tersenyum sewaktu dia berjalan masuk dan terlihat mengobrol dengan senang, matanya langsung suram dengan tatapan yang tajam.


Kharisma yang kuat membuat Song Yin tanpa sadar menoleh ke arah pintu masuk begitu dia datang lalu melihat matanya yang dalam sehingga hatinya merasa panik karena dia sepertinya sedang marah.


Luo Weihan juga melihat ke arah pintu lalu dia mendekat setelah melihat Yu Jinglan masuk serta menyapanya dengan kencang. “Hai! Kakak kelas! Kita bertemu lagi! Kita benar-benar berjodoh!”


Yu Jinglan mengangguk pelan. “Kebetulan sekali!”


“Benar, aku sebagai adik kelasmu sangat kagum karena kakak kelas bisa membuat perusahaanmu maju pesat hanya dalam waktu beberapa tahun!” Luo Weihan bukan omong kosong karena semua orang yang mengenalnya tahu dengan kemampuannya, pria ini masih muda, tajam, pintar, pengusaha muda berbakat di dunia bisnis bahkan dia sedang memperluas bisnisnya dalam industri jasa, properti dan katanya mau melebarkan sayap ke arah farmasi. “Kapan aku bisa mewawancaraimu?”


“Tidak perlu karena aku tidak berniat untuk itu!” Yu Jinglan berbicara dengan Luo Weihan sambil menatap mata Song Yin yang panik. Kegelisahan terlihat di wajah Song Yin dan dia menatapnya dengan dingin untuk beberapa detik lalu memalingkan wajahnya untuk berbicara dengan Luo Weihan. “Aku permisi dulu!”


Dia tidak menyapa Song Yin dan sepertinya juga tidak menyapa orang-orang di depannya, dia mengenakan setelan yang dia pilihkan dengan dasi yang tertata rapi yang menutupi bekas gigi di baliknya, siapa juga tidak menduga ada sesuatu di balik dasi presiden Grup Yu?


Song Yin menghela napas dan diam-diam meliriknya, hatinya merasa sakit, Yu Jinglan sudah menemukan tempatnya dan satu per satu delegasi datang sehingga pemandangannya agak kacau.


“Song Yin, berikan aku selembar materi untuk bahan menulis naskah!” Luo Weihan tersenyum kepada Song Yin.


“Oh! Baik!” Song Yin memberikan data kepadanya sambil tersenyum dan dia teringat jika dia belum memberikan materi kepada Yu Jinglan lalu dia memberikan selembar data kepadanya tanpa mengatakan apa-apa.


“Terima kasih!” Yu Jinglan tersenyum tapi membuat wajah tampannya terlihat lebih dingin.


“Sama-sama!” Song Yin tidak menyangka jika dia akan mengatakan terima kasih sehingga kedua kata ini membuat dia merinding dan cemas tapi dia menutupinya dengan senyuman.


Sewaktu tidak ada orang yang memperhatikan, dia berkata, “Pergi ke kamarku setelah pertemuannya selesai!”


“Hah!” Mata Song Yin melotot.


Yu Jinglan menyipitkan mata sambil menatapnya, “Apakah kamu mendengar apa yang aku katakan?”


“Ya!” Song Yinmenunduk.


“Pergi bagikan materinya, semua orang sedang melihat!” Yu Jinglan menarik pandangannya dan melihat para presiden dari berbagai industri.


“Oh!” Song Yin segera pergi.


Dari kejauhan, di balik kaca mata polos juga ada sepasang mata tajam yang sedang melihat mereka berdua yang terlihat dingin tapi segera hilang, lampu flash segera bersinar dan pemandangannya terlihat megah karena ini adalah pertemuan akbar maka semua pihak tidak berani sembarang masuk bahkan wartawan juga diperiksa sewaktu masuk.


Semua orang telah hadir dan Yu Jinglan juga.


Song Yin tahu jika yang datang hari ini adalah para pebisnis handal, hanya ada kurang dari lima orang pebisnis muda seperti Yu Jinglan di antara ratusan orang yang hadir tapi tidak ada yang setampan dia.


Dia tahu jika Yu Jinglan punya pesona di dunia bisnis dan punya cara yang luar biasa.

__ADS_1


Pertemuannya dimulai, setelah Song Yin dan Wen Xiaoxing membagikan materinya, mereka berdiri di sudut paling belakang dan Song Yin sedang memperhatikan wajah Yu Jinglan yang ada di depan sedangkan dia sangat fokus melihat materi yang dipegangnya, dia terlihat sangat serius sewaktu kerja dan ini merupakan kali pertama dia melihatnya seserius ini dan sangat fokus memperhatikan dan mendengar.


Dia sama sekali tidak tertarik dengan isi pertemuan antar industri jasa dengan modal luar negeri dan hati Song Yin melayang kemana-mana ketika mendengarkan percakapan yang panjang.


Pertemuannya berjalan sukses dan dia baru tahu jika pertemuannya berakhir setelah Direktur Luo meringkas semuanya, satu per satu staf berjalan keluar dan katanya berpindah ke ruangan perjamuan yang ada di lantai bawah, masih ada pesta pada malam hari setelah pertemuannya selesai.


“Song Yin, ketua mengatakan jika harus memakai gaun pada pesta malam nanti!” Wen Xiaoxing berbisik di telinga Song Yin.


“Hah! Apakah aku boleh tidak hadir?” Dia tidak tahu harus bagaimana menghadapi situasi seperti itu dan Direktur Luo juga tidak mengatakan harus menghadiri pestanya maka dia tidak membawa gaun.


“Kamu harus mengatakan sendiri kepada Direktur Luo!” Wen Xiaoxing mengangkat bahunya. “Mengapa kamu tidak mau ikut?”


“Aku tidak punya gaun!” Song Yin sedikit malu karena setelah insiden ****** ***** pada waktu itu, dia tidak pernah memakai rok lagi dan gaun terlalu mewah sehingga dia tidak punya sedangkan roknya yang dulu sangat kekanak-kanakan sehingga tidak cocok.


“Hah! Siapa kamu? Kamu adalah putri Walikota Song, bagaimana kamu tidak punya gaun?” Wen Xiaoxing berteriak. “Ya ampun, apakah aku sedang mendengar sebuah lelucon? Song Yin, kakak sangat sedih, mengapa kamu tidak punya gaun?!”


Song Yin mengangkat bahunya dan tidak peduli dia percaya atau tidak karena dia hanya memiliki sedikit barang bagus meskipun sekarang dia adalah putri Walikota Song tapi untuk waktu yang lama sebelumnya dia adalah anak luar nikah dan statusnya selamanya adalah anak luar nikah yang tidak bisa dipublikasikan, meskipun telah menjadi putri Walikota Song dan merubah marganya menjadi marga Song tapi Walikota Song tetap tidak terlalu memperhatikan dia secara khusus.


Song Yin melihat Direktur Luo sedang bicara dengan Yu Jinglan sebentar lalu dia berjalan ke luar, Song Yin segera mengejarnya dan memanggilnya, “Direktur Luo, apakah aku boleh tidak ikut hadir pada pesta malam hari?”


“Kenapa?” Direktur Luo merasa aneh.


“Aku ada urusan!”


“Semua urusan tidak ada yang sepenting pertemuan hari ini, apakah kamu masih takut menghadapinya? Aku tidak ada waktu dan kalian bersiap-siaplah, tidak banyak orang dari kantor urusan luar negeri bukankah orangnya menjadi lebih sedikit jika kamu tidak hadir malam ini? Sudahlah, kamu pergi bersiap dulu karena aku masih ada urusan! Sampai ketemu malam nanti!” Direktur Luo berjalan keluar setelah dia selesai mengatakannya.


Mulut Song Yin terbuka karena masih ingin mengatakan sesuatu tapiDirektur Luo sudah berjalan jauh.


“Song Yin, apakah ketua tidak menyetujuinya?” Wen Xiaoxing tahu jika dia tidak bisa minta izin.


Yu Jinglan berdiri pada saat ini sambil berjalan ke luar dan dia meliriknya sewaktu melewatinya dengan mata dalam dan dingin juga penuh peringatan.


Ekspresi wajah Song Yin berubah dan badannya menjadi kaku, dia bisa merasakan bau rokok yang wangi dari badannya dan dia baru ingat kata-kataanya sebelum pertemuan tadi yang menyuruhnya datang ke kamarnya setelah pertemuannya selesai, apakah dia harus pergi?


Song Yin bergumam dalam hati setelah dia melihat sosok tinggi itu keluar.


“Song Yin, kamu tidak perlu hadir jika tidak ingin dan tidak perlu pedulikan kata-kata pria tua itu!” Luo Weihan berjalan menghampirinya sepertinya naskahnya berjalan lancar.


“Ah! Dia adalah ayahmu, mengapa kamu mengatakan ayahmu seperti itu?” Dia merasa kaget melihatnya, mengapa dia begitu tidak menghormati ayahnya?


“Ha, dia keras kepala, benar, jangan pergi jika kamu tidak mau!” Luo Weihan tersenyum, “Aku akan pergi menyerahkan naskahku dulu, selamat tinggal!”


“Selamat tinggal!” Song Yin mengangguk.


“Apakah kamu mau pergi?” Wen Xiaoxing melihat lirikan Yu Jinglan sebelum pergi dan dia pikir Song Yin dan Yu Jinglan akan mengatakan sesuatu maka dia bertanya.

__ADS_1


“Aku…..”


“Aku tahu kamu ada urusan, kamu pergi saja dan telepon aku jika sudah selesai, Luo Weihan, tunggu aku, aku akan pergi bersamamu!” Wen Xiaoxing pergi mengejar Luo Weihan.


__ADS_2