
Hello! Im an artic!
“Sakit!” Song Yin menyeringai pelan.
“Apakah lukamu serius? Song Yin?” Luo Weihan memeriksa lukanya dengan panik.
Hello! Im an artic!
“Aku akan mengantarmu ke rumah sakit!” Luo Weihan sudah tidak mendengarkan kata-kata orang lain lagi dan ingin menggendongnya.
“Kamu jangan sentuh dia dulu, lihat apakah ada patah tulang atau tidak?” Tidak tahu siapa yang berkata.
“Jika tidak boleh menyentuhnya maka bagaimana dengan lukanya?” Luo Weihan menjadi lebih panik lagi.
“Seharusnya tidak patah tulang!” Song Yin mengerutkan keningnya tapi sangat sakit tapi pergelangan tangannya masih bisa bergerak sehingga tidak separah itu.
Hello! Im an artic!
“Aku akan membawamu ke rumah sakit untuk diperiksa dulu, Song Yin, apakah kamu yakin tidak patah tulang?” Luo Weihan memapah pundaknya dengan hati-hati dan bertanya dengan penuh kekhawatiran, dia baru menemukan jika wajah Song Yin sangat pucat dan itu pasti karena dia sangat kaget.
“Seharusnya tidak masalah, kamu papah aku bangun dulu!” Dia tidak bisa mengatakan di mana yang sakit dan sepertinya semua bagian sakit, dahinya tergores, tangannya juga tergores dan kaki Song Yin terasa sangat sakit, dia memegang tangan Luo Weihan serta berusaha berdiri.
“Baik!” Luo Weihan melihatnya sambil menariknya.” Bagaimana? Sakit tidak?”
“Lumayan sakit!” Suara Song Yin sangat lemah dan terdengar seperti hampir mati yang membuat orang kaget.
Luo Weihan mengerutkan keningnya dan menggerakkan tubuhnya untuk memapahnya, “Pergi ke rumah sakit.”
Rumah sakit.
Song Yin dibawa ke unit gawat darurat.
Setengah jam kemudian, luka di dahinya telah dibersihkan dan luka di badannya juga sudah dibersihkan dan diolesi obat, untung saja jaringan lunak yang terluka dan tidak patah tulang, dokter menyarankan untuk tinggal di rumah sakit supaya bisa diobservasi.
“Tidak perlu karena aku mau pulang!” Song Yin berkata kepada dokter. “Aku benaran baik-baik saja!”
“Mana boleh? Kamu harus tinggal di rumah sakit, dengarkan kata dokter!” Luo Weihan menekannya di tempat tidur. “Baru boleh pulang jika dokter mengatakan sudah tidak apa-apa!”
“Benar tidak perlu!” Song Yin melebarkan matanya yang cantik karena dia tidak menduga jika Luo Weihan yang menabraknya.
“Kamu dengarkan saja supaya aku bisa tenang jika tidak aku tidak akan bisa tidur malam ini!” Kedua tangan Luo Weihan ditekankan di samping tempat tidur dan dia memiringkan badan sambil menatapnya. “Maaf, ban mobilnya pecah sehingga lepas kendali!”
“Baiklah!” Song Yin hanya bisa mengangguk melihat sikapnya yang seperti itu.
“Apakah kamu yakin jika kamu tidak apa-apa?” Dia mendekatinya.
“Oh…… aku…..” Dia kaget melihat dia tiba-tiba mendekatinya sehingga Song Yin menyusutkan badannya dan tangannya memegang sisi ranjang. “Baik-baik saja….. aku yakin tidak masalah!”
“Apakah kamu mau menelepon ke rumah?” Luo Weihan bertanya.
“Tidak, tidak perlu!” Song Yin menggelengkan kepalanya karena pasti Yu Jinglan akan bersama pacarnya malam ini dan dia terlihat loyal menemani wanita cantik di mal maka seharusnya malam ini dia tidak akan pulang karena sudah tiga malam tidak pulang.
“Apakah kamu tidak perlu memberitahu keluargamu jika kamu tidak pulang malam ini?” Luo Weihan melihat keraguannya.
“Tidak perlu!” Ibu akan khawatir jika dia memberitahunya sedangkan Yu Jinglan tidak akan mengkhawatirkannya maka tidak perlu. “Kamu pulang saja dan aku jamin besok pagi baru pulang!”
“Bagaimanapun juga aku adalah pelakunya dan harus bertanggung jawab!” Luo Weihan duduk di samping sambil menarik sebuah kursi. “Apakah aku perlu membayar ganti ruginya?”
__ADS_1
“Hah!” Song Yin tertegun dan menggelengkan kepalanya. “Tidak perlu! Bukankah kamu sudah membayar uang pengobatannya?”
“Aku pikir kamu akan sekalian mengambil kesempatannya!” Luo Weihan bercanda.
“Apakah aku terlihat seperti ingin kamu membayar ganti ruginya?” Song Yin balik bertanya.
“Tidak juga!” Luo Weihan tertegun lalu tersenyum.
Ponsel Song Yin berbunyi pada saat ini dan dia ingin mengambilnya tapi agak kesulitan karena tangannya sedang diinfus dan kebetulan ponselnya ada di saku kanan celananya.
“Aku akan membantumu mengambilnya!” Luo Weihan membantu mengambilnya.
Wajah Song Yin menjadi merah tapi Luo Weihan tidak melihatnya lalu dia mengeluarkan ponselnya dan melihat di layar ponsel hanya ada satu nama….. Yu.
Matanya terlihat tegang dan terlihat canggung sambil memberikan ponsel kepadanya. “Ini!”
“Terima kasih!” Song Yin mengambil ponselnya dan dia terkejut sewaktu melihat ponselnya sehingga hampir membuat menjatuhkannya, mengapa dia meneleponnya?
Luo Weihan melihat kepanikannya, dia melihat ke arah jendela. “Apakah aku perlu keluar?”
“Tidak, tidak perlu!” Song Yin menggelengkan kepalanya lalu mengangkat teleponnya. “Halo?!”
“Mengapa kamu masih belum pulang semalam ini?” Terdengar suara kesal Ye Jintang. “Aku masih belum makan dan segera pulang masak!”
Dia hanya berkata seperti itu lalu menutup teleponnya.
Song Yin belum sempat menjelaskannya dan dia hanya tertegun menatap ponselnya, dia pulang ke rumah? Bukankah dia sedang menemani wanita cantik berbelanja? Dan seharusnya dia tidak bisa segera pulang karena sedang diinfus.
Song Yin terdiam sambil meletakkan ponsel di samping bantalnya.
Luo Weihan juga diam dan suasananya terasa aneh. Dan akhirnya Luo Weihan berkata setelah waktu yang lama, “Song Yin, bagaimana jika aku mengejarmu?”
“Apakah kamu berpikir aku sedang bercanda?” Luo Weihan menatapnya tanpa mengedipkan matanya, “Apakah aku terlihat tidak serius?”
Song Yin melihatnya dan wajahnya yang kurus terlihat tersenyum, senyumnya seperti bunga mekar di atas tebing, anggun dan indah sehingga membuat wajah kecilnya mempesona. “Tatapan matamu tidak ada cinta juga tidak ada keinginan, jika bukan lelucon maka apa ini? apakah kamu sedang menghiburku? Haha… aku sangat senang dan tidak perlu menghiburku.”
Luo Weihan kaget karena dia tidak menyangka dia akan berkata seperti itu. “Kamu….. benar-benar istimewa!”
Song Yin tersenyum dan senyum seperti ini memberi perasaan tenang kepada orang.
Untuk sesaat Luo Weihan tersesat dalam senyum Song Yin, hei! Bukan tapi itu karena dia kaget dengan kata-katanya.
Song Yin mencari topik lain ketika melihatnya tidak bicara, “Apakah Yu Jinglan kakak kelasmu?”
Luo Weihan mengangguk dan matanya tampak mengingat masa lalu yang penuh nostalgia. “Ya, kakak kelas sewaktu kuliah!”
Tatapan mata menjadi lebih lembut ketika mengungkit masalah ini, “Dia adalah seorang legenda, pekerjaan rumahnya bagus, bagus dalam bidang olahraga dan dia adalah orang yang serba bisa juga merupakan ketua organisasi di kampus, kami semua berpikir jika dia akan masuk dunia politik tapi tidak di duga dia memilih bisnis dan dalam waktu tujuh tahun yang singkat dia masuk dalam 500 orang terkuat di dunia bisnis.”
Luo Weihan terus menyanjung Yu Jinglan tanpa pelit.
Song Yin mengangguk. “Tidak diduga kamu dan dia adalah teman sekampus!”
Luo Weihan menggerakkan bibirnya. “Ye Jintang adalah orang yang dicintai pria maupun wanita di kampus kami!”
“Pria dan wanita mencintainya?” Song Yin merasa aneh.
“Ada pria yang mencintainya!” Luo Weihan menatap Song Yin dan tertawa ketika melihatnya terkejut. “Apakah kamu tidak percaya?”
__ADS_1
Song Yin menelan ludah. “Tidak! Aku percaya!”
Hanya saja dia hampir tersendak karena dicintai oleh pria terasa aneh sekali. “Ada berapa orang pria yang menyukainya?”
“Ada dua atau tiga orang!” Luo Weihan tersenyum sambil menatap wajah kecil Song Yin seolah-olah sedang memperhatikan ekspresinya.
“Dia benar-benar laris!” Dia berkata sendiri sambil menyunggingkan mulutnya dan tidak bicara lagi.
Satu jam berlalu lagi dan sewaktu infusnya hampir habis ponselnya berbunyi lagi dan itu juga panggilan dari Yu Jinglan . “Kenapa kamu masih belum pulang? Apakah kamu pergi berkencan? Cepat pulang!”
“Maaf, aku tidak bisa pulang untuk sementara waktu!” Song Yin melihat cairan infusnya dan perawat mengatakan masih ada satu botol lagi.
“Segera pulang!” Dia tetap tidak memberinya kesempatan untuk menjelaskannya dan langsung menutup telepon.
Song Yin menggigit bibirnya dan terlihat seolah telah memutuskan. “Aku harus pulang! Tidak mau diinfus lagi.”
Luo Weihan langsung menghentikannya ketika dia mendengarnya mau pergi. “Tidak boleh, bagaimana jika terjadi sesuatu kepadamu nanti?”
“Kamu tenang saja karena bukan tanggung jawabmu jika terjadi sesuatu dan aku baik-baik saja!” Song Yintersenyum. “Cepat panggilkan perawatnya!”
Luo Weihan tetap menggelengkan kepalanya sambil menatap Song Yin dengan serius. “Siapa orang yang tidak mempedulikanmu itu? Berikan ponselnya kepadaku!”
Setelah itu Luo Weihan langsung merebut ponsel Song Yin dan mematikannya.
“Ini…..” Song Yin tertegun dan berkata, “Tidak bisa seperti ini dan aku harus pulang!”
“Tidak boleh pergi dan habiskan infusnya dulu!” Suara Luo Weihan terdengar tegas.
Song Yin menatap Luo Weihan untuk beberapa saat dan hatinya merasa sedih melihat keseriusannya, mengapa bahkan orang asing saja mengkhawatirkan dirinya tetapi mengapa orang itu tidak?
“Pergi setelah infusnya habis!” Suara Luo Weihan menjadi lebih lembut sambil duduk di bangku yang ada di samping tempat tidur.
“Jika seperti itu berikan aku ponselnya supaya aku bisa mengirimkan pesan!” Suara Song Yin terdengar cemas karena suara Yu Jinglan terdengar tidak bagus dan dia tidak ingin menyinggungnya.
Akhirnya Luo Weihan memberikan ponselnya setelah melihat Song Yin dengan serius. “Hanya kirim satu pesan!”
Song Yin melihat kekhawatiran di matanya lalu tersenyum sambil mengangguk kemudian dia menarik napas panjang dan mulai mengetik pesannya : Kakak besar Yu, aku akan pulang lebih malam karena harus lembur, maaf.
Song Yin seperti menggunakan semua tenaganya setelah mengetik kalimat yang pendek itu karena dia takut Yu Jinglan marah dan dia tidak mau dia marah maka dia meletakkan ponselnya di meja setelah mematikannnya sambil tersenyum kepada Luo Weihan, “Ponselnya sudah dimatikan!”
“Benar!” Luo Weihan mengangguk dan merasa bersalah. “Maaf untuk apa yang terjadi hari ini!”
“Ini tidak bisa menyalahkan dirimu karena ini adalah kecelakaan!” Song Yin tersenyum.
Infusnya baru selesai setelah tengah malam.
Song Yin memikirkan tidak tahu bagaimana dengan Yu Jinglan karena dia tidak mendengarkan perintahnya dan langsung mematikan ponselnya?
Dia menyalakan ponselnya dan menemukan jika ada tiga panggilan tidak terjawab dari Yu Jinglan .
Dia langsung menjadi gelisah.
“Aku akan antar kamu pulang!” Luo Weihan melambaikan tangan pada sebuah taksi yang berhenti di depan rumah sakit.
“Aku bisa pulang sendiri!” Song Yin tidak ingin merepotkan orang.
“Tidak boleh, kamu terluka karena aku sehingga aku harus bertanggung jawab mengantarmu pulang selain itu kamu harus meneleponku jika merasakan ada yang tidak beres dan aku tidak akan melarikan diri!” Luo Weihanberkata sambil tertawa.
__ADS_1
“Tidak akan ada masalah!” Dia hanya kaget dan luka tergores saja.